Dipaksa Menikah SMA

Dipaksa Menikah SMA
DMS 66


Terlihat tubuh Icha yang hanya mengenakan ligerie berwarna merah. Al memperhatikan dari atas sampai bawah, tubuh istrinya itu. Tetapi dia terkejut saat Icha justru bergerak cepat naik keatas ranjang dan menutup tubuhnya dengan selimut.


Niatnya tadi ingin menggendong Icha naik keatas ranjang, tetapi ternyata keinginannya musnah begitu saja saat Icha justru kabur. Laludia menyusul Icha naik keatas ranjang.


"Bukak dong sayang, percuma aku suruh pake baju itu, justru kamu malah menutup seluruh tubuhmu dengan selimut," keluah Al, rencananya ingin romantis justru gagal.


"Malu, kamu liatin aku kaya gitu," ucap Icha, dia masih menutup seluruh tubuh dan wajahnya dengan selimut.


"Kenapa harus malu coba? Bahkah aku sudah melihatmu tanpa busana," Al tersenyum, karena ucapannya Icha membuka selimut sebatas dadanya.


"Dasar mesum," ucap Icha, dia tak berniat membuka selimutnya.


Tetapi Al tidak mau rencananya untuk mengulang kejadian kemarin malam gagal. Dengam gerakan cepat dia menarik selimut yang Icha kenakan dengan paksa, sedikit sulit tetapi dia berhasil, dan membuangnya kelantai.


Memposisikan dirinya diatas tubuh istrinya.


Icha menutup wajahnya saat tahu Al sudah berada diatasnya, dia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Sayang, kenapa ditutup segala wajah kamu? Kamu gak mau melayaniku ya? Yaudah kalau gak mau," Al sengaja membuat dirinya seperti kecewa, supaya Icha mau melayaninya.


Benar saja, saat Al akan turun dari atas tubuhnya, Icha justrumenahannya, "enggak sayang, aku malu aja, maaf ya," Icha benar-benar menyesal, "aku mau kok," tambahnya.


Al tersenyum mendengar ucapan Icha, dia berhasil dan pasti malam ini akan mendapatkan jatahnya lagi.


Cup


Cup


Cup


Al mengecupi semua wajah istrinya tanpa terkecuali dan berahir melahap bibir pink Icha tanpa ampun. Dan kejadian kemarin malam terjadi kembali, meskipun Al mengatakan tidak akan mengulangi sebelum ujian selesai, nyatanya itu hanya ucapan saja. Karena keduanya sama-sama ketagihan dan menikmatinya.


▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎


Pagi menjelang menggantikan malam penuh bintang dengan sinar terang matahari, adzan subuh berkumandang diseluruh pelosok negri. Ayam berkokok saling bersaut-sautan, membangunkan manusia dari peraduannya.


Al mengerjapkan matanya, kala mendengar alarm yang berasal dari pomselnya. Tak seperti biasanya yang selalu bangun lebih awal adalah istrinya, tapi entah kenapa istrinya terlihat masih pulas dalam mimpinya.


"Sayang, bangun yuk. Adzan subuh sudah lewat nich." Al membangunkan Icha dengan menepuk-nepuk pipinya lembut.


"Aku masih ngantuk, capek banget rasanya," gumam Icha sedikit tidak jelas.


Al mengernyitkan dahinya mendengar kata capek dari Icha. Ya mungkin dia masih merasa lelah setelah olah raga mereka semalam.


"Kita mandi terus sholat dulu yuk, nanti kamu boleh tidur lagi sayang," ucap Al lembut.


Icha terlihat menggeliat, lalu matanya sedikit terbuka. Yang pertama dia lihat senyum manis yang berasal dari bibir suaminya, dia pun membalas senyuman itu. Bahagia sekali rasanya, bangun tidur disambut senyuman manis dari orang yang kita sayangi.


"Ayo kita mandi dulu," Al mengajak Icha beranjak dari tidurnya. Dia turun dari ranjang, meraih celana dan memakainya.


Icha pun bangun dari tidurnya, dia membuka selimut yang menutup tubuh polosnya. Sepertinya dia lupa jika tak mengenakan sehelai benang pun ditubuhnya.


Setelah dia duduk baru sadar jika dia tak memakai apapun ditubuhnya. Dengan gerakan cepet dia meraih selaimut dan menutup tubuh polosnya.


Al tersenyum melihat tingkah Icha, "Kenapa kok selimutan lagi?" tanya Al pura-pura tak mengerti.


Icha menyengir, "Sayang sana kamu mandi dulu, ntar gantian sama aku," titah Icha.


"Kita mandi bareng aja ya, nanti kalau gantian gak keburu waktu subuhnya," tolak Al.


"Kamu maunya," Icha memanyunkan bibirnya, "tolong ambilin kimono itu dong sayang," titah Icha, dia menunjuk kimono yang tergletak bebas di lantai.


"Kenapa sih masih malu aja sama suamimu ini? Bukankan aku sudah melihat semuanya?" Al menaik turunkan alisnya.


"Mau mandi bareng nggak, kalau mau ya ambilin kimono itu, kalau enggak ya sana kamu mandi duluan," ucap Icha jengah.


"Terimakasih sayang," ucap Icha setelah menerima kimono tersebut, lalu dia memakai kimono itu, turun dari ranjang lalu masuk kedalam kamar mandi disusul oleh Al.


Tak lupa dia mengambil handuk sebelum masuk kedalam kamar mandi.


"Sayang, kenapa kamu masuk kedalam sini?" protes Icha saat Al masuk kedalam bathup padahal pikirannya, dia akan mandi di bathup dan Al di sower seperti kemarin.


"Aku ingin mandi bersama kamu disini," ucap Al santai. "tolong gosokkan punggungku," titahnya.


Icha pun menggosok punggung Al dengan lembut. Al menikmati gosokan dipunggungnya.


"Sekarang gantian, biar aku gosokkan punggungmu," ucap Al setelah Icha menyelesaikan pekerjaannya.


Icha pun menurut, dia berbalik badan. Al mulai menggosok punggungnya dengan lembut juga, tapi lama kelamaan ada yang aneh, tangan Al justru menjulur kedepan, menggosok pelan dua buah kembar yang ada disana. Semakin lama gosokannya menjadi remasan. Tetapi Icha menikmati itu, dia tidak sedikit pun menolaknya. Tetapi tak berselang lama dia menyadari kalau mereka belum melaksanakan kewajiban mereka sebagai orang muslim.


"Sayang, kalau seperti ini pasti akan lama, kita bakalan gak keburu waktu subuh," ucapan Icha itu membuat Al tersadar.


"Ah iya, sampai lupa kit belum sholat subuh," Al melepaskan tangannya dari dada istrinya, lalu dia turun lebih dulu dan mengguyur tubuhnya.


"Aku akan keluar dulu ya, cepetan ku tunggu sholatnya," ucap Al setelah dia menyelesaikan mandinya.


"Iya sayang," Icha masih berada dalam bathup setelah Al keluar dia baru turun dari bathup dan menyiram tubuhnya dengan air bersih.


"Sayang, katanya tadi masih ngantuk, gak mau tidur lagi?" tanya Al setelah menyelesaikan sholat subuh.


"Enggak ah, udah ilang ngantuknya setelah mandi tadi, sekarang aku mau kedapur, mau bantu Bibik masak," ucap Icha, lalu dia melepas mukena yang menempel di tubuhnya.


"Yaudah sana, aku yang mau tidur lagi. Tadinya kalau kamu mau tidur kita tidur bareng," Al menyengir.


"Udah aku bilangin berkali-kali kalau tidur setelah subuh itu tidak baik, tapi masih aja di lakuin," Icha mendengus, saat tahu kalau Al mau tidur lagi, "liat jam juga ini udah jam berapa? Gak usah tidur, atau aku gak akan bangunin buat sekolah," Icha mengancam.


"Baiklah sayangku, aku gak akan tidur, tapi kamu gak usah masak ya, temani aku disini," pinta Al dengan memelas.


"Manja banget sih. Semalam udah aku kasih lebih juga,"


"Pengennya nambah lagi, tapi pasti akan kesiangan ke sekolah, kalau libur aku gak akan biarkan kamu keluar kamar seharian," Al menaik turunkan alisnya.


Bugh


Icha memukul dada Al, dia mendemgus mendengar penuturan Al.


"Pikirannya jangan mesum melulu, kemarin janjinya apa? Tidak ditepati sama sekali," ucap Icha.


"Kemarin bilang seperti itu karena belum merasakan, setelah merasakan jadi candu sayang, kamu juga menikmatinya bukan?" Al menatapa wajah Icha yang memerah karena ucapannya.


"Enggak," jawabnya lalu memalingkan wajah.


"Enggak kok mukanya mengatakan iya sih, ngaku aja sayang, aku akan bahagia sekali jika kamu juga merasakan hal yang sama dengamku." Al memegang dagu Icha, menghadapkan wajah istrinya supaya menghadapnya.


"Kamu juga menikmatinya kan sayang?" ulang Al


Icha mengangguk, wajahnya tambah memerah.


Setelah Icha memberikan jawaban dengan anggukan, Al menenggelamkan wajah Icha kedadanya.


"Terimakasih sayang, telah menjaga kehormatanmu untuk ku suamimu," ucap Al, dia masih memeluk Icha erat.


Icha mengangguk, dia bahagia sekali mendengar ucapan terimakasih Al. Begitupun Al dia bahagia karena mempunyai istri sebaik Icha.


Bersambung....


Jangan lupa like dan komennya yah.