Permaisuri Kaisar

Permaisuri Kaisar
Episode 46 - Kesepakatan


Pagi ini tidak seperti pagi biasanya, pagi ini Xiao Shi sudah kedatangan seorang tamu penting. Mentri Yun.


" Jadi ada apa dengan kedatanganmu kesini Mentri?" tanya Xiao Shi.


" Maafkan saya Permaisuri, tapi bukankah sebaiknya kedua pelayanmu berada diluar?" ucap Mentri Yun sambil melirik ke arah Yuan dan Feng Yue yang berada di samping Xiao Shi.


Mendapat tatapan seperti itu Yuan dan Feng Yue justru semakin menengadahkan kepalanya sambil tersenyum bangga. Mereka tidak akan kemana-mana.


Xiao Shi hanya tersenyum, " Melihat hal yang terjadi di masa lalu dan kita tidak akrab, tentu saja aku membutuhkan para palayanku disini. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika mereka tidak ada disini" ucapnya sinis.


Mentri Yun tersenyum tidak percaya, bisa-bisanya perempuan ini melibatkan pelayan ditengah-tengah pembicaraan penting yang ingin dibahasnya. " Akan tetapi permaisuri—"


" Tidak perlu ragu Mentri, mereka adalah orang yang menemukan bukti kau membakar dekrit itu. Jadi kurasa tidak perlu sungkan dengan mereka" ucap Xiao Shi memotong ucapan Mentri Yun sebelumnya.


Mendengar itu Mentri Yun menjadi semakin kesal dan tidak tahu dimana harga dirinya sekarang. Dia hanya bisa mengepalkan tangan dan meremas kuat bajunya.


" Baiklah, aku tidak ingin berbasa basi, mengingat hubungan kita yang tidak terlalu baik ku rasa aku tidak perlu terlalu sopan padamu. Ditambah aku adalah orang lama kekaisaran, ku rasa kau tau itu. Jadi langsung saja ke intinya, bagaimana bisa kau memiliki bukti nya, akankah buktimu bisa meyakinkan Kaisar?" tanya Mentri Yun angkuh.


Xiao Shi, Yuan, dan Feng Yue tersenyum puas dan saling melihat satu sama lain. Ternyata sangat mudah memancing pak tua ini.


Disisi lain, Fu Tong sedang berhadapan dengan Kaisar. Mau tidak mau, kali ini dia merasakan aura yang kuat dari Kaisar karna kemarahan nya.


" Ada apa sebenarnya dengan Mentri Yun, urusan apa yang membuatnya harus berurusan dengan Permaisuri?" ucap Zhao kesal.


" Hamba tidak tahu Yang Mulia, mungkin—"


" Kenapa kau bisa sampai tidak tahu? Apakah aku harus selalu memberimu perintah? Kau bisa mencari tahu urusan mereka dengan menyuruh orang-orangmu! Sepertinya kau memang semakin bodoh sekarang" ucap Zhao kesal.


" Maafkan hamba Yang Mulia" ucap Fu Tong berharap bisa sedikit menenangkan Kaisarnya.


" Sudahlah, lupakan. Ayo kita kesana, aku tidak ingin sesuatu yang tidak di inginkan terjadi. Mengingat pertemuan pertama mereka sangatlah buruk" ucap Zhao sambil berjalan keluar.


Kasim Han dan Huang Li yang berjaga diluar terkejut dengan Kaisar yang keluar dengan wajah yang terlihat sangat kesal.


" Yang Mulia" hormatnya.


" Ayo ke Kediaman Permaisuri" titah Zhao.


Segera saja setelah itu mereka menuju kediaman Permaisuri, sepanjang perjalanan Huang Li dan Kasim Han bertanya-tanya ada apa sebenarnya dengan Kaisar? Ini tidak seperti biasanya. Ini juga pertama kalinya lagi Kaisar mengunjungi kediaman Permaisuri setelah malam pernikahan itu.


Begitu sampai di kediaman permaisuri, Zhao tidak melihat adanya keberadaan Yuan maupun Feng Yue. Hanya para dayang dan pengawal dari Kekaisaran yang ada diluar kamarnya.


" Dimana permaisuri?" tanya Zhao pada para dayang yang berada diluar.


" Permaisuri berada didalam Yang Mulia, dengan Mentri Yun" jawab salah satu dayang.


" Ternyata benar. Lalu dimana Feng Yue dan Yuan?"


" Mereka ada di dalam Yang Mulia. Apakah perlu saya beritahu permaisuri?"


" Tidak perlu, aku akan menunggu disini" ucap Zhao sambil duduk dikursi luar kamar Xiao Shi.


Suasana didalam kamar Xiao Shi terasa semakin sengit, Xiao Shi telah menunjukan bukti dekrit yang terbakar pada Mentri Yun yang tentu saja membuatnya marah.


" Bagaimana mungkin?" geram Mentri Yun.


Xiao Shi tersenyum lalu bangkit dan berjalan ke arah rak rak bukunya. " Tentu saja itu mungkin Mentri. Seperti yang kau lihat, aku bisa saja menunjukan ini pada Kaisar. Kecuali..." Xiao Shi sengaja menggantung ucapan nya.


" Kecuali apa?" tanya Mentri Yun penasaran.


" Kecuali kau mau bekerja sama denganku Mentri" lanjut Xiao Shi.


Mendengar itu Mentri Yun tertawa sangat keras, bahkan Zhao bisa mendengarnya.


Zhao menoleh ke arah suara " Apakah perlu seorang Mentri tertawa sekeras itu dengan Permaisuri? Sebenarnya apa yang mereka bicarakan? " gumam Zhao. Namun gumaman nya itu terdengar oleh Huang Li dan Kasim Han.


" Tapi Yang Mulia, tawa ini bukanlah tawa bahagia. Ini seperti tertawa ketika anda mengetahui sesuatu yang tidak disangka-sangka" ucap Kasim Han menenangkan.


" Kasim Han benar Yang Mulia" timpal Huang Li.


" Kalau begitu, kira-kira apa yang sedang mereka bicarakan?" tanya Zhao.


Kasim Han dan Huang Li saling melempar pandang satu sama lain. Melihat itu Zhao menggelengkan kepalanya tidak habis pikir, sebenarnya urusan apa yang terjadi antara mereka berdua.


Melihat tawa Mentri Yun yang begitu keras, Xiao Shi hanya tersenyum menanti jawaban.


" Ternyata tujuanmu hanyalah untuk bekerja sama denganku? Jika untuk itu ku rasa kau tidak perlu melakukan ini Permaisuri" ucap Mentri Yun.


" Itu perlu Mentri, sangat perlu. Karna kerja samaku tidak akan kau setujui tanpa ini"


" Apa maksudmu?"


Ucapan Xiao Shi ini membuat Mentri Yun sangat tersentak. Bagaimana bisa Xiao Shi mengetahuinya? Dia merasa informasi ini sudah dilakukan nya dengan sangat hati-hati. Tapi bagaimana mungkin?


" Jika kau setuju untuk melakukan itu dan beberapa hal lainnya. Aku akan membantumu dan memberikan dekrit kekaisaran yang utuh, dan kau tidak akan dihukum terlalu berat karna telah menghilangkan dekrit penting" lanjut Xiao Shi.


" Dekrit yang utuh?" beo Mentri Yun.


Xiao Shi mengambil beberapa buku dalam rak untuk meraih Dekrit Kekaisaran asli yang dia sembunyikan dibelakang buku-buku.


" Lihat ini" Xiao Shi membuka gulungan nya dan terlihatlah bahwa itu adalah Dekrit Kekaisaran yang sempat dibakar. Lagi-lagi Mentri Yun terkejut, bagaimana bisa?


" Aku akan mengembalikan ini pada Kaisar secara utuh jika kau mau mengikuti perintahku" tawar Xiao Shi.


Mentri Yun terlihat berpikir sejenak, lalu menatap Xiao Shi mantap. " Baiklah, aku setuju. Asalkan kau pastikan Dekrit itu sampai pada Kaisar dengan utuh"


Xiao Shi tersenyum penuh kemenangan. " Tentu saja"


Setelah itu Xiao Shi menjelaskan semua bentuk kesepakatan mereka. Setelah selesai Mentri Yun memutuskan untuk pergi dari sana. Akan tetapi saat keluar, Mentri Yun berpapasan dengan Kaisar yang berdiri tepat didepan pintu.


" Ya-yang mulia" ucap Mentri Yun sambil membungkukan badan nya memberi hormat.


Ucapan mentri Yun itu terdengar oleh Xiao Shi, Yuan, dan Feng Yue. Mereka sempat melihat satu sama lain sampai akhirnya memutuskan untuk melihat keluar. Dan benar saja ternyata Kaisar berada tepat didepan pintu, bahkan tidak membiarkan Mentri Yun keluar sama sekali.


" Yang Mulia" kali ini Xiao Shi, Yuan, dan Feng Yue yang memberikan penghormatan nya.


Zhao yang melihat Xiao Shi dan yang lainnya keluar hanya meliriknya sekilas, dia mengembalikan tatapan nya pada Mentri Yun.


" Apa yang kau lakukan disini Mentri? Urusan apa yang membuatmu harus menemui Permaisuri sepagi itu dan bahkan tertawa dengan sangat keras seperti tadi?" cecar Zhao.


Mentri Yun gelagapan, tidak tahu harus menjawab apa.


" Aku memanggilnya untuk membicarakan masalah mengenai Seli Agung Yang Mulia" timpal Xiao Shi.


" Aku tidak bertanya kepadamu Permaisuri, aku akan menanyaimu nanti" ucap Zhao bahkan tanpa melihat ke arah Xiao Shi.


Kasim Han dan Huang Li meneguk ludahnya sendiri, ternyata ini yang membuat Kaisar sangat marah. Tapi kenapa Kaisar marah jika hanya Mentri Yun yang menemui Permaisuri? Tidak mungkin kan Kaisar merasa cemburu?


" Jawab aku Mentri" keukeuh Zhao.


" Apa yang dikatakan Permaisuri benar Yang Mulia, saya kemari untuk menerima teguran atas sikap putri saya. Kedepan nya, saya akan mendidik putri saya dengan baik" ucap Mentri Yun mencoba menghilangkan kegugupan nya.


" Lalu untuk tawa itu?" tanya Zhao lagi.


" Itu,,,, itu,,,"


" Perhatikan sopan santunmu Mentri, walaupun kau sudah lama disini dia adalah Permaisuriku, dia adalah ibu Kekaisaran ini. Jangan kurang ajar dan tetap pada batasanmu"


" Baik Yang Mulia" ucap mentri Yun pasrah.


" Sekarang minggir, kau menghalangi jalanku" ucap Zhao sinis.


Mendengar itu Mentri Yun langsung memundurkan langkahnya dan menyingkir dari pintu membiarkan Kaisarnya masuk kedalam.


" Kalian keluarlah, tinggalkan kami" titah Zhao pada Yuan dan Feng Yue.


" Baik Yang Mulia"


Lalu mereka berdua keluar, memberikan ruang bagi Kaisar dan Permaisuri untuk mengobrol, tidak lupa mereka juga memberikan hormat sebelum menutup pintunya.


Zhao berdiri membelakangi Xiao Shi, dan Xiao Shi hanya menatap datar punggung Zhao tanpa ingin bertanya.


Beberapa waktu mereka bertahan dengan posisi seperti itu, Xiao Shi yang memang tidak peduli, dan Zhao yang sebenarnya mengumpulkan keberanian untuk menanyakan sesuatu pada Xiao Shi.


Akhirnya Zhao berbalik, menatap Xiao Shi tanpa ekspresi apapun, memajukan langkahnya menghapus jarak antara mereka. Xiao Shi yang tadinya tidak peduli kini justru merasa gugup. Mata mereka saling menatap penuh arti.


" Tidakkah kau tau jika aku mencintaimu Permaisuri?" ucap Zhao


|


|


|


|


|


bersambung....