XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
404 - Pergolakan


Lumière terkejut mendapat serangan dari Xiao Shuxiang, namun dia tidak bergerak sedikit pun dari tempatnya berdiri. Dia menutupi tubuhnya dengan sayap indah miliknya.


Saat serangan itu bersentuhan dengan helaian bulu halus pada sayap Lumière, serangan tersebut langsung berubah menjadi hembusan angin malam.


Tidak ada rasa terkejut yang nampak pada wajah Xiao Shuxiang, malahan dia terlihat seakan sudah biasa dengan kemampuan lawannya yang mengagumkan.


"Dia sangat kuat.." Xiao Shuxiang terkesan, ".. Ini mungkin akan menjadi pertarungan yang paling berat untukku,"


Sayap Lumière kembali mengembang, dia menatap pemuda di hadapannya dengan ekspresi wajah yang memperlihatkan kesedihan.


!!


Kesedihan itu berbeda dari yang tadi. Saat ini, tatapan mata Lumière seperti mengandung kekecewaan. Andai seluruh makhluk di dunia melihatnya, mereka pasti akan sangat mengutuk orang yang telah membuat Lumière bersedih.


Xiao Shuxiang jelas terkejut, namun bukan karena melihat kekecewaan yang nampak di wajah Lumière, melainkan karena hatinya yang sama sekali tidak merasakan apa-apa.


"Aku orang yang buruk. Di saat seperti ini aku malah lebih mengkhawatirkan Lan Zhi dan lainnya. Entah bagaimana keadaan mereka sekarang,"


Xiao Shuxiang baru merasakan sesak di dadanya kala memikirkan tentang keselamatan teman-temannya. Jika Lumière saja ada di Dunia Manusia, maka kemungkinan besar ada makhluk lain dari dunia terkutuk itu yang datang kemari.


!!


Xiao Shuxiang menepis kecurigaannya. Dia tahu benar bahwa sulit bagi makhluk dari Dunia The Fallen Angel datang kemari. Andai mereka bisa, maka sudah lama dunia ini diselimuti kegelapan.


Lumière yang saat ini ada di hadapannya, hanyalah bagian terkecil dari jiwa Lumière yang sebenarnya.


Xiao Shuxiang berpikir bahwa tidak mungkin sosok makhluk bersayap ini akan tetap diam dan menunggu dirinya hingga berusia 39 Tahun, jika Lumière sendiri bisa mengambil alih Dunia Manusia.


Dan lagi, ada Qian Kun yang notabenenya juga berasal dari Dunia The Fallen Angel. Satu dari mereka sudah dapat membuat kerusakan yang mengerikan, apalagi jika keduanya menggabungkan kekuatan. Dunia Manusia pasti tidak akan ada lagi.


Xiao Shuxiang yang saat ini sedang lemah dan kekuatannya yang tersegel akibat Rantai Pengekang Jiwa, jelas tidak akan mungkin menang melawan keduanya sekaligus. Bahkan bila dirinya bekerja sama dengan seluruh kultivator dan pendekar terkuat di empat benua.


Xiao Shuxiang juga belum tahu seperti apa kekuatan Qian Kun. Tetapi mengingat orang itu yang membentuk Scarlet Bayangan dan mampu memberi kekuatan pada sepuluh pilar serta memperalat Wyvern, maka Qian Kun pastilah mempunyai kemampuan yang istimewa.


Ini hanya pendapat Xiao Shuxiang, tetapi orang itu kemungkinan memiliki kemampuan menyerap kekuatan lawan dan memberikannya pada siapa pun yang Qian Kun inginkan.


Hanya saja, Qian Kun tidak bisa menyerap kekuatannya karena dihalangi dengan Segel Rantai Pengekang Jiwa. Itulah sebabnya Qian Kun berusaha keras membuatnya semakin kuat hingga segel itu terlepas.


Makhluk dari Dunia The Fallen Angel tidak hanya menginginkan Dunia Manusia, tetapi juga bermaksud menguasai Dunia Demon dan Dunia Elf. Namun untuk dapat ke tempat itu, mereka membutuhkan kekuatan dan ingatannya.


Ada dua cara yang bisa mereka lakukan. Pertama adalah menunggu sampai di kehidupan ini dia berusia 39 Tahun, usia di mana dirinya akan membuat kekacauan besar karena tidak mampu lagi mengendalikan penyakit lamanya.


Kedua adalah berupaya untuk membuatnya bisa lepas dari Segel Rantai Pengekang Jiwa dan kemudian menyerap kekuatan serta seluruh ingatannya.


Mana pun yang akan mereka lakukan, tetap saja berakhir kematian untuk Xiao Shuxiang.


Koki Alkemis itu mengembuskan napas pelan, dia harus memuji otaknya yang jenius dan paling luar biasa sebab dapat memikirkan hal sejauh itu secepat ini.


"Shuxiang.."


Lumière hanya tetap berdiri dan memandangi Xiao Shuxiang. Dia tidak mencoba melawan pemuda di depannya karena masih ingin bicara.


"Aku tahu kekesalanmu.. Kau marah padaku dan kami semua. Tapi.."


"Aku sama sekali tidak marah," Xiao Shuxiang memotong ucapan Lumière, "Kalian tidak mendesakku melakukannya, aku sendirilah yang menawarkan diri sejak awal. Hanya saja, seperti yang kau ketahui. Hidup membaur dengan mereka membuatku sadar.. Aku memiliki keluarga di tempat ini,"


!


Lumière menggelengkan kepalanya pelan, dia memberi tatapan tidak percaya pada pemuda di hadapannya.


"Shuxiang, manusia yang kau anggap keluarga.. Tidak akan menerima kehadiranmu. Mereka bahkan lebih buruk daripada kaummu, apa kau tidak melihat itu?"


Lumière mengingatkan Xiao Shuxiang bahwa manusia adalah makhluk yang paling kejam, bahkan pada jenisnya sendiri. Mustahil para manusia itu akan menerima Xiao Shuxiang dengan baik.


"Saat ini, kau diterima karena mereka tidak tahu siapa dirimu yang sebenarnya. Kehidupan yang kau jalani sekarang, tidak lebih dari kebohongan. Senyuman yang kau lihat dari wajah mereka, suatu hari akan digantikan dengan ucapan penuh kutukan. Apa kau tidak memikirkannya?"


Lumière menyatukan kedua tangannya dan meletakkannya di atas dada, "Rasanya sangat menyakitkan. Di antara manusia saja, mereka saling tidak menerima satu sama lain. Jadi apa kau pikir, mereka akan menerimamu? Kau sudah melihatnya, bukan? Kau telah lama menjalani hidup di dunia ini. Apa kau masih belum menyadarinya?"


Xiao Shuxiang menutup matanya perlahan dan kemudian membukanya kembali. Sepuluh Cermin Pemindah miliknya menghilang dan warna matanya berubah seperti sedia kala.


Lumière berjalan mendekat, dia tidak takut akan ditusuk dengan pedang yang dipegang Xiao Shuxiang. Dirinya hanya ingin menyucikan kembali pikiran pemuda menawan ini yang telah banyak terpengaruh dengan kehidupan manusia.


"Shuxiang.." Lumière mengusap lembut pipi Xiao Shuxiang, dia mengatakan bahwa dunia ini terlalu indah untuk dihuni oleh bangsa manusia.


"Ingatlah dengan baik, bagaimana perlakuan mereka pada kaumnya sendiri dan pada makhluk lainnya. Apa menurutmu mereka pantas menempati dunia ini..?"


Xiao Shuxiang tidak ingin menjawabnya. Dia tahu dengan jelas maksud dari setiap ucapan Lumière. Dirinya perlahan menyentuh tangan dingin gadis yang mengusap lembut pipinya ini.


Dia menatap lekat wajah gadis yang begitu dekat dengannya. Xiao Shuxiang berusaha mencari kebohongan pada mata Lumière, namun yang dia temukan justru jernih dan dalamnya cahaya manik keemasan itu.


Xiao Shuxiang tidak pernah seperti ini sebelumnya. Pertama kalinya dia merasakan kegelisahan hingga membuat jantungnya berdebar cepat. Bila dipikirkan, ucapan Lumière tidak sepenuhnya salah--atau bisa dibilang yang dikatakan gadis ini adalah benar.


Manusia merupakan makhluk yang kejam. Mereka dapat memperlakukan sesamanya seperti layaknya sampah.


Yang menjadi penghalang tanpa ragu akan disingkirkan, sementara yang dapat mereka manfaatkan akan diperalat hingga keinginan mereka tercapai dan kemudian membuangnya saat tidak lagi dibutuhkan.


Lumière menggunakan kedua tangannya untuk mengenggam tangan Xiao Shuxiang. "Kau mendapat perlakuan yang baik dari teman-temanmu, dan ada kebaikan yang kau lihat dari mereka.."


Dia mengusapkan tangan pemuda itu ke pipinya yang dingin nan lembut, ".. Kau harus tahu Shuxiang, tidak ada kebaikan yang tidak menginginkan balasan.. Jadi apa kau pikir, manusia itu pantas hidup di dunia yang indah ini..?"


"…"


Xiao Shuxiang menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban, dia mengusap lembut pipi Lumière tanpa diketahui arti dari raut wajahnya saat ini.


Namun, jika melihat tindakannya barusan, Xiao Shuxiang seperti membenarkan segala ucapan Lumière. Kedekatannya pada gadis bersayap itu seakan membuatnya lupa dengan keadaan Lan Guan Zhi, Bocah Pengemis Gila, dan yang lainnya.


Teman-temannya saat ini sedang berada dalam kondisi yang menegangkan. Bocah Pengemis Gila terlihat bertarung dengan pemuda bertopeng rubah sambil tetap menahan serangan dari para Demonic Beast berwujud anak kecil itu.


!!


"Aku tidak mau lagi. Kapan ini akan berakhir?" Bocah Pengemis Gila merengek, dia mengusap air pada hidungnya. "Lan'Er Gege kelewatan.. Entah di mana dia sekarang.."


!?


Beberapa anak memandang geli ke arah Bocah Pengemis Gila. Tidak sedikit di antara mereka yang mengatainya sangat jorok. Padahal, Bocah Pengemis Gila hanya membersihkan air yang dikeluarkan hidungnya.


"Tidak perlu memandangiku seperti itu. Apa kalian tidak pernah melihat ingus sebelumnya? Ingin kuberi-"


"Menjijikkan! Kau tampan tapi jorok, sangat tidak layak untuk hidup." seorang anak menunjuk Bocah Pengemis Gila.


"Hei! Membersihkan lendir di hidung bukan berarti jorok, aku ini orang yang pembersih. Dan bagaimana kau bisa mengatakan aku tidak layak hidup? Apa semua pria yang hidungnya berair pantas mati, begitu?!"


Bocah Pengemis Gila mengusap-usap hidungnya, dia tidak terima dengan ucapan anak-anak menyebalkan ini. Apalagi pemuda bertopeng rubah itu hanya berdiri tanpa membelanya sama sekali.


Dia memang punya sifat yang seperti julukannya. Mana mungkin Qian Kun ingin membela lawannya, itu jelas mustahil..! Bocah Pengemis Gila terlalu banyak berharap.


Salah seorang anak menggelengkan kepala pelan, dia memperlihatkan kuku jari tangannya yang tajam dan lalu menatap Bocah Pengemis Gila.


"Kau benar-benar bodoh dan juga cengeng! Kau sudah dibuang oleh teman-temanmu, jadi mereka tidak akan pernah datang. Lebih baik kau mati agar aku bisa segera tidur."


Anak perempuan itu melesat ke arah Bocah Pengemis Gila sambil mengeluarkan suara geraman. Dia memberikan serangan yang kuat kala berada dekat dengan targetnya.


!!


Walau menangis dan berulang kali merengek, nyatanya Bocah Pengemis Gila tidak pernah lengah sama sekali. Dia mampu menghindari serangan anak tersebut dan memberi serangan balasan.


Tongkat bambunya yang hitam sudah sangat basah akibat darah dari pertarungan sengitnya tadi. Dia tanpa ragu menusukkan senjatanya pada perut lawan dan kemudian menggunakannya untuk menyayat perut tersebut.


"Apa kalian tidak pernah takut mati?!" ekspresi wajah Bocah Pengemis Gila nampak pucat, ".. Aku saja yang sebesar ini sangat takut. Mati itu menyakitkan asal kau tahu! Saat kau di kubur, ular dan kala akan mengigitmu. Sungguh!"


"Hmph. Kau tenang saja, tidak akan ada yang mengubur jasadmu. Aku akan mengantungnya dan membiarkan matahari mengeringkanmu."


"Nak, aku tidak membicarakan diriku. Aku membicarakan kau dan teman-temanmu! Tolong dengarkan aku.." Bocah Pengemis Gila menangis sambil menangkis serangan yang datang padanya.


Qian Kun kini tidak ikut bertarung, dia seakan mempersilahkan para anak-anak ini untuk menyerang pemuda bertongkat bambu itu sampai puas.


BAAAAM..!


Bocah Pengemis Gila terengah-engah, dia mengusap wajahnya dan berusaha mengatur napas. Serangan yang baru saja dirinya lesatkan terlalu besar, bahkan sampai dapat menebas sebelas orang anak secara sekaligus.


Di sisi lain, Lan Guan Zhi melayang di udara sambil menggendong Ling Qing Zhu. Dia diikuti oleh Hu Li yang juga menggendong Xiao Qing Yan. Mereka melesat ke arah Pagoda Tingkat Seratus.


Keempatnya seakan tidak mendengarkan suara pertarungan Bocah Pengemis Gila dengan para Demonic Beast. Satu-satunya yang ada di pikiran mereka adalah keselamatan Ling Ya Bing dan kondisi Xiao Shuxiang.


Beberapa waktu yang lalu, bahkan sampai sekarang--perasaan Lan Guan Zhi, Hu Li, dan Ling Qing Zhu sangat tidak nyaman. Mereka mengkhawatirkan Xiao Shuxiang dan Ling Ya Bing, rasa ini terlalu menyesakkan hingga membuat kesulitan bernapas.


?!


Suara debaman terdengar dan itu berasal dari lantai teratas pagoda. Lan Guan Zhi dan yang lainnya memang mendengar suara itu dengan samar, namun andai mereka berada di jarak sekitar 14 atau 15 meter, maka suara debaman tersebut akan terdengar amat dahsyat.


"Tuan Muda Lan, awas!" Hu Li berseru ketika melihat beberapa puing bangunan terjatuh dari atas dan nyaris mengenai Lan Guan Zhi serta Ling Qing Zhu andai dia tidak memberi peringatan sebelumnya.


Lan Guan Zhi berterima kasih kepada Hu Li dan tetap membawa Ling Qing Zhu bersamanya. Dia melayang dengan kecepatan tinggi sambil sesekali menghindari puing-puing bangunan.


"Nona Ling, maaf atas ketidak-nyamannya." Lan Guan Zhi menatap gadis yang digendongnya sejenak dan kembali fokus menghindari puing bangunan.


"Mn, lanjutkan saja."


Ling Qing Zhu malah lebih suka digendong, ini akan membuat dia menghemat energi hingga tidak perlu membuang tenaga untuk bisa sampai ke atap pagoda.


"Nona Ling, kau jangan tidur."


"Mn. Aku hanya memejamkan mata."


Angin malam seakan kalah dengan dinginnya nada suara Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu. Keduanya memang terlihat serasi, dalam artian kata sama-sama berwajah papan datar.


!!


Xiao Qing Yan terlihat memejamkan matanya. Dia masih berada di gendongan Hu Li saat pendengarannya menangkap suara debaman keras.


Semakin ke atas, suara itu kian menggelegar.


Pertarungan yang terjadi di atas sana tidak lain adalah karena perlawanan yang diberikan Ling Ya Bing terhadap serangan Meili Mao.


Tubuhnya sudah penuh luka saat ini, tetapi selagi kakinya masih dapat bergerak lincah--maka tidak ada kata menyerah. Ling Ya Bing akan terus berusaha mempertahankan nyawa sampai bantuan tiba.


"Kau selalu membanggakan kekuatanmu, tapi apa yang kulihat ini? Kau sangat lemah." suara Ling Ya Bing terdengar meledek, dia memang sudah lama terus memprovokasi Meili Mao.


"Kau akan mati jika sampai aku serius, Anak Kecil..!"


"Kau sendiri juga masih anak-anak. Dan kau tidak perlu terlalu baik dengan menahan kekuatanmu, kau bisa serius dalam melukaiku--itu pun jika kau dapat melakukannya."


Meili Mao merasa ditantang, dia mengepalkan erat kedua tangannya dan lalu menciptakan Cermin Pemindah berukuran kecil, namun amat sangat banyak.


!!


Ling Ya Bing menahan napas sejenak sebelum meludahkan darah segar. Dia merasa seperti telah kelewatan, musuhnya terlihat mulai serius.


"Kuakui kau hebat dalam menghindari seranganku. Tetapi kecepatanmu ini, belum ada apa-apanya." Meili Mao tersenyum lebar, mata kucingnya terlihat berkilat. Dia perlahan mengangkat kedua tangannya bersamaan dengan Cermin Pemindahnya yang bersinar putih redup.


Dalam sekali ayunan, Cermin Pemindah berukuran kecil dan amat banyak itu melesatkan serangan secara bersamaan ke arah Ling Ya Bing. Keponakan dari Ling Qing Zhu tersebut tidak akan mampu lagi menghindar.


!!


Ling Ya Bing masih pemula dalam menggunakan Qi sebagai perisai pelindung diri, namun dia masih berusaha memakai teknik itu.


Sayangnya Meili Mao meledeknya dengan berkata bahwa apa yang dia lakukan amat sangat menyedihkan.


BLAAAAR..!


Serangan yang dikeluarkan Cermin Pemindah Meili Mao menciptakan mata petir yang seakan muncul dari atap pagoda, ini bahkan membuat bangunan itu bergetar dan beberapa lantai seakan baru saja diberi pukulan keras dari dalam.


!!


Lan Guan Zhi menyadarinya dan semakin mempercepat lesatannya. Dia beruntung tidak terkena ledakan dari dinding pagoda yang ada di dekatnya.


Hu Li juga demikian, dia sebenarnya ingin mengagumi betapa kuatnya bangunan ini namun tidak untuk sekarang. Masih ada hal yang lebih penting daripada mengagumi sebuah pagoda.


!!


Di atap, Meili Mao baru saja akan tertawa dan mengasihani lawannya--namun dirinya terkejut saat tahu bahwa anak yang harusnya menjadi abu kini masih berdiri tegak, bahkan seluruh luka di tubuh anak itu pulih kembali.


Grrrrr..


Keterkejutan Meili Mao semakin menjadi kala seekor makhluk berdiri di belakang lawannya dan memberinya tatapan yang tajam. Terdapat pola layaknya gulungan ombak di bulu-bulu halus makhluk itu dan nampak bercahanya diterpa sinar redup bulan.


Grrrrr..


Semakin diperhatikan, Meili Mao yakin makhluk itu adalah Harimau--seekor Harimau Bulan. Ini membuktikan bahkan saudara-saudaranya yang ditugaskan mengatasi harimau ini telah tewas entah dalam kondisi apa.


Ling Ya Bing juga sebenarnya terkejut, namun dia tidak takut sama sekali. Punggungnya disentuh oleh ekor hewan di belakangnya dan rasanya nyaman nan hangat. Dia bahkan bisa merasakan seluruh lukanya tertutup dan kondisi tubuhnya semakin membaik.


Pii..!


Seekor rubah kecil seolah keluar dari kepala Harimau Bulan, itu tidak lain adalah O Zhan--adik dari Hu Li. Kehadirannya membuktikan bahwa harimau yang bersamanya adalah Lan Xiao.


Harimau Bulan itu sudah tubuh sangat besar dan perkasa. Pola ditubuhnya yang berwarna biru menyala semakin besar dari terakhir kali dilihat, Lan Xiao sudah menjadi Demonic Beast yang luar biasa mengagumkan.


Grrrr..


Dia menatap tajam ke arah Meili Mao dan seakan berkata bahwa ini akan menjadi akhir dari riwayat gadis tersebut. Mendapat tatapan mata yang seperti itu, bukannya takut--Meili Mao malah tersenyum lebar dan menjadi bersemangat.


Tatapan mata Meili Mao seakan memperlihatkan bahwa dirinya tengah diselimuti rasa lapar. Dia jelas melihat Sang Harimau Bulan sebagai makanan, dirinya tidak peduli lagi dengan Ling Ya Bing.


Meili Mao mulai membungkukkan tubuhnya. Ketika tangannya menyentuh lantai, dalam sekejap jari-jari tangannya mulai berubah bentuk. Begitu pula dengan punggung serta kakinya.


Tiga garis tipis terbentuk di pipi Meili Mao yang semakin lama terlihat jelas. Dalam tiga tarikan napas, seluruh tubuhnya berubah menjadi hewan berkaki empat dengan bulu yang berwarna hitam berpola lingkaran merah.


Grrr..


Lan Xiao sudah menyadari adanya bahaya, dia seketika melompat ke arah kucing besar itu sambil menggeram kuat. Dirinya sedang sangat panas saat ini, Lan Xiao tidak akan membiarkan lawannya hidup.


!!


Sebuah cermin besar muncul tepat di atas Meili Mao kala Harimau Bulan melompat ke arahnya. Lan Xiao tidak bisa menghindar dan masuk ke dalam cermin tersebut bersama O Zhan yang ada di atas kepalanya.


"Ha ha ha, binatang payah! Kau akan menjadi santapan malamku.." Meili Mao memperlihatkan senyuman lebar yang membuat gigi-gigi tajamnya terlihat. Dia mulai melompat masuk ke dalam Cermin Pemindahnya dan dengan disaksikan oleh Ling Ya Bing yang masih terkejut.


!!


Sebelum Cermin Pemindah itu menghilang, sebuah lesatan putih masuk ke dalam sana dan tidak bisa diikuti mata Ling Ya Bing. Keadaan di sekitarnya sejenak sunyi sebelum sebuah seruan terdengar dan memanggilnya.


"Nona Ya Bing..! Anda baik-baik saja?!"


Ling Ya Bing tersentak, dia melihat Hu Li menapakkan kaki di lantai dan mulai menurunkan Xiao Qing Yan. Dirinya berlari dan memeluk anak yang sedikit lebih tinggi darinya itu.


"Kakak..! Paman Xiang menghilang dan sekarang Lan Xiao. Ayo selamatkan mereka.." Ling Ya Bing menarik-narik tangan Xiao Qing Yan, wajahnya terlihat sangat cemas.


Dia menjelaskan bahwa Xiao Shuxiang terjatuh ke dalam cermin buatan Meili Mao dan Lan Xiao juga berakhir demikian. Dia khawatir sebab sejak tadi Xiao Shuxiang belum juga kembali dan perasaannya benar-benar tidak enak.


Xiao Qing Yan mengusap kepala Ling Ya Bing dan mencoba menenangkan anak tersebut, "Kau jangan khawatir, dia pasti akan kembali."


"Tuan Muda Xiao adalah pemuda yang kuat, Nona. Percaya padanya dan mari tunggu dia." Hu Li meminta Xiao Qing Yan untuk mengajak Ling Ya Bing beristirahat. Dilihat dari kondisi sekitar--tempat ini benar-benar kacau.


?!


Hu Li tersentak kala merasakan telapak tangannya menghangat tiba-tiba. Saat dia memeriksanya, sebuah pola api biru terbentuk dan perlahan berubah menjadi hitam.


Perasaan tidak enak Hu Li yang dia sembunyikan kini semakin menjadi. Api rubahnya mampu mendeteksi keadaan jiwa Tuan Muda Xiao-nya. Perubahan dari biru ke hitam adalah pertanda bahwa tuannya mengalami pergolakan batin saat ini.


!!


Hu Li benar-benar terkejut. Jika pola api di tangannya berubah menjadi sepekat malam, maka bisa dipastikan Tuan Muda Xiao-nya akan kembali seperti dahulu. Pergolakan batin yang dialami Tuannya berhubungan tentang apakah harus melindungi manusia atau tidak.


"Tuan Muda Xiao.."


***