Permaisuri Kaisar

Permaisuri Kaisar
Episode 87


" Kenapa kau belum menjalankan kewajiban mu sebagai seorang istri?"


" Aku... Aku... Darimana ibu tau kami belum melakukannya" elaknya.


" Jangan mencoba membohongi ibumu, kau belum melakukannya. Karna jika kau sudah melakukan semua orang akan mengetahui nya, putriku "


" Apa maksud ibu?"


" Kau akan mengerti nanti"


Yuan tiba-tiba mengingat obrolan antara Xiao Shi dan ratu wang saat itu. " Hanya ada satu kemungkinan jika seperti ini..."


" Apa?" Tanya Feng Yue serius. Dia bahkan sudah menggenggam pedangnya kuat-kuat.


Yuan memberi isyarat agar mereka lebih mendekat dan membentuk sebuah lingkaran.


" Kenapa harus seperti ini?" Feng Yue yang merasa tidak nyaman dengan keadaan ini karna dia akan melihat wajah seseorang sangat dekat.


" Sshhttt! Ini rahasia!" Ucap Yuan.


Mereka bergerumul dan Yuan pun mengatakan sesuatu. " Sepertinya kaisar dan permaisuri sedang membuat putra mahkota" ucapnya berbisik.


"Uhukkkkk uhukkkk" Feng Yue tiba-tiba tersedak. Dia terlalu terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Yuan.


" Aku mendengar obrolan ratu wang dan permaisuri saat itu, sepertinya inilah alasan kenapa semua orang akan mengetahuinya" jelas Yuan.


" Mengetahui apa?" Tanya Yanran


" Ah sudahlah, intinya seperti itu. Sekarang coba kau lacak dimana energi kaisar" pintanya pada Huang Li.


Huang li memejamkan matanya dan mencoba merasakan dimana keberadaan Zhao. Tiba-tiba Zhao membuka matanya " Kau benar, Yang Mulia ada di kamarnya"


" Begitu juga Permaisuri" timpal Feng Yue.


" Baguslah. Kalau begitu mari kita kesana dengan langkah yang pelan dan jangan terburu-buru" yuan menyarankan.


" Kenapa?" Tanya Kasim Han.


" Apa kalian ingin mendengar suara-suara aneh ? Jika memang ingin pergilah. Aku sama sekali tidak ingin" ucapnya sambil melengos keluar.


Apa yang dikatakan Yuan memang ada benarnya. Sepertinya ide nya tidak terlalu buruk, atau mungkin mereka bisa kembali ke kamar dan tidur sebentar selama kaisar dan permaisuri membuat putra mahkota.


...🧊 🧊 🧊...


Suara lenguhan dan ******* memenuhi kamar tidur Zhao. Entah sudah pelepasan yang keberapa kalinya. Tubuh Xiao Shi terasa candu baginya, terutama aroma tubuhnya.


Seperti sebelumnya, Zhao sudah mencapai pelepasannya untuk yang kesekian kalinya dan memilih berbaring disamping Xiao Shi. Awalnya dia berencana untuk memeluk Xiao Shi, namun melihat bahu Xiao Shi akhirnya membuat Zhao menciumi bahu itu. Dan lagi lagi, sekedar kecupan kecupan kecil itu membuat sesuatu di bawah Zhao menginginkan untuk memasuki sangkar nya lagi. Akhirnya mereka melakukannya lagi, untuk yang terakhir kali dihari itu, mungkin.


Mengingat hal itu membuat Zhao sangat senang, gadisnya kini sudah sepenuhnya menjadi miliknya. Dielusnya wajah cantik yang membuatnya semakin jatuh cinta, mata indah yang meneduhkan dan bibir lembut yang terasa sangat manis jika dicicipi.


" Yang Mulia, aku lelah" ucap Xiao Shi. Suaranya sangat kecil bahkan hampir tidak terdengar.


Zhao terkekeh " aku tau"


Zhao mengecup kening Xiao Shi. " Tidurlah, terimakasih untuk hari ini"


Xiao shi tidak lagi membalas ucapan Zhao, sepertinya dia sudah benar-benar terlelap sekarang. Zhao memakaikan Xiao Shi pakaiannya terlebih dahulu, lalu dia juga memakai baju tidurnya. Tidak mungkin mereka tidur dalam keadaan polos tanpa sehelai kain pun, bagaimana jika tiba-tiba ada penyusup dan hal yang tidak diinginkan lainnya. Setelah keduanya selesai memakai baju tidur, Zhao juga menyelimuti Xiao Shi dan dirinya lalu ikut tertidur disamping Xiao Shi sambil memeluknya erat.


' Kau milikku permaisuri' batin zhao.


Zhao menutup matanya dan ikut terlelap setelah pergulatan yang terjadi sebelumnya.


Sedangkan diluar, para dayang sangatlah khawatir. Kaisar tidak menjawab panggilan mereka, Kasim Han dan huang Li juga tidak terlihat sedari tadi.


" Yang Mulia, apakah anda baik-baik saja? Anda belum makan sejak siang" kepala pelayan kaisar terus saja memanggil dari tadi namun tidak ada jawaban apapun dari dalam.


" Ada apa?" Tanya Huang Li yang baru saja datang dengan rombongan Permaisuri.


Kepala pelayan itu langsung saja menghampiri. " Huang Li, tadi Yang Mulia ada didalam namun sekarang dia tidak menjawab apapun sama sekali. Sejak siang aku ingin mengantarkan makanan namun ternyata pintunya dilindungi oleh sihir juga. Aku takut sesuatu terjadi pada Yang Mulia " ucapnya dengan sangat gelisah dan terus saja mengalihkan pandangan nya pada pintu kamar, berharap Zhao keluar dari sana.


" Memang terjadi sesuatu didalam"


" Sepertinya pewaris tahta akan segera hadir" ucap Huang Li berbisik.


Kepala pelayan itu terlihat melamun dan tidak mengerti maksudnya. Huang Li menghela nafasnya. " Kaisar bersama Permaisuri didalam. Jika memang pintunya dilapisi sihir itu artinya dia meredamkan suaranya juga"


" HAAAAAAAA" kepala pelayan itu langsung menutup mulutnya terkejut. Akhirnyaaaaaaa, setelah sekian lama.


" Kau, apakah kau serius Huang Li?" Tanyanya


" Tentu saja. Jika aku berbohong, kenapa aku datang dengan rombongan Permaisuri kemari" ucapnya sambil menunjuk ke belakangnya yang terdapat rombongan Xiao Shi.


Kepala pelayan itu baru menyadari adanya rombongan Permaisuri juga disana, dia tadi terlalu khawatir sampai-sampai dia hanya fokus pada Kasim Han dan huang Li.


Akhirnya mereka berdiri dan berbaris ditempat nya masing-masing, berjaga sebagaimana tugasnya.


Kasim Han menghampiri seorang pelayan yang membawa nampan makanan untuk kaisar. " Kembalilah, simpan saja makanan nya mungkin Yang Mulia akan memintanya nanti, kau tinggal menghangatkan nya." Ucapnya. Pelayan itu mengangguk dan pergi.


Namun belum beberapa langkah, Kasim Han sudah menghentikannya lagi. " Tunggu! Siapkan satu lagi untuk Permaisuri juga. Mereka ada didalam" lanjutnya.


Ucapan Kasim Han ini membuat para pelayan dan pengawal lainnya terkejut. Yang Mulia kaisar dan Permaisuri didalam? Sejak tadi? Dan bahkan mereka tidak keluar atau meminta makanan? Sudah pasti mereka melakukannya.


Sebagian pelayan bahkan langsung berbisik-bisik dan bergosip diam-diam.


Sepertinya putra mahkota akan segera hadir


Kau benar, kira-kira siapa yang akan dipilih jadi pelayan putra mahkota nanti ya


Bagaimana jika itu seorang putri?


Walaupun seorang putri, tetap saja dia akan menjadi putri mahkota


Desas-desus itu tetap saja terdengar oleh para pelayan pribadi Zhao dan Xiao Shi. Meski begitu mereka membiarkan para pelayan bergosip karna ini akan menjadi kabar bahagia untuk semuanya. Bahkan mereka juga membiarkan kabar mengenai aroma bunga surgawi tersebar begitu saja.


Kabar ini juga terdengar sampai telinga ibu suri.


" Benarkah? Jadi aroma harum ini karena Permaisuri dan kaisar telah bersatu?" Tanya ibu suri.


" Benar Yang Mulia. Aroma harum ini berasal dari bunga surgawi, dan hamba mendengar bahwa Permaisuri ada hubungannya dengan bunga surgawi itu sendiri" jelas pelayanan pribadi ibu suri, Ning.


" Sepertinya dewa sedang memyayangi kita saat ini, dia mendatangkan menantu yang sangat baik, Permaisuri yang sangat bijak, dan bisa merubah putra es ku menjadi sedikit mencair"


Semua orang dikediaman ibu suri senang mendengarnya, mereka bahkan terus saja penasaran bagaimana wajah pewaris tahta nantinya. Orang-orang yang berada dibawah ibu suri memang sudah mengetahui bahwa Permaisuri tidaklah cacat atau buruk rupa, ibu suri mengatakannya sendiri. Jadi mereka sangat antusias.


Dari sekian banyak orang yang senang mendengar bersatunya kaisar dan permaisuri ini, tidak sedikit juga yang beranggapan buruk.


Bagaimana bisa Yang Mulia malah berhubungan dengan gadis yang memiliki wajah buruk


Dari sekian banyak selir nya yang sangat cantik kenapa harus Permaisuri yang dipilih, bukankah wajahnya buruk rupa


Kau benar, apakah yang mulia tidak jiji saat tidur dengannya


Aku tidak bisa membayangkan jika mereka sampai memiliki anak, bagaimana penampilan nya nanti


Para pelayan yang bergosip ini bahkan sampai menghebohkan seluruh istana dalam. Para selir yang masih memilih bertahan sibuk menggunjing hal-hal jelek tentang Xiao Shi untuk menutupi keirian mereka.


Hal ini bahkan tidak luput dari selir Yun. Dia yang masih terbaring lemah dan sedang dalam nasa pemulihan hanya bisa mengepalkan tangannya kesal dan memaki dan memberi sumpah serapah pada Xiao shi dalam hatinya.


' Tunggu saja pembalasan ku'


|


|


|


|


|


bersambung.....