
O Zhan yang berada di atas kepala Hu Li hanya duduk diam, dirinya sama sekali tidak berusaha membantu Kakaknya. Ini karena dia merasa Kakaknya akan baik-baik saja.
Saat Saka Daksa kembali menyentuh kaki Hu Li, detik itu juga kepala salah satu rekannya terjatuh. Tidak sampai di sana, tubuh yang telah kehilangan kepala tersebut tertebas tiba-tiba hingga mengakibatkan darah memuncrat dan mengotori pakaian serta wajah Saka Daksa.
CRAASH!
AAAKH!
!!
Lagi-lagi satu rekan Saka Daksa terkena serangan. Tubuhnya tertebas menjadi sepuluh bagian, serangan tersebut tidak diketahui datang dari mana.
"Hu Li, apa kau sudah mati?"
["Serang dia!"]
Saka Daksa memberi perintah saat mendengar suara pria yang seperti berasal dari salah satu pohon. Segera Barayuda dan ketiga temannya melesat dengan pedang terhunus tajam.
BAAAM!
Pedang Barayuda mengenai batang salah satu pohon hingga membuatnya tumbang. Dirinya berdecak saat pedangnya tidak menebas orang yang bersuara tadi.
"Sebaiknya Kau Keluar..! Selagi kami masih bersikap baik padamu!" Barayuda berseru, dia memang belum mengeluarkan kemampuan terbaiknya karena merasa lawannya tidak pantas dilawan dengan kesungguhan.
...
Tidak ada jawaban, Barayuda mendengus karena lawannya seperti ingin bermain-main. "Aku tidak terkejut kau tidak langsung mati meski terkena jarum beracun, ini karena dirimu adalah kultivator. Tapi harusnya kau berhati-hati, sebab jika Qi milikmu habis terpakai.. Kau hanya akan menjadi sampah..!"
Barayuda menatap ke sekitaran, mata berwarna cokelat kehitaman miliknya berkilat kuning dan dalam sekejap dia bisa melihat di tengah kegelapan.
".. Sebaiknya kau keluar dan kami akan memberikanmu kematian yang paling terburuk. Akan kupastikan tubuhmu menjadi potongan daging cincang..!"
Barayuda telah melihat ada orang yang duduk di salah satu dahan pohon, warna penglihatannya nampak hitam-putih. Dia masih memberi kesempatan pada pemuda yang dia yakini adalah kultivator yang tadi.
"気持ち悪い.."
["Kimochi warui.."]
["Mengerikan.."]
".. Apa kau tidak bisa membujukku dengan lebih lembut? Misalnya saja membelah perutku dan mengeluarkan isinya. Aah~ rasanya pasti menyenangkan,"
Xiao Shuxiang sedikit memakai bahasa dari penduduk Benua Utara. Waktu yang dia habiskan di tempat tersebut memang tidak banyak, tetapi jika beberapa kata sederhana.. Dia tentu bisa melakukannya.
"Benar juga, ada sesuatu yang sudah lama ingin kucoba.." Xiao Shuxiang memain-mainkan Seruling Giok Putihnya, ".. Aku mau menguji ketahanan usus manusia,"
Xiao Shuxiang melesat dan kemudian menyerang Barayuda sebagai bentuk pengalihan. Dirinya menargetkan salah satu rekan Barayuda dan ketika mendapat posisi yang pas, dia lalu menyentuh pundak pendekar tersebut dan seketika menghilang bersama.
!!
Barayuda dan kedua temannya jelas saja terkejut. Mereka tidak mengetahui keberadaan Xiao Shuxiang, sebelumnya dia juga melihat pemuda berpakaian merah itu menepuk pundak seorang anak yang menggendong bayi dan membuatnya menghilang.
["Dia kultivator yang berkemampuan, tetap bersikap waspada dan cari dia."]
Kedua rekan Barayuda mengangguk, satu di antara mereka memiliki kemampuan penciuman yang tajam, dia memakai bakatnya tersebut untuk menemukan Xiao Shuxiang, namun aroma pemuda itu sama sekali tidak dia rasakan.
Saka Daksa sendiri tidak mempedulikan teman-temannya, dia sibuk menggoda Hu Li dan berusaha melecehkan pemuda berambut putih tersebut, tentu masih dengan cara yang halus.
["Nona Manis~ kenapa kau tidak mau, hm? Kang Mas akan membuatmu senang, ayolah sayang~"]
Hu Li menepis kasar tangan Saka Daksa yang menyentuh dagunya. Dia masih belum bisa bangun, entah bagaimana dirinya malah terjebak dengan pria yang tidak dia ketahui sedang bicara apa.
"Melihat ekspresi wajahnya yang memuakkan, jelas orang ini berusaha melecehkanku. Apa dia tidak tahu aku laki-laki?!" Hu Li merutuk dalam hati, dia juga merutuki rasa sakit yang menyebar ke seluruh tubuhnya.
Hu Li sebenarnya memiliki wajah bersih, lembut, dan manis. Suaranya seimbang dengan wajahnya, bentuk tubuh dan tinggi badannya sedikit lebih pendek dari Tuan Muda Xiao-nya.
Karena dirinya adalah Demonic Beast berwujud rubah.. Maka sekeras apapun Hu Li mencoba, tubuhnya tidak akan bisa sekekar orang seperti Saka Daksa.
"Tuan, Saya tidak tahu Anda membicarakan apa. Tetapi memperhatikan gerak-gerik Anda yang memalukan ini, Saya mulai memahami. Perlu Anda ketahui, Saya adalah laki-laki."
Hu Li berbicara dengan ketus, dia meminta agar Barayuda menerjemahkan ucapannya dan memberitahukan pada pria betotot yang mencoba mengambil kesempatan darinya ini.
Sangat disayangkan Barayuda tidak mendengarkannya. Pemuda itu fokus mencari keberadaan Xiao Shuxiang dan pendekar yang dia tangkap.
!
Saka Daksa sedikit tersentak saat sesuatu tiba-tiba menetes di pipi sebelah kirinya. Dia kemudian mengusap pipinya namun kembali ada tetesan lagi yang menimpanya.
Merasa itu berasal dari atas.. Dirinya pun mendongak. Detik tersebut mata Saka Daksa terbelalak karena terkejut melihat apa yang ada di atasnya.
Tepat pada dahan sebuah pohon yang disandari oleh Hu Li.. Sesosok manusia tergantung dengan wajah mengerikan, matanya melotot dan mulutnya menganga lebar.
!!
Saka Daksa melompat mundur saat manusia yang tergantung itu mendadak terjatuh dan nyaris menimpa Hu Li.
Bukan hanya Saka Daksa, tetapi Barayuda, kedua teman mereka, dan Hu Li sendiri terkejut melihat sosok manusia yang ternyata perutnya telah berlubang tersebut.
Apa yang mengikat leher manusia ini tidak lain adalah organ dalam perutnya. Yang paling mengejutkan, manusia itu ternyata salah satu rekan Saka Daksa.
"Bagaimana menurutmu Hu Li? Apa seniku sudah luar biasa?"
!!
Suara tersebut kembali terdengar, Saka Daksa memegang kuat gagang pedangnya dan menggertakkan gigi.
["Tidak perlu bersembunyi Anak Muda! Aku tahu kau di sana. Sebaiknya keluar sebelum aku menggagahi istrimu!"]
Saka Daksa melesatkan sepuluh buah jarum kecil beracun. Lesatannya tidak bisa dideteksi hingga senjata kecilnya itu menancap dengan indah di dada serta tengah dahi Xiao Shuxiang.
Bukannya mendengar suara orang jatuh ataupun orang sekarat.. Saka Daksa malah mendengar rintihan kecil seakan dirinya telah dipermainkan.
"Kau punya jarum beracun yang bagus. Hanya saja ini lebih berguna membunuh manusia seperti kalian,"
Xiao Shuxiang mencabut jarum yang menancap di kening dan dada miliknya. Dia lalu melesatkan jarum tersebut yang ternyata mengenai salah satu rekan Saka Daksa.
"Sekarang tinggal empat orang. Kalian memang pendekar yang berkemampuan, tetapi malam kalian buruk karena bertemu denganku,"
Mata Xiao Shuxiang berubah warna menjadi merah. Di gelapnya malam.. Mata tersebut nampak bersinar dan membuat Barayuda tersentak.
Kini, bukan lagi Seruling Giok Putih yang ada di tangan Xiao Shuxiang, melainkan pedang tidak waras buatannya, Yīng xióng.
Dalam hitungan ketiga, Xiao Shuxiang melesat cepat dan menyerang salah satu rekan Barayuda. Hanya saja, saat dirinya berada di depan pendekar tersebut.. Xiao Shuxiang tiba-tiba menghilang dan muncul di belakang pendekar itu dengan pedang terhunus tajam.
Yīng xióng menancap di punggung salah satu rekan Barayuda, segera pedang itu mengisap darah dan daging pendekar tersebut hingga hanya menyisakan tulang-belulangnya saja.
Barayuda menyerang Xiao Shuxiang, dia tidak menahan diri lagi. Selama ini, bertarung di kegelapan menguntungkan mereka.. Tetapi semenjak bertemu Xiao Shuxiang, entah mengapa kegelapan malah mendukung pemuda tersebut.
Hanya sekitar sembilan jurus, Xiao Shuxiang telah mampu menebas rekannya hingga tewas dan memberi koyakan pada pakaiannya.
TRANG!
Saka Daksa tidak tinggal diam, dirinya bersama Barayuda menyerang Xiao Shuxiang dengan mengandalkan Pedang Gagang Tengkoraknya.
TRANG!
["Sebaiknya kau menyerah, atau kalau tidak.. Istrimu akan mati!"] Saka Daksa mengancam, ucapannya diterjemahkan oleh Barayuda agar bisa dimengerti Xiao Shuxiang.
"Namanya, Hu Li. Kau boleh mengancamku, tetapi jangan pikir aku akan termakan dengan ancamanmu. Usia kalian berdua, masih terlalu muda untuk memberi ancaman pada Xiao Shuxiang!"
Xiao Shuxiang malah tidak mau memberi penjelasan apapun mengenai siapa sebenarnya Hu Li. Ekspresi wajahnya terlihat serius, jelas sekali bahwa dia tidak suka dengan kedua pendekar ini.
TRAANG!
Gagang pedang Saka Daksa memanjang dan kembali tengkorak pada gagang pedangnya membuka mulut serta mengeluarkan asap hitam yang bau.
Xiao Shuxiang melompat mundur dan berusaha menghindari asap tersebut, tetapi tiba-tiba saja Saka Daksa muncul di kepulan asap dengan Ajian Tapak Saktinya.
Xiao Shuxiang segera masuk ke dalam Gelang Semestanya ketika tapak Saka Daksa hampir menyentuh dadanya. Detik berikutnya dia muncul kembali dan memberi hantaman pada pria tersebut.
Barayuda menangkis hantaman Xiao Shuxiang, dia sudah tahu bahwa kultivator ini ahli menghilang dan pastinya pemuda tersebut akan muncul di titik buta ketuanya.
"Cara curangmu tidak akan berefek padaku!"
"Tidak ada yang namanya curang dalam pertarungan, kau harusnya tahu itu. Bukankah kalian berasal dari Aliran Hitam? Cara seperti ini harusnya akrab dengan kalian, bukan?"
Xiao Shuxiang memutar tubuhnya dan kembali mengoyak pakaian Barayuda, dia memang menghindari tidak memberi luka goresan pada pendekar tersebut karena dirinya masih butuh manusi ini untuk menjadi penerjemah antara dirinya dengan Saka Daksa.
["Kultivator, kau akan kehabisan Qi dan mati di tanganku!"]
Saka Daksa kali ini menggunakan seluruh tenaganya. Dia melesatkan jarum yang lebih beracun dari sebelumnya yang tidak bisa dihindari Xiao Shuxiang.
Jarum itu menancap di betis kiri yang menyebabkan sebelah kakinya membiru secara cepat. Saka Daksa menyeringai dan kemudian tertawa.
[".. Racun itu tidak memiliki penawar. Kau pasti akan mati!"]
Barayuda menerjemahkan ucapan ketuanya, dia tersenyum lebar saat Xiao Shuxiang memberinya tatapan dingin.
!!
Tanpa ragu Xiao Shuxiang menebas paha kaki kirinya untuk menghentikan penyebaran racun. Melihat tindakannya yang tidak terduga ini membuat Saka Daksa dan Barayuda terkejut bukan main.
["Dia.. Apa dia sudah gila?!"]
Mata Saka Daksa terbelalak, yang paling membuatnya kaget adalah kultivator tersebut malah menyeringai dan sama sekali tidak terlihat kesakitan.
"Kalian suka melihatnya? Mau mencoba?"
Xiao Shuxiang mengeluarkan Pil Napas Naga dari Gelang Semestanya. Dia lalu memakan pil tersebut dan hanya dalam satu tarikan napas.. Kaki kirinya mulai tumbuh kembali.
!!
["Siapa sebenarnya orang ini?! Apa dia Iblis?! Kultivator yang selama ini sering kutemui tidak pernah memiliki kemampuan semengerikan itu,"]
["Aku juga baru pertama kali melihatnya, Ketua."]
Saka Daksa dan Barayuda seperti telah melakukan kesalahan karena mencari gara-gara pada orang yang tidak seharusnya mereka singgung. Keduanya kemudian menyerang Xiao Shuxiang secara bersamaan sebagai bentuk pengalihan.
["Sekarang saatnya!"]
Saka Daksa mengeluarkan asap hitam nan bau miliknya dari gagang pedang berbentuk kepala tengkorak dan kemudian melarikan diri bersama Barayuda.
"Ingin mencoba pergi? Tidak semudah itu, Wildschwein! Kalian baru boleh pergi setelah meninggalkan kepala kalian di tempat ini,"
Xiao Shuxiang menarik napas pelan, dia lalu mengeluarkan Segel Cermin Pemindahnya, dan mulai menggunakan Teknik Pernapasan Air.
Xiao Shuxiang melesat cepat ke arah dan masuk ke dalam Cermin Pemindahnya. Hanya dalam sekejap, dirinya telah berada di depan Saka Daksa dan Barayuda dengan pedang siap menebas.
"Aliran Kesembilan, Percikan Air Kehancuran..!"
!!
Saka Daksa dan Barayuda terlambat menghindar. Saat keduanya mulai sadar, kepala mereka telah jatuh dan menggelinding di tanah.
Hutan Tanah Senyap seperti pisau bermata dua. Tempat ini mendukung siapa pun yang bisa memanfaatkannya.
Kesalahan Saka Daksa dan rekan-rekannya adalah karena mencari masalah dengan pemuda yang telah berusia lebih tua dari mereka.
Xiao Shuxiang jelas memiliki pengalaman bertarung yang lebih banyak, dan kegelapan merupakan makanannya sehari-hari.
"Kemampuanku bertarung di gelapnya malam ternyata telah berkurang, sepertinya aku harus banyak berlatih.."
Xiao Shuxiang mengeluarkan dua api biru kecilnya. Dia berkedip beberapa kali dan kemudian tersenyum penuh arti saat menatap dua tubuh manusia tanpa kepala di depannya.
"Baiklah, saatnya giliranku yang merampok. Permisi sebentar.. Apa aku boleh menggeledah tubuhmu? Ah~ tentu saja boleh. Kalian harus bayar karena sudah membuatku menebas satu kaki,"
Xiao Shuxiang tertawa kecil dan mulai mengambil barang-barang berharga dari tubuh Saka Daksa dan Barayuda.
Dia mengedutkan bibir atas saat kedua mayat ini hanya membawa sedikit barang dan sebuah token kayu. "Kalian ini perampok, tapi kenapa tidak punya lebih banyak barang berharga? Aiih! Menyebalkan,"
Tidak hanya barang berharga seperti pedang, token, dan kantong emas yang diambil Xiao Shuxiang. Dia bahkan membelah dada kedua tubuh tanpa kepala tersebut dan mengambil jantungnya.
"Aiih, kalian punya hati yang buruk. Hanya jantungnya yang bagus, sangat disayangkan. Apalagi yang harus kuambil.. Mata? Itu terlalu menjijikkan, lidah? Tapi mau dibuat apa.."
Xiao Shuxiang malah bergumam sendiri, dia nampak sibuk mengacak-ngacak tubuh kedua pendekar tersebut dan sesekali menjilat darah di tangan kanannya.
"Hmm.. Kau punya darah yang lumayan enak. Ini bisa jadi cemilan.." Xiao Shuxiang memotong tangan kanan Barayuda dan nyaris memakannya saat tiba-tiba dirinya diserang oleh Yīng xióng.
!!
Pedang Xiao Shuxiang tersebut menusuk lengan yang dipegangnya hingga hanya menyisakan tulang. Pedang itu juga menusuk tubuh Barayuda dan seakan memakannya untuk dirinya sendiri.
"Yīng xióng.. Tunggu. Apa yang kulakukan barusan itu? Aku sempat berpikir akan makan manusia.." Xiao Shuxiang baru tersadar, dia lalu mengambil pedangnya dan segera melesat ke tempat Hu Li.
".. Gila, jangan karena aku pernah tidak sengaja memakan itu dan sekarang malah ketagihan. Aaiih.. Rasanya perutku sakit.."
Xiao Shuxiang menahan dirinya untuk tidak muntah, wajahnya terlihat pucat. Dia benar-benar takut pada dirinya sendiri, padahal dia ingin belajar menjadi manusia yang baik.
***