
Terdengar suara raungan pilu seorang wanita di wilayah lembah yang mencekam itu. Raungan tersebut kontras dengan suasana yang ada hingga membuat bulu kuduk siapa pun merinding.
Terlalu gelap kelihatannya, tetapi Xiao Shuxiang sama sekali tidak kesulitan jika melakukan sesuatu yang berhubungan dengan kata 'menguliti'.
Dia mungkin menyerah untuk menghapal apalagi menerapkan aturan Sekte Pedang Langit dan Sekte Pagoda Langit, tetapi jika disuruh melakukan teknik 'Lingchi'----bahkan hingga 5000 potongan pun dia bisa melakukannya, termasuk bila dalam suasana yang gelap.
Lawannya akan diperlakukan dengan sangat baik. 'Baik' dalam artian yang lain. Xiao Shuxiang selalu berhati-hati agar tidak membiarkan lawannya tewas sebelum sayatan yang terakhir.
Gerakannya pun halus dan benar-benar mampu membuat organ dalam nampak seperti terbungkus kulit setipis benang. Sungguh, di mata orang seperti Xiao Shuxiang----ini adalah karya seni yang indah dan layak dipertontonkan.
Sayang, karena terlalu larut dalam kegiatannya, Koki Alkemis itu sama sekali tidak menghiraukan bahwa saat ini ada kekacauan yang terjadi di berbagai tempat dan dia juga sedang ditunggu oleh teman baiknya.
Di sisi lain, Lan Guan Zhi baru setengah perjalanan ke tempatnya semula. Dia melesat dengan kecepatan sedang hingga telinganya masih dapat mendengar raungan tersebut.
Dadanya sesak setiap kali menarik napas, dia memikirkan tindakan yang tengah dilakukan oleh Xiao Shuxiang sekarang ini. Paling buruk, Koki Alkemis itu sedang menguliti hidup-hidup tubuh lawannya.
?!
Perhatian Lan Guan Zhi seketika teralihkan saat dia melihat garis petir putih yang nampak saling bertaut dan sebenarnya cukup jauh dari tempatnya berada.
Itu bukanlah petir biasa, tetapi merupakan dampak dari pertarungan dua pendekar yang berada dalam kondisi saling bersitegang.
BLAAAAR..!!
Di bawah langit Kekaisaran Matahari Terbit, tepatnya di bekas sebuah gunung berapi--Bocah Pengemis Gila sedang bertukar serangan dengan Yi Wen.
Tempat ini adalah saksi nyata betapa hebatnya pertarungan Xiao Shuxiang dengan makhluk yang mirip roh pedangnya. Gunung berapi itu pernah menyemburkan lahar panasnya, sebelum akhirnya terkena serangan hingga yang tersisa hanyalah lembah dengan bebatuan panas.
Pakaian Bocah Pengemis Gila sudah kacau balau, rambutnya berantakan, berdiri ke berbagai arah menantang gravitasi bumi. Wajahnya penuh dengan coretan hitam, terlihat seperti dia baru saja habis bergulingan di tumpukan arang.
"Kau keterlaluan! Gadis tidak waras! Kenapa kau selalu menyerang di bagian 'milikku'?!"
Bocah Pengemis Gila sudah tidak bisa menghitung berapa kali dia harus melindungi 'kebanggaannya'. Lawan yang dia hadapi selalu mengarahkan serangan ke sana jika dirinya lengah sedikit saja. Dia tidak habis pikir bagaimana cara Yi Wen mengayunkan pedang.
"Kau sendiri juga! Kau selalu mengarahkan seranganmu ke bokongku. Kau.. Mesum dan tidak tahu malu!"
"Kau yang mesum!"
"Tidak. Tapi kau!"
Yi Wen kembali melesat bersamaan dengan Bocah Pengemis Gila, senjata mereka saling berbenturan di udara dan menciptakan suara keras dengan sebuah angin kejut.
!!
Yi Wen terengah-engah, tongkat bambu milik Bocah Pengemis Gila sangat kuat dan sulit untuk ditebas. Belum lagi, identitasnya sebagai salah satu pilar bisa saja terungkap jika dia nekat menggunakan teknik pengendalian rohnya.
"Tidak seharusnya kau melakukan ini, Yi Wen. Kau mengkhianati teman-temanmu!" Bocah Pengemis Gila mencoba menyadarkan lawannya untuk tidak bertindak lebih jauh. "Pilar Dunia harusnya melindungi, bukan sebaliknya..!"
!?
Yi Wen terkejut saat Bocah Pengemis Gila membahas tentang 'Pilar Dunia'. Dia mendengus, "Karena kau sudah tahu siapa aku, itu berarti tidak ada lagi yang perlu disembunyikan."
Yi Wen, "Kau pun tidak seharusnya ada di tempat ini, Bocah Pengemis Gila. Kau melindungi tempat ini seolah-olah melindungi rumahmu. Apa kau tidak tahu bahwa dibandingkan kekacauan yang ada di Benua Timur.. Rumahmu yang ada di Benua Tengah itu dalam keadaan yang lebih buruk?"
!!
Bocah Pengemis Gila berkedip, dia tersentak saat mendapat serangan kejutan dari Yi Wen karena lengah sedikit. Dirinya pun harus kembali menghantam bebatuan keras.
!!
Tidak seperti Xiao Shuxiang, Bocah Pengemis Gila punya prinsip sendiri jika musuhnya adalah lawan jenis. Dia memang tidak suka perempuan, tetapi bukan berarti dirinya tega melukai mereka.
Walau terkenal dengan perilaku yang menyimpang, Bocah Pengemis Gila sebenarnya adalah pendekar yang kuat dan sangat baik untuk memberi lawan-lawannya pengampunan. Dia merupakan orang yang paling berat hati bila harus mengambil nyawa lawan.
!!
Bocah Pengemis Gila kembali menghindari serangan Yi Wen. Dia memikirkan ucapan gadis itu dan jujur saja, perasaannya sejak awal memang sudah tidak enak. Dia terus terbayang dengan kondisi tempat tinggalnya sekarang.
"Yi Wen, jangan biarkan aku bertindak terlalu jauh. Aku masih menahan diri karena kau adalah saudara seperguruan Jing Mi Gege, jangan membuatku kasar padamu."
Bocah Pengemis Gila menunjuk Yi Wen dengan memakai tongkat bambunya, dia kembali bersiap, namun kali ini tetap membujuk gadis itu untuk tidak bertarung lagi.
Sayang, bujukannya tidak diindahkan. Yi Wen kembali menyerang dengan niatan membunuh yang lebih kuat, gadis itu mendesaknya untuk menggunakan kekuatan yang lebih besar.
!!
Bocah Pengemis Gila tahu benar niatan Yi Wen. Jika dia bertarung dengan kekuatan yang penuh, maka tempat ini pasti tidak akan utuh lagi. Dia tidak mau masuk ke dalam jebakan gadis yang bertubuh bagus tersebut, dan juga tidak mau tertahan di sini. Benua Tengah tempat tinggalnya dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.
Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas dan memejamkan mata sejenak, dia pun melesat dan kali ini suasana di sekitarnya mendadak berubah.
Tidak seperti sebelumnya di mana dia lebih kepada menyamakan kekuatan dengan lawan, berada dalam posisi bertahan, dan kebanyakan bertarung tanpa siasat. Kali ini setiap langkah yang diambil Bocah Pengemis terukur dan dia terlihat seperti seorang pendekar sejati.
!!
Yi Wen menggunakan teknik pengendalian rohnya dan mampu mengendalikan alur pertarungan, namun tidak butuh waktu lama sampai dirinya mulai disudutkan.
Walau termasuk Pilar Dunia, Yi Wen masihlah terlalu muda untuk bisa mengalahkan seseorang seperti Bocah Pengemis Gila. Kekuatannya belum cukup, meski berlatih selama seribu tahun sekali pun.
!!
Bocah Pengemis Gila hanya menggunakan satu Teknik Tenaga Dalam. Dia bergerak seringan udara dan hanya butuh tiga gerakan serius, dirinya mampu berada di dalam jarak dekat yang benar-benar mengenai titik buta lawannya.
Dia tepat di belakang punggung Yi Wen dengan jari telunjuk yang terulur seakan melukis sesuatu di punggung gadis itu. Gerakan tangannya cepat dan barulah diketahui yang tadi itu adalah segel saat Yi Wen terkejut saking kagetnya.
!!
"Apa yang kau lakukan?!" Yi Wen membentak, dia masih bergerak tetapi tiba-tiba saja dirinya tidak bisa merasakan Qi, termasuk mengeluarkannya.
"Tidak ada waktu bermain denganmu, gadis kecil. Kau sudah cukup membuat masalah dan aku sudah mencapai batasku untuk membujukmu."
Bocah Pengemis Gila bicara serius, tatapan matanya berubah, dan dirinya seperti memiliki aura yang berwibawa. Dia nampak seperti orang lain, bukan sosok penakut dan selalu membuat Xiao Shuxiang kesal karena tingkahnya.
!!
Bebatuan di tempat ini sangat panas, dan sebelumnya Yi Wen tidak merasa demikian karena dia dapat mengatur suhu tubuhnya tetap terjaga dengan bantuan Qi. Hanya saja sekarang semuanya telah berubah drastis.
"Bocah Pengemis Gila, kau melakukan apa padaku?!" Yi Wen tidak tahu teknik terlarang apa yang diberikan padanya hingga bahkan memanggil roh kakeknya pun dia tidak bisa.
Karena tidak dapat merasakan Qi, suasana panas di sekelilingnya mulai terasa. Dia bahkan merasa sepatu dan kakinya meleleh karena bebatuan-bebatuan kecil yang panas ini.
Bocah Pengemis Gila menggambar garis melengkung dengan tongkat bambunya, dia membuat Yi Wen berada dalam sebuah lingkaran. Gadis cantik itu pun perlahan merasa tidak kepanasan lagi.
"Berani keluar dari lingkaran ini, kau akan jadi daging panggang. Tetaplah di sini dan renungkan kesalahanmu,"
!?
"Tunggu! Apa kau akan meninggalkanku? Aku tidak mau! Kau curang dan kau juga belum menjawab pertanyaanku?!" Yi Wen lebih baik mati mengenaskan daripada kemampuannya dalam merasakan Qi menghilang. Bukankah ini sama saja dengan dia menjadi manusia biasa?
"Bocah Pengemis Gila, tunggu! Kau tak harus melakukan ini. Ayo kita bicarakan baik-baik. Aku tidak mau seperti ini," Yi Wen berusaha membujuk pria itu, dia jelas tidak menyangka Bocah Pengemis Gila punya teknik mengerikan yang mampu membuatnya kelabakan.
"Kau diam saja di sini dan renungkan kesalahanmu. Aku masih harus pergi,"
!!
Bocah Pengemis Gila baru saja akan melangkah pergi. Namun saat mendengar ucapan Yi Wen barusan, dia pun mengurungkan niatnya dan menatap lekat wajah gadis itu.
"Justru karena kau seorang gadis, maka aku masih berbelas kasih. Ka-kau jangan melihatku begitu, aku tidak akan terpengaruh me-meski kau memasang tatapan mata seperti anak kucing,"
Bocah Pengemis Gila gugup sendiri dan langsung melesat pergi. Dia menggunakan Tenaga Dalam Udara dan meninggalkan Yi Wen sendirian. Gadis itu nampak memanyunkan bibirnya.
Sebenarnya, bukan hanya penampilan Bocah Pengemis Gila yang berantakan dan penuh luka, tetapi Yi Wen juga demikian. Gadis itu meludahkan darah saat pemuda dengan tongkat bambu itu pergi.
Yi Wen meniup kasar poni rambutnya, dia menyilangkan tangan dan menatap kesekitaran. Tempat ini sangat sunyi, mencekam, dan jujur saja cukup gelap. Kalau bukan karena beberapa bebatuan yang terbakar, dia mungkin tidak akan bisa melihat apa pun.
"Menyebalkan, bahkan pesonaku sebagai gadis cantik pun tidak bisa membujuk orang itu. Tapi kalau dipikir-pikir, aku sudah cukup membuang waktunya. Dia juga tidak dapat kembali ke Benua Tengah dengan cepat, Saudara Xiao mungkin saat ini sedang ditawan di suatu tempat,"
Yi Wen mengembuskan napas dan lalu memandang ke langit. Tugasnya sudah selesai dari sini. Dirinya sekarang hanya tinggal menunggu bagaimana kekacauan ini akan berakhir.
*
*
Lan Guan Zhi berdiri tenang di depan bangunan kuno tempat markas Qian Kun yang saat ini begitu kacau. Tangan kanannya berada di belakang pinggang, postur tubuhnya tegap, penuh wibawa dan bagai sebuah gunung yang kokoh.
Angin malam berusaha mencuri perhatiannya dengan memain-mainkan pita dahi, rambut, dan pakaian putih Lan Guan Zhi. Sayang itu belum cukup untuk membuat Lan Guan Zhi bergerak sedikit pun juga.
Hanya saja, suara kaki yang menapak di belakangnya membuat perhatian Lan Guan Zhi langsung teralihkan. Dia membalikkan badan dan seketika terkejut saat mendapat pelukan tanpa peringatan sama sekali.
"Lan Zhi, kau benar-benar penyelamatku!"
!!
Suara sosok yang memeluknya ini begitu jernih. Dia berkedip dan entah sadar atau tidak, kedua tangan Lan Guan Zhi sekarang berada di punggung sosok tersebut yang ternyata sangat dikenalnya.
Sebenarnya, tidak ada orang yang berani melakukan tindakan semacam ini pada seorang Lan Guan Zhi. Bahkan Patriarch Lan yang begitu menyayangi adiknya sendiri, juga tidak pernah melakukannya.
Seumur hidup, satu-satunya orang yang berani menyerangnya dengan sebuah pelukan termasuk menggerayanginya adalah Xiao Shuxiang, pemuda yang tidak pernah ada rasa malunya ini.
"Shuxiang, kau muncul dari mana?"
"Kenapa membahas itu? Tidak penting aku muncul dari mana, yang jelas aku senang karena bertemu denganmu. Benar-benar senang..!"
Xiao Shuxiang memeluk gemas Lan Guan Zhi sambil menepuk-nepuk punggung teman baiknya ini. Dia tidak akan tahu bagaimana riwayatnya bila pemuda ini terlambat datang sedikit saja. Dia tidak bisa membayangkan itu.
"Kenapa kau bisa menjadi tawanan?" Lan Guan Zhi bertanya, dia membuat teman baiknya melepaskan pelukannya dengan perlahan.
Xiao Shuxiang menatap Lan Guan Zhi dan lalu mengembuskan napas, "Ceritanya panjang, tapi intinya aku dikalahkan meski sejujurnya aku tidak ingin mengakuinya."
"Apa tetua dari Scarlet Darah?"
!?
"Tebakanmu tepat sekali, memang dia orangnya. Aku tidak tahu bagaimana jadinya jika saja kau tidak datang. Tapi kenapa kau bisa tahu kalau aku ditawan di sini?"
"Aku dituntun teman kecilmu,"
Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang baru tersadar bahwa harusnya di antara mereka juga ada sebuah Api Biru Kecil dengan inti petir ungu. Namun entah sejak kapan makhluk itu menghilang.
"Sepertinya dia sudah pergi, aku juga tidak merasakan kehadirannya.." Xiao Shuxiang mengedarkan pandangan dan hanya melihat suasana yang gelap. Dia pun menepuk lengan teman baiknya dan mengajaknya untuk bergegas.
Lan Guan Zhi mengangguk pelan, dia mengeluarkan sebuah pita merah yang dirinya temukan di dalam bangunan kuno. Dia menyerahkannya pada Xiao Shuxiang karena merasa ini milik teman baiknya.
Rambut Xiao Shuxiang memang tergerai berantakan dan wajah menawannya pun nampak ternoda oleh beberapa bekas darah. Namun tetap saja, senyuman yang dia tampakkan saat menerima pita itu tidak pernah gagal membuatnya terlihat semakin mempesona.
Setelah merapikan kembali rambutnya, kedua pemuda itu segera melesat. Mereka masuk ke dalam sebuah Cermin Pemindah yang terbentuk di udara dan tiba di Kota Langit Bintang.
Sekte Pedang Langit yang merupakan tempat tinggal Lan Guan Zhi, termasuk para saudara-saudara seperguruannya berada di kota yang amat terkenal itu. Kota Langit Bintang yang diapit oleh empat bukit tetua.
Dari sektenya, Lan Guan Zhi melesat pergi ke wilayah Aliran Hitam, tempat Xiao Shuxiang ditawan. Saat itu, dia memecahkan beberapa segel penghalang hingga menghilang dan membuat kekacauan yang ada semakin menjadi.
!!
Keadaan benar-benar kacau dari atas sini. Tidak diketahui lagi jeritan siapa itu? Benturan pedang kultivator dari perguruan mana itu? Dan asal dari ledakan yang saling sahut-menyahut tersebut.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas berat. Dia sekarang sudah tidak memiliki Seruling Giok Putih, termasuk Yīng xióng. Kedua pusakanya itu berada dalam Gelang Semesta yang akhir riwayatnya tidak ingin dia bayangkan.
"Aku sebenarnya juga bisa mengendalikan roh. Tapi tanpa Seruling Giok Putih.. Aku butuh sentuhan langsung.." Xiao Shuxiang masih melayang di udara bersama dengan teman baiknya, dia masih berpikir di saat kondisi yang ada di hadapannya sangat membutuhkan bantuan.
".. Masalahnya itu sangat merepotkan, dan aku harus menyentuh mereka satu per-satu. Keadaan tidak akan berubah banyak,"
"Shuxiang, jika kau terus bergumam. Banyak orang yang akan kehilangan nyawanya."
!?
Lan Guan Zhi melesat lebih dulu dan membuat teman baiknya tersentak. Di udara, dia mengibaskan tangan kanannya yang mana sebuah uap putih keperakan muncul dan memadat di hadapannya.
Xiao Shuxiang yang masih tidak bergeming nampak terpukau ketika melihat sebuah benda melayang yang tidak asing di matanya.
?!
Itu adalah Guqin yang pernah diberikan oleh seorang Siren bernama Man Yue padanya. Di karenakan dia bukan ahli dengan alat musik petik dan saat itu dirinya telah memiliki dua pusaka hebat, Guqin tersebut pun dia berikan pada teman baiknya sebagai hadiah.
Guqin itu mempunyai bentuk ramping dan cembung ke atas. Permukaan papannya melengkung dengan warna putih giok yang mewakili surga, dan bagian bawahnya datar mewakili bumi.
Saat itu, Guqin tersebut memiliki lima senar yang melambangkan lima unsur, yakni logam, kayu, air, api, dan bumi. Namun sekarang, alat musik itu mempunyai tujuh senar dan begitu mengagumkan saat dimainkan oleh teman baiknya.
".........."
Xiao Shuxiang sebenarnya menyukai kondisi yang penuh keributan ini, dia suka melihat kekacauan yang ada karena terasa begitu indah di matanya.
Tetapi setelah melihat Lan Guan Zhi yang seperti itu, suasana di sekelilingnya benar-benar terasa damai. Keadaan menjadi tenang, rasa-rasanya bahkan angin malam pun hangat baginya.
Xiao Shuxiang akui dia terpesona, teman baiknya terlihat sangat bisa diandalkan. Dia pun mengencangkan ikat rambutnya dan mulai memandang mayat kultivator yang akan menjadi targetnya. Dia akan mengurus para manusia yang pernah menjadi masa lalunya itu dan menyerahkan warga yang terpengaruh roh jahat pada Lan Guan Zhi.
Salah seorang kultivator dari Sekte Pedang Langit yang tengah terdesak adalah Sian Ru. Gadis yang pernah tidak menyukai Xiao Shuxiang. Tubuhnya hampir saja terkena serangan dari tiga arah, andai pemuda yang menyebalkan baginya itu tidak datang menolong.
!!
Xiao Shuxiang menggunakan Pedang Jiwanya untuk menahan serangan yang datang. Dia menatap ke arah tiga mayat kultivator tersebut yang merupakan murid terbaik Sekte Serigala Iblis, atau bisa dibilang saudara seperguruannya sendiri yang ada di masa lalu.
"Kau..?" Sian Ru tersentak saat melihat orang yang menolongnya adalah Xiao Shuxiang.
"Tuan Muda Xiao..?"
Ada rasa lega yang nampak di wajah murid Sekte Pedang Langit saat melihat pemuda berpakaian hitam ini. Mereka merasa seperti terselamatkan, belum lagi rasa itu makin besar saat salah satu di antara mereka berseru karena melihat kehadiran Lan Guan Zhi.
Hanya saja, tidak butuh waktu lama sampai sebuah bentakan kasar mengagetkan mereka.
"XIAO SHUXIANG..!!"
!!
***