
"Aakh!" Xiao Shuxiang merasakan sakit di punggungnya saat Lan Guan Zhi langsung melemparnya begitu saja.
!!
Murid Sekte Pedang Langit yang duduk tenang terlihat terkejut. Perasaan mereka bercampur aduk, belum pernah Tuan Muda Lan mereka menyeret seseorang seperti ini sebelumnya.
Lan Guan Zhi membawa Xiao Shuxiang ke Balai Hukuman. Sepanjang jalan, dengan tenangnya dia terus menyeret Xiao Shuxiang tanpa memperdulikan rutukan dan omelan bocah laki-laki yang berusia dua tahun lebih muda dari dirinya itu.
"Nak, kau lagi...?" murid Sekte Pedang Langit baru menyadari bahwa anak yang sedang merintih di antara mereka ini adalah anak yang pernah datang kemari beberapa waktu lalu.
"Sssh..! Bokongku sakit..!" Xiao Shuxiang mencoba untuk berdiri, pakaiannya kotor disebabkan ulah Lan Guan Zhi. Dia juga bisa merasakan punggung dan bokongnya panas akibat terus diseret.
"Kau Ini Anak Yang Kurang Ajar Sekali..! Apa Kau Tidak Tahu Siapa Aku, Hah?!" Xiao Shuxiang menunjuk Lan Guan Zhi sambil memperlihatkan wajah kesalnya.
Selama hidup, Xiao Shuxiang baru pertama kali diperlakukan seperti ini oleh seorang anak kecil. Penghinaan..! Sungguh sebuah penghinaan bagi Xiao Shuxiang..!
"Sepuluh pukulan." Lan Guan tidak memperdulikan Xiao Shuxiang, dengan tenangnya dia bicara dengan kedua senior di depannya ini.
!!
Xiao Shuxiang terkejut saat Lan Guan Zhi ternyata bicara tentang hukuman yang harus diterimanya. Tentu saja dia langsung protes, dia sudah dihukum hari ini... Kenapa harus dihukum lagi..?!
"Dua puluh pukulan."
!!
"KAU!!" Xiao Shuxiang berniat menyerang Lan Guan Zhi kembali tetapi kedua murid Sekte Pedang Langit menghentikannya dan membuat Xiao Shuxiang berlutut.
"Siapa Kau Berani-Beraninya Menghukum Xiao Shuxiang!! Kalau Kau Berani, Ayo Bertarung Denganku Muka Papan!!"
"Tiga puluh pukulan."
"WOI, KAU SUDAH TIDAK WARAS, HAH?! KAU INGIN MEMBUNUHKU?!"
"Nak, kalau kau terus bicara... Tuan Muda Lan akan menaikkan kembali hukumanmu.." salah satu Murid Sekte Pedang Langit memberinya peringatan. "Di sekte ini, keputusan Tuan Muda Lan disamakan dengan keputusan Seorang Patriarch."
Mendengarnya membuat Xiao Shuxiang secara tidak sadar membuka mulutnya lebar. "Sekte Pedang Langit Benar-Benar Sudah Berubah..! Orang-Orangnya Sudah Tidak Waras Semua..!"
Lan Guan Zhi kemudian melangkah pergi dan meninggalkan Xiao Shuxiang di Balai Hukuman.
"Nak, apa kau sudah siap?"
"Tu-tunggu dulu, apa kalian bisa melepaskan segel yang diberikan anak itu padaku?" Xiao Shuxiang sangat khawatir jika mendapat pukulan sebelum dirinya bisa merasakan Qi kembali. Dia yakin tidak bisa bertahan hingga 30 pukulan selesai.
Sayangnya ucapan murid Sekte Pedang Langit bagaikan petir untuk Xiao Shuxiang. Murid Sekte Pedang Langit mengatakan bahwa segel yang ada pada tubuh Xiao Shuxiang saat ini adalah segel ciptaan Lan Guan Zhi sendiri, sehingga hanya Lan Guan Zhi sajalah yang dapat melepaskannya.
"A-apa tidak ada cara lain? Praktik ka-kalian kan lebih tinggi darinya?" wajah Xiao Shuxiang mulai pucat, dia juga berusaha membujuk kedua murid ini agar hukumannya dikurangi, tentu saja dengan mengandalkan wajah polos nan menggemaskannya.
"Maaf Nak, kami tidak bisa melanggar aturan. Tapi aku akan memukulmu sedikit pelan, kau tahanlah sebisamu.."
Murid Sekte Pedang Langit mulai bergantian memukul Xiao Shuxiang. Baru pukulan ketiga, Xiao Shuxiang sudah merintih kesakitan.
Dua murid Sekte Pedang Langit lainnya yang sebelumnya bertugas mencatat nama Xiao Shuxiang kini kembali, mereka tersentak kaget saat anak yang baru saja datang kini menerima pukulan lagi.
"Ja-jangan bilang kalau anak itu yang membuat keributan dengan Tuan Muda Lan tadi.."
"Sepertinya memang anak itu orangnya.."
Keduanya langsung menghembuskan napas secara bersamaan, padahal mereka berdua sudah memperingati agar Xiao Shuxiang tidak sampai datang lagi.
bak!
bak!
bak!
bak!
"Aakh! Pelan-Pelan!" Xiao Shuxiang mengepalkan kedua tangannya erat. Dia meyakinkan dirinya untuk membalas Lan Guan Zhi sepuluh kali lipat dari yang dia rasakan hari ini.
Jing Mi dan Nie Shang terlihat ragu-ragu untuk masuk ke Balai Hukuman. Mereka bisa mendengar rintihan Xiao Shuxiang yang seperti sangat menderita.
Yi Wen, Hou Yong dan Zhi Shu juga terlihat berlari ke arah Balai Hukuman. Mereka sangat terkejut saat mendengar bahwa saudara seperguruan mereka ternyata yang membuat keributan tadi.
Tidak ada yang berani untuk masuk, mereka hanya sedikit mengintip keadaan Xiao Shuxiang yang masih dipukuli habis-habisan.
"Saudara Xiao... semoga dia masih hidup.." Yi Wen merinding melihat papan pemukul yang dialamatkan kepada Xiao Shuxiang, papan yang begitu besar dan juga tebal.
Menurutnya, siapa pun yang dipukul dengan papan itu pasti akan menghancurkan tulang-tulangnya.
bak!
"Nak, kau baik-baik saja..?" murid Sekte Pedang Langit akhirnya berhenti memukuli Xiao Shuxiang. Dia langsung menanyakan keadaan anak laki-laki berusia tujuh tahun di depannya ini.
Xiao Shuxiang tidak berkata apa pun. Dalam hati dia merutuk, apakah kondisinya akan baik setelah dipukuli sebanyak 30 kali tanpa henti?! Dan mana yang katanya akan memukul dengan pelan?!
"Nak, kau masih bisa bangun..?" murid Sekte Pedang Langit berusaha membangunkan Xiao Shuxiang, tetapi saat diangkat.. Xiao Shuxiang malah menjerit kesakitan sambil mengomel tidak karuan.
Wajah Xiao Shuxiang begitu pucat, dia seakan bisa merasakan tulang-tulangnya menjadi serpihan. Rasanya begitu sakit sampai dia hampir menggigit telinga murid Sekte Pedang Langit yang menggendongnya ini.
Murid-murid Sekte Pedang Langit yang bertugas di Balai Hukuman sebenarnya merasa ngeri melihat keadaan Xiao Shuxiang. Mereka belum pernah mendapatkan tamu sekecil ini sebelumnya.
Murid yang melanggar aturan biasanya berusia 9 tahun ke atas, itu pun mereka akan langsung jera setelah mendapat sepuluh kali pukulan.
Xiao Shuxiang digendong keluar, dia kemudian disambut oleh teman-teman seperguruannya. Jing Mi dan yang lainnya begitu terkejut saat melihat wajah Xiao Shuxiang yang begitu pucat.
"Saudara Jing… kau gendong aku," Xiao Shuxiang dengan suara lemah sambil menahan sakit meminta Jing Mi agar menggendongnya.
Jing Mi menurut, segera dia menggendong Xiao Shuxiang di punggungnya. Murid Sekte Pedang Langit meminta agar Jing Mi membawa Xiao Shuxiang ke Balai Peristirahatan dan menemui Nenek Nian.
"Nenek Nian memiliki obat untuk luka-lukanya.."
Jing Mi dan teman-temannya mengangguk, tetapi Xiao Shuxiang tidak setuju. "Aku tidak mau ke sana. Aku mau mencari anak berwajah papan datar itu untuk melepaskan segel yang dia berikan,"
Sebenarnya Xiao Shuxiang ingin sekali marah-marah. Bukankah harusnya murid Sekte Pedang Langit ini bisa membantu menyembuhkan lukanya dengan Qi? Apa sebegitu berharganya Qi milik mereka hingga tidak berniat membantu anak kecil yang memiliki wajah polos ini?!
"Mereka semua kelewatan sekali. Terlalu terkungkung dengan aturan, ingin sekali kubuat berantakan tempat ini..!!"
Murid Sekte Pedang Langit mengatakan, "Tuan Muda Lan tinggal di Pagoda Tingkat Sembilan. Carilah di lantai tiga, Tuan Muda Lan biasa di sana."
Jing Mi, "Baiklah. Terima kasih,"
Jing Mi dan teman-temannya mengangguk, mereka lalu berjalan membawa Xiao Shuxiang menuju Pagoda Tingkat Sembilan.
***