
Xiao Shi memutuskan untuk masuk kedalam ruang dimensinya dan berdiskusi dengan Teng She disana.
" Jadi kau sudah tau bukan garis besar permasalahan nya?" Teng She menyilangkan kedua tangannya didepan dada.
" Ada beberapa yang tidak aku mengerti" Xiao Shi menyandarkan tubuhnya pada rak buku dibelakangnya
" Apa?"
" Didalam cermin aku melihat ketika aku diangkat menjadi Dewi perang, aku juga melihat serangkaian lainnya. Tapi aku tidak melihat ada bagian antara aku dan kau, knpa? Apakah kita tidak bersama dulu?"
Teng She tersenyum, lalu dia menghela nafasnya.
" Sepertinya langit belum menunjukkan nya"
" Kau sudah tau bukan?"
" Jika aku tau, knpa?"
" Ceritakan padaku"
" Kau memang senang memerintah, dan aku tidak boleh menolak kan? Hahaha baiklah"
" Kau keberatan?"
" Tidak. Akan ku ceritakan"
" Terimakasih"
π§ π§ π§
Semua berawal sejak ribuan tahun yang lalu, naga legendaris adalah naga yang memang diciptakan untuk menjaga pedang pedang langit yang tidak biasa. Pedang yang dijaga merupakan pedang yang memiliki jiwa, pedang ini dikatakan memiliki jiwa karna dia akan memilih pedangnya sendiri. Pedang ini tidak bisa dikontrak ataupun disentuh oleh sembarang orang, semua hanya akan bisa jika pedang itu sudah memilih nya.
Ikatan yang terjadi pada pedang pun biasanya terjadi secara turun temurun pada beberapa jenis pedang.
Dari sekian banyak pedang, moksha adalah pedang yang belum pernah sama sekali memilikinya tuan sejak awal terbentuknya. Kekuatan pedang itu melebihi pedang pedang lainnya yang pernah ada. Sebagian para dewa menganggap moksha adalah pedang yang angkuh dan keras kepala. Karna pedang itu benar benar tidak pernah memilih tuannya sama sekali. Bahkan sekalipun orang itu keturunan dari kaisar langit, pedang itu tetap tak tersentuh.
Pedang Moksha turun secara bersamaan dengan pedang Amuur, dikatakan bahwa pedang itu sebenarnya adalah satu, namun kaisar secara sengaja membaginya menjadi dua bagian.
Berbeda dengan moksha, amuur justru sudah sejak lama memiliki tuannya sendiri. Dia adalah putra dari kaisar langit. Bahkan meskipun Amuur memilih nya, pangeran langit itu tetap tidak bisa mendekati moksha sedikitpun.
Pedang moksha dijaga oleh seekor naga yang bernama Teng She, sejak kelahirannya, bahkan alasan kehadirannya adalah untuk menjaga pedang itu. Sudah ribuan tahun berlalu dan Teng She tidak memiliki tuan seperti naga naga lainnya. Dia benar-benar sangat bosan karna hanya bisa menunggu dan tertidur.
Sampai pada masanya saat itu seorang gadis datang ke tempat penyimpanan pedang untuk memilih salah satu diantaranya. Begitu gadis itu memasuki ruangan, Teng She seolah merasakan sesuatu dalam dirinya.
" Perasaan apa ini, kenapa rasanya aku sangat gelisah" tanyanya pada diri sendiri.
Tiba-tiba sebuah penghalan yang ada disekeliling pedang moksha retak perlahan-lahan. Perlahan tapi pasti penghalang itu kini sudah menghilang.
Teng She sangat excited akhirnya dia bisa memiliki seorang tuan dan bisa keluar dari ruangan menyesakkan dan membosankan setelah ratusan tahun lamanya.
Teng she melihat seorang gadis yang sedang berjalan. " Apakah dia? Seorang gadis?"
Tapi gadis itu berjalan ke arah pedang dengan elemen petir, Teng She terus melihat sekeliling apakah ada orang lain atau tidak, tapi nyatanya hanya gadis itu satu-satunya yg ada disini dan orang-orang yang ia kenali.
Tepat saat gadis itu hendak menyentuh penghalang dari pedang dengan elemen petir, moksha sudah langsung mendekati nya dan menempatkan dirinya pada genggaman sang gadis.
Semua orang disana terkejut, termasuk sang naga penjaga, Teng She.
Setelahnya Teng She menunjukkan dirinya dan memperkenalkan diri. Saat sebuah pedang sudah memiliki tuan, maka naga penjaga itu juga menjadi hewan peliharaan sang pemilik pedang. Itu adalah aturan mutlak, tapi tuannya ini tidak ingin membawa nya.
" Kenapa tuan? Aku adalah hewan peliharaan mu, dan itu sudah seharusnya"
" Daripada menjadi hewan peliharaan, aku lebih memilih untuk menjadi teman. Aku akan membawamu jika kau bersedia menjadi temanku, tapi kau ingin jadi hewan peliharaan ku maka tetaplah disini dan kembali pada keluarga mu, aku tidak membutuhkan hewan peliharaan"
" Tuan...." Ini kali pertama dirinya mendengar ada seorang yang ingin menjadikan seekor naga legendaris seorang teman
" Baiklah tuan"
" Baiklah, dan perbaiki cara bicaramu nanti. Jangan memanggilku tuan karna kita seorang teman"
π§ π§ π§
Teng She sudah menunjukan hal yang ia lihat di dalam cermin pada Xiao Shi. .
" Jadi, kenapa para dewa harus menghapus ingatanmu juga?" Tanya Xiao Shi.
" Darimana kau tau?"
Lagi-lagi Teng She hanya menghela nafasnya lelah. " Sepertinya untuk menjaga agar aku tidak mencarimu, atau hal lain. Ini juga masih menjadi misteri bagiku, pedangmu diturunkan ke bumi beserta dengan diriku, tapi semua ingatanku ttg langit dihapus, bahkan umur ratusan tahunku di langit juga diubah"
" Umurmu diubah? Aku tidak mengerti"
" Aku turun kebumi kembali menjadi bayi yang keluar dari telur, dan aku diurus sejak kecil oleh keluarga kelinci yang menemukanku"
" Jadi menurut mu dimana kita bisa memecahkan misteri ini"
" Hanya satu, arsip langit"
" Kita akan kesana, persiapkan dirimu"
" Kau tidak bisa sembarang memasuki nya, kau butuh orang yang berkuasa dan bisaβ"
" Siapa orang yg berkuasa?"
" Setidaknya dengarkan dulu aku selesai bicara"
" Kau lama"
" Kita harus bekerja sama dengan Orang tersebut, seperti yg aku tahu yg bisa keluar masuk kesana adalah pangeran langit danβ"
" Kalau begitu masalah kita selesai"
" Apa maksudmu selesai?"
Xiao Shi mengernyit, " kau lupa siapa suamiku saat ini?"
Teng She sempat membeku ditempat, sampai akhirnya dia sadar bahwa suami dari tuannya juga seorang dari langit.
" Tapi aku yakin tetap tidak bisa dilakukan"
" Kita tetap akan mencobanya"
" Kau keras kepala"
" Terimakasih"
π§ π§ π§
Sama hal nya dengan Xiao Shi, Zao juga kini berada di ruang dimensinya untuk bertanya pada Zi Hu.
" Apa yang sebenarnya terjadi padamu? kenapa kau bisa tergeletak disana dan tidak sadarkan diri?"
" Aku tidak mengerti tuan, tapi saat aku hendak keluar terasa seperti ada yang memukul tengkuk ku. Rasanya sakit sekali"
" Apa kau merasakan kehadiran seseorang saat masuk ke kamar?"
Zi Hu menggeleng.
Ini misterius pikirnya, bagaimana bisa Zi Hu tidak bisa mendeteksi kehadiran seseorang.
Setelah dipikir-pikir semuanya akan sangat mungkin terjadi jika langit ikut campur, seperti nya para dewa tidak menginginkan Zi Hu melakukan apapun dan mengacaukan semuanya. Ya, jika memang seperti itu radanya memang sangat masuk akal.
" Tuan, sebenarnya apa yang terjadi?"
" Ceritanya sangat panjang, aku dan yang lainnya melihat kehidupan masa lalu kami"
" Benarkah? Tapi bagaimana bisa tuan?"
" Hm, itu bisa saja terjadi dan semuanya terasa sangat masuk akal mulai sekarang"
|
|
|
|
|
bersambung.....