XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
139 - Tawaran [Revisi]


Patriarch Ketiga yang baru pulang dari mencari inspirasi melukis tersentak ketika banyak orang di dalam kamarnya. Apalagi dia melihat salah satu dari mereka adalah Lan Guan Zhi.


"Apa yang kalian lakukan di tempatku?"


"Tetua!" Feng Ying dan Hai Feng segera menarik tangan Patriarch sambil memintanya untuk menyadarkan Xiao Shuxiang.


Hai Feng, "Saudara Xiao tidak juga bangun sejak kemarin, jantungnya berdetak hanya dua menit sekali! Kami sangat takut, Tetua..!"


Wajah Hai Feng begitu pucat, "Aku dan saudara-saudaraku tidak pernah meninggalkan tempat ini atau pun mengatakan keadaan Saudara Xiao kepada guru dan serta saudara seperguruan kami yang lain."


Patriarch Ketiga setelah memeriksa kondisi tubuh Xiao Shuxiang.. Dia lalu menjelaskan bahwa saudara mereka hanya sedang tertidur dan sebentar lagi akan bangun.


"Kalian tidak perlu cemas. Saat tertidur, jantungnya memang hanya sekali berdetak tiap dua menit. Walau aku juga penasaran dengan keanehan tubuh anak ini."


Xiao Lu dan saudara-saudaranya merasa lega saat mendengar penjelasan Patriarch. Meski mereka juga ikut penasaran, namun mengetahui bahwa Xiao Shuxiang baik-baik saja membuat rasa penasaran mereka hilang seketika.


Xiao Shuxiang baru terbangun saat malam harinya, dia langsung meminta makanan kepada teman-temannya tanpa melihat wajah mereka.


Jing Mi. "Saudaraku, kami mencemaskanmu... Kau-"


"Aku butuh makanan, Saudara Jing. Bukan rasa cemasmu. Bawakan aku makanan, cepatlah..!" Xiao Shuxiang menendang-nendangkan kakinya minta diberi makan. Saking laparnya, dia bahkan melihat Feng Ying dan Lan Guan Zhi sebagai makanan.


Jing Mi menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia meminta Xiao Lu dan Yi Wen memasak untuk Xiao Shuxiang. Hanya saja keduanya saling bertatapan dan dengan malu berkata bahwa mereka tidak bisa memasak.


"Kalian ini perempuan! Kenapa memasak saja tidak bisa?! Yang jelas, bawakan aku makanan sekarang sebelum Xiao Shuxiang memakan kalian!"


"Kau itu kultivator, tidak butuh makan-!!" ucapan Xiao Lu tercekat saat melihat tatapan mata Xiao Shuxiang yang seperti hewan buas yang kelaparan.


Patriarch Ketiga mengembuskan napas pelan, dia menyuruh teman-teman Xiao Shuxiang untuk segera ke dapur. "Buat saja yang kalian bisa dan cepat bawa kemari,"


"Ba-baik," Xiao Lu menyenggol Yi Wen. Keduanya lalu keluar dari kamar Patriarch bersama dengan Jing Mi, Hai Feng, Bao Yu dan Feng Ying.


Cukup lama mereka di dapur, Lan Guan Zhi dan Patriarch Ketiga beberapa kali mendengar suara ledakan. Entah apa yang dilakukan anak-anak itu di dalam dapur Patriarch.


Ketika Yi Wen dan Xiao Lu kembali dengan membawa semangkuk bubur----Xiao Shuxiang tidak bisa menahan rutukannya. Dia mengomeli Yi Wen dan Xiao Lu karena terlalu lama memasak.


"Apa saja yang kalian lakukan. Lama sekali... Ini bahkan tidak enak," Xiao Shuxiang hampir muntah karena memakan masakan buatan Yi Wen dan Xiao Lu.


Pletak!


Xiao Lu menjitak kepala Xiao Shuxiang, dia kesal karena adiknya terus merengek dan sekarang malah mengkritik masakannya. "Sudah bagus kubuatkan untukmu. Tidak perlu banyak maunya, habiskan saja!"


"Tidak mau!" Xiao Shuxiang tetap menolak, dia lalu turun dari dipan dan berpamitan kepada Patriarch Ketiga. Dirinya langsung berjalan keluar dan segera menaiki pedang terbang untuk mencari makanan.


"Saudara Xiao, tunggu kami..!" Jing Mi memberi hormat kepada Patriarch Ketiga, diikuti oleh saudaranya yang lain. Mereka juga mengajak Lan Guan Zhi untuk pergi bersama.


Xiao Shuxiang dan teman-temannya melesat menuju ke salah satu tempat makan yang ada di Kota Langit Bintang. Mereka disambut begitu ramah oleh pemilik tempat makan secara langsung.


Jing Mi dan yang lainnya dapat melihat tempat duduk lantai pertama hampir penuh oleh pelanggan, mereka segera memesan tempat di lantai kedua yang dikhususkan untuk para kultivator.


Lantai kedua rupanya hanya diisi oleh lima orang kultivator yang sepertinya sedang beristirahat dari menjalankan misi. Kehadiran Xiao Shuxiang dan teman-temannya hanya sedikit menarik perhatian kelimanya.


"Paman, kau hidangkan makanan terenakmu kemari. Aku ingin semuanya..!" Xiao Shuxiang mengeluarkan sekantong emas yang pas digenggaman di atas meja duduk, "Sisanya akan dibayar setelah aku kenyang."


"Tentu, tentu saja Tuan Muda!" Pemilik tempat makan yang seorang pria paruh baya begitu senang, dia mengeluarkan senyum terlebarnya. "Saya akan segera menyiapkan pesanan Anda,"


Meja duduk di depan Xiao Shuxiang hanya dikhususkan untuk dua orang, pemilik tempat makan meminta dua pelayannya agar memberikan meja yang lebih panjang.


Tidak butuh waktu lama, lima orang pelayan wanita membawa nampan yang berisi berbagai makanan. Xiao Shuxiang, Jing Mi dan Hai Feng merasakan perut mereka berbunyi.


"Tunggu apa lagi? Ayo makan..!"


Jing Mi, Hai Feng dan Bao Yu langsung menyambut ajakan Xiao Shuxiang. Keempatnya mulai menyantap hidangan di depan mereka diikuti oleh Xiao Lu, Feng Ying dan Yi Wen.


Lan Guan Zhi seperti biasa, dia hanya memakan sesumpit nasi dan segera berhenti. Dia hanya duduk sambil melihat Xiao Shuxiang dan teman-temannya makan.


Lima kultivator yang duduk di tempat berbeda memperhatikan Xiao Shuxiang dan rekannya, dalam hati mereka menggeleng melihat tingkah anak-anak baru tumbuh ini.


Yang masih bertahan makan kini hanya Jing Mi dan Xiao Shuxiang. Teman-teman mereka yang lain sudah lebih dulu kekenyangan.


"Aku menyerah, perutku sudah tidak kuat menampung makanan lagi." Jing Mi akhirnya menyerah, "Aku makan makanan yang enak, namun ini belum bisa menyaingi masakan buatanmu, Saudaraku."


"Kau tidak perlu memujiku, Saudara Jing. Aku tidak ada niatan untuk memasak saat ini, perutku butuh diisi." Xiao Shuxiang memesan makanan lagi, dia belum kenyang walau telah menghabiskan hampir setengah dari sajian yang disantapnya.


Wajah mereka menampakkan perasaan takjub ketika melihat Xiao Shuxiang belum juga berhenti makan.


"Paman, tambah lagi. Cepatlah..!"


Xiao Shuxiang walau makan dengan penuh perasaan dan begitu anggun, namun meja di depannya sudah lima kali dibersihkan dan ditukar oleh nampan berisi makanan yang baru.


Xiao Shuxiang baru berhenti setelah putaran ketujuh. Dia mengembuskan napas panjang dan tersenyum senang karena telah mengisi perutnya.


"Lan Zhi, kau yang bayar sisanya, yah.." Xiao Shuxiang mengelus pelan perutnya, dia lalu mengeluarkan sebuah pil di Cincin Spasialnya dan menelan pil tersebut.


!!


Jing Mi dan yang lainnya terkejut mendengar ucapan Xiao Shuxiang. Bagaimana bisa saudara mereka ini meminta Lan Guan Zhi untuk membayar makanan yang sama sekali tidak dimakannya?! Saudara mereka memalukan!


"Xiao'Er, kau jangan meminta Tuan Muda Lan membayarkan untukmu. Bayar sendiri..!" Xiao Lu bahkan hampir tersedak minumannya tadi, adiknya sungguh keterlaluan!


Xiao Lu melanjutkan, "... Dan juga, jangan merubah nama orang lain seenakmu, kau menghilangkan kata 'Guan' pada nama Tuan Muda Lan, itu sangat tidak sopan."


"Lan Guan Zhi sendiri tidak keberatan, kenapa malah kau yang repot? Dasar cerewet."


Xiao Lu mengepalkan kedua tangannya, untung saja dia duduk agak jauh dari adiknya. Kalau tidak, dirinya pasti akan menjitak kepala dan menarik telinga Xiao Shuxiang dengan keras.


"Setelah Xiao'Er bangun, dia malah jadi menyebalkan..!"


Xiao Shuxiang berdiri dan mulai berjalan pergi. Setelah makan yang cukup, dia ingin melatih teknik tempaannya lagi di tempat Duan De.


"Saudara Xiao?! Makanannya, kau belum membayarnya..!" Jing Mi memanggil Xiao Shuxiang, namun saudaranya itu langsung melompat dari lantai kedua.


"Bagaimana sekarang?! Aku tidak punya cukup uang," Jing Mi mengeluarkan kantong penyimpanan yang isinya hanya sepuluh koin emas.


Lan Guan Zhi mengembuskan napas, dia mengeluarkan satu kantong berukuran sedang dan meletakkannya di meja. Dia langsung berdiri dan mengajak Jing Mi serta teman-temannya untuk pergi.


Sesampai di luar, mereka melihat Xiao Shuxiang sedang berada di antara dua laki-laki yang nampak berusia 20 tahun, kedua orang ini tidak lain adalah Dai Chen dan Zong Ming.


Awalnya, ketika Xiao Shuxiang melompat turun dari lantai dua----Dia secara tidak sengaja langsung masuk ke dalam pertarungan Dai Chen dengan Zong Ming.


Dai Chen cukup lama memperhatikan anak yang berada di depannya karena merasa tidak asing. Dia mulai sadar bahwa ternyata anak tersebut adalah Xiao Shuxiang.


"Apa kalian tidak bisa akur saja?" Xiao Shuxiang tidak senang melihat pertarungan sehabis makan. Apalagi yang bertarung saat ini adalah Dai Chen dengan Zong Ming.


"Akur katamu? Hah! Itu tidak mungkin!" Dai Chen menatap sinis ke arah Zong Ming, "Aku tidak akan pernah akur dengan orang yang telah membuat adikku cacat."


Zong Ming hanya diam mendengar tuduhan yang dialamatkan padanya. Baginya, tidak ada yang perlu dijelaskan lagi. Dia sudah pernah mengatakannya berkali-kali kepada Dai Chen bahwa semua itu murni kecelakaan, tetapi tetap saja Dai Chen tidak menerimanya.


"Tsk, dasar anak-anak. Begini saja, kalau adikmu sembuh dari cacatnya, maka kau harus berhenti memusuhi Saudara Zong. Bagaimana?"


!


"Hh, kau ingin menyembuhkan adikku? Banyak tabib kultivator yang mencoba menyembuhkannya, tetapi semua gagal. Anak kecil sepertimu bisa melakukan apa, hah?!"


Xiao Shuxiang mengedutkan bibir atasnya, dia baru saja diremehkan.


Dai Chen mengatakan, "Hanya Immortal Zhou yang kemungkinan bisa menyembuhkan adikku, tetapi Patriarch Ketiga Sekte Pedang Langit itu sangat sulit ditemui. Lalu apa bagusnya dirimu, huh?"


"Pertama, tetua tiga belum mencapai tingkat Immortal. Dan yang kedua, aku berhubungan baik dengannya. Bukankah, kau yang paling tahu hubunganku dengan tetua tiga, hm?!" Xiao Shuxiang jelas tidak melupakan tindakan Dai Chen yang hampir membuatnya mati di tangan Patriarch Ketiga, anak dari seniornya sendiri.


Xiao Shuxiang tidak berniat menyalahkan ataupun membalas Dai Chen. Karena biar bagaimanapun juga sebab Dai Chen-lah dia bisa belajar membuat pil, sesuatu yang tidak pernah dia lakukan di masa lalu.


"Jadi, bagaimana? Kau mau menerima bantuanku atau tidak? "


Dai Chen termenung beberapa lama, dia sedikit tersentak saat Jing Mi ikut di dalam perbincangan mereka dan mengatakan bahwa dirinya akan menyesal jika menolak tawaran saudaranya.


"Baiklah, kalau kau bisa menyembuhkan adikku, maka akan kulupakan dendamku pada Zong Ming. Tapi-"


"Tidak perlu katakan itu, ayo segera pergi." Xiao Shuxiang menatap Jing Mi dan memintanya untuk kembali ke sekte bersama Zong Ming.


"Lan Zhi, kau juga sebaiknya kembali. Kasihan Lan Xiao ditinggal sendirian."


Lan Guan Zhi meminta Xiao Shuxiang untuk menjaga diri dengan baik. Dia dan teman-temannya yang lain melihat Xiao Shuxiang dan Dai Chen menaiki pedang terbang lalu melesat pergi meninggalkan mereka.


***