Permaisuri Kaisar

Permaisuri Kaisar
Episode 44 - Rencana Licik (?)


Malam ini bulan tampak sangat indah, cahayanya lebih terang dari malam malam sebelumnya. Bintang-bintang juga bertebaran memenuhi langit malam. Bagaimana bisa langit tampak begitu indah? Bukankah Tuhan sangat luar biasa? Dia menciptakan segalanya dengan sempurna. Termasuk malam ini, suasana nya terasa sangat sempurna untuk dinikmati.


Seseorang datang menghampiri Xiao Shi yang sedang menikmati malamnya di paviliun di belakang kediaman.


" Permaisuri...?"


Xiao Shi hanya diam membiarkan angin malam ini menerpa wajahnya, dia tidak memakai cadarnya saat ini. Suasana hening, bahkan Feng Yue tidak berani menegurnya lagi.


" Bagaimana dengan Yanran?" tanya Xiao Shi.


" Semua sudah sesuai dengan yang anda perintahkan Yang Mulia" jawab Feng Yue.


" Bagus,, lalu dimana Yuan? Kenapa kau hanya sendirian?"


" Dia berada di depan untuk menjaga kamar anda Yang Mulia, dia mengatakan bahwa dia khawatir karna kamar anda tidak berada dalam penjagaan orang yang bisa dipercayai"


" Ya,,, dia memang selalu khawatir seperti itu. Kadang aku merasa dia seperti seorang ibu yang cerewet" ucap Xiao Shi terkekeh.


Xiao Shi dan Feng Yue terkekeh dengan fakta bahwa Yuan memang sangat cerewet. Dia bisa seharian penuh berbicara banyak hal sambil melakukan hal lain nya, benar-benar seperti seorang ibu.


" Feng Yue..."


" Ya, Yang Mulia?"


" Bolehkah aku bertanya sesuatu?"


" Tentu saja Yang Mulia"


" Tidakkah menurutmu aku salah jika ikut campur urusan kekaisaran ini? Aku mengurus hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang permaisuri, lalu banyak juga melibatkan orang-orang. Bahkan nyawa mereka bisa saja terancam" keluh Xiao Shi.


" Tentu saja tidak Yang Mulia, anda melakukan hal yang benar. Dengan tindakan anda ini, anda sangat membantu kekaisaran yang menurutku dalamnya sangat kacau" ucap Feng Yue meyakinkan. Tidak biasanya Xiao Shi bertanya dan memiliki keraguan seperti ini, apa yang sebenarnya terjadi? kenapa Xiao Shi bertanya seperti itu?


" Begitukah menurutmu?"


" Iya Yang Mulia" jawab Feng Yue meyakinkan.


" Lalu mana laporan terkait kemajuan rencana kita untuk mengungkap dekrit? Sudah lama sekali kau tidak melaporkan hal itu padaku." Ucap Xiao Shi menyindir.


Feng Yue mulai mengerti arah pembicaraan ini, dia menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal. Ternyata Xiao Shi mengatakan seperti itu bukan karna merasa ragu, tapi karna ingin menyindir dirinya yang tak kunjung membuat laporan.


" Maafkan kesalahan saya Yang Mulia"


" Lupakan. Sekarang laporkan yang terjadi, sudah sampai mana rencananya berjalan?"


" Baik Yang Mulia. Menurut informasi yang saya terima Tuan Hao sudah melakukan semua sesuai perintah anda Yang Mulia, dia menggeledah rumah Mentri Yun dengan teliti dan belum menggeledah ke bagian dimana anda akan mengungkap dekritnya. Tuan Hao bertanya kapan dia harus menggeledah ke arah sana karna hampir seisi rumah sudah selesai digeledah olehnya, tidak ada alasan lagi untuk mengulur waktu" jelas Feng Yue.


Xiao Shi berjalan beberapa langkah kedepan, ditatapnya pantulan dirinya di sungai di depan nya.


" Besok, besok rencana selanjutnya akan kita mulai. Beritahu Tuan Hao, setidaknya ulur waktu selama 3 hari, setelah 3 hari aku akan memberitahukan langkah selanjutnya" dengan nafas berat Xiao Shi mengatakan hal ini. Dia tahu, siap ataupun tidak siap setelah hari esok mungkin akan banyak sekali perngorbanan yang terjadi, berat baginya memutuskan hal ini, tapi tidak ada pilihan lain.


Disisi lain, seorang anak dan ayah juga sedang menikmati malam nya. Bukan menikmati malam seperti ayah dan anak pada umumnya, namun menikmati malam dan membahas hal-hal diluar kebiasaan.


" Bagaimana? Apakah kau sudah mulai menjalankan semua sesuai rencana ku?" tanya Mentri Yun.


" Tentu saja ayah, aku selalu meminum ramuan yang kau sarankan. Dan juga aku menghabiskan waktu untuk mempercantik diriku, tidakkah kau lihat ayah kulitku semakin putih dan bersih sekarang" dengan bangga nya Selir Mao memutar tubuhnya untuk memperlihatkan dirinya yang semakin cantik, kulit yang menurutnya semakin cerah, dan juga tubuh yang semakin indah.


" Tentu saja kau semakin cantik, jadi, bagaimana dengan Kaisar? Apakah kau sudah mulai mendapatkan nya?"


" Kau tau ayah? Sangat sulit menemui Kaisar, dia selalu sangat sibuk dan selalu sibuk." Keluhnya.


" Apa kau tidak mencoba menghampirinya saat malam hari?"


" Andai kau tahu ayah, jika aku menghampiri Yang Mulia malam hari maka Huang Li sialan itu akan mencoba menghentikanku dan mengatakan bahwa Yang Mulia tidak ingin diganggu"


" Huang Li itu, sepertinya aku harus mulai menyingkirkan nya" gumam Mentri Yun.


" Lalu apakah Kaisar mengunjungi wanita itu?" tanya nya penasaran. Jika putrinya tidak bisa menemui Kaisar, apakah mungkin Kaisar dan Permaisuri itu sudah mulai ada kedekatan?


" Aku dengar tidak ayah, kaisar tidak pernah mengunjungi perempuan buruk itu" jawab Mao ketus.


" Baguslah, setidaknya mereka tidak semakin dekat. Kau harus memanfaatkan kesempatan ini untuk mendekati Yang Mulia dan menyingkirkan perempuan itu, agar kursi dan posisi yang seharusnya milikmu akan kembali padamu" jelas Mentri Yun.


" Kau benar ayah, baiklah aku akan melakukan nya semakin baik kedepan nya"


" Bagus, itu baru namanya putri ku. Ayah memiliki rencana, tapi akankah kau mengikuti rencana ayah kali ini nak?" ucap mentri Yun dengan memelas.


" Tentu saja ayah, aku akan melakukan apapun untukmu"


Menteri Yun tersenyum lalu memberikan sebuah kain kecil pada putrinya.


" Masukkan ini pada makanan perempuan itu, maka posisi dan mahkota itu akan menjadi milikmu"


" Apa ini ayah?" tanya nya sambil mencoba melihat apa yang ada di dalam kain itu.


" Ini adalah bubuk yang akan membuat seseorang mati jika mengkonsumsinya"


" Ayah!! Tidakkah itu akan mencurigakan jika perempuan itu mati begitu saja?" tanya Mao tak habis pikir dengan rencana ayahnya,biasanya ayahnya adalah seorang perencana yang baik, tapi kali ini mengapa rencananya sangat bodoh.


" Tentu saja tidak akan. Awalnya dia akan merasa sangat haus, dia akan merasa kekurangan cairan dan minum terus menerus. Dengan banyaknya air yang dia minum justru membuat bubuk ini akan semakin menyebar keseluruh tubuhnya. Setelah itu dia akan jatuh sakit dan mati perlahan" ucap Mentri Yun mengungkapkan rencana liciknya.


" Bagaimana dengan tabib? Dia seorang permaisuri tentu saja tabib akan memeriksanya ayah"


" Tenang saja, racun ini tidak akan terdeteksi sama sekali."


" Apa maksudmu ayah?"


" Mao, dengarkan aku. Saat tabib memeriksanya bubuk ini akan bekerja layaknya penyakit pada umumnya, tabib hanya akan mengira bahwa itu karna kesehatan tubuhnya yang mulai menurun karna beberapa organ tubuhnya yang bermasalah. Ini tidak akan dicurigai, bahkan sampai kematian nya nanti, semua nya akan sangat bersih dan rapih. Kau tenang saja nak. Setelah itu barulah kau akan diangkat menjadi permaisuri" ucap mentri Yun mencoba untuk meyakinkan putrinya yang terlihat ragu-ragu.


" Baiklah, aku mengerti ayah."


" Ini baru putriku" ucap Mnteri Yun bangga lalu memeluk putri semata wayangnya itu.


|


|


|


|


|


bersambung.......