
Zhao tersentak ketika ia melihat Xiao Shi sedang duduk dengan keadaan bersila dan bibir yang sudah penuh terlumuri darah.
Tetapi, di belakang Xiao Shi juga ada Fu tong dan feng yue yang sedang melakukan penyaluran energi pada Xiao Shi. Wajah Fu tong dan Feng yue terlihat seperti menahan sakit, sedangkan yuan dan yanran sibuk membersihkan darah dari tadi.
" Permaisuri?! APA YANG KALIAN LAKUKAN?!"
Yanran dan Yuan berbalik, mereka terkejut melihat kaisar yang ternyata berhasil menerobos mantra yang mereka buat.
"Ya-yang mulia" yuan dan yanran tidak bisa berkata-kata lagi, mereka langsung memberikan hormat dan terbeku ditempatnya.
Zhao langsung menghampiri kedua pelayan Xiao Shi yang menundukan kepalanya itu. " Apa yang terjadi? JELASKAN?!!!"
Baru kali ini mereka berdua mendapatkan bentakan dari kaisar nya. Bahkan yanran yang selama ini diistana dan cukup banyak melakukan kesalahan dulunya, baru kali ini kaisar membentak nya, begitu juga dengan Yuan. Walaupun mereka sudah berada ditingkat sihir tertinggi, tapi tetap saja mereka adalah seorang wanita. Mendapat bentakan seperti itu, terlebih dari orang yang mereka hormati membuat mereka mati kutu.
Belum sempat mendapat jawabannya, perhatian Zhao sudah teralihkan lagi karna tiba-tiba Feng Yue dan Fu tong ambruk dan memuntahkan darah.
" Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Zhao lagi sambil menghampiri dan memastikan keadaan keduanya.
" Kalian kehabisan energi, apa yang terjadi? Kenapa seperti ini?" Cecar Zhao tak sabar.
" Permaisuri.... Racun..." Feng Yue tidak bisa melanjutkan kata-katanya karna dia langsung tidak sadarkan diri. Sedangkan Fu tong sejak tadi dia sudah tak sadarkan diri.
" Kasim Han! Huang Li!" Seru nya.
Dua orang itu langsung masuk kedalam dan diam mematung ketika melihat apa yang ada didepan mereka.
" Bawa mereka ke kamarnya!" Titah Zhao. Namun perintah nya tidak digubris, keduanya masih mematung ditempat.
" Kasim Han! Huang Li! Apa kalian tidak mendengar ku?!" Bentak Zhao.
Barulah keduanya tersadar " maaf, yang mulia"
Kasim Han dan huang Li langsung menghampiri tempat Fu tong dan feng Yue berada, masing masing dari mereka membawa dan menggotong nya keluar dari kamar permaisuri menuju kamarnya sendiri.
" Yuan, yanran. Pergilah urus mereka" titahnya, tapi kali ini sedikit melembut.
" Ta-tapi bagaimana dengan—"
" Permaisuri menjadi urusanku"
" Baik, yang mulia"
Langsung keduanya pergi dan menutup pintu rapat-rapat. Semua dayang yang berada diluar langsung sibuk menanyai mereka dengan apa yang terjadi didalam.
Sangat mengejutkan saat semua keadaan seperti baik-baik saja, namun tiba-tiba Fu tong dan Feng yue digotong dalam keadaan tidak sadarkan diri dan mulut yg penuh dngan darah. Ditambah sekarang, yanran dan yuan keluar dengan pakaian yang penuh dengan darah. Pertempuran apa yang sebenarnya terjadi didalam?
" Yanran apa yang—" seorang dayang hendak bertanya namun Yuan langsung memotongnya.
" Pastikan kabar ini tidak tersebar kemanapun, dan jangan ganggu kaisar ataupun permaisuri jika mereka tidak memanggil kalian! Jika aku tau kalian bergosip, dan mendengar kabar ini dari orang lain. Kalian tahu akibatnya." tegas Yuan. Lalu dia langsung melengos pergi diikuti dengan Yanran.
Para pelayan disana bergidik ngeri. Pasalnya ucapan dari orang-orang wang ini tidak bisa dibantah. Jika mereka mengatakan A, maka itu lah yang akan terjadi. Sungguh mengerikan.
Zhao mencoba duduk dan mengambil posisi sila, sama seperti Xiao Shi. Sejak Fu tong dan Feng Yue tidak sadarkan diri, Xiao shi sudah tidak mengeluarkan darah lagi dari mulutnya, tapi wajahnya nampak pucat.
Zhao memutus kan untuk membaca mantra dan mendeteksi mengenai apa yang terjadi. Dia menutup matanya, menekuk tiga jari pada dua tangannya, sedangkan jari telunjuk dan jari tengah dibiarkan tetap tegak.
Kedua jari di tangan kirinya dia simpan pada siku bagian dalam di tangan kanan. Sedangkan tangan kanan nya mengarah lurus ke arah tubuh Xiao shi. Zhao fokus membaca mantra nya dan mengarahkan tangannya keseluruh bagian tubuh Xiao Shi.
Zhao mengerutkan keningnya 'Ini racun. Racun ini sangat banyak, bagaimana bisa dia seperti ini?' batinnya.
Zhao langsung mengubah posisi tangannya. Kini kedua telapak tangannya mengarah ke punggung Xiao Shi, dan kini zhao juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Fu tong dan Feng yue, yaitu menyalurkan energi tambahan untuk Xiao Shi.
Bersamaan dengan energi tambahan dari Zhao, Xiao Shi juga mengeluarkan darah lagi dari mulutnya. Darah yang dikeluarkan adalah racun dari tubuhnya. Memang darah itu seharusnya keluar, jika tidak keluar justru itu yang akan membahayakan dirinya.
2 jam....
3 jam....
Tidak terasa waktu sudah berlalu sangat lama. Sedangkan belum ada tanda-tanda apapun dari dalam. Yuan sudah mondar-mandir didepan pintu dari tadi. Apakah dia harus masuk atau tidak. Tapi didalam bukan hanya Xiao Shi seorang, bukankah sangat tidak sopan jika dia menerobos Kamar yang didalamnya ada sepasang suami istri?
Ceklek!
Pintu terbuka menampilkan sosok kaisar dengan wajah yang cukup pucat dan terlihat lemas.
" Yang Mulia" semua pelayan langsung membungkuk hormat.
" Bersihkan Permaisuri dan biarkan dia berisitirahat, jangan bangunkan jika ia belum sadar" titahnya lalu pergi begitu saja dengan langkah yang sangat tidak beraturan, seperti orang mabuk.
Kasim dan Huang Li yang melihat itu, hendak membantu, tapi Zhao menolak.
Begitu sampai Zhao pun memerintahkan pada sang kasim agar tidak mengganggunya, dia butuh istirahat.
" Baik, yang mulia" ucap Kasim Han. .
Pintu kamar pun tertutup, dan tidak terdengar suara lagi dari dalam kamar Zhao. Dia mencoba untuk memulihkan energinya sendiri dengan membacakan beberapa mantra selama beberapa saat.
Butuh waktu 3 jam untuk zhao memulihkan energi dalam dirinya. Awalnya, dia berencana untuk langsung menyelidiki jenis racun apa yang tertelan oleh Xiao Shi dengan jumlah yang sangat tidak normal. Akan tetapi tubuhnya sudah tidak bisa diajak berdiskusi, mereka terlalu lemas dan lelah untuk berjalan. Akhirnya Zhao memutuskan untuk tidur dan melakukannya besok pagi.
Xiao Shi mulai sadar dan membuka matanya, namun tubuhnya belum bisa bergerak sama sekali, dia masih lemas. Perlahan ia menoleh ke kiri dan ke kanan untuk melihat sekelilingnya, namun tidak ada siapapun. Bajunya sudah terganti dengan pakaian yang bersih dan ruangannya juga sudah dipasang dengan dupa yang sangat menenangkan.
Selama dia mengeluarkan racun dari tubuhnya, bukan berarti dia tidak mengingat apapun. Tebtu saja dia tau siapa saja yang membantu proses nya. Hati nya sedikit sedih saat ia mengetahui bahwa seseorang yang membantunya tidak ada disini.
*Flashback
Zhao sudah mengerahkan seluruh kekuatan nya untuk membantu Xiao shi.
' bertahanlah, tinggal sedikit lagi' batin Zhao.
Beberapa menit setelahnya racun dalam tubuh Xiao Shi sudah berhasil keluar. Zhao menghentikan penyaluran energinya, sedangkan Xiao Shi terjatuh kepangkuan nya karna sudah tidak memiliki tenaga lagi.
" Permaisuri" panik zhao sambil menangkap tubuh Xiao shi agar tidak terbentur lebih keras pada badannya.
Xiao shi membuka matanya dan tersenyum pada Zhao. Mulutnya terbuka dan seolah mengatakan "terimakasih, yang mulia"
Zhao menganggukan kepalanya lalu mencium kening Xiao Shi yang sudah sepenuhnya tidak sadarkan diri.
*flashback off
...🧊 🧊 🧊...
Disisi lain Mao tersenyum kegirangan sambil meminum araknya untuk merayakan keberhasilannya.
" Akhirnya... Hanya aku yang akan dicintai oleh kaisar. Hanya aku yang akan menjadi istri kaisar dan ibu dari kekaisaran ini"
|
|
|
|
|
bersambung.....