XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
363 - Kembali Ke Benua Tengah (Vol. 4 'Sang Bintang Penghancur')


Bulan cukup terang dengan ribuan bintang yang menemaninya, langit terlihat sangat indah hingga seseorang tidak akan pernah bisa mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Angin malam terasa dingin dan menyejukkan, apalagi itu dilengkapi dengan aroma rumput yang menenangkan.


Malam yang begitu damai..


Sangat damai..


Dan terlalu damai..


Malam dengan kondisi seperti inilah yang membuat dua pendekar begitu semangat bertukar serangan.


BAAAAM..!


Salah satu dari pendekar tersebut menghantam sebuah pohon hingga nyaris tumbang. Dilihat dari rambut pendek dan postur tubuhnya, pendekar berjubah ungu dengan corak sayap kupu-kupu ini adalah perempuan.


Pohon yang ditabraknya tadi bergoyang hingga menjatuhkan banyak daun, wajahnya tidak terlalu jelas karena daun-daun ini seakan menutupi pandangan.


Baru setelah salah satu daun menyentuh tanah dan pendekar tadi mengambil posisi kembali--wajahnya pun dapat dilihat dengan jelas, itu tidak lain adalah Yi Wen.


"Ssh aduh, pinggulku.." suara rintihan gadis cantik tersebut entah kenapa terdengar manis.


Di Sekte Kupu-Kupu, Yi Wen memang terkenal sebagai Senior dengan suara indah urutan kedua setelah Zhi Shu.


Saudara seperguruan Xiao Shuxiang ini memang terkenal tidak hanya di sektenya dan Sekte Bambu Perak, tetapi juga dikenal oleh hampir seluruh warga Benua Timur.


"Aah, leherku pegal.." Yi Wen menggerakkan kepalanya hingga terdengar bunyi 'krak' kecil. Perasaan yang lega sebab pegal pada lehernya menghilang.


Dirinya mulai menatap tajam ke arah lawannya dan lalu menjilat bilah pedangnya yang bersinar karena terkena cahaya bulan.


Detik berikutnya, Yi Wen melesat dan kembali bertukar serangan dengan lawan yang tak lain adalah Ling Qing Zhu, gadis cantik bercadar tipis dengan rambut putih panjang nan menawan.


TRANG!


TRANG!


Percikan api saat kedua pedang mereka berbenturan terlihat jelas, gerakan tubuh keduanya lincah, terukur, dan begitu tajam. Yi Wen dan Ling Qing Zhu memang sedang berlatih bersama di halaman murid Sekte Pagoda Langit.


BAAAAM!


Kali ini Ling Qing Zhu yang mendapat serangan dari Yi Wen, untung dirinya dapat melentingkan tubuh hingga serangan barusan hanya menghantam salah satu pohon hingga tumbang.


"Mari kita lihat, berapa lama kau bisa mempertahankan ekspresi tenangmu itu.. Nona Qing Zhu," Yi Wen tersenyum tipis, matanya nampak berkilat.


Hanya dalam satu tarikan napas, Yi Wen diselimuti asap ungu kehitaman dan berikutnya--Tubuhnya bagai membaur dengan asap tersebut.


!!


Ekspresi wajah Ling Qing Zhu masih begitu tenang, walau sebenarnya dalam hati dia cukup terkejut. Dirinya menarik napas pelan dan memegang kuat pedangnya.


Asap ungu kehitaman itu melesat ke arahnya. Ling Qing Zhu hanya sekali melangkah dan bunyi benturan pedang kembali mengalun merdu.


TRAANG!


TRAANG!


Suara benturan itu semakin lama, semakin berubah menjadi suara dua petir yang saling bersahut-sahutan.


!!


Bila dilihat secara kasat mata, seakan ada dua selendang yang dipenuhi asap berbeda warna yang saling berbenturan. Pertarungan kedua gadis cantik tersebut memancing para murid Sekte Pagoda Langit untuk datang dan menjadi penonton.


TRAANG!


Banyak yang menganggap bahwa Yi Wen adalah reinkarnasi dari Sang Bintang Penghancur, ini karena tindakannya kadang tidak manusiawi.


Dia adalah pendekar yang sangat suka mengoleksi lidah lawan yang dibunuhnya, semua orang tahu hobi mengerikan Yi Wen dan tidak ada yang berani menghentikan dirinya.


TRAANG!


Yi Wen juga merupakan kultivator yang ahli dalam membuat racun, dan tentunya dia tahu cara membuat penawar dari racunnya sendiri. Bila ingin dikatakan, kemampuannya dalam mengolah racun lebih baik daripada Xiao Shuxiang.


TRAANG!


Karena memiliki bentuk tubuh yang bagus dan kadang bertingkah terlalu manja pada Saudara Xiao-nya.. Banyak orang yang menyebut Yi Wen sebagai 'Gadis Panggilan'.


Kabar tidak benar mengenai dirinya cukup banyak tersebar luas, namun Yi Wen sama sekali tidak berminat membersihkan namanya tersebut.


TRAANG!


Dibandingkan dengan membersihkan namanya, Yi Wen lebih suka merobek perut orang yang menyebutnya j*l*ng, merontokkan jantung mereka, memakan mentah hati orang itu, memotong lidah, lalu mengeluarkan isi kepalanya untuk dijadikan makanan b*bi.


Yi Wen bukan gadis yang suka bertindak kejam. Namun jika diinginkan, dirinya bisa melakukan itu tanpa mengedipkan mata. Dia tidak akan pernah ragu sedikit pun melakukannya.


TRAANG!


Trang!


"Menurutmu siapa yang lebih kuat?"


Terdengar suara salah satu murid Sekte Pagoda Langit, dia adalah laki-laki dengan usia sekitar 20 Tahun. Pakaiannya berwarna putih dengan corak bunga wisteria ungu.


"Nona Ling selama ini hanya terus bertahan dan sesekali membalas serangan. Nona Wen yang paling mendominasi dalam menyerang. Tapi kalau boleh jujur, aku bingung menentukan siapa yang lebih unggul di antara mereka,"


Teman murid tersebut memberikan pendapatnya, dia mengusap-usap dagu tanpa mengalihkan pandangannya dari pertarungan Yi Wen dan Ling Qing Zhu.


BAAAAM!


Yi Wen dan Ling Qing Zhu sama-sama terpental, keduanya menghantam tanah dengan keras. Tanpa menarik napas, mereka kembali melesat dan saling bertukar serangan.


"Bukankah pertarungan mereka terlalu serius?"


Seorang murid perempuan Sekte Pagoda Langit bertanya, dia nampak berusia 23 Tahun dengan rambut hitam sepunggung. Dirinya bertanya pada gadis berambut putih di sampingnya.


"Aku tidak tahu.. Kakak Qing Zhu selalu berwajah serius setiap hari.."


Gadis yang bicara barusan merupakan bagian dari keluarga Ling, dirinya bernama Ling Qin Qi.


Murid Sekte Pagoda Langit tersebut memiliki wajah manis dengan sebuah tahi lalat kecil di pipi sebelah kirinya. Matanya berwarna ungu muda dan dia merupakan sepupu dari Ling Qing Zhu.


"Entah bagaimana kalian melihatnya, tapi menurutku mereka bertarung karena sedang memperebutkan sesuatu,"


?!


Ling Qin Qi dan temannya tersentak saat mendengar suara murid laki-laki Sekte Pagoda Langit. Keduanya menoleh dan mendengarkan penjelasan pemuda yang seragamnya mirip dengan mereka ini.


"Aku mendengar kabar bahwa 'Wali Pelindung' Nona Ling adalah kekasih Nona Wen. Jadi kalian pasti sudah tahu alasan mengapa mereka bertarung seperti itu,"


Ling Qing Qi berkedip dan kemudian kembali memperhatikan pertarungan sepupunya, "Hubunganku dengan Kakak Qing Zhu tidak terlalu akrab, jadi aku juga kurang tahu pribadi yang seperti apa dia.. Tapi sejauh yang kuperhatikan, Kakak Qing Zhu begitu disiplin, bahkan keras pada dirinya sendiri,"


Bagi Ling Qin Qi, sepupunya itu sangat sulit diajak bicara. Sejak kecil, dia tidak pernah melihat Ling Qing Zhu memiliki teman. Sepupunya tersebut selalu sendirian, termasuk saat berkumpul bersama keluarga.


Traang!


".. Kakak Qing Zhu tidak banyak bicara, dia selalu mengambil jarak dan duduk berjauhan bila para anggota keluarga berkumpul. Diajak bicara pun, Kakak Ling hanya menjawabnya dengan singkat.."


Umumnya, keluarga Ling merupakan orang-orang dengan harga diri yang tinggi, berwibawa, berwajah tenang, dan seakan tanpa emosi. Namun sebenarnya, sifat mereka itu kebanyakan ditujukan bagi orang asing.


Jujur saja, Ling Qin Qi kurang menyukai sifat sepupunya. Menurutnya, Ling Qing Zhu terlalu angkuh hanya karena lahir dengan bakat dan kecantikan yang begitu menawan.


Ling Qin Qi masih ingat ucapan seorang Nenek Pendekar yang menjadi tamu kehormatan di sekte ini kala usianya menginjak 8 Tahun.


Saat itu dia dengan jelas mendengar penuturan Nenek Pendekar tersebut yang mengatakan bahwa sembilan puluh persen kecantikan di dunia ini telah dibawa lahir oleh Ling Qing Zhu.


BAAAAM!


Suara debaman keras menyadarkan Lin Qin Qi, dia tanpa sadar mengepalkan kuat kedua tangannya. Dia gugup kala mengetahui teman di sampingnya sedang menatapnya.


"Ehm.."


"Tidak perlu mengatakan apa pun. Aku tahu bagaimana perasaanmu. Nenek Pendekar itu pasti hanya membual, tidak mungkin Nona Ling dianugerahi keberuntungan langit, memang siapa dia?! Cih! Membuat kesal saja,"


Ling Qin Qi menatap temannya yang seperti sedang cemburu dengan sepupunya tersebut. Dia juga merasakan hal yang sama, tetapi lebih memilih bungkam karena tidak ada gunanya iri pada hal semacam itu.


Di sisi lain, Ling Qing Zhu terus bertukar serangan dengan Yi Wen. Dia mengalami luka sayatan pada bagian lengan kanannya, ini membuat pakaiannya koyak dan kotor karena darah.


Ekspresi wajah Ling Qing Zhu masih begitu tenang, walau serangan yang mengenainya tadi mengandung racun.


"Hmph, Nona Ling.. Apa kau masih mampu bergerak?" nada suara Yi Wen terdengar meledek, dia bagai kultivator yang berasal dari Aliran Hitam saja.


"Mn,"


Jawaban Ling Qing Zhu begitu singkat, dirinya tidak mempermasalahkan ekspresi wajah Yi Wen yang kemungkinan sebagian orang menganggapnya gadis itu jahat. Baginya, Yi Wen adalah saudara seperguruan Wali Pelindungnya.


"Nona Ling, kau mau tahu apa yang kupikirkan tentangmu?" Yi Wen memain-mainkan pedang di tangan kanannya dan terus menatap Ling Qing Zhu. Dirinya lalu berjalan dan seakan memutari gadis cantik berambut putih panjang tersebut.


".. Aku bukan gadis yang suka berpura-pura baik kepada orang yang sama sekali tidak kusukai, dan tentu saja.. Aku sangat membencimu." Yi Wen mulai berhenti berjalan, namun pedangnya masih dia main-mainkan.


".. Aku benci perbuatanmu yang pernah melukai teman baik Saudara Xiao-ku, dan aku membencimu karena mereka malah mengampuni nyawamu. Kau memuakkan. Jelas aku sangat ingin membunuhmu.."


Ling Qing Zhu tidak mengatakan apa-apa, dirinya hanya tetap menatap Yi Wen sambil mendengarkan ucapan gadis tersebut. Posisinya selalu siap bertarung, namun wajahnya masih mengandung ketenangan.


"Nona Ling, Saudara Xiao tidak suka dengan gadis lemah dan selalu membuatnya khawatir. Dia membenci gadis yang hanya akan menjadi beban dan menjadi kelemahannya. Kau harus tahu ini.."


Ling Qing Zhu berkedip pelan dan kemudian mengangguk. Entah mengapa dia merasa bahwa lawannya bagai sedang menguji dirinya apakah layak atau tidak bersanding dengan Wali Pelindungnya sendiri.


"Kau juga harus tahu bahwa aku sangat menyukai Saudara Xiao, jadi walau Saudaraku itu menyukaimu.. Kau jangan pernah lengah. Aku bisa saja lebih berharga baginya daripada kau sendiri,"


!


Bagi Yi Wen, sebenarnya tidak masalah bila Saudara Xiao-nya menyukai gadis mana pun. Dia hanya ingin menjadi gadis yang paling dipercaya dan dibutuhkan oleh saudaranya itu.


Saat terkena masalah dan butuh bantuan, maka namanyalah yang akan diingat pertama kali. Dengan cara itu, secara tidak langsung Saudara Xiao-nya akan tahu bahwa sebenarnya dialah yang paling berharga.


Ling Qing Zhu sendiri merasa terkesan dengan ucapan Yi Wen, dia sangat sadar tidak bisa disejajarkan dengan orang-orang yang sudah menjalani hidup bersama Xiao Shuxiang, apalagi orang itu merupakan teman masa kecil Wali Pelindungnya.


Dan kalau ingin jujur, dia sebenarnya tidak terlalu peduli dengan seperti apa Wali Pelindungnya tersebut. Toh bila nanti ada pendekar yang menantang Xiao Shuxiang dan berhasil membunuh pemuda itu, maka pendekar tersebut akan akan menjadi Wali Pelindungnya yang baru.


"Nona Wen, kau gadis yang baik.. Bisa menjadi orang pertama yang diingat saat seseorang butuh bantuan, adalah bukti betapa dia percaya padamu," Ling Qing Zhu akhirnya mulai berbicara lebih dari tiga kata. Suaranya terdengar indah, lembut, menenangkan, namun mengandung ketegaran di dalamnya.


Yi Wen berkedip beberapa kali, dia seperti tidak percaya gadis bercadar tipis di depannya mampu mengeluarkan kata selain 'Mn'. Ini terasa bagai mimpi saja, bahkan suara gadis cantik ini entah mengapa membuatnya nyaman.


".. Aku tidak bisa mengukur seberapa besar kau suka padanya, tapi sekarang dia adalah Wali Pelindungku." Ling Qing Zhu sebenarnya ingin meminta maaf, tapi entah mengapa ucapan itu yang dia keluarkan.


Yi Wen nampak mengerutkan keningnya, dia memperhatikan gadis cantik tersebut dari atas sampai bawah. Apa yang dikatakan Ling Qing Zhu barusan membuat dirinya merasa heran akan sesuatu.


"Nona Ling.. Kau ini.. Sebenarnya suka pada Saudara Xiao-ku, kan?"


"Mn?" Ling Qing Zhu dengan tenangnya menjawab pertanyaan dari Yi Wen bahwa dirinya tidak tahu.


Memang apa artinya suka pada orang lain bila hidup di sebuah sekte yang memiliki tradisi di mana perempuan diperlakukan layaknya hadiah bergilir?


Bahkan kau dapat menikahi saudara kandungmu sendiri bila berhasil membunuh 'Wali Pelindungnya'. Jadi memang tidak ada artinya rasa suka itu.


Ling Qing Zhu memegang erat pedangnya. Andai dia bisa mengeluarkan emosinya layaknya gadis biasa, dirinya sungguh ingin menangis saat ini.


Dia memiliki takdir yang sangat sulit diubah. Dia menyukai kehidupan sekte dan aturan ketat di tempat ini, namun dirinya sangat membenci tradisi keluarganya itu.


!!


Ling Qing Zhu terkejut saat mendapat serangan tiba-tiba, dirinya lengah hingga serangan Yi Wen mengenainya dengan begitu keras.


Murid-murid Sekte Pagoda Langit yang sejak tadi menjadi penonton juga ikut terkejut. Padahal mereka mengira Ling Qing Zhu akan dengan mudah menangkis serangan barusan, tetapi ternyata tidak.


"Kakak Qing Zhu..!" Ling Qin Qi berseru, dia memanggil Ling Qing Zhu, raut wajahnya nampak cemas.


!!


Yi Wen awalnya juga menyangka serangannya tadi akan mudah ditangkis. Ini dikarenakan posisi tubuh Ling Qing Zhu sempurna dan tanpa celah sama sekali, namun tak disangka gadis tersebut rupanya sedang tidak fokus.


Ling Qing Zhu memuntahkan darah segar, dia terkena serangan pada bagian dada. Terdapat titik keringat di dahinya, ini menandakan bahwa racun dari senjata Yi Wen mulai menyebar di dalam tubuhnya.


"Aku tidak akan meminta maaf Nona Ling, salahmu karena memikirkan hal lain saat kita bertarung," Yi Wen kembali bersiap untuk melakukan serangan berikutnya.


Ling Qing Zhu juga tidak mau mendengar permintaan maaf Yi Wen, yang tadi itu jelas adalah salahnya karena lengah.


Dirinya menarik napas pelan dan mulai menerjang lawannya dengan ayunan pedang. Benturan senjata dan percikan api kembali terlihat, kali ini pertarungan mereka lebih cepat dari yang sebelumnya.


TRAANG!


Yi Wen begitu serius menyerang Ling Qing Zhu, dia menargetkan lengan, paha, dan perut gadis cantik tersebut. Karena ini latihan, dirinya hanya memakai pedang biasa.


Walau demikian, pedang tersebut tetap dirinya lumuri oleh racun namun tidak langsung menewaskan lawan. Yaah.. Yi Wen memang sangat suka melihat lawan-lawannya tersiksa terlebih dahulu, baru menghabisinya.


TRAANG!


"Apa seranganku tadi tidak berpengaruh padamu, Nona Ling? Raut wajahmu masih sama saja," Yi Wen bicara seperti biasa, suara benturan pedangnya begitu nyaring.


"Mn,"


Ekspresi wajah Ling Qing Zhu memang tenang, ini kadang membuat orang lain merasa bahwa dirinya merupakan gadis angkuh. Apalagi saat menjawab pertanyaan, dirinya hanya mengeluarkan suara gumaman singkat.


TRANG!


TRAANG!


Pertarungan Yi Wen dan Ling Qing Zhu berlangsung lebih dari tiga jam, keduanya sama-sama kuat. Mereka mengalami banyak luka sayatan, namun tidak ada di antara keduanya yang mau menyerah.


Para murid termasuk Ling Qin Qi terlihat tidak beranjak dari tempat mereka berdiri. Sejauh ini, yang mereka tahu Ling Qing Zhu sangat sulit dilukai.


TRANG!


Jadi melihat pertarungan ini tentu membuat para murid Sekte Pagoda Langit bertanya-tanya. Sekuat apa lawan yang dihadapi oleh salah satu kebanggaan sekte mereka itu?


Yi Wen mengalirkan Qi yang besar pada pedangnya, Aura Pendekarnya mulai keluar. Dia sepertinya lupa bahwa saat ini dirinya hanya berlatih pedang bersama Ling Qing Zhu, tatapan matanya jelas membuktikan bahwa dia tidak akan berhenti sebelum menebas leher lawannya.


Ling Qing Zhu juga ikut mengeluarkan Aura Pendekarnya dan mengalirkan Qi yang tidak kalah besar pada pedangnya. Dia kemungkinan juga lupa bahwa ini hanyalah latihan biasa.


Saat keduanya mulai melesat cepat, tepat di tengah-tengah mereka muncul sebuah cermin besar. Seekor harimau kemudian keluar dari cermin tersebut.


!!


Yi Wen dan Ling Qing Zhu sama-sama terkejut bukan main, tetapi serangan mereka kini sulit dihentikan. Ini jelas sangat berbahaya sebab harimau tersebut bisa tewas terkena serang mereka.


"Lan Xiao...!!" Yi Wen berseru, dia tidak bisa menahan kekuatannya. Bila dilakukan secara paksa, dirinyalah yang akan terluka parah atau kemungkinan kehilangan nyawa.


BAAAAAM!


!!


Asap putih dengan suara debaman begitu keras, disertai angin kejut langsung menyebar dan menutupi pandangan para murid Sekte Pagoda Langit.


!!


Tangan Yi Wen gemetar, bilah pedangnya patah karena berbenturan dengan sebuah pedang yang rupanya adalah milik Lan Guan Zhi, Shǎndiàn.


Sementara itu, kondisi yang sama juga dialami Ling Qing Zhu. Hanya saja yang menahan terjangan pedangnya merupakan Wali Pelindungnya sendiri, Xiao Shuxiang.


!!


Bocah Pengemis Gila yang baru saja keluar dari Cermin Pemindah begitu terkejut dengan kejadian ini. Dia baru saja pulang dari Benua Selatan dan sekarang disambut dengan pertarungan lagi.


"Kalian ini apa-apaan? Ingin membunuh Lan Xiao?!" Xiao Shuxiang bertanya, dia juga begitu kaget. Untung saja dirinya bergerak cepat hingga Lan Xiao tidak menjadi potongan daging.


"Nona Wen, kau terlalu kasar." suara Lan Guan Zhi datar dengan tatapan matanya yang dingin, dia baru saja menegur Yi Wen.


!!


"Tu-Tuan Muda Lan.." Yi Wen kesulitan berkata-kata, dia menarik kembali pedangnya. Raut wajahnya terlihat penuh rasa bersalah.


Xiao Shuxiang, "Haah.. Kalian berdua. Sebenarnya apa yang sedang kalian lakukan? Melakukan pertarungan sampai salah satu di antara kalian tewas? Begitu?"


Ada rasa kesal pada nada suara Xiao Shuxiang. Ini karena kedua gadis yang dikenalnya tersebut melakukan serangan mematikan, untung saja dia memakai pedang pusaka terbaiknya.


Shǎndiàn merupakan Pusaka Abadi, sementara Yīng xióng adalah Pusaka Semesta. Mereka dimiliki oleh dua kultivator terbaik dan merupakan kebanggaan warga Benua Timur.


Andai kultivator lain yang menahan serangan Yi Wen dan Ling Qing Zhu tadi, kemungkinan kultivator tersebut hanya akan bertemu kematiannya.


Saat Ling Qing Zhu menarik kembali pedangnya, Xiao Shuxiang mulai memasukkan Yīng xióng ke dalam Gelang Semestanya. Dia meminta penjelasan kedua gadis ini.


***