Permaisuri Kaisar

Permaisuri Kaisar
Episode 91


Matahari sudah menunjukan dirinya tapi zhao masih menetap dalam mimpi. Cahaya matahari yang masuk bahkan tak mengusiknya sama sekali.


"Eeungghhhh" erangnya sambil mencoba memeluk erat Xiao Shi.


Tapi tunggu, seperti ada yang aneh pada Xiao Shi nya. Zhao membuka matanya dan menyadari bahwa yang dia peluk bukanlah Xiao Shi. Melainkan sebuah bantal. Dimana Xiao Shi nya?


" Xiao'er!"


Zhao melirik kearah sekitar tapi tidak terlihat ada Xiao Shi dimanapun. Sampai dia melihat ke arah bilik untuk mengganti baju, disana terlihat sebuah kaki.


Zhao menghampiri bilik itu dan melihatnya secara sembunyi-sembunyi. Ternyata disanalah istrinya berada, sedang menyenderkan kepalanya ke tembok seperti terlihat frustasi.


" Apa yang sedang kau lakukan? Aku mencarimu, kupikir kau hilang"


Xiao shi menghela nafasnya. " Bagaimana aku akan keluar jika seperti ini"


" Apa? Kenapa?"


" Lihat!" Xiao Shi menunjuk ke arah lehernya. Disana terdapat banyak sekali bercak-bercak merah dan beberapa bahkan terlihat warna ungu.


" Aku sudah mencoba menghilangkan nya dari tadi, tapi tidak bisa"


Zhao menggeleng dan menujukan leher nya juga. " Lihatlah, akupun sama"


Xiao Shi menutup mulutnya tidak percaya. Apakah itu perbuatannya? tidak mungkin.


" Lihat? Kita sama bukan?" Ucao Zhao.


" Apa itu perbuatan ku?" Tanya Xiao shi polos.


" Memangnya perbuatan siapa lagi? Aku hanya melakukan nya denganmu"


Xiao shi semakin menyembunyikan wajahnya ke tembok. Sungguh awalnya dia malu karna ad bercak merah keunguan dilehernya, namun sekarang dia lebih malu karna dia melakukan hal yang sama pada suaminya.


Apa yang akan dikatakan orang-orang? Akankah mereka berpikir bahwa dirinya sangat agresif di ranjang? Oh dewa ini malapetaka.


Zhao menarik tubuh Xiao Shi dan memeluknya, mencoba menenangkan istri kecilnya itu. " Tidak apa-apa, aku tau kau malu, tapi bukankah itu wajar? Kita ada suami dan istri, ini bukan hal yang memalukan"


Xiao Shi membalas pelukannya dan membenamkan wajahnya di dada bidang Zhao yang terasa sangat nyaman untuknya. " Tapi tetap saja, bagaimana orang akan berpikir"


"Tidak perlu terlalu memikirkan orang lain, selama kita bahagia itu sudah cukup."


Tak ada balasan selanjutnya dari Xiao shi. Zhao memutuskan untuk mencium puncak kepala Xiao Shi agar istrinya lebih tenang dan merasa sangat aman.


Tiba-tiba sesuatu terlintas dalam pikirannya untuk menggoda istrinya. Zhao mendekat kan wajahnya pada pundak Xiao Shi dan mengecup dengan lembut. Kecupan kecupan itu terus merambat sampai ke lehernya.


Xiao Shi segera melepaskan pelukannya dan menjauhkan dirinya dari zhao. " Yang Mulia, cukup. Nanti tambah banyak"


" Siapa yang kau sebut Yang Mulia?"


" Hah? Tentu saja kau. Siapa lagi?"


Zhao mendekat kan wajahnya pada wajah Xiao Shi. " Saat berdua seperti ini, aku ingin kau memanggilku seperti malam itu" bisiknya.


Tubuh Xiao shi meremang. Karna selain bisikan, Zhao juga mencium dan menggigit kecil telinganya itu. Tiba-tiba dia juga teringat kejadian malam itu.


' ahhhhh zao'er '


Blushhh


Pipi Xiao Shi langsung memerah. Hal itu tidak luput dari pandangan Zhao. " Kenapa? Kau mulai mengingat nya?"


Xiao shi menundukan kepalanya dan lebih memilih meninggalkan Zhao berdiri Mematung di tempatnya. " Pergilah mandi, kau sangat bau"


Zhao langsung menciumi aroma badan nya sendiri, tidak ada bau yang tercium. Tapi baiklah, dia akan mandi. Dia tau istrinya itu sedang malu san mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.


Ah, sepertinya menggoda istrinya itu akan menjadi hal yang sering dia lakukan nanti.


Xiao Shi terlihat menggemaskan bukan saat dia menggodanya tadi?


...🧊 🧊 🧊...


Xiao Shi sudah menyelesaikan dirinya, begitu juga Zhao. Mereka lagi-lagi mengenakan pakaian yang serupa. Entahlah, Zhao merasa bahwa dengan cara seperti ini dia bisa menunjukkan pada semua orang bahwa Xiao Shi adalah miliknya.



...[ pakaian yang dipakai Xiao Shi dan Zhao]...


" Yang Mulia" ucap semua orang serempak.


" Ayo" Zhao mengulurkan tangannya. Xiao Shi menerima uluran itu dan mereka pun berjalan sambil berpegangan tangan.


Semua orang merasa iri melihat kemesraan mereka. Bahkan ketika melewati para selir, sebagian dari mereka menatap Xiao Shi dengan tatapan tidak suka. Namun Xiao Shi memilih acuh.


Pada akhirnya mereka sampai di ruangan dimana seluruh keluarganya berada disana.


" KAISAR DAN PERMAISURI MEMASUKI RUANGAAANNN!!"


Ketika mereka memasuki ruangan, keduanya mendapat senyuman bahagia dari semua orang. Bahkan Xiao Shi langsung melepaskan genggaman tangannya dan langsung berlari memeluk ibunya.


" Hei, kau baik-baik saja?"


" Iya ibu, aku baik-baik saja "


" Duduklah"


Xiao Shi membuka cadarnya karna disana tidak ada siapapun kecuali anggota keluarganya. Setelah nya semua orang juga duduk dan menyantap sarapan mereka terlebih dahulu sebelum melanjutkan pembicaraan nya.


" Jadi adik, bagaimana perasaan mu sekarang?" Tanya pangeran mahkota Cheng.


" Aku baik kaka, aku merasa lebih sehat sekarang " jawab Xiao Shi sambil memakan apel nya.


" Tentu saja dia baik, kak. Bukankah dia sudah melakukan hubungan suami istri dengan kaisar? Tentu saja dia akan —PLUUKK" Sebuah apel mengenai pipinya dengan keras.


" Shi'er!"


" Permaisuri!"


" Tidak bisakah kau menjaga mulutmu? Kau selalu saja menyebalkan. Ibu! Lihat kakak!" Xiao ahi merajuk sambil memanyunkan bibirnya dengan gemas.


Raja dan ratu wang meminta maaf atas perlakuan putri mereka yang tidak seharusnya. Tapi ibu suri dan kaisar tidak tersinggung, disini mereka berdua bisa tahu bahwa Permaisuri nta ternyata sangat kekanak-kanakan jika sedang dengan keluarga. Dan itu hal yang menggemaskan.


Terutama bagi Zhao. Bibir merah Xiao Shi yang mengerucut lucu itu sangat membuat nya merasa ingin ******* dan menggigit bibir miliknya itu.


" Apa?! Apakah aku salah? Bukankah benar? Tidak mungkin kan di kekaisaran megah ini ada nyamuk?"


" Nyamuk?" Beo Xiao Shi.


" Hm, nyamuk. lihatlah lehermu dan leher kaisar, itu terlihat sangat merah bahkan dari sini. Sepertinya kalian berdua sama sama agresif"


" KAKAKKKKKKKK!!!!!" semua orang menutup telinganya mendengar teriakan Xiao Shi. Setelahnya malah terjadi aksi kejar mengejar antara Xiao Shi dan pangeran Yan.


Bukannya memisahkan mereka, semua orang hanya tertawa melihat dua adik kakak itu saling kejar mengejar seperti anak kecil. Semuanya merasa terhibur saat ini. Mereka semua saling mengejar sambil mengelilingi meja.


Jika dalam islam, apakah ini bisa disebut thawaf? Mereka terus mengelilingi meja tanpa henti sambil berteriak satu sama lain.


Saat Xiao Shi dekat denfan Zhao, dia menangkap tangan istrinya dan mendudukan istrinya di pangkuannya lalu merangkul pinggang nya agar istrinya tidak berlari lagi.


" Sudah. Kau sudah lelah"


" Tidak. Aku akan mengejarnya dan menendang bokong nya sampai dia tidak bisa duduk"


Zhao terkekeh dan mencubit hidung Xiao Shi. " Kau seperti anak kecil"


" Apaa?! Baiklah jika aku anak kecil, maka kau tidak akan mendapatkan jatah lagi!" Ucap Xiao Shi lantang.


Semua orang merasa canggung dengan situasi ini. Sedangkan Zhao merasa lehernya sangat tercekik.


' oh dewa, bagaimana nasibku nanti' batinnya.


|


|


|


|


|


bersambung.....