Permaisuri Kaisar

Permaisuri Kaisar
Episode 63


Yuan kini sudah berada dihadapan Ibu suri, dengan makanan yang sudah diberikan dan ditata rapih di meja oleh para dayang.


" Dalam rangka apa Permaisuri memberikan ini kepadaku"


Yuan menceritakan kejadiannya dari awal dan mengatakan bahwa ini adalah sebagai bentuk permintaan maaf Permaisuri pada kaisar karna kejadian tadi malam.


Ibu suri yang baru mendengar beritanya justru terkejut. Putranya menyiapkan makan malam istimewa untuk seorang wanita? Sungguh itu putranya? Tidak bisa dipercaya.


Makanan yang dibawakan oleh Yuan pun mulai dicicipi oleh ibu Suri satu persatu.


" Makanan nya lezat, dan ini sepertinya menu baru. Apakah kalian mengganti kepala dapurnya?"


" Tidak Yang Mulia"


" Lalu?"


" Itu,,,, itu,,, permaisuri sendiri yang memasak"


" APAAA?!! Kenapa kalian membiarkannya memasak? Seorang permaisuri tidak boleh menginjakan kakinya di dapur dan menyentuh barang-barang didalam nya, bagaimana bisa kalian mengizinkan itu?!"


Suasana yang tadinya tenang kini terasa sangat menegangkan.


Yuan langsung bersujud dan menjelaskan semuanya pada Ibu Suri. Walaupun tetap ingin marah, tapi mendengar alasan yang diberikan oleh Yuan, dia memakluminya.


" Ya sudah, aku akan mengatakannya secara langsung pada Permaisuri nanti. Kau boleh pergi, dan katakan masakannya enak dan aku sangat menyukainya"


" Baik Yang Mulia " Yuan memberi penghormatan nya dan pamit undur diri.


' Sepertinya cinta akan segera bermekaran di kerajaan mulai sekarang ' batin Ibu Suri.


~•~


" Ayaaaaahhhhhhhh" Yanran masuk kedalam ruang kerja Tuan Hao dipengadilan sambil membawa nampan.


Tuan Hao yang telinganya langsung berdengung akibat teriakan Yanran itu langsung menghampiri anaknya begitu melihat nampan besar yang dibawanya.


" Putriku, hati-hati, kemari ayah bantu" Ucap Tuan Hao sambil mengambil alih nampan dari tangan Yanran.


" Aku membawakan mu makanan ayah. Sejak kau dipromosikan kau jarang memperhatikan kesehatan mu, jadi ayo makanlah bersamaku ayah"


" Makana ini begtu banyak dan terlihat lezat, ini pasti mahal, darimana kau membelinya? Dan berapa harganya? Ayah akan menggantinya"


" Tidak usah ayah, aku tidak membelinya, ini diberikan oleh permaisuri untuk ayah "


" Untukku? Apa kau tidak salah?"


" Tentu saja tidak ayah"


Tuan Hao menyipitkan matanya, dan menatap Yanran penuh selidik. Lalu dia menjewer telinga Yanran.


" Katakan pada ayah, apakah kau mengambil nya secara diam-diam?"


" Ayah, ayah, hentikan, lepaskan." Ucapnya meronta-ronta. Tuan Hao akhirnya melepaskan jeweran nya.


" Ini benar-benar permaisuri yang memberikannya, dia bahkan memasaknya sendiri, ayah seharusnya menghargai pemberiannya bukan malah memarahiku" ujar Yanran sambil mengelus-elus telinganya yang memerah.


Tuan Hao mematung seketika, dia melihat makanan yang ada didepan nya lalu berganti melihat Yanran. Melihat makanan, melihat Yanran. Seperti itu seterusnya.


" Aku benar-benar harus memukulmu"


Yanran terkejut mendengar ucapan ayahnya. Kenapa dirinya harus dihukum? Yanran menggaruk kepalanya yang tak gatal, sampai akhirnya dia menyadari sesuatu.


Yanran menutup mulutnya dengan kedua tangan. Sial, dia baru saja mengatakan hal yang seharusnya tidak dia katakan. Bodoh, bodoh, bodoh. Bagaimana bisa dia mengatakan bahwa permaisuri memasak makanan nya sendiri?


" Ayah, dengarkan aku dulu"


Untuk menghindari pukulan dari ayahnya, terpaksa Yanran harus menceritakan semuanya, mulai dari undangan kaisar, ancaman pembunuhan permaisuri kepada para dayang di dapur, dan juga sampai akhirnya dia menerima perintah untuk memberikan mangkuk mangkuk ini pada ayahnya.


Tuan Hao hanya menghela nafasnya. Tidak ada yang bisa dia lakukan jika memang ceritanya seperti ini. Sepengetahuan nya, Permaisuri bisa melakukan apa saja, apalagi hanya untuk memenggal kepala dayang nya sendiri.


" Permaisuri memang orang yang baik hati. Jika memang begitu ceritanya, bukankah kita harus menghormati pemberiannya? Ayo kita makan sebelum kau kembali kesana" pasrah Tuan Hao. Walaupun ingin marah, dia tidak punya hak apapun pada Permaisuri.


" Kau benar. Ayo ayah, aku sudah tidak sabar untuk mencicipi makanannya" Yanran menggosok gosok tangannya sambil melihat kearah makanan didepan nya.


Tuan Hao hanya menggelengkan kepalanya, putrinya ini tidak pernah berubah jika soal makanan.


~•~


Melihat kedatangan Feng Yue, Kasim Han segera menghampirinya.


" Kasim Han" sapanya sambil membungkukkan badannya.


" Feng Yue, ada apa?"


Feng Yue melihat kesekitar, seluruh pandangan dayang dan para pengawal termasuk Huang Li mengarah kepadanya.


" Bisakah kita berbicara berdua? Aku membawa pesan dari permaisuri" bisik Feng Yue.


" Denganku?" Tanya Kasim Han memastikan.


" Iya, tentu saja"


" Aku pikir kau ingin bertemu dengan kaisar"


" aku jelaskan nanti. Ayo "


" Baiklah"


lalu Kasim Han dan Feng Yue menjauh sedikit dari posisi mereka tadi.


" Ada apa?"


" Bisakah kalian menyiapkan taman belakang seperti keadaan kemarin malam? Permaisuri ingin mengganti ketidak hadiran nya malam tadi" ucap Feng Yue sepelan mungkin agar tidak ada yang mendengar.


" Apa? Tidak bisa. Butuh seharian penuh untuk menyiapkan hal seperti itu, karna itu tidak menggunakan sihir sama sekali" protes Kasim Han.


" Permaisuri tidak meminta dekorasi, dia hanya meminta untuk menyiapkan meja dan kursi nya saja. Apakah sesulit itu?"


" Ah hanya itu baiklah"


" Ya, dan lakukanlah tanpa sepengetahuan kaisar. Permaisuri ingin memberikan kejutan"


" Itu bagus, kupikir Yang Mulia akan sangat terhibur nanti. Seharian ini dia sangat murung"


" Tentu saja dia akan terhibur, telebih lagi makanan nya juga sangat spesial karna Permaisuri memasaknya sendiri" ucap Feng Yue bersemangat.


" APAAA?! Kenapa kau---" Feng Yue menutup mulut kasim han dengan tangan nya.


" Jangan berteriak, kau ini." Gerutunya


" Ck, bagaimana bisa kau membiarkan seorang permaisuri melakukannya"


Mau tidak mau, Feng Yue menjelaskan semuanya pada Kasim Han. Bahkan ancaman yang diberikan oleh Permaisuri juga dia katakan. Mendengar itu Kasim Han bergidik ngeri, dia sedikit tidak menyangka ternyata Permaisuri adalah orang yang senekat itu. Kasim Han bahkan bergidik ketika membayangkan dirinya berada dalam posisi itu.


" Tapi jika Yang Mulia Kaisar mengetahuinya, dia akan marah besar" ucap Kasim Han.


" Karna itu jangan biarkan Yang Mulia tahu"


" Baiklah, jam berapa permaisuri akan kesini?" Tanya Kasim Han memastikan agar persiapan mendadak mereka matang.


" Saat jam makan malam" jawab Feng Yue.


" Baiklah, akan ku lakukan"


" Terimakasih Kasim. Walaupun ini pertama kalinya kita mengobrol tetapi ternyata kau tidak sekaku itu"


" Kau pikir aku patung?"


" Hahaha yasudah, kuharap semuanya selesai tepat waktu. Terimakasih atas bantuannya Kasim" Feng Yue membungkukkan badan nya lalu pergi kembali ke kediaman permaisuri.


Huang Li yang melihat kedatangan Kasim Han sendiri langsung menghampirinya dan menanyakan dimana Feng Yue, dan kenapa dia tidak datang bersamanya.


" Pergi? Kenapa?" Heran Huang Li.


Lalu kasim han memberi tahu huang li maksud kedatangan Feng Yue kesini. Mendengar hal itu tentu saha Huang Li senang dan merasa terkejut. Akhirnya, perasaan Kaisarnya mulai terbalaskan.


" Kalau begtu tunggu apalagi? Ayo kita siapkan semuanya" ujar Huang Li bersemangat.


Kasim Han meminta Huang Li untuk menyiapkan tempatnya, sedangkan dirinya harus tetap berjaga menjaga kaisar. Karna ini dilakukan tanpa sepengetahuan kaisar, maka dirinya harus tetap berada ditempat seharusnya agar tidak menimbulkan kecurigaan.


Huang Li dan beberapa orang-orangnya menyiapkan taman belakang sesuai dengan yang diperintahkan oleh Kasim Han. Ditengah-tengah kegiatan mereka, tiba-tiba Fu Tong datang menghampirinya.


" Kau butuh bantuanku?" ucap Fu Tong.


" Hei kawan! Apa kau kesini karna tau berita ini juga?" Sapa Huang Li sembari memeluk Fu Tong.


" Tentu saja, aku turut senang akhirnya permaisuri bisa menerima Yang Mulia "


" Kau benar, akupun merasa begitu. Walaupun Yang Mulia tidak mengatakan nya secara langsung dan selalu membantah ketika Kasim Han memberitahunya, tapi tidak ada yang tidak menyadari perasaan nya pada Permaisuri sejak awal"


" Kau benar Huang. Ah ya, apakah tidak akan ada dekorasi?"


" Aku tidak menerima perintah nya" jawab Huang Li


" Kenapa harus menunggu perintah? Ayo kita hias dengan bantuan sihir saja. Kita buat suasananya sedikit romantis"


Huang Li yang setuju dengan pendapat Fu Tong pun menganggukan kepalanya dan mulai menggunakan sihirnya untuk membuat suasana menjadi lebih romantis.


Melihat itu, Fu Tong hanya tersenyum. Tugasnya terlaksana.


*Beberapa saat sebelumnya...


Begitu Xiao Shi sampai dikamarnya untuk membersihkan diri. Dia langsung memanggil Fo Tong untuk memberikan tugas pertamanya.


" Kau pergilah ke kediaman Kaisar dan bantu Huang Li mendekorasi keadaan nya. Dia tidak cukup ahli dalam hal dekorasi, karna itu kau harus membantunya. Tahan sihir dan auramu, jangan sampai membuat orang curiga ketika melakukannya"


" Huang Li? Tapi permaisuri, bukankah anda meminta bantuan kepada Kasim Han?"


" Dia tidak akan melakukannya Fu Tong, lakukan saja perintahku"


" Baik"


*Flashback End


Fu Tong menggunakan sihir nya untuk membuat suasana menjadi semakin mendukung untuk sepasang kekasih. Huang Li bahkan terheran-heran darimana Fu Tong bisa mempelajari hal tersebut.


" Sepertinya semakin hari kau semakin hebat saja, apa selama menunggu Permaisuri kau juga melakukan latihan?"


Tubuh Fu Tong menegang, apakah dirinya secara tidak sadar melakukan sesuatu?


" Ah iya kau benar. Untuk menghilangkan rasa bosan aku sering berlatih" ucapnya cengengesan.


" Baguslah"


Fu Tong menghela nafasnya lega. Untunglah Huang Li mempercayai nya.


~•~


Xiao Shi sudah selesai membersihkan dirinya. Dia bahkan sudah berganti baju dan selesai mendandani dirinya sendiri.


Tok! Tok!


" Permaisuri, ini Yuan" serunya dari luar.


" Masuklah"


Yuan membuka pintunya, begitu masuk dia sudah melihat tuan nya ini dalam keadaan yang sangat cantik. Jika kepala dapur merasa tidak percaya diri dengan masakan nya. Maka Yuan tidak percaya diri dengan riasannya.


Riasan Xiao Shi malam ini sangat indah. Sederhana, elegant namun membuatnya terlihat sangat cantik. Tatanan rambut yang dipilih juga membuatnya terlihat sangat cantik dari biasanya. Pemilihan aksesoris, dan Pakaian yang sempurna. Membuat Yuan bahkan terpaku ditempatnya, bagaimana dengan kaisar?


Belum selesai Yuan yang membeku, kini datanglah Yanran dan juga Feng Yue yang ikut terkagum-kagum melihat penampilan Xiao Shi saat ini. Menyadari yang dilakukannya adalah salah, Feng Yue langsung membalikan badannya dan memunggungi Xiao Shi.


" Kenapa kalian hanya diam disana, ayo masuk"


Seruan Xiao Shi membuyarkan pikiran mereka. Feng Yue segera menutup pintunya dan menghampiri Xiao Shi bersamaan dengan yang lainnya.


" Permaisuri" ucap mereka serempak.


" Bagaimana penampilan ku?" Tanya Xiao Shi sambil memutar-mutar tubuhnya.


" Anda terlihat sangat cantik" puji Yanran.


" Terimakasih. ah iya bagaimana tugas kalian? Selesai?"


" Selesai Yang Mu--"


" Jawab aku bukan sebagai seorang pelayan Yanran"


" Baik. Aku dimarahi ayah setelah memberikan makanannya" yanran memanyunkan bibirnya.


" Kenapa?"


" Dia bilang kenapa aku mengizinkanmu memasak"


" Aku juga dimarahi Ibu suri Shi'er" keluh Yuan.


" Dan bisa-bisanya Kasim sialan itu meneriakiku saat kita baru pertama kali berbicara" timpal Feng Yue.


"Hahahahahha.... Maafkan aku karna kalian mendapat reaksi seperti itu. Aku akan mengurusnya nanti. Dan bagaimana makanan nya, apa kalian suka?"


Ketiganya mengangguk serempak.


" Itu makanan terenak yang pernah aku makan" puji Yanran sembari memberi kedua jempolnya.


" Baiklah, terimakasih."


" Sepertinya ini diluar skenario Shi'er " ucap Yuan tiba-tiba.


" Apa maksudmu? "


" Kau sepertinya terlalu bersemangat malam ini, kau benar benar sudah membuka hati untuk kaisar?" Goda Yuan, dia bahkan menyenggol nyenggol tubuh Xiao Shi dengan tubuhnya.


" Baiklah lupakan acaranya dan —"


" Ehhh jangan jangan, baiklah baiklah. Keputusan mu sudah tepat. Haruskan kita pergi sekarang? Ini sudah waktunya makan malam"


" Menurutmu apakah harus sekarang?" Tanya Xiao Shi ragu.


" Makanan nya akan semakin dingin Shi'er " timpal Feng Yue.


" Kau benar, kalau begitu ayo. Yanran, tolong pakaikan penutup wajahku "


" APAAA?!" Yuan dan Yanran refleks berteriak karna terkejut.


" Aku pikir kau tidak akan mengenakan nya karna sudah berdandan" ujar Yuan.


" Aku berdandan untuk diriku sendiri. Ayo pakaikan"


Walaupun sedikit kecewa, Yanran tetap mengikuti perintah Xiao Shi. Bagaimanapun ini masih belum waktunya Xiao Shi menunjukan wajahnya yang sebenarnya.


|


|


|


|


|


bersambung....