
TRAANG!
Saat Xiao Shuxiang sedang bertarung, tiba-tiba saja lima buah cermin muncul dan melayang di sekelilingnya.
Cermin setinggi pria dewasa ini memantulkan bayangan Xiao Shuxiang yang memegang Yīng xióng.
!!
Tidak hanya dirinya, lima buah cermin juga muncul di sekeliling Jing Mi. Teman-teman sekelompok mereka serta kultivator yang masih dapat mempertahankan kesadarannya terkejut.
"Saudara Jing?!"
Bao Yu dan Feng Ying mencoba melesat ke arah saudara mereka untuk menyelamatkannya dari terperangkap oleh lima cermin besar tersebut, namun yang mereka lihat selanjutnya membuat gerakan keduanya terhenti.
Lima buah cermin itu memudar dan kemudian menghilang, menyisakan lima orang pria dengan bentuk tubuh dan wajah yang mirip sekali dengan Jing Mi.
!!
Xiao Shuxiang memegang erat Yīng xióng, cermin yang memudar dan perlahan menghilang di sekelilingnya mengingatkan dia pada penyerangan yang terjadi di pesta pernikahan Dai Chen.
Lima orang pria yang mirip dengannya nampak berdiri sambil memegang pedang yang bahkan sama persis dengan Yīng xióng. Ini akan jadi sangat buruk..!
"Aku belum tahu cara menghilangkan efek dari aroma aneh ini dan sekarang muncul lagi lawan yang merepotkan, tsk!"
Xiao Shuxiang menangkis serangan salah satu kembarannya, sementara empat kembaran dirinya yang lain melesat dan menyerang teman-teman sekelompoknya.
TRAANG!
TRAANG!
Pertarungan menjadi semakin sulit karena keempat kembaran Xiao Shuxiang memiliki kecepatan yang sama dengan orang yang mereka tiru.
Bao Yu dan Hai Feng tidak pernah menang melawan Saudara Xiao mereka selama ini, apalagi sekarang yang mereka lawan sangat haus akan darah.
Craash!
AAKH!
"Hai Feng..!"
Jing Mi berseru saat melihat Hai Feng terkena tebas yang membuat lengan kanannya putus. Sayang dia tidak bisa membantu karena harus melawan salah satu kembarannya.
TRAANG!
TRAANG!
Feng Ying sendiri harus menghadapi kembaran Xiao Shuxiang dan Jing Mi secara sekaligus. Dia memegang erat pedangnya dengan kedua tangan dan berusaha bertahan walau sangat sulit, beberapa serangan berhasil memberinya luka di punggung, kaki, dan lengan.
"Kakak Feng..! Jangan Mati Dulu, Kita Masih Kekurangan Bantuan..!"
TRAANG!
Feng Ying melesat dan menghindari serangan kembaran Xiao Shuxiang dan Jing Mi, dia menggunakan para manusia yang dikendalikan sebagai tameng.
Sambil terus menghindar dia meminta maaf pada para manusia tersebut dan berkata akan membakarkan uang pada mereka yang mati karena ulahnya.
"Ying'Er..! Kau Bocah Kurang Ajar, Aku Tidak Akan Mati Hanya Karena Kehilangan Satu Lengan..!"
Hai Feng menggulingkan tubuhnya dan langsung melompat menghindar saat kembaran Xiao Shuxiang hampir menebas tubuhnya.
BAAAM!
Efek dari serangan tersebut membuat tanah retak dan tubuh seorang manusia yang dikendalikan terbelah dua.
Wajah Hai Feng yang sebelumnya pucat karena terluka, kembali semakin pucat saat melihat efek dari serangan barusan. Dia bahkan tidak tahu kapan dirinya menahan napas.
"Ku-kupikir aku akan mati.."
Rasa sakit sepertinya berhenti dirasakan Hai Feng, namun dia kembali merintih kala melihat lengannya mengeluarkan darah yang cukup banyak.
Dia menyarungkan kembali senjatanya yang berupa cerulit dan mulai mengambil kantong penyimpanan di balik pakaiannya.
!!
Kembaran Xiao Shuxiang dan beberapa kultivator yang dikendalikan ternyata tidak memberinya kesempatan, dia di serang namun beruntung karena dua api biru kecil melesat dan melindungi dirinya.
TRAANG!
Xiao Shuxiang saling bertukar serangan dengan salah satu kembarannya. Gerakan pedang keduanya sangat cepat dan tidak bisa diikuti oleh mata.
BAAAM!
Xiao Shuxiang tidak mempedulikan berapa banyak korban yang berjatuhan dalam pertarungannya ini. Memikirkan keselamatan mereka bukanlah kewajibannya.
TRAANG!
".. Bahkan kekuatan dan kecepatannya menyamaiku. Namun.. Kau tetaplah seorang peniru.."
Warna mata Xiao Shuxiang berubah merah, dia menggunakan Jurus Pengendalian Darahnya untuk membuat tubuh kembarannya tersebut meledak.
!!
Sangat mengejutkan! Tubuh lawannya ternyata tidak memiliki setetes pun darah. Xiao Shuxiang merutuk kesal dan mengomeli siapapun yang menggunakan jurus terkutuk ini.
TRAANG!
"Apa yang harus kita lakukan?! Ini benar-benar sulit..!"
Bao Yu menangkis serangan dari kembaran Jing Mi dan Xiao Shuxiang. Pedang pemenggal kepalanya cukup efektif, namun bila terus bertahan tanpa bisa membalas maka dia akan berada dalam bahaya.
TRAANG!
Kembaran Xiao Shuxiang dan Jing Mi tidak pernah mengeluarkan satu kata pun. Mereka hanya menyerang dengan sekuat tenaga orang-orang yang dianggapnya musuh.
"Kita harus mencari kelemahan mereka..!"
Salah satu murid Senior Sekte Pedang Langit nampak terluka parah, dia sudah sulit melawan para manusia yang dikendalikan dan sekarang malah harus melawan kembaran Jing Mi yang lain.
Xiao Shuxiang yang berada di dekatnya berseru, hanya ada satu cara melawan makhluk yang meniru dirinya dan Jing Mi.
".. Kalian harus lebih kuat dari mereka, jadi lampaui batas kalian saat ini juga..!"
Yīng xióng seketika bersinar, dia bergetar dan mendesak orang yang memegang dirinya untuk mengalirkan Qi padanya.
Sebelumnya, Yīng xióng bersikap anti Qi Xiao Shuxiang, tapi kini berbeda. Dia memang pedang yang unik dan misterius.
Qi berwarna biru mulai menyelimuti Yīng xióng, nampak memadat dan lalu menajam. Bersamaan dengan itu, asap hitam tipis terbentuk di kaki Xiao Shuxiang. Detik berikutnya dia menghilang dan muncul tepat di depan kembarannya.
TRAANG!
BAAAM!
Kembaran Xiao Shuxiang hanya mampu bertahan selama satu tarikan napas sebelum akhirnya terpental sejauh lima belas meter dan menghantam kultivator dan manusia yang berada dijalurnya terpelanting jauh.
Serangan Xiao Shuxiang saja sudah memiliki efek yang fatal, kini ditambah dengan kekuatan Yīng xióng membuatnya semakin parah.
Buktinya, tubuh makhluk tanpa darah tersebut langsung kaku dan secara cepat berubah menjadi debu.
Xiao Shuxiang menghembuskan napas pelan, warna matanya kembali seperti semula. Wajahnya sama sekali tidak memperlihatkan kesenangan, malahan dia seperti orang yang bersedih hati.
".. Aku tidak suka ini. Rasanya seperti Xiao Shuxiang membunuh dirinya sendiri, hatiku perih menghajar makhluk berwajah tampan yang mirip denganku,"
Xiao Shuxiang menutup hidungnya, menahan mimisan. Dia sepertinya memiliki penyakit lain yang cukup mengesalkan. Itu adalah kecintaan pada dirinya sendiri yang begitu melampaui batas.
Jauh di tempat lain, yakni istana Kekaisaran Matahari Tengah. Ada sekitar lima puluh orang kepala prajurit yang berbaris rapi di halaman depan istana, pakaian mereka begitu lengkap bahkan dengan zirah perang. Saat ini, hanya perintah dari kaisar saja yang mereka tunggu.
Di dalam istana, tepatnya di kamar Li Qian Xie.. Ayahnya Sang Kaisar Matahari Tengah terus memintanya untuk tetap tinggal dan tidak ikut berperang.
"Ayah, aku bukan lagi gadis lemah yang harus terus dilindungi. Putrimu sekarang telah menjadi pendekar hebat. Kau jangan cemas, aku bisa menjaga diri dengan baik,"
Li Qian Xie menyarungkan pedangnya, dia memakai pakaian berwarna merah muda dengan pita berbentuk kupu-kupu yang terikat di rambutnya.
Li Jing Hua menyentuh pundak putrinya dan memperhatikan wajah Li Qian Xie dengan dalam. Dia bertanya sekali lagi, apakah putrinya mau memikirkan kembali niatnya untuk pergi berperang? Namun sepertinya keputusan Li Qian Xie sudah bulat.
".. Aku adalah putrimu Ayah, jangan membuat keberanianku menghilang. Perang ini merupakan perang pertamaku dan aku tidak pernah takut,"
"Kau telah tumbuh menjadi gadis dewasa yang cantik. Tapi dengarkan permintaan Ayahmu, kau jangan pernah memaksakan diri apalagi sampai menerjang musuh tanpa persiapan, jangan gunakan emosimu,"
Li Qian Xie mengangguk, dia memeluk ayahnya dan berkata akan pergi menemui ibunya terlebih dahulu sebelum berkumpul dengan yang lainnya.
Dai Chen dan Xiao Lu nampak telah selesai bersiap. Yang Shu dan Yang Fu juga ikut, keduanya bertugas sebagai otak dari strategi perang mereka.
Li Jing Hua tidak dapat pergi karena usianya yang sudah sangat tua, dia diminta terus berada di istana dan membantu mereka bila dalam perang nanti terdapat hal yang tidak diinginkan.
Saat keluar menemui para kepala prajurit, Dai Chen mendapat informasi bahwa pasukannya berjumlah lima ribu orang. Terlalu sedikit namun hanya ini prajurit yang menurut Dai Chen dapat diandalkan.
Dia tidak membutuhkan banyak orang yang pada akhirnya akan menjadi korban. Dai Chen memiliki pemikiran yang sama dengan Xiao Shuxiang dan Yang Shu.
Tidak hanya di istana Kekaisaran Matahari Tengah yang bersiap-siap, tetapi juga di Sekte Pedang Langit. Patriarch Kedua bersama dengan GrandElder dan keempat Patriarch yang lain mempersiapkan murid-murid unggulan mereka untuk pergi menuju Kekaisaran Matahari Terbit.
Mereka jelas tidak mengetahui bahwa akan terjadi perang antara pasukan Kaisar Matahari Tengah dengan pasukan Kaisar Matahari Tenggelam. Informasi yang mereka dapatkan hanyalah kekacauan di tempat Xiao Shuxiang dan kelompoknya sekarang berada.
TRAANG!
'Melampaui Batasan', itu yang saat ini dilakukan oleh Jing Mi, teman-temannya, serta kultivator Senior Sekte Pedang Langit.
Mereka tidak takut terluka karena ada pil penyembuh buatan Xiao Shuxiang yang bahkan salah satu pilnya dapat menumbuhkan organ tubuh yang putus.
"Hindari serangan yang mengenai organ vital kalian..! Meski Pil Napas Naga milikku hebat, tetapi kalian harus tahu.. Itu tidak bisa menumbuhkan kepala, jadi tetaplah waspada..!"
Setelah mengatakannya, Xiao Shuxiang kembali menerjang kembarannya yang lain. Dia menyarankan kepada teman yang berjarak cukup dengannya untuk tidak ragu menebas kaki manusia biasa dan kultivator yang menghalangi.
"Kita tidak datang untuk membunuh apalagi membantai mereka, Saudara Xiao,"
"Aku tahu, Feng Ying. Tapi hanya cara itu yang terpikirkan agar mereka berhenti menjadi penghalang,"
TRAANG!
Pedang Xiao Shuxiang kembali berbenturan dengan pedang kembarannya. Beruntung senjata manusia yang dipegang lawannya ini hanya mirip secara fisik saja dengan Yīng xióng.
Xiao Shuxiang bersyukur karena baik Yīng xióng maupun dirinya sendiri tidak dapat ditiru secara sempurna.
Ketika sedang bertarung, rasa hangat yang tidak biasa pada lengan kanannya membuat Xiao Shuxiang tersentak.
Di balik pakaiannya, tulisan yang awalnya hitam berubah warna menjadi emas bersamaan dengan semakin menghangatnya lengan Xiao Shuxiang.
!!
Sebuah titik-titik cahaya putih dan biru berkumpul tepat di depannya, perlahan titik tersebut membentuk seruling yang sangat dikenali Xiao Shuxiang.
'Seruling Giok Putih', salah satu dari Tiga Pusaka Langit yang masih dia pelajari kini melayang tepat di depannya. Yīng xióng tiba-tiba menghilang, dia masuk kembali ke dalam Gelang Semesta Xiao Shuxiang.
?!
"Ini.. Kenapa aku bisa memiliki senjata yang aneh. Aku belum tahu jalan pikiran Yīng xióng dan sekarang muncul satu lagi yang sama,"
Xiao Shuxiang meraih Seruling Giok Putihnya dan lalu melesat naik untuk menghindar dari banyaknya pertarungan. Dirinya disusul oleh kembaran dirinya dan Jing Mi, namun dengan kecepatannya dia memberi tendangan yang kuat pada keduanya.
Xiao Shuxiang segera memainkan Seruling Giok Putih dengan lagu 'Ketenangan' yang diajarkan oleh Patriarch Lan.
!!
Kultivator yang tidak terpengaruh dengan aroma yang dapat mengendalikan pikiran ini menatap ke arah langit, tepat ke arah Xiao Shuxiang.
Dia kagum sebab baru kali ini dirinya melihat ada kultivator berusia sangat muda dengan praktik berada di Forging Qi tingkat 13 dapat melayang tanpa bantuan pedang terbang.
Dia juga kagum dengan suara merdu yang dihasilkan oleh Xiao Shuxiang dari memainkan serulingnya. Namun tidak sedikit juga yang berseru dan mengatai pemuda itu sudah tidak waras.
Mereka sedang berada dalam kondisi mengkhawatirkan tetapi Xiao Shuxiang dengan tenangnya malah bermain seruling. Padahal ini bukan waktunya mendengar hiburan, dasar berandal..!
!!
Baru saja mereka ingin meneriaki dan memaki Xiao Shuxiang, saat para manusia serta kultivator yang dikendalikan terdiam. Secara mengejutkan senjata di tangan lawan mereka terjatuh.
!!
"I-ini.."
Bukan hanya itu, satu demi satu lawan mereka terjatuh tidak sadarkan diri. Xiao Shuxiang yang melihatnya juga ikut terkejut namun dia tidak menghentikan meniup serulingnya.
!!
Jing Mi bisa melihat ada harapan, dirinya menggunakan satu-satunya jurus yang dia latih sejak bertemu Nenek Tian di Pondok Pengelana dahulu.
Dirinya menyatukan jurus tersebut dengan kitab yang pernah dipelajarinya dari Pagoda milik Bai Wu Dang, dimana diperkuat dengan saran serta arahan Saudara Xiao-nya.
Jing Mi menarik napas, matanya nampak berkilat, Aura Pendekar seakan keluar dari pori-pori kulitnya.
Tubuhnya merendah bersamaan dengan kaki kanannya berada di belakang untuk mengambil ancang-ancang akan melesat.
Kedua pedang bergeriginya dia silangkan ke depan. Berikutnya Jing Mi menghembuskan napas dan langsung menerjang kembaran dirinya sendiri serta kembaran Xiao Shuxiang.
"Teknik Pernapasan Bebas, Aliran Pertama, Terjangan Hewan Buas..!"
Kedua lawannya berusaha menahan serangan Jing Mi, namun yang terjadi justru membuat mereka terpental sampai menghantam pohon besar berjarak lima belas meter dari tempat Jing Mi berada.
BAAAAM!
Pohon tersebut tumbang, bersamaan dengan tubuh kedua lawannya hancur berantakan dan perlahan berubah menjadi debu.
Jing Mi mengusai tekniknya dengan baik, sehingga tidak ada manusia ataupun kutivator yang terbaring di tanah menjadi korban dari kedua lawannya yang terpental tadi.
"Kau Hebat Saudara Jing..!"
"Aku Juga Ingin Menyerukan Nama Saat Menggunakan Jurus, Itu Terdengar Keren..!"
Bao Yu dan Hai Feng merasa tercerahkan, keduanya jadi bersemangat melawan kembaran Jing Mi yang lainnya.
Xiao Shuxiang bisa melihat banyak manusia yang terbaring tidak sadarkan diri. Manusia yang masih berdiri tegak adalah mereka yang tidak berada di dalam kendali aroma aneh tersebut serta para kembaran dirinya dan Jing Mi.
Walau masih belajar menggunakan Pusaka Langit, nyatanya cakupan dari efek seruling yang ditiup Xiao Shuxiang boleh juga, yakni sebanyak tiga kota. Namun, di luar dari itu.. Masih berada dalam kekacauan.
***