
Ling Qing Zhu sudah tahu risikonya jika Wali Pelindungnya membunuh kelima Pendekar Partai Pedang Tengkorak. Namun dia seperti tidak mempedulikan risiko tersebut, ini karena ucapan kelima pendekar itu sudah membuatnya kesal.
Andai dirinya bisa ikut bertarung, maka sudah sejak tadi dia menebas kepala kelima pendekar itu. Sayangnya pertarungan ini adalah milik Wali Pelindungnya, jadi mau tidak mau dirinya harus menyerahkannya pada Xiao Shuxiang.
Trang!
Suara pertarungan Xiao Shuxiang seakan mengiringi langkah Ling Qing Zhu yang berjalan kembali ke tempatnya semula, yakni di salah satu bangunan--berdiri di samping Lan Guan Zhi dan teman-temannya yang lain.
"Nona Ling, boleh kutanya sesuatu..?" Xiao Lu memanggil Ling Qing Zhu kala gadis berambut putih tersebut telah menapak indah tepat di sampingnya.
"Mn?"
".. Bagaimana perasaanmu pada Adikku?"
Ling Qing Zhu menatap Xiao Lu saat mendengar pertanyaan gadis tersebut. Dia cukup lama terdiam sebelum menjawab bahwa dirinya tidak membenci Xiao Shuxiang.
"Nona Ling, aku tahu kau tidak membenci Xiao'Er. Tetapi apa kau.. Mencintainya?"
?!
"Aku.."
Ling Qing Zhu tidak nyaman ditanya seperti ini. Apalagi Yi Wen, Jing Mi, dan Hou Yong nampak serius menatapnya. Pertanyaan Xiao Lu terlalu tiba-tiba, dan menurutnya ini bukan waktu yang tepat untuk membahas hal semacam itu.
...
Lan Guan Zhi yang berdiri di samping Ling Qing Zhu menyadari kegelisahan gadis ini.
"Nona Ling.. Beri tahu dia jika kau menyukainya, jangan sembunyikan perasaanmu. Karena kebanyakan hati sering patah dengan kata-kata yang tidak terucap," ujarnya pelan tanpa mengalihkan perhatiannya dari arena pertarungan.
?!
Ling Qing Zhu menatap Lan Guan Zhi karena tidak menyangka pemuda berpakaian serba putih ini bisa bicara lebih banyak dari biasanya.
Dia jadi ingat yang dikatakan Xiao Shuxiang padanya beberapa waktu lalu..
"Haih, kau bisa patah hati bila tidak jujur pada perasanmu sendiri,"
Memang ucapan pemuda itu berbeda dengan yang dikatakan Lan Guan Zhi, tetapi maknanya sama saja. Dia kemudian menatap ke arah arena pertarungan, tempat di mana Xiao Shuxiang saling bertukar serangan dengan Dersana dan keempat pendekar Partai Pedang Tengkorak.
Trang
Perlahan tangan Ling Qing Zhu terulur dan memegang sedikit lengan baju Lan Guan Zhi. Tindakannya membuat pemuda di sampingnya menolehkan pandangan.
"Mn?"
"Aku.. Sedikit takut,"
Ling Qing Zhu tidak tahu apakah Xiao Shuxiang benar-benar menyukainya atau tidak. Karenanya dia tidak berniat menyatakan apapun pada pemuda itu sebab khawatir dirinya malah dipermainkan.
Satu-satunya orang di antara teman-temannya ini yang dapat dia percaya setiap ucapannya hanyalah Lan Guan Zhi. Pemuda ini memiliki pribadi seperti kakaknya, namun lebih peka.
Lan Guan Zhi menepuk pelan pundak Ling Qing Zhu dan kemudian berkata bahwa selama ini Xiao Shuxiang tidak pernah mempermainkan perasaan gadis mana pun.
".. Dia kekanakan. Tapi Shuxiang tidak pernah berbohong, bahkan untuk hatinya sendiri."
Nyawn~
Lan Xiao setuju dengan ucapan Lan Guan Zhi, dia mengusap-usapkan kepalanya pada tangan Ling Qing Zhu supaya gadis ini bisa tenang.
"Terima.. kasih,"
Trang
TRANG!
Karena sekarang Xiao Shuxiang memakai senjata, maka dia bisa lebih mudah menangkis serangan lawan. Dirinya nampak menggunakan tongkat bambu Bocah Pengemis Gila untuk mendorong mundur Dersana.
Dengan gerakan cepat dia berjungkir balik ke belakang hingga memberi tendangan kuat pada dada pendekar tersebut.
Saat dia masih berada di udara.. Segera Xiao Shuxiang memutar tubuhnya dan menyerang rekan Dersana hingga membuat tanah retak akibat dihantam ujung tongkat bambu yang di pegangnya.
!!
BAAAM!
Rekan Dersana nyaris terkena serangan itu, untunglah dia cepat menghindar dengan cara melompat ke belakang.
Xiao Shuxiang memutar tongkat bambunya, dia merasa sedang memainkan Seruling Giok Putih, namun dalam versi besarnya. Dia melesat dan kembali menyerang pendekar Partai Pedang Tengkorak.
TRANG!
Tongkat bambu ini benar-benar kuat, seakan apa yang Xiao Shuxiang pegang merupakan senjata pusaka. Padahal itu hanyalah tongkat bambu biasa.
TRANG!
"Ini mengingatkanku dengan tongkat milik Paman Wu," Xiao Shuxiang tersenyum dan kemudian menargetkan salah satu rekan Dersana.
!!
Dirinya lalu melesat dan menangkis serangan yang datang. Dia menggunakan tongkat bambu Bocah Pengemis Gila layaknya benda tersebut adalah bagian dari tubuhnya.
Tongkat itu ditancapkan di tanah, bersamaan saat Xiao Shuxiang menggunakannya sebagai penyangga tubuh ketika dia memberi tendangan pada dua rekan Dersana.
!!
Serangan datang dari seorang pendekar Partai Pedang Tengkorak yang ahli dalam Tenaga Dalam Udara. Memang sejak tadi Xiao Shuxiang sulit menghindar dari serangan pendekar itu karena kondisinya yang dipakaikan segel berlapis.
Dari lima serangan beruntun, dirinya hanya bisa menangkis tiga. Sementara Dua lainnya mengenai paha kiri dan lengan kanannya.
"Sudah kubilang kau tidak pantas menjadi seorang Wali Pelindung, jadi Matilah..!" Dersana, Lou Ming, dan satu rekan mereka yang lain menggunakan Serangan Tebasan Bayangan secara bersama-sama.
Serangan itu melesat lebih cepat dari anak panah dan mengikis tanah yang dilewatinya.
Saat hampir mencapai Xiao Shuxiang.. Sketika itu juga seringai tipis terlukis di wajahnya. Dengan memakai Teknik Pernapasan Air, dia mengalihkan serangan tersebut menggunakan tongkat bambu Bocah Pengemis Gila.
!!
Gerakan Xiao Shuxiang cepat dan tidak terduga. Serangan yang dia alihkan mengarah pada dua rekan Dersana dan membuat pendekar itu sulit menghindar.
BAAAM!
Semua yang menonton pertarungan ini terkejut. Tubuh rekan Dersana benar-benar hancur dan menjadi cincangan daging, termasuk senjata yang mereka gunakan.
Dersana dan kedua rekannya juga terkejut bukan main, ketiganya tidak menyangka Xiao Shuxiang menggunakan serangan itu untuk menyerang rekan mereka sendiri. Ini jelas tidak bisa dibiarkan..!
Senyuman Xiao Shuxiang bukan hanya tentang dirinya mampu mengalihkan serangan Dersana, namun karena satu segel yang diberikan Ling Lang Tian padanya memudar. Dengan begini, dirinya dapat menggunakan Teknik Pernapasannya dengan lebih baik.
Xiao Shuxiang sekilas melirik ke salah satu bangunan, tempat di mana Ling Lang Tian berdiri di samping Ling Chu Zhen. "Aku sepertinya belum pernah mengatakan padanya.. Bahwa segel buatan manusia tidak mempan padaku,"
!!
Dersana dan kedua rekannya tersentak ketika Xiao Shuxiang tiba-tiba saja menghilang. Detik berikutnya mereka dikejutkan dengan serangan dari arah samping.
"Aliran Keempat.. Tebasan Pemisah Air..!"
!!
BLAAAR!
Bukan lagi suara debaman keras yang terdengar, melainkan petir. Satu rekan Dersana yang berusaha menangkis serang tersebut tidak tahu bagaimana tubuhnya bisa sampai hangus, dan dalam sekejap.. Dia sudah tidak bisa merasakan apa-apa lagi.
!!
Lou Ming, "Cih! Apa yang sebenarnya terjadi?! Bukankah harusnya dia sudah sekarat?!"
Kini hanya tersisa Dersana dan Lou Ming saja. Keduanya yakin sudah hampir menang, lihat saja luka-luka yang mereka berikan pada Xiao Shuxiang! Tetapi bagaimana bisa lawan mereka masih mampu bergerak cepat. Ini jelas mustahil..!
"Sebelum kalian datang, harusnya cari tahu dulu siapa yang akan kalian bunuh,"
!!
Bukannya Xiao Shuxiang bisa menghilang, namun gerakannyalah yang terlalu cepat hingga seakan-akan dirinya menghilang. Kali ini dia muncul tepat di depan Dersana.
"Kau yang melukainya, kan?"
!!
Dersana terkejut, dirinya segera melompat mundur. Namun saat dia melakukannya, ujung dari tongkat bambu Xiao Shuxiang langsung menusuk dahi hingga menembus tulang tengkoraknya.
!!
Jing Mi dan Hou Yong tanpa sadar membuka mulut lebar saat terkejut. Hu Li dan Xiao Qing Yan sendiri nampak menahan napas. Sementara untuk murid Sekte Pagoda Langit.. Kebanyakan dari mereka langsung menutup mata, tidak sanggup melihat kejadian ini.
AAAAAKH!
Bukan tanpa sebab, teriakan pilu Dersana terlalu menyayat hingga membuat siapa pun merinding ketakutan saat mendengarnya.
"Ka-Kau.. Kau sudah berbuat curang..!!"
Lou Ming menunjuk Xiao Shuxiang, dia menuduh pemuda itu telah menggunakan Qi untuk bertarung. Jujur saja, dia terguncang karena melihat Dersana di serang dengan cara seperti itu, apalagi temannya nampak sangat kesakitan.
Xiao Shuxiang mengerutkan sedikit keningnya saat mendengar tuduhan Lou Ming padanya, dia lalu mendengus dan kemudian tertawa.
!!
Dirinya hanya tertawa biasa, namun karena jeritan kesakitan Dersana masih belum berhenti.. Semua orang menganggap Xiao Shuxiang menikmati jeritan tersebut.
".. Aku curang? Bukankah sejak awal kau dan teman-temanmu yang melakukan itu? Kalian berlima menyerangku tanpa mengindahkan ucapan wasit, dan sekarang kau menuduhku berbuat curang? Hah, lucu sekali.."
?
Xiao Shuxiang menoleh ketika pedang Dersana terjatuh, tepat di sampingnya. Dia lalu mengambil pedang tersebut dan kemudian menatap Dersana yang ternyata masih hidup.
Darah terlihat mengalir di tongkat bambu milik Bocah Pengemis Gila. Meski ujung tongkat tersebut sama sekali tidak runcing, namun karena kekuatan Xiao Shuxiang.. Tongkat itu tetap mampu menembus tulang tengkorak Dersana.
".. Akan kubuat kau merasakan setiap tetesan darah meninggalkan tubuhmu ini.."
Lou Ming terlambat, Xiao Shuxiang lebih dulu menebas kesepuluh jari tangan Dersana. Pemuda itu semakin berteriak, namun kali ini suaranya sedikit tertahan. Darah nampak mengucur keluar di setiap jari tangan tanpa kuku tersebut.
Lou Ming menggertakkan giginya, dengan diliputi amarah--Dia menyerang Xiao Shuxiang secara brutal. Keduanya kembali bertukar serangan dengan jeritan pilu Dersana sebagai musik di samping suara senjata keduanya yang saling berbenturan.
TRAANG!
Percikan api tercipta saat pedang milik Dersana yang dipakai Xiao Shuxiang berbenturan dengan pedang Lou Ming. Mereka bertarung dan seakan tidak peduli dengan kondisi sekitar.
Di tempat lain, Bocah Pengemis Gila mengusap-usap wajahnya, dia begitu frustrasi karena tongkat bambunya kini dialiri darah segar. Dia terus memanggil Xiao Shuxiang agar tongkatnya di kembalikan, namun pemuda berpakaian hitam itu seperti tidak mendengar seruannya.
BAAAAM!
Lou Ming terpental dan menghantam sebuah pohon hingga tumbang. Xiao Shuxiang bisa saja mengeluarkan Qi dan melakukan serangan penghabisan karena sekarang segel berlapis yang ada padanya sudah terlepas.
Namun dia tahu bahwa menggunakan Qi sama saja dengan melanggar aturan. Lagi pula pertarungan ini bertujuan untuk mempertahankan gelarnya sebagai 'Wali Pelindung', tidak seharusnya dia melakukan kecurangan seperti menggunakan Qi.
TRAANG!
Di tengah pertarungan Xiao Shuxiang melawan Lou Ming.. Terlihat seorang gadis kecil berusia sekitar 7 Tahun, dia memakai pakaian berwarna ungu gelap bercorak bunga wisteria hitam.
Gadis cantik berambut putih panjang dan bermata merah muda tersebut sejak tadi memperhatikan pertarungan Xiao Shuxiang sambil duduk di atas tembok.
Kedua tangannya berusaha berpegangan erat pada tembok itu dan sesekali berseru kegirangan. Dia jelas sangat senang menyaksikan pertarungan Xiao Shuxiang yang berlangsung begitu sengit.
TRAANG!
"Nona Ya Bing, tolong turunlah..! Jika Tuan Muda Ling tahu anda di sini, kami akan dihukum. Saya mohon Nona..!"
Satu dari tiga pelayan yang berada di seberang dinding berusaha meminta gadis cantik tersebut untuk turun. Raut wajah mereka memperlihatkan kekhawatiran, ketiganya jelas takut jika Nona mereka ini terjatuh.
TRAANG!
"Lihat Kakak Itu..! Awalnya kupikir dia tadi sudah tewas, tapi sekarang dia bisa membuat lawannya tersudut. Waah.. Lihat itu!"
"Nona Ya Bing..!"
Ketiga pelayan itu nampak kelabakan. Nona mereka tidak mau mendengar, ini adalah masalah yang serius. Mereka bisa saja dihukum cambuk sampai mati jika tidak segera menurunkan Nona Kecil mereka dari atas tembok.
"Cari tangga, cepat cari tangga..!"
Salah satu pelayan meminta pada kedua rekannya untuk mencari tangga. Dia sendiri akan berusaha membujuk Nona Kecilnya supaya mau turun.
TRAANG!
Di sisi lain, pedang Dersana yang dipakai Xiao Shuxiang mulai retak saat berbenturan keras dengan pedang milik Lou Ming. Bisa dibilang, kedua senjata mereka sama-sama mengalami kerusakan.
Tidak hanya itu, tetapi tubuh Lou Ming dan Xiao Shuxiang juga demikian, yakni mendapat sayatan di berbagai tempat.
"Hah hah.. Kau hebat. Tapi ingat saja ini, kau sudah mengundang kehancuran Sekte Pagoda Langit karena berani membunuh saudara-saudaraku..!"
Lou Ming memaksakan dirinya menyerang. Dia juga adalah pendekar yang menguasai Tenaga Dalam Udara, namun kecepatannya melebihi rekan-rekannya yang lain.
TRAANG!
Bukan hanya itu, tetapi Lou Ming juga pandai menggunakan trik. Dia membuat setiap serangannya menghasilkan debu tebal hingga menghalangi pandangan lawannya.
!!
Xiao Shuxiang melompat mundur dan kemudian melesatkan pedang di tangannya ke arah Lou Ming. Dia lalu mengangkat tongkat bambu milik Bocah Pengemis Gila dan menendang tubuh Dersana yang entah sejak kapan berhenti berteriak pilu.
Lou Ming tidak terima mayat temannya di perlakukan seperti itu, dengan sekuat tenaga dia kembali menyerang Xiao Shuxiang.
TRAANG!
Tongkat bambu yang dipegang Wali Pelindung Ling Qing Zhu tersebut terasa sedikit lengket karena terkena darah milik Dersana. Namun sepertinya Xiao Shuxiang sama sekali tidak kesulitan.
TRAANG!
Tidak ada yang bisa mengalihkan pandangan dari arena pertarungan, termasuk Ling Chu Zhen, Grand Elder Sekte Pagoda Langit.
"Ada yang salah dengan anak muda itu.."
?
Ling Lang Tian mendengar gumaman pelan ayahnya. Dia selama ini juga memperhatikan pertarungan Xiao Shuxiang, dan memang dirinya merasakan hal yang sama.
Sejenak keduanya berpikir sampai akhirnya mereka tersentak karena telah menyadari apa yang sebenarnya terjadi. Xiao Shuxiang telah terlepas dari segel berlapis yang diberikan Ling Lang Tian.
"Ini.. Tidak mungkin. Apa kau melonggarkan segelnya?"
"Tidak Ayah. Segel itu tidak bisa dilepaskan dengan mudah. Seseorang yang memaksakan diri melepaskannya bisa kehilangan nyawa,"
Ling Chu Zhen terus mengarahkan pandangannya pada Xiao Shuxiang. Sejak putrinya dibawa kembali oleh Lan Guan Zhi dan teman-temannya.. Dia menaruh perhatian lebih pada kultivator dari Sekte Pedang Langit itu.
Setiap kali Lan Guan Zhi bertarung sebagai Wakil Wali Pelindung, dirinya akan diperlakukan lebih keras dari lawan. Bisa dibilang, dia diberi segel berlapis untuk membuatnya kesulitan dalam bertarung.
Semua itu dilakukan sebagai bentuk dari pelatihan. Begitu pula dengan yang terjadi pada Xiao Shuxiang hari ini. Segel berlapis yang diberikan Ling Lang Tian membuatnya tidak diuntungkan dan dia akan sulit seimbang dengan lawan.
Trang!
Bukan karena Xiao Shuxiang dibenci oleh Ling Chu Zhen maupun anggota keluarga 'Ling' yang lain, namun semua ini diperlukan agar dirinya bisa lebih kuat lagi dan tentunya agar Xiao Shuxiang bisa mempertahankan nyawa tanpa memakai Qi.
".. Tapi bagaimana pemuda itu bisa melepaskan diri dari segel yang kau berikan?"
Ling Chu Zhen di satu sisi tidak percaya dan di sisi lain dirinya merasa kagum. Untuk pertama kalinya ada seseorang yang mampu melepaskan segel milik sektenya. Ini jelas merupakan sesuatu yang langka.
TRAANG!
Bukan hanya Ling Chu Zhen yang menyadarinya, tetapi Bocah Pengemis Gila juga demikian. Dia sudah lama memperhatikan ini dan memang Xiao Shuxiang seperti bukan manusia biasa.
"Beberapa kali bocah itu nyaris mati. Dan harusnya dia tidak mampu lagi bergerak, tetapi melihatnya kembali bertarung seperti ini membuatku sadar satu hal. Bocah itu.. Dia seakan memiliki tubuh immortal,"
Bocah Pengemis Gila tidak lagi mengkhawatirkan tongkat bambunya. Dia lebih fokus menyaksikan bagaimana Xiao Shuxiang menyudutkan Lou Ming bahkan membuat panggung arena terbelah dua karena serangannya itu.
BLAAAR..!
Panggung arena seakan tidak ada gunanya. Ini memang wajar sebab pertarungan baru berhenti jika lawan menyerah atau tewas.
TRAANG!
Biar pun mereka bertarung di luar panggung arena.. Xiao Shuxiang dan Lou Ming tidak akan didiskualifikasi. Aturan itu baru berlaku jika Xiao Shuxiang memakai Qi saat bertarung, atau ketika dia dan lawan menggunakan racun.
TRAANG!
Meski berasal dari Aliran Hitam, namun Lou Ming sama sekali tidak ahli dalam penggunaan racun.
Kalau saja dia tahu, maka sudah sejak awal dirinya akan menggunakan racun untuk melawan Xiao Shuxiang. Dia tidak peduli akan didiskualifikasi yang penting pemuda ini tewas, sayangnya racun bukanlah keahliannya.
BAAAM!
Lou Ming menghantam pohon, dia sekuat tenaga berguling untuk menghindari serangan Xiao Shuxiang yang datang dari atas.
BLAAAR!
Pohon yang dihantam Lou Ming langsung terbelah dua dan seperti baru saja di sambar petir, ini bisa diperhatikan dari batang pohon itu yang mengeluarkan asap seperti habis terbakar.
"Setelah berani menantangku.. Apa kau pikir aku akan membiarkanmu hidup?"
Tidak ada ampunan bagi seseorang yang telah melukai gadis yang menjadi tanggung jawab Xiao Shuxiang. Dia tidak peduli dengan seberapa parah lukanya dan bagaimana pandangan orang lain terhadap dirinya.
Xiao Shuxiang memegang erat tongkat bambu milik Bocah Pengemis Gila. Detik berikutnya dia mengayunkan tongkat tersebut ke arah Lou Ming.
TRAANG!
Tongkatnya berhasil di tangkis, namun hanya bertahan selama beberapa detik sampai tongkat tersebut membelah tubuh Lou Ming menjadi dua bagian.
"Suara tulangmu terdengar begitu jelas. Biasanya aku akan tersenyum dan menikmati saat-saat seperti ini sambil memuji betapa indahnya teriakan pilu milikmu.. Tapi kali ini berbeda,"
Xiao Shuxiang bisa melihat organ dalam Lou Ming, dengan gerakan cepat dia menebas kembali tubuh pendekar tersebut hingga menjadi empat bagian.
Dirinya lalu menginjak gumpalan daging yang ternyata adalah hati Lou Ming, ".. Kucing Putih bukanlah hadiah kemenangan yang bisa kalian bagi berlima. Mendengar perkataanmu dan teman-temanmu itu yang merendahkan dirinya membuatku kesal,"
Xiao Shuxiang menatap wajah Lou Ming yang jelas terbelah dua. Ekspresi pendekar dari Partai Pedang Tengkorak tersebut nampak kesakitan, namun dirinya sama sekali tidak menaruh belas kasihan.
Xiao Shuxiang menusuk separuh wajah Lou Ming dengan tongkat bambu dan melemparkannya ke sembarang tempat. Tindakannya ini membuat Yi Wen yang berada di langkan tersenyum puas. Sudah seharusnya Saudara Xiao-nya bersikap seperti itu.
Di dalam Gelang Semesta Xiao Shuxiang.. Yīng xióng nampak bereaksi. Pedang itu mengeluarkan asap tipis kehitaman dan dengan cepat menebal.
Kejadian ini tidak dirasakan Xiao Shuxiang, tetapi yang merasakannya justru Bocah Pengemis Gila. Pemilik dari Tongkat Bambu tersebut nampak tersentak dan kemudian menatap serius ke arah Wali Pelindung Ling Qing Zhu.
Bocah Pengemis Gila menghembuskan napas pelan, pemuda berpakaian hitam itu ternyata memiliki hubungan dengan seseorang yang dia kenal.
".. Perasaan ini tidak salah lagi, dia juga murid Tua Bangka cebol itu,"
Bocah Pengemis Gila memain-mainkan poni rambut depannya, tatapan matanya tak sengaja bertemu pandang dengan Ling Chu Zhen.
?!
Bocah Pengemis Gila segera mengalihkan pandangannya ke arah lain, ekspresi wajahnya terlihat buruk karena baru saja dia ditatap oleh Grand Elder Sekte Pagoda Langit.
Untuk Ling Chu Zhen sendiri.. Dirinya terlihat mengerutkan kening sebelum akhirnya dia meminta Ling Lang Tian agar membawa pemuda yang dilihatnya itu ke hadapannya segera.
".. Dan panggil juga Tuan Muda Lan untuk menemuiku,"
Ling Lang Tian mengangguk pelan. Dia awalnya berpikir yang akan dipanggil untuk bertemu ayahnya adalah Xiao Shuxiang, tetapi ternyata bukan.
Tidak ada hal yang perlu ditanyakan, Ayahnya tahu apa yang akan dia lakukan dan cepat atau lambat.. Dirinya juga akan segera mengetahuinya.
***