
"Saudara Xiao, kau tidak mau tinggal lebih lama? Kau bahkan belum bertemu dengan Tetua," Jing Mi meminta Xiao Shuxiang untuk menginap. "Tinggallah setidaknya selama dua hari, Saudaraku. Kita bahkan belum melakukan banyak hal bersama,"
Hou Yong, "Itu benar. Tinggallah, Saudara Xiao."
Yi Wen mengangguk setuju, dia dan Hou Yong berusaha meminta agar Xiao Shuxiang tetap tinggal. Hanya saja, Xiao Shuxiang menolak.
"Aku tidak bisa, perjalanan kemari saja memakan waktu lima hari apalagi saat pulang nanti. Aku sudah terlalu lama meninggalkan Dai Chan, pengobatannya tidak boleh terhenti lebih lama lagi. Sampaikan saja salamku pada Kakek."
Jing Mi, Zong Ming dan teman-temannya seperti lupa alasan kepergian Xiao Shuxiang, mereka baru tersadar saat mendengar ucapan saudaranya barusan.
Segera Jing Mi dan teman-temannya memeluk Xiao Shuxiang secara bergantian sambil mengusap pelan punggung saudaranya.
"Jaga dirimu baik-baik, Saudaraku.."
"Aku pasti akan merindukanmu dan juga masakanmu, Saudara Xiao.."
Xiao Shuxiang tidak tahu harus berekspresi seperti apa terhadap kelakuan teman-temannya. "Aku ini tidak pergi lama, paling hanya dua tahun saja. Kenapa kalian harus seperti ini..? Dasar bocah.. Berhentilah memelukku, oke?"
Yi Wen. "Saudara Xiao, dua tahun bukan waktu yang singkat. Berjanjilah kau harus pulang setelah Dai Chan sembuh.."
"Baiklah, baiklah. Kau juga jaga dirimu, Yi Wen. Dan jika ada murid sekte yang nakal, beri mereka hukuman terindah. Kau tahu maksudku, bukan?"
Yi Wen melepaskan pelukannya dan menatap Xiao Shuxiang yang tersenyum tipis ke arahnya. Dia pun mulai membalas senyuman itu.
Dari yang awalnya tersenyum lembut menjadi sebuah seringai menakutkan hingga membuat teman-temannya yang lain tersentak.
"Hehe, aku banyak belajar darimu.. Saudara Xiao.." Yi Wen mulai cekikikan.
"Kau nakal, tapi itu hebat.. Tingkatkan, Saudara Wen.."
Xiao Shuxiang dan Yi Wen mulai saling tertawa, keduanya membuat teman mereka menggelengkan kepala pelan.
Setelah puas tertawa licik bersama Yi Wen, Xiao Shuxiang kembali dipeluk oleh Hou Yong dan Zong Ming. Keduanya juga berpesan agar dirinya menjaga diri baik-baik.
"Ro Wei, kemarilah." Xiao Shuxiang memanggil Ro Wei, dia memberikan satu Cincin Spasial di jarinya sambil mengatakan bahwa didalamnya terdapat modal untuk perkembangan Sekte Kupu-Kupu.
"Kau yang kutugaskan mengurus keuangan sekte membantu kakek. Gunakan Spirit Stone di dalamnya dengan baik, dan ingat..! Ini adalah modal, jadi harus dikembalikan dalam jumlah yang sama. Kau mengerti?" Xiao Shuxiang berkata dia tahu berapa jumlah Spirit Stone di dalamnya, dan dirinya mau melihat hasil perubahan Sekte Kupu-Kupu selama dua tahun kedepan.
"Sa-Saudara Xiao.. Tapi aku sudah pernah.." Ro Wei ingin berkata dia sudah pernah mencoba mengkhianati Xiao Shuxiang, dia tidak seharusnya diberi tanggung jawab sebesar ini.
"Itu adalah masa lalu, Ro Wei. Aku memilihmu karena tugas tersebut cocok untukmu, kau akan dibantu oleh Ying Liu. Dan sebaiknya kau jangan berpikir akan melakukannya lagi, beritahu saudara-saudaramu jika kau punya masalah. Jangan pernah menyimpannya sendiri.."
Ro Wei memegang kuat Cincin Spasial pemberian Xiao Shuxiang, dia mengangguk mantap dan berkata bahwa dirinya berjanji tidak akan mengkhianati saudaranya lagi.
Xiao Shuxiang lalu menatap Xiao Lu, dia secara ketus berkata, "Dan untukmu Gadis Cerewet. Kau jangan lagi mengacak-ngacak kamarku dan kembalikan semua pakaian yang telah kau buang."
"Kau ini tidak pernah baik padaku, yaa.." Xiao Lu memeluk erat Xiao Shuxiang, dia benar-benar gemas pada adiknya.
Xiao Shuxiang berusaha memberontak, dirinya baru bisa bernapas saat Xiao Lu melepaskan pelukannya.
Xiao Shuxiang berpesan agar Xiao Lu sebaiknya fokus meningkatkan praktiknya dan tidak membuat masalah yang tidak perlu apalagi sampai menghabiskan uangnya dengan membeli barang tak berguna.
"Aku mengerti, kau seperti orang tua saja.." Xiao Lu mencubit pelan pipi Xiao Shuxiang dan dengan lembut mengatakan agar adiknya tidak boleh sampai terluka.
Dai Chen menghampiri Xiao Shuxiang dan berterima kasih karena sudah mau menyembuhkan adiknya, "Aku pasti akan menjaga Sektemu dengan baik.."
"Hm, kupercayakan padamu, Dai Chen. Jangan khawatir tentang adikmu, aku sendiri yang akan membawanya kemari saat dirinya sembuh nanti.." Xiao Shuxiang menepuk lengan Dai Chen, dia lalu memanggil Feng Ying dan mengatakan beberapa hal padanya.
".. Di dalam Cincin Spasial yang kuberikan pada Ro Wei ada tiga guci besar untuk Patriarch Ketiga dan makanan untuk Lan Xiao, tugasmu adalah mengantarnya.."
"Akan kulakukan, Saudara Xiao."
Setelah berpamitan dengan teman-temannya, Xiao Shuxiang melangkah pergi bersamaan dengan cahaya matahari yang perlahan mulai naik.
Dia jadi bertanya-tanya tentang waktu tidur manusia biasa, sebab selama seharian penuh.. Pasar besar ini masih saja ramai.
Xiao Shuxiang mendadak ingat dengan perkataan Hu Li yang sedang mencari penempa Pedang Bintang Malamnya. Tidak salah lagi, Duan De adalah orang yang dicari Hu Li dan Siu Yixin.
"Sebaiknya kutemui Kakek Janggut Panjang terlebih dahulu," Xiao Shuxiang segera melangkahkan kakinya ke lorong sempit, tempat menuju kediaman Duan De.
"Tokonya masih ada," Xiao Shuxiang sempat berpikir bahwa Toko Keluarga Bahagia milik Duan De telah rata dengan tanah, tetapi untungnya itu tidaklah terjadi.
"Kakek..?! Kakek Janggut Panjang..?!" Xiao Shuxiang memanggil Duan De dengan suara yang cukup keras, sebuah seruan terdengar dan seakan membentaknya.
"Hei, Bocah! Ini masih pagi dan kau sudah berteriak seperti orang yang tidak waras.. Ada apa, hah?!"
"Kakek Janggut Panjang..!" Xiao Shuxiang segera melompati meja kayu besar dan kemudian menapakkan kakinya di depan Duan De.
Kakek berjanggut panjang ini tubuhnya masih tetap sama, tidak bertambah tinggi ataupun besar. Sepertinya.. Pertumbuhannya benar-benar terhenti.
"Kakek, apa ada seorang.. Ah, tidak! Maksudku, apa ada dua orang laki-laki yang datang kemari? Salah satunya berpakaian mencolok dan gaya bicaranya aneh, apa ada?!" Xiao Shuxiang menggoyang-goyangkan pundak Duan De setelah dirinya berjongkok, tangannya langsung dipukul kasar oleh Kakek Janggut Panjang tersebut.
"Bocah Nakal! Kau bisa mematahkan tulang-tulangku jika melakukan itu, dan tidak ada orang yang kau sebutkan tadi datang kemari..!"
"Oh, berarti mereka belum tahu tempat ini. Baguslah, sekarang dengarkan aku, Kakek. Ada kultivator bernama Siu Yixin dan Hu Li yang berniat mencarimu untuk membuatkan Tetua mereka Pedang Bintang Malam, kemungkinan besar mereka akan menculikmu. Jadi, sebaiknya kau pergi dan bersembunyi di Sekte Pedang Langit atau ke tempat lain. Mengerti?"
Duan De mengusap-usap pelan janggutnya, dia memperhatikan wajah Xiao Shuxiang yang begitu serius meminta dirinya untuk pergi dari kediamannya sekarang.
Duan De dengan tenang mengatakan bahwa siapapun yang datang selama membawa bahan pembuat Pedang Bintang Malam tersebut, maka dia akan menempanya. Tidak peduli aliran mana pelanggannya tersebut berasal.
"Tapi mereka adalah anggota Scarlet Bayangan, Kakek Tua..!" Xiao Shuxiang menjelaskan pada Duan De tentang Scarlet Bayangan, dia tidak ingin ada masalah merepotkan kedepannya jika sampai Duan De ditemukan oleh Siu Yixin.
"Kau jangan khawatir, aku tidak akan mati walau mereka menculikku. Kakek Tua ini bukan anak kecil lagi.."
Xiao Shuxiang berdecak kesal, dia sudah begitu heboh memberitahu Duan De tetapi Kakek Janggut Panjang tersebut malah memasang wajah tenang seakan apa yang disampaikannya bukanlah masalah penting.
Duan De menepuk pelan pundak Xiao Shuxiang dan berkata bahwa meski dirinya diculik, dia akan tetap diperlakukan baik. ".. Mereka butuh kemampuanku, jadi kau tidak usah khawatir."
"Haiih.. Aku bukannya mengkhawatirkan keselamatanmu, Kakek. Mau kau disiksa, dipotong, direbus, atau apapun aku tidak peduli. Yang kumaksudkan adalah kau jangan buatkan mereka Pusaka itu. Benua Timur bisa berada dalam bahaya dan aku tidak mau. Hanya Xiao Shuxiang yang boleh menghancurkan Benua ini, bukan orang lain."
Pletak!
Duan De menjitak kepala Xiao Shuxiang dan memarahi dirinya tanpa henti. Baru setelah dia lelah bicara, Duan De langsung meminta Arak Anak Linglung Pada Xiao Shuxiang.
Namun, Xiao Shuxiang berkata bahwa dirinya tidak punya lagi Arak Anak Linglung. Dia meminta Duan De untuk membelinya di Asosiasi Bangau Merak.
"Aku sudah pernah pergi ke salah satu cabangnya, tetapi mereka tidak menjualnya. Sebenarnya kau ini mendapatkan arak itu di mana, hm?"
"Kakek Tua, apa kau tidak ikut pelelangan kemarin? Asosiasi menjual banyak Arak Anak Linglung, jika kau tidak pergi ke sana sekarang.. Kau akan kehabisan."
!
Duan De tersentak, dia segera pergi begitu terburu-buru tanpa mempedulikan Xiao Shuxiang yang tersentak atas tindakannya.
Xiao Shuxiang berusaha memanggil Duan De kembali, masih ada beberapa hal yang harus dia katakan terkait dengan Siu Yixin dan Hu Li. Sayangnya, Duan De sudah melangkah terlalu jauh.
"Haaah.. Dasar Kakek Tua. Jika kau ditangkap oleh Siu Yixin, jangan harap aku akan menolongmu..! Ini aneh, kenapa juga aku harus repot mengkhawatirkannya.." Xiao Shuxiang menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia kemudian berjalan keluar dan menaiki pedang terbangnya menuju ke Sekte Akar Teratai.
Setelah lima hari perjalanan, Xiao Shuxiang akhirnya sampai. Dia pertama-tama membersihkan tubuhnya sebelum pergi ke kamar Dai Chan.
Gadis tersebut ternyata sedang tertidur nyenyak. Xiao Shuxiang berpikir akan memeriksa Dai Chan saat gadis tersebut bangun.
"Sebaiknya aku juga beristirahat, mengumpulkan tenaga agar besok bisa mulai bekerja." Xiao Shuxiang merenggangkan tangannya, dia memilih untuk tidur di dahan Pohon Teratai Giok atau yang disebut Pohon Teratai Iblis.
Apa yang pernah dikatakan Xiao Shuxiang pada Duan De benar terjadi. Setelah tiga hari Xiao Shuxiang pergi, Duan De yang sedang menikmati Arak Anak Linglung kedatangan tamu.
Dua orang pria dengan salah satunya berpakaian merah mencolok, memakai banyak perhiasan dan salah satu bulu matanya berwarna merah. Pria yang belum pernah Duan De temui sebelumnya dan itu membuatnya tersedak arak.
"♩♬ Apakah ini tempat Duan De, Sang Penempa, yo?♩♪" Siu Yixin bertanya pada Hu Li, dan dijawab anggukan oleh anak tersebut.
Saat keduanya menghampiri Duan De. Seperti biasa, Kakek Janggut Panjang akan menyapa pelanggannya dengan ramah.
Duan De hanya bicara pada Hu Li saja, sebab Siu Yixin tidak mengerti ucapan Duan De ketika kakek tua tersebut tidak menggunakan nada saat bicara.
"Jadi, kalian ingin aku ikut dengan kalian?"
"I-iya, Kek. Kumohon jangan melawan, kami tidak ingin berbuat kasar.." suara Hu Li begitu sopan, dia seperti anak polos yang baru saja belajar menjadi penjahat.
"Yah, karena kalian bersikap baik.. Maka aku akan pergi. Tunggu sebentar, kuambil peralatanku dulu." Duan De menyadari dirinya tidak akan lolos kalau mencoba lari, kemungkinan kedua orang tersebut akan membunuhnya dan mencari penempa lain.
Duan De tahu dirinyalah yang menempa Pedang Bintang Malam, tetapi bukan berarti tidak ada penempa lain yang sanggup melakukannya.
Dunia ini terlalu luas, ada banyak orang yang jauh lebih hebat dan kuat. Mungkin sulit menemukan orang seperti dirinya di Kekaisaran Matahari Tengah, tapi bukan mustahil.
Setelah mengambil peralatannya, Duan De mulai mengikuti Siu Yixin dan Hu Li. Dirinya tidak lupa meminta keduanya untuk membelikannya makanan serta Arak Anak Linglung sebagai bekal perjalanan.
Hu Li memberitahu keinginan Duan De pada Siu Yixin dengan cara bicara seperti menyanyi, dia menjelaskan bahwa Duan De hanyalah manusia biasa dan tidak mungkin bisa menahan lapar seperti mereka.
"♬♪Kalau begitu, ayo belikan dia banyak makanan supaya dapat tumbuh tinggi Yo!♪♩"
Ketiganya kembali melanjutkan perjalanan setelah membeli bekal. Duan De tidak meninggalkan pesan atau apapun yang menjelaskan dirinya diculik.
Hanya saja, seorang pria berjubah dan bertudung yang selama ini dekat dengannya menyaksikan itu semua dari kejauhan.
***