
Kehadiran bayi Harimau Bulan membuat Xiao Shuxiang betah berlama-lama di ruangan Lan Guan Zhi. Dia bermain dengan anak harimau tersebut dan sesekali memberinya makan dengan tanaman herbal, sementara Lan Guan Zhi memperhatikan mereka sambil menulis sajaknya.
"Baru satu hari dan dia sudah selincah ini. Anak yang baik~"
nyawn rrruuurr
Lan Xiao mengusap-usapkan kepalanya di tangan Xiao Shuxiang seakan meminta belaian dari anak cantik tersebut.
"Cepatlah tumbuh dewasa dan jadi tungganganku, dan saat waktunya tiba... aku akan menjadikanmu pengorbanan dari Jurus Kebangkitan Kembali milikku..!" Xiao Shuxiang tersenyum lembut sambil mengusap-usap perut Lan Xiao.
nyan
"Hm? Kau bilang apa tadi?" Xiao Shuxiang menaikkan sebelah alisnya saat mendengar suara Lan Xiao barusan.
nyan
"Lan Xiao, aku bukan ibumu. Jangan panggil begitu,"
Lan Guan Zhi memperhatikan Xiao Shuxiang yang sedang menasehati bayi Harimau Bulan dan memberi penjelasan bahwa dirinya bukanlah seorang ibu. Sayangnya, bayi Harimau Bulan tetap memanggil Xiao Shuxiang sebagai ibunya.
Xiao Shuxiang baru pergi setelah Lan Xiao tidur. Dia lalu berjalan ke Bangunan Empat Arah untuk mengambil misi. Sungguh kebetulan, dia ternyata satu kelompok dengan Jing Mi dan Nie Shang.
Misi pertama Xiao Shuxiang adalah berburu demonic beast di sebuah desa. Murid Sekte Pedang Langit menjelaskan, "Warga Desa Teratai Giok sedang kewalahan mengurusi serangan dari demonic beast berwujud anjing liar. Jika Demonic Beast itu memanggil kawanannya, kalian tidak boleh nekat bertarung. Dan ingat, misi ini jangan jadikan beban..! Segera kembali meski pun kalian gagal atau berhasil."
Jing Mi dan Nie Shang mengangguk, mereka bersama dengan Xiao Shuxiang mulai menaiki pedang terbang untuk menuju ke Desa Teratai Giok.
Perjalanan ternyata memakan waktu tiga hari. Saat sampai, beberapa rumah warga terlihat berantakan. Selain Xiao Shuxiang, Jing Mi dan Nie Shang, terlihat juga kultivator dari sekte lain.
Ada perasaan aneh yang dirasakan Xiao Shuxiang dengan misi pertamanya. Dia merasa bahwa misi ini bukan hanya sekedar berburu demonic beast saja.
"Sebaiknya kita cari penginapan," ajak Xiao Shuxiang kepada Jing Mi dan Nie Shang.
Berjalan-jalan di Desa Teratai Giok, membuat ketiga anak ini jadi pusat perhatian. Warga desa belum pernah melihat anak begitu muda dengan pakaian berwarna putih dan terlihat berkilau.
Xiao Shuxiang sebenarnya tidak suka dengan pakaian Sekte Pedang Langit karena pasti akan kotor terkena darah jika dia tidak berhati-hati. Padahal pakaian Xiao Shuxiang biasanya akan basah oleh darah, memakai pakaian hitam jauh lebih baik.
Xiao Shuxiang, Jing Mi dan Nie Shang memasuki salah satu penginapan kecil. Mereka memesan makanan sekaligus satu kamar.
Ketiganya lalu duduk menunggu makanan tiba sambil memperhatikan orang yang keluar-masuk dari ruangan tersebut. Jing Mi seperti merasa diperhatikan, dia berulang kali menoleh namun tidak menemukan apa pun.
Nie Shang yang keheranan dengan tingkah Jing Mi kemudian bertanya, namun Jing Mi hanya menggeleng sambil meminta agar Nie Shang tidak perlu khawatir.
Dua orang pelayan pun tiba, mereka menyajikan makanan yang dipesan oleh Jing Mi, Nie Shang dan Xiao Shuxiang. Ketiga anak ini tidak mengetahui tatapan mata dua pelayan kurus tersebut sangat mencurigakan.
Jing Mi, Nie Shang dan Xiao Shuxiang mulai mengisi perut mereka. Saat sedang makan, Xiao Shuxiang bisa mendengar suara benda jatuh, ketika dia menoleh... nampak pelanggan lain pingsan dengan wajah membentur meja.
Tidak hanya satu pelanggan, tetapi semua pelanggan juga seperti itu. Jing Mi dan Nie Shang pun salah satunya. Xiao Shuxiang begitu terkejut, dia berusaha membangunkan teman-temannya namun tidak bisa.
"Saudara Jing? Saudara Jing?! Nie Shang...?! Nie Shang..."
Perlahan, pandangan mata Xiao Shuxiang mengabur, dia merasakan perasaan kantuk yang amat sangat dan seketika Xiao Shuxiang pun ikut tertidur seperti Jing Mi dan yang lainnya.
Dua pelayan yang membawa makanan tadi mulai mengangguk ketika semua pelanggan mereka mendadak pingsan. Segera, keduanya berjalan ke arah dapur.
Sangat mengagetkan, di dalam dapur ternyata berkumpul tujuh orang pria berwajah garang dan nampak seperti perompak. Desa Teratai Giok ternyata sudah menjadi sarang mereka.
Seluruh anak kecil dan gadis muda Desa Teratai Giok dimasukkan ke dalam kurungan kayu. Sementara untuk orang tua diikat dan beberapa dijadikan makanan hewan liar.
Ada sekitar sepuluh kepala rumah tangga di Desa Teratai Giok yang dilepaskan, mereka inilah yang mengirim surat permohonan ke beberapa sekte kecil agar dibantu mengusir demonic beast.
Salah satu perompak ternyata mengirim surat kepada Sekte Pedang Langit, mereka seperti mau menantang sekte ini.
Semua pelanggan yang pingsan mulai diikat, tidak terkecuali Xiao Shuxiang dan kedua temannya. Bagi mangsa yang seorang kultivator, tali yang mengikatnya adalah tali khusus.
Sebagian dari perompak mulai mengaktifkan penghalang agar Desa Teratai Giok tidak bisa dilihat apalagi dimasuki oleh orang luar. Dari segel tangan yang mereka gunakan, para perompak ini nyatanya adalah kultivator.
Tidak ada benda yang menandai asal sekte mereka. Jika mereka bukanlah kultivator Aliran Hitam, maka mereka berasal dari Aliran Bebas. Sebab kebanyakan kultivator Aliran Bebas tidak berasal dari sekte mana pun.
Obat yang mereka gunakan ternyata adalah cairan dari akar Rumput Hantu. Tumbuhan yang hanya hidup di puncak gunung dengan Qi yang sangat padat, mirip seperti Gunung Induk.
Xiao Shuxiang bisa dikatakan cukup akrab dengan Rumput Hantu, sebab tanaman ini salah satu dari koleksi tanaman kesukaan Patriarch Ketiga. Sayangnya, Xiao Shuxiang masih belum meneliti secara menyeluruh sifat dan karakter rumput ini.
Pada umumnya, meminum cairan dari Rumput Hantu dapat membuat seseorang tidak sadarkan diri selama tiga hari, dan tubuh akan sangat lemas serta penglihatan akan kabur. Namun nyatanya, cairan Rumput Hantu tidak terlalu berpengaruh pada Xiao Shuxiang.
Bisa dilhat dari Xiao Shuxiang yang mulai membuka perlahan matanya. Awalnya, pandangan Xiao Shuxiang sedikit kabur, namun sedikit demi sedikit mulai jelas. Dia bisa melihat dan mendengar para manusia berwajah garang tersebut tertawa sambil berpesta arak.
Perompak tersebut ternyata membuka kurungan dan mengangkut Xiao Shuxiang ke tempat ketua-nya. Dalam hati Xiao Shuxiang bertanya-tanya tentang apa yang akan dilakukan para perompak ini kepada dirinya.
"Ketua, aku membawanya."
Seorang pria berbadan kekar, dengan berbagai bekas sayatan pada wajah dan tubuhnya. Dia berjalan ke arah Xiao Shuxiang yang saat ini sedang dibaringkan. Tangan kasar dan besar milik perompak tersebut menyentuh pucuk kepala Xiao Shuxiang dan mengalirkan Qi miliknya.
"Hmm, Dantian Berakar. Sekte yang begitu terkenal ternyata memiliki murid tidak berguna seperti ini, hmph!"
!!
Xiao Shuxiang dalam hati merasa kesal. Dia tidak percaya ada orang yang berani menghina dirinya. Cukup Patriarch Ketiga yang melakukannya karena Patriarch adalah anak dari Senior sekaligus sahabat terbaiknya.
"Dia sangat cantik, kita akan memeliharanya hingga tumbuh besar. Ha ha ha,"
Xiao Shuxiang kembali terkejut ketika ketua perompak mengatakan untuk memelihara dirinya karena menganggap bahwa Xiao Shuxiang adalah anak perempuan.
"Kau pikir aku ini ayam, sehingga bisa dipelihara?! Aku juga akan memilih-milih pemilik jika ada yang mau memeliharaku, tidak mungkin mau dipelihara oleh orang sepertimu!!"
Xiao Shuxiang kemudian dimasukkan ke dalam kurungan khusus, dia dipisah dengan teman-temannya. Ketika tidak ada orang yang mengawasi, Xiao Shuxiang mulai melepaskan tali yang mengikatnya. Dia merutuk sebab tali tersebut begitu kuat.
"Ini tidak akan menghentikanku," Xiao Shuxiang menyelimuti tangannya dengan api biru, seketika tali tersebut mulai terlepas. Dengan hati-hati, Xiao Shuxiang keluar dari kurungannya. Dia sedikit menggeleng karena pintu kurungannya sama sekali tidak terkunci.
"Mereka ini terlalu yakin dengan tali pengikat yang mereka buat. Haah, sepertinya mereka masih anak baru..."
Xiao Shuxiang melompat dan berusaha mencari pedang terbangnya, serta berusaha pergi ke tempat Jing Mi dan Nie Shang berada.
Pedang Xiao Shuxiang berada di dalam kurungan lain bersama dengan seluruh harta yang para perompak ini miliki.
"Mereka mabuk, baguslah!" Xiao Shuxiang mengumpulkan Qi pada kepalan tangannya dan mulai meninju kurungan hingga terdengar suara debaman keras.
Xiao Shuxiang sengaja membuat keributan. Setelah mengambil pedang miliknya dan pedang kedua temannya, dia membakar seluruh tempat dengan apinya. Dia bahkan membakar beberapa rumah penduduk agar perompak tersebut terbangun.
!!
Tiga orang anak buah perompak tiba-tiba tersentak kaget saat mendengar suara debaman. Mereka begitu terkejut melihat kurungan harta dan tempat tinggal ketua mereka terbakar.
Belum sempat mereka berteriak, sebuah pedang melesat dan mengenai leher salah satu dari ketiganya yang langsung membuatnya tewas seketika.
Pedang tersebut tertancap begitu dalam, Xiao Shuxiang mendarat dengan anggun di samping mayat anak buah perompak yang dibunuhnya.
"Sepertinya aku sedikit keterlaluan..." Xiao Shuxiang menarik kembali pedangnya dan mulai menatap dua orang perompak sambil tersenyum.
!!
Napas tercekat dan jantung yang seperti berhenti berdetak. Kedua anak buah perompak ini begitu terkejut sampai tidak bisa berkata apa-apa. Xiao Shuxiang tiba-tiba menggunakan pedang yang telah berlumuran darah untuk menusuk kembali tubuh mayat di dekatnya.
Xiao Shuxiang melontarkan pertanyaan tentang bagian dalam tubuh manusia pada kedua orang di depannya, Xiao Shuxiang menawarkan diri untuk memperlihatkannya kepada mereka. Hal itu membuat kedua anak buah perompak gemetar ketakutan dan berusaha sekuat tenaga untuk lari.
Xiao Shuxiang berjalan santai mengikuti keduanya jauh di belakang, dia berniat membunuh keduanya saat berada di depan ketua mereka.
Kedua anak buah ini ternyata hanyalah seorang manusia biasa. Mereka pernah melihat ketua mereka membunuh, namun tidak pernah melihat seorang anak kecil yang berwajah polos melakukan pembunuhan seperti Xiao Shuxiang. Apalagi anak tersebut melakukannya dengan begitu mudah.
Ketua perompak meskipun masih mabuk namun dia tahu bahwa kediamannya diserang. Dengan langkah sedikit oleng, ketua perompak dan rekan-rekannya menyelamatkan diri dari api yang berkobar.
"SIAPA YANG MELAKUKAN INI..?!" ketua perompak meski berteriak lantang, dia masih saja tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya. Bisa dibilang, mereka semua masih dalam pengaruh arak.
Xiao Shuxiang memain-mainkan rambutnya, terlihat dia duduk di atas kurungan tempat temannya Jing Mi, Nie Shang dan warga desa berada.
"Aku jadi tidak selera membunuh orang yang mabuk. Mereka tidak bisa memberi Xiao Shuxiang hiburan yang bagus."
Xiao Shuxiang meniup-niup poni rambutnya, dia kemudian kembali melesatkan pedangnya untuk menebas leher salah satu perompak. Tindakannya begitu mengejutkan.
Ketua perompak berteriak nyaring, matanya merah selain karena mabuk juga karena marah dengan serangan yang menewaskan anak buahnya. Dia lalu menoleh dan melihat seorang anak yang berpakaian putih.
"GADIS KECIL ITU?! BAGAIMANA DIA BISA BANGUN!!"
Ketua perompak mulai mendapat kesadarannya, dia dengan tatapan melotot menunjuk Xiao Shuxiang sambil berteriak.
"Siapa yang kau panggil gadis, hah? Berani sekali..! Aku Ini Laki-Laki!!" Xiao Shuxiang dengan pedang milik Jing Mi dan Nie Shang, langsung melesat cepat ke arah ketua perompak.
***