
Dalam 20 hari terakhir, Xiao Shuxiang dan teman-temannya terus membantu warga Tanah Batu. Tempat yang bahkan rumput kesulitan untuk tumbuh kini telah banyak berubah.
Sudah ada hutan kecil buatan di tempat ini, ladang bercocok tanam, dan juga sebuah danau.
Awalnya, Xiao Shuxiang menggunakan tongkat Wu Yu untuk membuat lubang sedalam tujuh meter dengan ukuran seperti danau besar. Di tengah-tengahnya, Xiao Shuxiang kembali membuat lubang, kali ini lebih kecil.. Tetapi sangat dalam.
Ada sekitar 25 semburan air yang muncul saat Xiao Shuxiang menarik tongkat Wu Yu dari lubang buatannya, bahkan saking kecilnya lubang tersebut hingga dapat ditutup dengan satu jari.
Xiao Shuxiang menutupi lubang kecil dengan rumput kuningnya saat semburan air sudah tidak ada lagi.
!!
Perubahan besar terjadi, hanya dalam tiga tarikan napas, rumput kuning Xiao Shuxiang tumbuh subur dengan akar yang melesat cepat ke sumber air di dalam tanah, akar rumput kuning mengikuti jalur yang sebelumnya dibuat oleh Xiao Shuxiang menggunakan tongkat Wu Yu.
Air keluar dari daun-daun rumput kuning ini, mengisi lubang besar yang sekarang telah menjadi danau.
Kesembilan kultivator dan Jing Mi merasa senang, usaha mereka memperbaiki Tanah Batu tidak sia-sia. Ini juga merupakan pencapaian terbaik yang pernah mereka dapatkan. Hanya dalam waktu singkat, kondisi warga Tanah Batu terlihat lebih baik dibanding saat pertama kali mereka datang.
Kesembilan kultivator dari berbagai sekte ini bisa dibilang hanyalah murid biasa tanpa bakat menonjol. Namun di mata warga Tanah Batu, mereka adalah pahlawan dan pendekar yang paling hebat.
Xiao Shuxiang merasa sudah waktunya untuk pergi. Dia masih harus memulangkan pusaka yang di pinjamnya dari Wu Yu, dan juga dirinya perlu berlatih menggunakan Seruling Giok Putihnya.
Kesembilan kultivator juga merasakannya, mereka sudah terlalu lama tidak pulang. Entah bagaimana keadaan sekte mereka saat ini, apalagi sebelum datang kemari.. Mereka beberapa kali telah mendengar kabar tentang di serangnya sekte kecil oleh kultivator dari Scarlet Bayangan.
Bukan tindakan yang tepat jika tinggal di sini lebih lama. Meski kemampuan mereka tidak banyak membantu, namun melindungi rumah mereka tetaplah kewajiban.
Informasi tentang di serangnya beberapa sekte kecil tidak sampai di telinga Xiao Shuxiang dan Jing Mi. Qi Xuan sendiri mengetahui hal ini, namun dia tidak mengatakannya pada Xiao Shuxiang dan Jing Mi karena merasa kedua temannya sudah tahu.
Alasan Qi Xuan datang ke Tanah Batu pun sebenarnya bukan untuk menjarah makam kuno, melainkan berhubungan dengan Scarlet Bayangan.
Para kultivator itu telah banyak membuat resah di Kekaisaran Matahari Terbit, dirinya melakukan perjalanan sendiri untuk mencari markas Scarlet Bayangan dan menghentikan mereka dari berbuat kerusakan.
Sejauh ini, Qi Xuan belum tahu motif sebenarnya Scarlet Bayangan menyerang beberapa sekte di Kekaisaran Matahari Terbit. Awalnya, dia berpikir Scarlet Bayangan bekerjasama dengan kultivator Aliran Hitam, namun kelompok tersebut juga menjadikan beberapa sekte Aliran Hitam sebagai target serangan.
Informasi terakhir yang Qi Xuan dapatkan adalah salah satu anggota Scarlet Bayangan ada di Tanah Batu, tidak disangka dalam perjalanannya dia malah bertemu dengan Jing Mi.
Kesembilan kultivator ini berpamitan dengan warga Tanah Batu dan Xiao Shuxiang beserta teman-temannya. Mereka menaiki pedang terbang masing-masing dan melesat pergi dengan kecepatan sedang.
Kultivator yang tinggal sekarang hanyalah Xiao Shuxiang dan keempat temannya. Dirinya mengatakan akan langsung pulang setelah mengembalikan senjata yang dipinjamnya ini, dan meminta teman-temannya pulang lebih dulu.
"Saudara Xiao.."
Nie Shang sedikit ragu berucap, namun setelah menghembuskan napas pelan.. Dia mulai mengutarakan keinginannya pada Xiao Shuxiang dan teman-temannya yang lain.
Dia rupanya ingin tetap tinggal dan membantu warga Tanah Batu. Praktiknya memang rendah untuk melindungi tempat ini, namun Nie Shang masih bisa mengandalkan keahlian berbisnisnya agar Tanah Batu semakin berkembang.
"Bagaimana dengan kalian? Apa mau tetap di sini seperti Nie Shang?"
"Saudara Xiao, aku tidak bisa membiarkan Nie Shang sendirian membantu mereka. Dan lagi, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.."
Jing Mi mengatakan akan pulang saat dirinya yakin, hidup warga Tanah Batu benar-benar membaik.
Qi Xuan sendiri akan tinggal selama lima hari lagi, baru setelah itu dirinya pulang. Mendengarnya, membuat Xiao Shuxiang mengangguk, dia meminta agar teman-temannya menjaga diri dengan baik.
".. Hu Li, kau juga tetaplah di sini dan bantu mereka.."
Xiao Shuxiang tentu tidak mau tempat ini di serang setelah dirinya sudah bersusah payah membantu warga Tanah Batu.
Dia mengatakan pada Hu Li akan meninggalkan satu api biru kecilnya dan segel penanda pada salah satu tempat. Ini untuk menghemat perjalanan teman-temannya jika ingin pulang.
".. Kalau begitu aku-"
"Sebentar Saudara Xiao, aku belum mengembalikan pusakamu,"
?!
Xiao Shuxiang hampir lupa dengan Gelang Semestanya yang masih ada pada Qi Xuan. Dia lalu meminta temannya tersebut untuk mengulurkan tangan.
Xiao Shuxiang sepertinya belum terbiasa dengan Gelang Semestanya, untunglah temannya itu bukan kultivator yang serakah.
Dia lalu ingat dengan kantong penyimpanan Qi Xuan dan Jing Mi yang pernah diambilnya, Xiao Shuxiang mengembalikan kantong penyimpanan tersebut sebelum berjalan pergi.
Tongkat Wu Yu sebenarnya menarik perhatian siapa pun orang yang melihatnya. Mereka merasa senjata tersebut adalah salah satu dari Tiga Pusaka Langit, namun tidak ada yang mau bertanya pada Xiao Shuxiang.
Jing Mi sendiri hanya pernah membaca tulisan emas di tongkat tersebut, tetapi Xiao Shuxiang langsung menutup mulutnya dan meminta Jing Mi tidak bersuara keras.
Berada di tempat yang jauh dari pemukiman.. Xiao Shuxiang kembali menggunakan segel darahnya.
!!
Istana Wu Yu kini terlihat ramai dibanding sebelumnya, semua penjaga yang seekor Demonic Beast tersentak saat tiba-tiba saja seorang manusia muncul di tengah-tengah mereka.
Sambutan para penjaga Wu Yu membuat Xiao Shuxiang kewalahan. Dirinya tidak bertarung, melainkan para penjaga ini berebut memeluk dirinya.
Demonic Beast di istana milik Wu Yu kebanyakan adalah berwujud kera, mereka mempunyai penciuman yang sangat tajam. Tidak akan ada diantara mereka yang melupakan aroma tubuh Xiao Shuxiang.
Para penjaga istana Wu Yu menarik-narik tangan Xiao Shuxiang, mengajaknya mengunjungi berbagai tempat yang biasa mereka gunakan untuk bermain bersama manusia ini.
!!
Xiao Shuxiang terkejut saat melihat banyak pohon persik yang berbuah lebat, dia ingat hanya membawa satu benih pohon persik ke Dunia Demon saat kehidupan pertamanya, tidak disangka sudah begitu banyak.
".. Aku membawa benih itu karena rasa makanan di tempat ini sangat buruk termasuk buah-buahannya, dan sekarang.."
Xiao Shuxiang kagum dengan keahlian para pengikut Wu Yu, mereka ternyata sangat telaten dalam bekerja, termasuk yang berhubungan dengan merawat pohon.
Xiao Shuxiang terus diajak berkeliling, dirinya lalu menanyakan keberadaan pamannya yang ternyata masih ada di Gunung Kaisar Merah.
".. Aku harus mengembalikan tongkat paman, nanti kita bicara lagi.."
Xiao Shuxiang melesat begitu cepat. Tidak ada Demonic Beast yang berani mencari masalah dengan dirinya, mungkin karena mereka melihat Xiao Shuxiang membawa senjata pusaka Kaisar Gunung Hitam.
Perjalanan dari kediaman Wu Yu menuju kediaman Lui Me Tian biasanya memakan waktu lebih dari 14 hari, tetapi tongkat Wu Yu mampu membuat Xiao Shuxiang sampai hanya dalam waktu satu hari.
!!
"Bukankah dia manusia yang pernah mengacau di tempat ini sebelumnya..?!"
Salah seorang penjaga Lui Me Tian berseru, wajahnya nampak terkejut kala melihat Xiao Shuxiang menapakkan kakinya di tanah.
"Apa lagi yang diinginkan manusia itu..!"
"Cepat pergi dan beritahu Tetua..!"
!
Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya saat melihat para penjaga kediaman Lui Me Tian berlarian begitu heboh. Apa mungkin terjadi sesuatu pada Tetua mereka?
Tap
Tap
Di dalam istana sendiri, Wu Yu berusaha menenangkan Lui Me Tian yang terus terisak tanpa mengeluarkan air mata, jelas wanita siluman ini hanya mau mempermainkannya.
"Kau pikir aku bercanda?! Kau lihat ini..! Keponakan kesayanganmu itu berniat membunuhku..!"
Lui Me Tian memperlihatkan bekas cengkeraman tangan Xiao Shuxiang pada lehernya. Warnanya begitu biru dan sedikit terlihat merah, bekas itu sulit dihilangkan, dan karena hal tersebutlah yang membuat Lui Me Tian bisa bersikap seperti ini.
"Adik, kau jangan ambil hati perbuatannya. Xiang'Er tidak akan mungkin jahat padamu.."
"Huh, kau bahkan bisa memanggilnya begitu. Sedangkan aku?! Dia selalu memberiku tatapan menusuk saat kupanggil dengan namanya, padahal dia juga keponakanku..! Manusia itu sangat-"
!!
Lui Me Tian dan Wu Yu langsung menoleh ketika mendengar suara pintu ruangannya di ketuk. Seorang pengawal mengabarkan kedatangan manusia yang Lui Me Tian dan Wu Yu tahu siapa orangnya.
"Hmp, aku yakin dia datang kemari tidak untuk meminta maaf..!" Lui Me Tian menghentakkan kakinya kesal, meski terlihat marah.. Wajahnya masih saja cantik.
Pakaian Lui Me Tian semuanya berwarna merah, dia melilitkan sebuah kain untuk menutupi bekas di lehernya dan berjalan keluar diikuti oleh Wu Yu.
"Adik, aku sudah memberi pelajaran dengan Bocah Nakal itu. Kalau dia menyakitimu lagi, maka akan kucabut satu kakinya.."
"Kau pikir aku ini lemah?! Aku bisa melakukannya sendiri jika dia bukan Xiao Shuxiang..!"
Tap
Tap
Lui Me Tian bukannya takut dengan Xiao Shuxiang, namun dia tidak ingin melawan manusia tersebut. Alasan ini hanya dirinya sendiri yang mengerti.
?!
Xiao Shuxiang melihat Lui Me Tian dan Wu Yu keluar dari pintu utama, dirinya lalu menghampiri paman dan bibi angkatnya.
"Paman Wu, kukembalikan tongkatmu,"
Wu Yu menangkap senjata pusaka miliknya yang dilempar Xiao Shuxiang. Dia menatap pemuda ini yang memasang wajah biasa saja kala meminta maaf pada Lui Me Tian atas sikap kasar yang pernah dilakukannya.
"Apa kau pikir aku mau memaafkanmu?!"
Lui Me Tian malah semakin kesal, Xiao Shuxiang sama sekali tak terlihat bersalah. Dia lalu mengomeli manusia di depannya sekaligus memperlihatkan bekas cengkeraman yang ada di lehernya sebagai bukti.
".. Bekas ini tidak ada apa-apanya dibandingkan sakit hatiku..! Dan sekarang melihat caramu meminta maaf semakin membuatku sakit hati, anak tidak tahu diuntung..!"
"Bibi.. Kau jangan begitu pada keponakanmu sendiri. Sangat jarang Xiao Shuxiang ini mau meminta maaf, kau harusnya bangga padaku. Xiao Shuxiang sudah mulai sedikit berubah.."
Xiao Shuxiang sedikit tersentak saat Lui Me Tian mendengus dan segera berpaling seolah tidak suka melihat wajahnya. Dirinya menggaruk pipi dengan canggung sambil melirik ke arah Wu Yu, berharap agar pamannya bersedia membantu.
Lui Me Tian punya kebiasaan buruk melampiaskan semua kekesalannya pada Demonic Beast lain. Dia bahkan bisa membantai habis satu pemukiman di wilayah kekuasaannya saat keadaan hatinya seperti ini.
"Adik.." Wu Yu berusaha membujuk Lui Me Tian untuk tidak marah. Dia mengatakan pasti ada alasan kenapa Xiao Shuxiang bisa bersikap seperti itu.
"Aku tahu..! Tapi ini masalah harga diri, kau tidak akan mengerti,"
"Bibi, jika masalah harga diri, maka baiklah. Kau bisa mematahkan atau bahkan memotong tanganku sebagai permintaan maaf. Apa perlu aku yang melakukannya sendiri?"
Xiao Shuxiang mengulurkan kedua tangannya, dia meminta Lui Me Tian memilih salah satu untuk ditebas, kalaupun ingin kedua-duanya juga tidak masalah.
"Hmp, tidak ada untungnya bagiku memotong tanganmu.. Sudahlah. Apa kau hanya datang kemari untuk mengembalikan tongkat Wu Yu dan permintaan maaf padaku tadi hanyalah basa-basimu..?"
Lui Me Tian menyipitkan matanya, dia tahu betul sifat Xiao Shuxiang. Pemuda di depannya ini hanya selalu datang ke Dunia Demon saat butuh sesuatu. Datang dan pergi seperti badai, meninggalkan kesan yang tidak pernah baik.
"Aku memang datang untuk mengembalikan senjata Paman Wu, tapi permintaan maaf tadi bukanlah basa-basi, Bibi.. Aku benar-benar minta maaf..
Saat itu aku sangat panik dan ketakutan. Pertama kali aku merasa takut kehilangan seseorang.."
Xiao Shuxiang mengepalkan erat tangannya, suaranya lebih rendah saat mengatakan dirinya takut, namun dia tidak menafikan perasaannya.
".. Untuk menghentikan diriku sendiri, aku membutuhkannya.."
"Xiang'Er, kau sangat menyedihkan."
!!
Xiao Shuxiang terkejut mendengar ucapan Wu Yu, dia menatap tak percaya kearah pamannya. Apa baru saja dia diledek dengan kata 'menyedihkan'? Dia dengan segala keberuntungannya malah dianggap menyedihkan, apa tidak salah?!
".. Paman Wu, kau sepertinya salah mengambil kosakata. Awalnya, aku berpikir kehidupan keduaku menyedihkan. Tetapi sekarang.. Ini adalah kehidupan yang jauh lebih baik.."
Xiao Shuxiang menghirup napas dan menghembuskannya perlahan. Dia merasa bangga dengan kehidupan keduanya, sesuatu yang bahkan Wu Yu dan Lui Me Tian tidak akan mengerti.
Kata 'menyedihkan' yang dimaksud Wu Yu adalah kekuatan tak terkendali Xiao Shuxiang. Keponakan angkatnya tidak akan bisa berhenti saat melakukan pembunuhan dengan tangannya sendiri.
Dia juga sering melakukannya, namun pengendalian dirinya jauh lebih baik. Sensasi menusuk lawan tanpa bantuan senjata, perasaan saat darah lawan menyentuh kulit tangan, serta kehangatan organ dalam yang dicengkeram dan diremukkan adalah rasa yang tidak bisa digantikan.
Wu Yu sangat ingat ekspresi wajah Xiao Shuxiang saat mulai mengeluarkan satu persatu organ dalam seekor Demonic Beast pemilik wilayah Lembah Neraka dahulu, tatapan mata berkilat yang begitu haus darah.. Jauh melebihi dirinya sendiri.
".. Aku bahkan harus bekerjasama dengan Xi Fan untuk bisa menghentikan anak ini,"
Menurutnya, Xiao Shuxiang yang dulu terlalu gila. Beruntung sekarang keponakannya memiliki Dantian Berakar, yang mana dapat menyegel sebagian besar kekuatan dan menyulitkan Xiao Shuxiang meningkatkan praktik. Sungguh sebuah hukuman langit yang sangat pantas bagi manusia seperti pemuda ini.
"Kau sudah mengembalikan senjata Pamanmu dan meminta maaf padaku, apa sekarang kau akan pulang..? Hah! Sudah pasti begitu.. Pergilah! Kau tidak diinginkan di tempat ini..!"
Lui Me Tian menghentakkan keras kakinya, dia membuat Xiao Shuxiang dan Wu Yu saling berpandangan, untuk sesaat keduanya tidak sadar menahan napas.
"Bibi, aku memang ha-"
"Adik, Xiang'Er datang kemari untuk berkunjung. Dia sudah berjanji padaku akan tinggal tinggal di sini selama tiga hari, kau jangan mengusir keponakanmu.."
!!
"Paman, kapan aku pernah-" Xiao Shuxiang langsung terdiam saat mendapat tatapan tajam dari Wu Yu, dia menghembuskan napas pelan karena mau tidak mau dirinya harus tinggal di Dunia Demon selama tiga hari.
".. Aku masih harus berlatih menggunakan seruling dan malah terperangkap di tempat ini.."
Xiao Shuxiang baru ingin berekspresi cemberut saat sesuatu terlintas dibenaknya.
Dunia Demon adalah tempat dimana lima jenis petir berada, dia sudah pernah memakan mutiara roh yang di dalamnya terdapat petir untuk mengurangi akar pada Dantiannya, namun itu belum cukup. Xiao Shuxiang butuh petir yang lebih kuat.
".. Praktikku saat ini terlalu rendah mengumpulkan kelima jenis petir itu, tetapi aku bisa meminta bantuan Paman dan Bibi angkatku, mereka pasti tidak akan menolak.."
Xiao Shuxiang telah menemukan tujuan lainnya di tempat ini. Dia berencana akan mengatakan permintaannya saat Lui Me Tian sudah tidak marah lagi.
***