
Saat ini fu tong sedang berlutut dihadapan xiao shi dan yang lainnya. Fu tong yang tau bahwa dirinya akan mengalami situasi ini memang sudah menyiapkan diri sejak semalam.
" Kesalahan apa yang kau perbuat?" tanya xiao shi mengintimidasi.
" Katakan sejujurnya bocah tengik. Jangan mencoba untuk berbohong" ancam teng she.
Fu tong menghela nafasnya dan menceritakan bahwa semalam dia dipanggil oleh kaisar yang menanyai keberadaan xiao shi, namun dia menjawab bahwa xiao shi ada dan tidak kemana-mana. Dia justru menghianati kaisar, bukan xiao shi.
" Bukan itu maksudku, tapi itu cukup menjawab" ujar xiao shi.
Fu tong mengernyit, jika bukan itu, lalu apa? Pikirnya.
Feng yue menepuk bahunya, dan mengatakan bahwa semalam ada seorang gadis cantik yang mulai memasuki istana permaisuri, dilihat dari gerak-geriknya gadis itu justru hanya mengamati fu tong, bukan yang lain.
" Seperti apa ciri-cirinya?" tanya fu tong.
" Dia gadis cantik, ramping, bermata biru tajam...rambutnya juga berwarna biru diujung" jawab teng she sambil mengingat-ngingat.
Fu tong terkejut, " Zi Hu" gumamnya.
" siapa itu?" xiao shi yang mendengar gumaman fu tong langsung menanyakan nya.
" Dia adalah burung phoenik api, akan tetapi apinya berwarna biru" jelasnya.
Semua orang mengeluh kecewa.
" Apa aku salah bicara?" tanya fu tong.
" Kami sudah tau dia burung phoenix, tapi untuk apa dia kesini? Apa dia kekasihmu?" tanya Yuan.
" Tidak, dia adalah hewan kontrak milik kaisar. Kaisar jarang sekali mengeluarkan nya kecuali mengenai hal-hal penting" jelasnya.
Semua orang mengangguk-anggukan kepalanya.
" Itu berarti kaisar sudah mulai mencurigai penghianatanmu, kau harus lebih serius mengawasiku mulai sekarang" xiao shi tidak menyangka bahwa hewan kontrak suaminya adalah iblis cantik.
" Baik, permaisuri" Fu tong mengangguk.
" Tapi,, tunggu, jika dia dikirim kesini, itu berarti dia tahu aku ada didalam sini?" tanyanya.
" Tidak, kami membuatnya tertidur seperti kau dulu" ucap Feng Yue menahan tawanya.
Jika diingat-ingat, saat itu adalah saat-saat terburuk fu tong. Untuk pertama kalinya harga dirinya terasa hancur karna tertidur saat menjalankan tugas, namun ternyata dia memang sengaja dibuat tertidur.
Xiao shi membubarkan orang-orang itu karna sebentar lagi zi hu akan segera bangun. Dia berpikir bahwa, jika kaisar mulai mencurigai dirinya apakah ini artinya dia tidak usah datang saja malam ini? Tapi jika dia tidak datang justru itu akan semakin mencurigakan.
' oh dewa, apa yang harus kulakukan sekarang?'
...π§ π§ π§...
Berpikir sekian lama akhirnya xiao shi memutuskan untuk tetap pergi dan seolah tidak terjadi apa-apa. Saat ini xiao shi dan yuan sedang berada tepat dilokasi kemarin, dengan api unggun yang sama. Yang berbeda adalah kali ini xiao shi menyiapkan ikan bakar, agar semuanya terlihat seperti nyata bahwa mereka tinggal dihutan.
Target yang diincar pun datang.
" mmmm harum apa ini" jendral chi datang menghampiri sambil menggosok-gosokan tangan nya.
" Aku sedang membakar ikan untuk kalian, duduklah" xiao shi meminta mereka semua untuk duduk.
" Bagaimana denganmu, apa kau tidak memakannya?"
" Aku sudah makan tuan, lihatlah kayu dengan tulang ikan disana. Itu sisa millkku dan liu" xiao shi menunjuk ke arah belakang nya. ini adalah bagian dari rencananya juga agar terlihat meyakinkan.
Zhao dan huang li masih dengan tatapan curiganya, walaupun mereka makan ikan nya tanpa bertanya ataupun ragu akan diberi racun, tapi tetap saja mereka masih menyelidiki sesuatu.
Saat mereka sedang asik makan, tiba-tiba sebuah panah melesat dan memadamkan api unggun nya. sontak saja semua waspada, ketiga pria sudah mengeluarkan pedangnya mencoba melindungi dua wanita yang sedang bersama mereka. Tanpa ia sadari, zhao reflek menggenggam pergelangan tangan sebelah kanan milik xiao shi, dan tangan kirinya digenggam oleh jendral chi. Dan huang li? Dia memasang badan untuk Yuan.
Suara langkah kaki mulai terdengar mendekat, sepertinya itu lebih dari 5 orang.
" Siapa mereka?" tanya Yuan.
" Itu adalah para bandit" jawab Huang li.
Begitu bandit itu terlihat mendekat, jendral chi, kaisar zhao, dan huang li mencoba untuk menyerang para bandit.
Trang! Trang! Trang!
Tubuh xiao shi tertarik kekanan dan kekiri, sebentar dia ke kenan, lalu setelahnya dia akan tertarik ke kiri. Tidak, ini gila. Ini membuatnya gila.
" Lepaskan!" xiao shi menghentakan tangan nya.
" Maaf"
" Maaf"
Ucap zhao dan jendral chi bersamaan.
Bandit itu datang dengan jumlah yang cukup banyak, mereka bahkan bertarung dengan sangat ahli. Melihat keadaan mulai tak seimbang, xiao shi memberi sinyal nya pada yuan. Mereka mulai mengambil sesuatu dari balik hanfunya. Itu adalah jarum. Namun itu bukan jarum biasa, setiap ujung jarum sudah dilapisi racun, seseorang yang tertusuk dengan jarum itu akan langsung tak berdaya dan mati begitu saja.
Xiao shi dan yuan mulai berlari ke arah para bandit dan melakukan tarian, mereka menari ditengah-tengah peperangan. Namun, selama mereka menari banyak dari para bandit yang berjatuhan, mereka mengalami kejang, lalu ambruk ketanah dan mengeluarkan darah dari mulut mereka.
Zhao, huang li dan jendral chi yang tadinya hendak memarahi kedua wanita ini, sekarang justru malah melongo melihat didepannya kini terdapat banyak mayat dari para bandit, yang kebanyakan terbunuh hanya oleh sebuah jarum, bukan sayatan pedang.
Setelah dirasa cukup, xiao shi dan yuan menghentkan tariannya, dan menghampiri para pia lagi.
" Ketua bandit nya milik kalian" ucap xiao shi sambil membersihkan tangan ya yang penuh dengan debu.
Tanpa pikir panjang, huang li langsung meringkus ketua bandit itu dan membuatnya tidak sadarkan diri. Dia bilang mereka akan mengurusnya diistana agar bisa mengorek informasi lain mengenai lokasi persembunyian para bandit lainnya.
Sementara huang li dan jendral chi mengurus para mayat, zhao dan xiao shi hanya duduk dipinngir sungai, menikmati pantulan cahaya bulan dari air didepannya.
" Darimana kau belajar itu?" tanya zhao.
" Apa?" xiao shi menoleh dan menatap zhao.
" Tarian mautmu tadi"
" Ah, itu. aku memang suka menari. Dan soal racun, aku belajar untuk melindungi diri sendiri saat aku berjelajah seperti sekarang"
" Kau merencanakan nya matang-matang ternyata"
" Tentu saja, karna aku perempuan, jadi aku harus bisa melindungi diriku sendiri" ucap xiao shi angkuh.
Zhao hanya diam, tak peduli dengan ucapan terakhir xiao shi.
" Ling'er!!! Ling'er!!! Dimana kau?!!" teriak yuan dari kejauhan.
" Aku disini!!!" balas xiao shi sambil melambaikan tangan nya tinggi tinggi, bahkan baju yang ada dilengan nya sampai tersingkap sedikit.
Saat yang bersamaan, zhao melihat ada sebuah tanda pada lengan xiao shi.
'sayap itu?! Tidak mungkin!'
" Ling'er, nah, aku sudah mencabut semua jarum-jarum nya" ujar yuan sambil menyodorkan beberapa jarum pada xiao shi.
" Terimakasih" xiao shi mengambil jarum dari Yuan dan menyimpannya didalam pakaiannya seperti semula.
" Kalian mengambil jarumnya lagi? Kenapa?" tanya zhao heran.
" Kenapa? Tentu saja untuk melindungi diri dikemudian hari. Jika ini tidak diambil lalu kami akan pakai apa?" sarkas yuan.
Entah kenapa dua gadis ini didepannya ini selalu saja membuatnya naik pitam.
" Yang mulia, semuanya sudah selesai" lapor huang li.
" Baiklah, ayo kita kembali keistana"
Zhao dan huang li kembali ke istana sambil membawa pimpinan bandit yang sengaja mereka biarkan hidup. Sedangkan jendral chi memutuskan tetap dihutan untuk menemani xiao shi dan yuan.
Mengakuinya atau tidak, jendral chi memang jatuh cinta pada xiao shi. walaupun dia mengatakan tidak tapi zhao bisa melihat dimatanya bahwa jendralnya itu sangat tertarik pada nona ling yang tidak lain dan tidak bukan adalah xiao shi.
" Yang Mulia, haruskah aku memberitahukan kecurigaan kita pada jendral chi?"
" Tidak perlu huang li. Semuanya masih belum pasti"
" Baik, yang mulia"
|
|
|
|
|
bersambung.....