
Perayaan semalam berjalan dengan lancar. Para raja dan ratu langsung pulang di keesokan harinya, kecuali raja dan ratu dari kerajaan Wang.
" Kenapa kau belum menjalankan kewajiban mu sebagai seorang istri?"
Xiao shi yang ditanya seperti itu oleh ibunya langsung gelagapan tidak tahu harus menjawab apa.
" Aku... Aku... Darimana ibu tau kami belum melakukannya" elaknya.
Ratu wang menghela nafasnya dan mengusap lembut punggung Xiao shi. " Jangan mencoba membohongi ibumu, kau belum melakukannya. Karna jika kau sudah melakukan semua orang akan mengetahui nya, putriku "
Xiao shi mengernyit, " Apa maksud ibu?"
" Kau akan mengerti nanti"
Keduanya langsung keluar dan menghampiri sang ayah yang sudah berada dekat kereta menunggu istrinya.
Begitu keduanya sampai, raja wang langsung melihat putrinya dan beralih menatap kaisar.
" Yang Mulia, saya ingin memohon maaf jika putriku selama ini mungkin banyak menyinggung anda. Memang harus sedikit bersabar dalam membimbing nya, saya mohon pengertian anda yang mulia"
" Ah, raja wang anda tidak perlu sungkan. Putrimu adalah istriku, terlebih aku yang memilihnya tentu saja resiko apapun itu aku akan bertanggung jawab dan bersabar "
" Terimakasih,,, lihat nak, suamimu sangat menyayangi mu"
Xiao shi mengangguk dan melihat canggung ke arah zhao, dia sebenarnya masih belum memiliki wajah untuk bertemu kaisar karna kejadian semalam.
Ratu wang kembali menghampiri putrinya dan memeluk nya, dia masih sangat merindukan putri bungsunya itu, tapi apa boleh buat, dia harus segera kembali ke kerajaan.
Setelah selesai dengan sang ibu, kali ini xiao shi memeluk ayahnya erat, dia ingin ikut kembali dengan kedua orang tuanya, tapi takdir malah mengurungnya di istana ini.
"Sampaikan salamku pada Long, ayah" bisiknya. Akan tetapi bisikan nya masih bisa terdengar oleh zhao.
Raja Wang kembali berpamitan pada kaisar, lalu pergi menaiki kudanya. Walaupun diusianya yang sudah tua, raja wang masih sangat sehat dan mampu untuk menunggangi kuda, dia menolak menaiki kereta bersama istrinya karna merasa badan nya masih sangat kuat dan sehat.
Kepergian raja wang seperti membawa separuh dari xiao shi pergi juga,dia terlihat sedikit muram. Dia hanya berdiam dipinggir kolam sambil memberi makan ikan ikan nya. Zhao yang melihat itu segera menghampiri permaisuri nya.
" Kau bersedih?"
Xiao shi yang tersadar langsung membenarkan posisi duduknya. " Yang mulia"
Wajahnya langsung blushing andai saja cadarnya tidak menutupi.
'sial, kenapa kejadian semalam masih terbayang-bayang '
Zhao mengambil makanan ikan yang berada ditangan Xiao shi dan ikut melempari ikan dengan makanan. Sejujurnya, dia merasa canggung berhadapan dengan xiao shi.
" Mengenai kejadian semalam...." Zhao menggantung ucapannya.
" Ah, aku minta maaf karna kelancanganku, yang mulia" ucap Xiao shi panik.
" Tidak tidak, kau ... Kau tidak perlu meminta maaf, aku tidak tersinggung sama sekali"
Suasana semakin canggung diantara mereka berdua, ini adalah suasana ter-awkward diantara semua suasana.
" Apa pernyataan mu semalam itu serius?" Tanya zhao mencoba mengikis situasi anehnya.
" Apa? Yang mana?" Xiao shi mengingat ngingat apa saja yg dia katakan semalam.
" Mengenai perasan mu"
" Ah, itu, aku..... "
Zhao menghela nafas kecewa. " Jikapun itu tidak benar makaβ"
" Itu benar yang mulia" sergah nya.
" Apa?"
" Mmm iya, apa yang semalam aku katakan itu benar, dan atas kesadaran diri yg penuh"
" Baguslah" kini zhao bisa menghela nafasnya lega. Dia pun mengusap kepala xiao shi dengan lembut. " Terimakasih"
Dug Dug! Dug Dug!
'oh dewa, jangan izinkan jantung ini meloncat. Kenapa pria ini harus melakukan itu, runtuh sudah pertahanan ku jika seperti ini'
...π§ π§ π§...
Angin malam berhembus dengan kencang, bintang bertebaran dengan indahnya, dan bulan nampai bersinar lebih terang kali ini.
Xiao shi memutuskan untuk jalan-jalan malam untuk pertama kalinya di wilayah kekaisaran zhao. Hatinya merasa tidak tenang dan gelisah sejak siang, karna itu dia memutuskan untuk pergi keluar diam-diam.
Xiao shi ditemani oleh Yuan, dia bahkan tidak memakai cadarnya. Tapi Yuan mengenakan topeng nya agar tidak ada yang mengenali dirinya. Mereka juga tidak menyembunyikan kultivasinya, tidak semua memang, tapi xiao shi hanya mengunci kultivasinya di tingkat 5 dan Yuan di tingkat 4.
Saat mereka sedang asik berjalan, tiba-tiba dia melihat siluet tubuh seseorang dan terlihat sangat tidak asing. Orang yang sedang ditatap oleh mereka berdua itu langsung membalikan badannya dan mengacungkan pedang.
" Siapa disana?"
Dia mencoba menghampiri dua orang didepannya.
" Kau"
" Tuan?!"
Ucap Xiao shi dan Jendral Chi bersamaan.
Jendral chi segera menyarungkan kembali pedangnya dan mengarahkan xiao shi untuk duduk didekat api unggun yang telah dibuatnya.
" Lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu?" Tanya Jendral Chi.
" Aku baik tuan, bagaimana dengan anda? Apakah kuda anda mengamuk lagi?" Tanyanya sambil diselingi kekehan di akhir.
" Hahaha, tentu saja tidak. Kau lupa ini dimana?"
" Memangnya dimana?" Tanya Xiao shi polos.
" Kau ini kenapa bodoh sekali, apa kau tersesat?"
" Tidak"
" Lalu? Kenapa kau bisa ada di hutan kekaisaran Yushi?"
Xiao shi menggaruk tengkuknya yg tak gatal. " Sebenarnya aku sudah lama ingin pergi keluar dan menjelajahi dunia, ini kali pertama aku menginjakkan kaki di hutan ini jadi aku belum sempat mencari tahu ini dimana, hehee"
Jendral Chi menggeleng-gelengkan kepalanya. " Kalian ini wanita, bagaimana bisa berkeliaran seperti ini. Apa selama ini ada yang mengganggu kalian?"
" Tentu saja banyak tuan, anda tahu kan nona saya ini sangat cantik. Bagaimana mungkin tidak ada yang menggodanya" serobot Yuan sebelum xiao shi sempat menjawab.
Tak lama setelahnya, datanglah dua orang pria bertopeng lain dengan pedang yang berada dalam genggamannya. Jendral Chi langsung bangkit dan memberikan hormat nya.
Kedua orang itu menatap Xiao shi dan Yuan dengan penuh selidik. Jendral Chi yang tau arti tatapan itu langsung meminta Yuan dan Xiao shi untuk berdiri.
" Tuan, kedua wanita ini adalah teman saya, dia adalah nona Ling dan nona Liu"
" Salam Tuan" hormat Xiao shi dan Yuan bersamaan.
Kedua pria bertopeng tadi langsung ikut duduk dekat api unggun, diikuti yang lainnya juga.
" Kenapa kau membawa mereka kesini? Siapa tau mereka adalah mata-mata" sinis pria bertopeng sebelahnya, jika dilihat lihat mungkin dia adalah pengawal dari pria satunya.
" Mereka bukan mata-mata, mereka teman ku, mereka berasal dari kerajaan Wang" jelas Jendral Chi yang tentu saja membuat kedua pria bertopeng tadi langsung saling melihat satu sama lain.
" Kerajaan Wang?"
" Benar, tuan"
" Tuan Jendral, apakah dia atasanmu? Kenapa kau memanggil nya tuan? Bukankah atasanmu seharusnya adalah ayahmu?" Tanya Yuan tanpa memikirkan tatakrama.
Jendral chi yang ditanya seperti itu tentu saja gelagapan, pasalnya saat ini mereka sedang dalam penyamaran, tapi kedua gadis ini mengetahui identitas nya.
Mendengar itu pria yang terlihat seperti pengawal tadi langsung mengarahkan pedangnya tepat dileher Yuan. " Siapa kau?"
Xiao shi dan jendral Chi langsung panik.
" Sebentar, tunggu, kenapa kau melakukan ini?" Tanya jendral chi.
" Mereka mengetahui identitas mu"
" Itu karna aku yang memberitahunya saat kami bertemu di Wang"
" Ceritakan bagaimana pertemuan kalian" ucap pria yang satunya.
Jendral chi menghela nafasnya pasrah, lalu dia menceritakan semuanya dari awal sampai akhir nya mereka bertemu lagi disini. Kedua pria bertopeng itu tampak berpikir dan saling berkomunikasi lewat tatapan satu sama lain, mereka ini sangat misterius.
" Jadi, menurut mu apakah aman jika dia mengetahui identitas kita?"
" Tentu saja aman tuan" jawab jendral Chi yakin.
" Beritahulah dia siapa kita" ucap pria topeng satunya sambil melihat ke arah pengawal nya dan mereka saling menganggukan kepala.
Kode apa itu?
" Anda yakin tuan?" Tanya Chi memastikan.
Pria itu mengangguk. Jendral Chi menghela nafasnya.
" Baiklah, nona Ling, nona Liu. Pria yang aku panggil tuan ini, dia adalah pemimpin dari kekaisaran Yushi, yaitu kaisar Zhao. Dan orang disebelah nya adalah pengawal sekaligus tangan kanan kaisar, Huang Li"
DUAARRRRRRRRR!
Xiao shi terkejut dalam dirinya, bagaimana bisa dia malah berpapasan dengan suaminya lagi? Oh dewa kenapa dunia sangat sempit.
Dibanding Xiao shi yang menampilkan muka datar dan seolah tidak mengerti, Yuan justru benar-benar terkejut, beruntunglah dia memakai topeng jadi tidak terlihat sama sekali.
Setelahnya langsung Xiao shi berdiri dan memberikan penghormatan pada seorang kaisar, diikuti oleh Yuan juga.
" Maaf karna tidak mengetahui anda, Yang Mulia" ucap Xiao shi sambil bersujud.
" Tidak apa, bangunlah"
Keduanya langsung bangun dan kembali duduk seperti sebelumnya. Dua pria bertopeng tadi langsung melepaskan topengnya dan menaruhnya diatas tanah.
' ini benar-benar kaisar, oh dewa kenapa kau harus menakdirkan ku untuk bertemu dengannya bahkan saat sedang diluar' keluh Xiao shi dalam hatinya.
' nasib shi'er benar-benar buruk. Dia keluar karna ingin menenangkan hatinya dari kaisar, tapi malah bertemu kaisar juga disini' batin Yuan.
Mereka membicarakan banyak hal, termasuk operasi penyamaran nya. Ternyata kaisar memang sudah lama melakukan penyamaran seperti ini untuk melihat situasi dan memastikan semuanya berjalan dengan lancar.
" Ternyata kaisar juga melakukannya, selama ini yang aku tahu hanya para raja yang sering melakukannya" ucap Xiao shi sambil memanggut-manggutkan kepalanya.
" Kenapa hanya raja saja?" Tanya Jendral Chi.
" Karna kaisar memiliki kedudukan yang tinggi, kupikir orang seperti itu akan merasa tidak cocok untuk menyamar sebagai orang biasa" jawabnya lempeng. Sedangkan Jendral Chi sudah tidak karuan, takut ucapan Ling menyinggung kaisar nya.
" Ah itu,, itu,,, kaisar kami tidak seperti itu" bela Jendral Chi.
" Tuan Chi, kenapa nama kekaisaran ini Yushi? Buka kah seharusnya sama dengan nama kaisar nya?" Tanya Yuan.
Jendral Chi menatap Zhao seolah meminta izin, daan Zhao menganggukan kepala nya.
" Itu karna dulu ini hanyalah sebuah kerajaan, kerajaan nya bernama Yushi. Namun setelah kepemimpinan beralih oleh mendiang kaisar sebelumnya barulah kerajaan ini menjadi kekaisaran, dan kita tidak berniat mengganti namanya, itu sebagai pengingat bahwa perjuangan untuk sampai di titik ini memerlukan waktu dan pengorbanan yang panjang" jelasnya.
Xiao shi dan Yuan mengangguk bersama. Sedangkan Zhao sedari tadi tidak mengalihkan pandangannya dari Xiao Shi,dia terus menatapnya seolah menyelediki sesuatu.
" Apa aku melakukan kesalahan tuan? Kenapa kau menatapku seperti itu?" Tanya Xiao Shi sedikit lancang.
Zhao menaikan alisnya, " dimana sopan santun mu nona, ku dengar wang adalah orang yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan"
" Kenapa aku harus sopan? Kita terlihat seumuran. Lagipula walaupun kau seorang kaisar bukankah kau sedang dalam penyamaran? Aku tidak perlu terlalu menghormati mu" ketusnya.
Zhao menggelengkan kepalanya, tadinya dia menatap Ling karna dirasa mirip dengan seseorang. Namun melihat tingkah nya, mereka berdua sangat jauh berbeda .
" Ini sudah terlalu larut, ayo kita kembali" ajak Zhao. Dia dan Huang Li langsung memakai kembali topengnya dan bersiap untuk pergi.
" Kau akan tidur dimana nona?" Tanya jendral Chi.
" Kami akan tidur disini, tenang saja tuan, kami terbiasa, dan jangan mengajak kami kemanapun" jawab Xiao Shi seolah tahu kemana arah pertanyaan jendral Chi.
" Ah begitu, baiklah, aku tidak bisa memaksa. Berhati-hatilah, kita akan bertemu lagi besok malam"
" Baik, hati-hati perjalanan mu tuan" xiao shi dan Yuan memberikan penghormatan nya begitu ketiga pria itu pergi.
Setelah para pria pergi, Xiao Shi juga memutuskan untuk kembali keistana bersama Yuan menggunakan sihirnya.
" Sial sekali, kenapa harus bertemu dia lagi disana" rajuk xiao shi sambil merebahkan dirinya di kasur.
Sedangkan diluar kamar, Yuan dan yang lainnya sibuk menggosipkan apa yang terjadi, sebutlah ini tidak sopan tapi mereka semua tertawa terbahak-bahak ketika mengetahui bahwa Xiao Shi justru harus bertemu dengan kaisar lagi.
" Hahahaha, aku tidak bisa menahan nya, hahahha perutku rasanya sangat sakit" Teng she sepertinya adalah orang yang paling puas dengan hal itu.
" Tapi kaisar memang melakukannya sejak dulu, jadi itu tidak aneh. Yang aneh justru kenapa mereka harus kembali bertemu" timpal Fu tong.
Dihutan, Zhao, Huang li dan jendral Chi yang memutuskan untuk pulang dengan berjalan masih belum sampai juga.
" Kau terlihat menyukai gadis itu, jendral" goda Huang Li.
" Gadis siapa?" Tanya jendral Chi pura-pura.
" Gadis cantik yang tidak mengenakan topeng tadi, siapa namanya? Ling?"
" Hmm, dia Ling" pipi jendral chi langsung berubah menjadi merah ketika menyebut nama Ling.
" Hoho, lihatlah yang mulia, wajahnya bersemu. Jendral kita sepertinya benar-benar jatuh cinta"
" Haishhh tidak, ini bukan cinta. Dia cantik, siapa yang tidak tertarik dengannya? Terlalu cepat jika menyimpulkan ini cinta" elak sang jendral.
Sepanjang jalan, Huang li sibuk mengejek jendral chi terus menerus, sampai-sampai wajah sang jendral menjadi sangat merah, rasanya jika disandingkan dengan tomat maka warna tomatnya akan kalah.
Begitu sampai di istana, jendral chi berpamitan menuju kediamannya. Sedangkan Huang Li dan Zhao langsung mengobrol diruang kerjanya.
" Bukankah ini tampak mencurigakan?" Tanya Zhao.
" Anda benar yang mulia. Orang dari Wang, namun sekarang berada di hutan kekaisaran ini sangatlah mustahil. Mungkin jendral Chi itu sudah terlalu terbutakan oleh perasaan nya, jadi dia tidak bisa berpikir jernih"
" Memang kau mencurigai siapa?" Tanya Zhao penuh selidik. Apakah orang kepercayaan nya ini memiliki pemikiran yang sama dengan nya atau tidak?
" Permaisuri, hamba berpikir wanita tadi adalah permaisuri. Dan wanita satunya mungkin Yuan atau yanran. Tapi jika dilihat lihat, itu bukan yanran. Dan juga jendral chi mengatakan bahwa dia sempat bertemu mereka di wang, kemungkinan pastinya mereka adalah permaisuri dan juga pelayan nya Yuan."
Tepat! Itu yang Zhao pikirkan sejak tadi. Ternyata dia tidak salah merekrut Huang Li, dia sungguh cerdas.
" Lalu, apa rencanamu?"
" Mungkin kita bisa bertanya pada Fu tong yang mulia"
" Benar" Zhao langsung memberikan sinyal dan menyuruh Fu tong untuk menghadap padanya.
" Salam, Yang Mulia. Semoga yang mulia mendapat seribu keberkahan" ucao Fu tong begitu muncul.
" Jawab pertanyaan ku, apa permaisuri dan pelayan nya meninggalkan istana hari ini?"
Fu tong mematung, sial. Apa yang harus dia katakan? Dia tidak sempat latihan untuk menjawab pertanyaan ini, mereka sedang asik tertawa tadi. Bodoh, knpa dirinya tidak memikirkan ini.
" Fu tong, kenapa kau diam?"
" Maaf Yang Mulia, hamba sedang mengingat ngingat. Seingat hamba hari ini permaisuri tidak pergi kemanapun, mereka selalu berada disekitaran istana dan tidak pernah keluar, terakhir keluar istana adalah saat mengunjungi Tuan Hao saat itu " jelas Fu tong.
" Kau yakin?"
" Tentu, Yang Mulia"
" Baiklah, kau boleh kembali"
Dalam sekejap Fu tong sudah menghilang begitu saja.
" Sepertinya ada yang mukai disembunyikan oleh anak itu" gumam Zhao.
" Anda benar Yang Mulia. Tidak biasanya dia berpikir begitu lama saat ditanya" Huang Li membenarkan.
" Baiklah, sepertinya selain menyelidiki gadis hutan tadi, kita juga harus memantau kinerja fu tong" Zhao menjentikan jarinya dan muncullah seorang gadis muda yang sangat cantik dengan mata biru miliknya.
" Kau, awasi Fu tong mulai sekarang dan laporkan padaku" titahnya. Gadis biru itu tadi langsung menghilang begitu saja.
" Huang Li, cari informasi di Wang mengenai kedua gadis itu. Aku harus memastikan nya"
" Baik, yang mulia"
Huang li pamit undur diri dan meninggalkan Zhao sendirian.
' Mata itu, itu adalah mata yang sama yang kulihat di aula kerajaan Wang. Walaupun sikap mereka jauh berbeda, aku yakin itu adalah mata yang sama' batin zhao.
|
|
|
|
|
bersambung.....