
Saat ini, seorang wanita tengah duduk dengan santainya menatap seorang pria dihadapan nya yang tampak sangat gugup. Pria itu nampak sangat resah, jari-jari tangan nya saling meremas satu sama lain, begitupun jari kakinya yang nampak sedikit bergerak gerak dari dalam sepatunya. Jangan lupakan keringat yang bahkan kini mulai mengalir dari dahinya.
Pria itu adalah Fu Tong, dan wanita yang memandanginya adalah Xiao Shi. Mereka berhadapan seperti seorang tuan yang sedang menghukum kelalaian pelayan nya. Seolah perayaan kemarin tidak pernah terjadi, dan seolah tawa juga kedekatan mereka saat itu hanyalah mimpi. Bahkan Yuan dan Feng Yue tidak seramah kemarin, apakah si pria berambut merah itu juga akan lebih menyeramkan?
Fu Tong merasa semkin tidak sanggup untuk berdiri, tidak ada sepatah katapun yang Permaisuri katakan padanya, kenapa rasanya sangat sulit menghadapi Permaisuri daripada menghadapi Kaisar? Apakah mungkin karna dirinya sudah lama bersama Kaisar, sedangkan dengan Permaisuri? Apakah mungkin karna itu? Tidak mungkin. Tapi jika bukan karna itu lalu apa?
" Sudah selesai dengan semua pemikiranmu?" suara Xiao Shi mencuri perhatian Fu Tong.
Sebenarnya Xiao Shi yang sedari tadi diam adalah untuk mendengarkan isi pikiran Fu Tong.
" Maafkan hamba Permaisuri, tapi ada apa anda memanggil hamba kemari?" dari pertanyaan nya, sepertinya Fu Tong ini sangat tidak sabaran.
" Tidakkah kau ingin tahu alasan kami mengetahui keberadaanmu?"
Jawab Xiao Shi membuat Fu Tong sangat tertarik. Apakah mungkin bisa jika dia ingin meminta kebenaran nya?
" Apakah hamba bisa mengetahuinya Yang Mulia?"
" Tentu, Feng Yue, jelaskan semuanya" titah Xiao Shi.
Sesuai dengan perintah yang diberikan nya, Feng Yue menjelaskan sejak awal kedatangan Fu Tong yang sudah diketahui oleh mereka, dia menjelaskan semuanya tanpa ada yang terlewat, termasuk alasan dibalik rasa kantuk yang selalu dialaminya.
" Jadi..." ucap Fu Tong menggantung.
" Itu benar, aku yang menyuruh mereka untuk membuatmu tertidur agar kau tidak bisa mengikuti hal-hal yang aku lakukan secara rahasia" jelas Xiao Shi.
'tidak mungkin' batin Fu Tong. Sebenarnya siapa Permaisuri? Kenapa dia bisa melakukan hal seperti itu? Hal rahasia apa yang dia maksud?
" Karna aku menemukanmu, dan itu artinya kau gagal dalam tugasmu. Bukankah itu artinya nyawamu tergantung padaku sekarang?"
Apa yang Permaisuri katakan memang benar, jika seperti ini bukankah seharusnya dia melawan dan menyelamatkan diri? Tapi ini adalah Permaisuri, melukai Permaisuri sama dengan melukai Kaisar. Sepertinya kali ini dia harus pasrah, tidak ada jalan lain.
Fu Tong berlutut, melepaskan pedang dari sarungnya dan memberikan nya dengan kedua tangan nya pada Xiao Shi dengan kepala yang tertunduk.
" Apa yang anda katakan benar Yang Mulia, nyawa hamba milik anda sekarang" ucap Fu Tong.
Hal yang dilakukan Fu Tong ini membuat semua nya merasa dejavu. Dulu saat dihutan, Feng Yue juga melakukan ini.
Xiao Shi akhirnya memutuskan untuk mengambil pedangnya dan mengarahkan nya pada leher Fu Tong. " Kau yakin dengan keputusanmu?" tanya Xiao Shi memastikan.
Fu Tong menarik nafas nya dalam-dalam. " Hamba yakin Yang Mulia"
Xiao Shi menekan sedikit pedangnya yang berada pada leher Fu Tong, darah segar mulai keluar perlahan dari sana.
" Aku tanya sekali lagi, apakah kau yakin?"
Tak ada jawaban. Fu Tong justru memejamkan matanya seolah menunggu kematian itu sendiri.
" Apa maksud anda Yang Mulia?"
" Bekerjalah padaku mulai sekarang, ikuti perintahku, bukankah itu sama artinya dengan menyerahkan nyawamu"
" Yang Mulia, tapi—bagaimana mungkin? Hamba adalah orang kepercayaan kaisar, jika hamba bekerja pada anda apakah itu artinya sama dengan mengkhianati kaisar?"
'ternyata dia sama bodohnya dengan Yuan' batin Feng Yue.
" Tidak benar namun juga tidak salah. Kau tetap bekerja padaku dan juga pada Kaisar, namun sepenuhnya nyawamu adalah milikki sekarang, jadi ku harap kau tau pada siapa kau harus lebih setia"
Fu Tong pikir sepertinya ini adalah pilihan yang baik daripada dia mati. Tapi tunggu kenapa suasana berbeda sekarang, ada aura yang lebih dominan disini. Seperti ada orang lain yang baru saja bergabung dengan mereka, tapi disini hanya ada mereka berempat.
Fu Tong menengadahkan kepalanya melihat kesekitar dan alangkah terkejutnya ia saat tahu bahwa aura dominan itu berasal Yuan dan Feng Yue, aura ini seperti aura yang dimiliki oleh kaisar. Apakah mungkin mereka sudah mencapai tingkat sihir tertinggi? Tidak mungkin.
Tak berhenti disitu, pria berambut merah kemarin tiba-tiba masuk dan berdiri tepat disamping Feng Yue, melihat ke arahnya dan melambai-lambaikan tangan nya. Tunggu, kenapa dadanya semakin sesak, tekanan dari sihir tinggi ini tidak bisa dia tahan, nafasnya sungguh berat, apakah pria berambut merah itu? Fu Tong mencoba menelisik tapi aura menekan ini bukan dari pria berambut merah itu. Aura ini berasal dari...
'Permaisuri? Tunggu. Apakah aku tidak salah?'
Fu Tong mengucek matanya mencoba melihat lebih jelas dari mana aura tidak mengenakan ini berasal, dia mencoba mengunci pertahanan dirinya agar tidak tumbang. Tapi tidak ada yang salah, aura yang lebih menekan ini memang berasal dari Permaisuri yang sedang memegang pedang yang sangat indah ditangan nya.
Fu Tong tetap mencoba menelisik empat orang didepan nya dengan seksama, bagaimana mungkin yang tadinya tidak terasa aura apapun bisa secara tiba-tiba keluar seperti ini? Namun begitu tatapannya sampai pada pria berambut merah itu, sesuatu yang aneg terjadi, pria itu berubah menjadi seekor naga, naga merah yang memiliki mutiara dikepalanya. Tunggu! Hanya ada satu naga yang seperti itu, Naga Legendari. Tapi bukankah naga itu sudah tidak ada sejak beratus-ratus tahun yang lalu?
"Arghhhhhhhh!!!!"
Fu Tong memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit. Matanya bahkan tidak bisa melihat dengan jelas sekarang, naga itu terlihat bertengger disekitar leher hingga ke lengan Permaisuri, sedangkan kepalanya berada tepat diatas lengan Permaisuri yang sedang memegang pedang yang indah itu.
" Siapa..... siapa kalian sebenarnya" Fu Tong sudah tak dapat menahan rasa sakitnya lagi akhirnya terjatuh kelantai, dia pingsan.
Sebenarnya ini adalah cara yang direncanakan oleh Teng She, dia tau orang seperti Fu Tong tak akan dengan mudah berpaling dari Tuan nya. Kecuali orang itu lebih tinggi diatas tuan sebelumnya, karna sudah pasti dia akan merasa tidak berdaya bahkan jika melawan sekalipun. Selama ini tidak ada yang lebih kuat dari Kaisar, karna itu jikapun dia ketahuan dia tetap mengabdikan dirinya pada Kaisar dan tidak ada seorangpun yang mampu menjadikan Fu Tong budaknya.
Rencana yang awalnya tidak disetujui oleh Xiao Shi ini akhirnya dilakukan juga, entah kenapa dalam dirinya sangat ingin menjadikan Fu Tong orangnya. Hanya saja Xiao Shi merasa suatu saat dia akan membutuhkan Fu Tong sebagai orangnya, bukan sebagai orang dari kekaisaran.
Istana ini terlalu banyak intrik, jadi mau tidak mau, suka tidak suka, dia juga harus merekrut orang-orang dalamnya, bukan karna orang-orangnya tidak mampu tapi koneksi dan keuntungan orang dalam juga terkadang sangat diperlukan. Walaupun saat ini Xiao Shi tidak tahu apa untungnya Fu Tong bergabung dengan nya, tapi dia berharap suatu saat Fu Tong akan benar-benar berguna baginya.
|
|
|
|
|
bersambung......