XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
413 - Sesuatu Yang Tidak Diduga VI


PERINGATAN...!


JANGAN SUKA BERPRASANGKA YANG SAMA DENGAN BOCAH PENGEMIS GILA. BIJAKLAH DALAM MEMBACA. KALAU TIDAK SUKA, SEBAIKNYA JANGAN MENGANGGU..!


*


*


*


Xiao Shuxiang tahu ada orang yang mencuri dengar di balik pintu kamarnya. Namun dia lebih peduli pada kondisi tubuhnya saat ini.


Lan Guan Zhi awalnya membantu dirinya membuka pakaian. Dia tidak menanyakan apa-apa dan hanya menurut saja.


Dia lalu memposisikan tubuh untuk duduk bersila sambil berusaha menenangkan pikiran. Lan Guan Zhi sendiri duduk di belakangnya dan meminta agar dirinya selalu fokus.


Selama beberapa hari terakhir mempelajari buku yang didapatkan dari Grand Elder Sekte Pagoda Langit, Lan Guan Zhi telah menemukan cara sendiri untuk mengeluarkan Paku Penembus Tulang dari tubuh teman baiknya.


Cara ini terbilang sederhana, namun berbahaya. Karena bila salah sedikit saja, maka tidak hanya teman baiknya mengalami kelumpuhan permanen--tetapi kemungkinan besar akan menyebabkan kematian.


Benar, cara itu adalah menarik secara langsung Paku Penembus Tulang dengan tetap memperhatikan setiap fungsi saraf dan organ dalam tubuh. Ini membutuhkan konsentrasi dan ketelitian yang tinggi.


"Lan Zhi.. Kuakui aku yang tidak sabaran tadi dan seperti mendesakmu. Tapi saat ini.. Aku agak gugup dan sedikit takut.."


Xiao Shuxiang tidak peduli jika dia mati. Tetapi yang paling tidak bisa dibayangkan olehnya adalah jika hidupnya harus berlangsung tanpa bisa menjadi pendekar lagi.


"Tenanglah.." suara Lan Guan Zhi terdengar rendah, ".. Aku berjanji kau akan baik-baik saja,"


Tangan kirinya mulai terulur dan menyentuh kulit punggung Xiao Shuxiang. Teman baiknya dapat merasakan betapa dingin tangan kirinya ini.


!


Xiao Shuxiang tersentak, jantungnya berdetak tidak karuan karena khawatir cara ini gagal. Dia berusaha untuk menenangkan diri, tetapi tidak bisa.


"Lan Zhi.. Bagaimana selanjutnya..?" titik keringat terbentuk di kening Xiao Shuxiang, "Aku benar-benar khawatir,"


"Rileks.. Dan biarkan aku yang melakukannya," Lan Guan Zhi menyakinkan teman baiknya, dia mengatakan agar Xiao Shuxiang percaya saja padanya.


"Mn.." jawaban Xiao Shuxiang terdengar ragu-ragu, dia mulai menarik napas dan kemudian mengembuskannya perlahan.


Lan Guan Zhi mulai mengalirkan Qi ke seluruh tubuh teman baiknya. Dia memeriksa setiap sel dan organ dalam Xiao Shuxiang tanpa ada yang terlewat.


Qi milik Lan Guan Zhi hangat, tidak seperti tangannya yang terasa dingin. Xiao Shuxiang secara perlahan mulai merasa rileks dan kegugupannya berangsur-angsur menghilang.


Lan Guan Zhi mulai mengulurkan tangan kanannya, dia menyentuh luka di bagian belakang bahu sebelah kanan teman baiknya dan menariknya sedikit dengan memakai Qi.


!!


Xiao Shuxiang tiba-tiba merasakan sakit. Dia berteriak tetapi berusaha menahan suaranya. Inilah yang membuat teman-temannya, terutama Bocah Pengemis Gila membayangkan hal yang bukan-bukan.


"Khh.. Aah!"


"Tenanglah,"


Kedua tangan Xiao Shuxiang mencengkeram selimut di dekatnya. Urat-urat leher dan dahinya menegang, titik keringat semakin banyak terbentuk.


"Ini.. Sa-sakit Lan Zhi.." Xiao Shuxiang berusaha bersuara, dia sulit mengatur napas karena rasa sakit yang luar biasa ini.


"Tahanlah sebisa mungkin. Aku tidak bisa menghentikannya sekarang,"


Lan Guan Zhi sebenarnya kasihan melihat teman baiknya yang kesakitan. Tetapi jika Paku Penembus Tulang bisa ditarik keluar, maka teman baiknya akan segera pulih dan dapat beraktivitas seperti biasa.


"Lan-Lan Zhi.." Xiao Shuxiang berusaha menahan diri untuk tidak menjerit keras. Dia bahkan menggigit bibir bawahnya hingga berdarah.


!!


Lan Guan Zhi mengetahuinya, hidungnya dapat mencium aroma darah yang menetes dan menodai selimut milik teman baiknya. Dia menghentikan menarik keluar Paku Penembus Tulang, namun tetap mengalirkan Qi pada tubuh temannya ini.


"Shuxiang.. Berbalik,"


Xiao Shuxiang terengah-engah, pandangan matanya memburam, tetapi dia berusaha menuruti ucapan Lan Guan Zhi. Dia pun mulai berbalik dan mengubah posisinya menjadi duduk bersila sambil berhadapan dengan teman baiknya.


!


Lan Guan Zhi ingin mengatai temannya yang dengan bodohnya malah menggigit bibir sendiri untuk menahan rasa sakit. Sepertinya, Koki Alkemis di hadapannya ini masih memikirkan tentang harga diri seorang pria.


Sebagai laki-laki, berteriak atau bahkan menjerit kesakitan adalah hal paling memalukan. Apalagi, bila itu disaksikan oleh sesama laki-laki. Tentu rasa malunya akan semakin bertambah.


!?


Dengan beberapa gerakan, Lan Guan Zhi membuka pakaian bagian atasnya hingga memperlihatkan kulit tubuhnya yang putih mulus, dia mempunyai dada bidang yang jelas sama mempesonanya dengan wajah tampan miliknya.


"Kau bisa melampiaskannya padaku jika itu sangat sakit,"


Lan Guan Zhi tentu tidak ingin temannya melukai diri sendiri. Jika dengan menggunakan tubuhnya dapat menjadi bahan pelampiasan sakit yang dialami teman baiknya, maka tanpa ragu dia akan melakukannya.


Ini bukanlah sebuah hutang budi atau bayaran atas nyawanya yang pernah diselamatkan oleh Xiao Shuxiang. Dia melakukannya karena pemuda di hadapannya ini merupakan teman yang berarti baginya.


"..."


Xiao Shuxiang tidak mengatakan apa pun. Pandangan matanya memang memburam, tetapi dia tahu bahwa raut wajah teman baiknya menunjukkan kepedulian yang besar padanya.


Lan Guan Zhi terlalu baik. Padahal dia sendiri tidak pernah merasa berbuat satu kebaikan pun pada temannya ini. Xiao Shuxiang jadi tidak enak hati.


!!


Rasa sakit tiba-tiba menyerangnya, spontan saja Xiao Shuxiang memeluk Lan Guan Zhi dan mencengkeram pundak temannya tersebut. Sakit yang dirasakannya adalah karena Lan Guan Zhi menghentikan proses pengeluaran Paku Penembus Tulang di tubuhnya.


"Kau dengar, kan? Kau dapat menggigitku bila rasanya sangat sakit," suara Lan Guan Zhi lembut dan dijawab dengan gumaman pelan dari Xiao Shuxiang.


Dia pun kembali memulai proses pengeluaran Paku Penembus Tulang dalam keadaan seperti dipeluk oleh Xiao Shuxiang.


Kulit mereka saling bersentuhan, Lan Guan Zhi bahkan dapat merasakan sekencang apa detakan jantung teman baiknya. Jelas sekali bahwa Xiao Shuxiang mati-matian menahan sakit.


!


Kening Lan Guan Zhi sedikit mengkerut, dia merasakan sakit pada pundak kirinya. Dia sebelumnya memang mengatakan bahwa Xiao Shuxiang dapat mengigitnya bila tidak bisa menahan sakit, tetapi tidak disangka teman baiknya benar-benar menggigit.


Napas Lan Guan Zhi sedikit kurang stabil, dia bisa merasakan gigitan temannya semakin keras dan dirinya bahkan yakin pundaknya berdarah.


Lan Guan Zhi tidak peduli pada sakitnya, dia fokus mengeluarkan Paku Penembus Tulang dari tubuh Xiao Shuxiang walau dalam posisi yang berbeda dari sebelumnya.


!!


Setiap ucapan dan suara kesakitan tertahan yang memenuhi ruangan ini, dapat didengar jelas oleh telinga-telinga yang sejak tadi terus mencuri dengar.


Tidak seperti Jing Mi dan Hou Yong yang wajahnya begitu amat pucat, nyaris bagai mayat hidup--raut wajah Bocah Pengemis Gila sendiri nampak senang sekali.


Pikirannya sudah tidak bisa dikendalikan. Dia bahkan meracuni pikiran kedua pemuda di sampingnya dengan mengatakan bahwa Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi sedang melakukan 'itu'.


"Sa.. Saudara Xiao.."


Jing Mi ingin menepis pikiran kotornya, dia tidak mau terpengaruh dengan ucapan pemuda homo seperti Bocah Pengemis Gila. Tetapi apa yang dia dengar dan penjelasan pemuda ini--seakan sangat serasi.


"Mmh.. Lan Zhi.."


"Maafkan aku karena terlalu menyakitimu,"


"Mm.. Antara kita.. Tidak perlu ada kata, 'maaf'.."


!!


Jing Mi mengusap dahinya yang berkeringat, dia kesulitan menelan ludah.


Mendengar suara lemah Saudara Xiao-nya dan suara lembut dari Tuan Muda Lan barusan sangat menodai pikirannya yang sudah sejak tadi kotor.


"Aku tidak bisa terus di sini, Saudaraku butuh bantuan-!!"


Mulut Jing Mi tiba-tiba dibekap oleh Bocah Pengemis Gila. Dia mendapat tatapan yang mengandung kekesalan dari pemuda di sampingnya ini.


"Kau ingin masuk ke sana dan lalu apa? Memergoki mereka? Mau ditaruh di mana wajah Shuxiang dan Lan'Er Gege bila keduanya kepergok bersanggama? Apa kau tidak memikirkan harga diri mereka?" Bocah Pengemis Gila setengah berbisik. Dia pun mulai melanjutkan ucapannya.


".. Biar kuberi tahu pada kalian berdua. Di dalam sana, posisi Shuxiang sedang menungging. Bukankah kalian tadi dengar Lan'Er Gege menyuruhnya berbalik? Jadi jika kita masuk ke sana, bayangkan apa yang akan terlihat.."


!!


Jing Mi dan Hou Yong tersedak napasnya sendiri. Pikiran mereka sudah tidak polos lagi, Bocah Pengemis Gila sudah menyuntiki mereka dengan pemikiran-pemikiran sesatnya.


?


Langkah Yi Wen sedikit melambat saat melihat Jing Mi, Hou Yong, dan Bocah Pengemis Gila. "Apa yang sedang mereka lakukan? Kelihatannya menarik,"


Senyuman penuh semangat terlihat di wajah Yi Wen. Dia buru-buru berjalan dan berniat mengagetkan teman-temannya saat Bocah Pengemis Gila tiba-tiba membekap mulutnya dan memintanya untuk tidak berisik.


Untuk pemuda yang tidak suka dengan perempuan--Bocah Pengemis Gila terlihat cukup akrab kepada Yi Wen. Padahal biasanya, dia sangat anti dengan gadis bertubuh menggiurkan ini.


Yi Wen memukul-mukul tangan Bocah Pengemis Gila dan seolah memberi tanda agar bekapan pada mulutnya dilepaskan. Dia lalu menghirup napas banyak-banyak dan merutuki pemuda homo ini karena telah berani memperlakukannya seperti tadi.


?!


"Suara apa itu?" Yi Wen berkedip, dia baru saja mendengar suara erangan dari dalam kamar Saudara Xiao-nya.


"Kalau ingin tahu, maka diam dan pasang telingamu baik-baik."


Yi Wen mengikut saat Bocah Pengemis Gila kembali menempelkan telinganya pada dinding kamar tempat Xiao Shuxiang berada. Dia terlonjat kaget kala mendengar suara aneh yang berasal dari dalam kamar saudaranya.


"Bocah Pengemis Gila.. Jangan bilang kalau Saudaraku ada main dengan seorang gadis di dalam sana?!" Yi Wen tidak pernah terima, dia pasti akan langsung masuk dan menebas leher gadis yang sudah berani menodai Saudara Xiao-nya.


".. Aku tidak akan tinggal diam, aku-"


"Lan Zhi.."


!!


Suara lemah Xiao Shuxiang mengejutkan Yi Wen hingga gadis itu tidak sanggup melanjutkan ucapannya. Nama yang didengarnya barusan bukanlah nama seorang gadis, melainkan nama pemuda yang begitu dikenalnya.


!!


"Tidak mungkin.." Yi Wen tidak percaya, dia menutup mulutnya dan sedikit mundur ke belakang.


"Buktinya ada di depanmu, lalu apa lagi yang tidak mungkin.." Bocah Pengemis Gila berujar pelan, dia tersenyum tanpa mengalihkan perhatiannya pada suara yang didengarnya.


"Tuan Muda Lan keterlaluan.." Yi Wen akhirnya dapat membawa diri pada keadaannya yang biasa.


Sayang, pemikirannya tidak kalah liar dengan pemikiran Bocah Pengemis Gila. Dia bahkan merasa gemas sampai kedua tangannya terkepal erat.


".. Saudara Xiao-ku saat ini sedang sakit, dan Tuan Muda Lan hanya memikirkan kesenangannya sendiri. Ini benar-benar kelewatan,"


Bocah Pengemis Gila, "Kau tidak perlu sekesal itu. Sudah menjadi tugas Shuxiang untuk menuruti permintaan Lan'Er Gege. Bukankah istri memang harus melayani suaminya?"


Yi Wen, "Aku tahu itu. Tapi kondisi Saudaraku tidak dalam keadaan baik untuk melaksanakan tugasnya. Tuan Muda Lan seharusnya menunggu sampai Saudaraku pulih kembali, bukannya malah melakukan 'itu'."


Jing Mi dan Hou Yong berkedip, keduanya mengerti arah pembicaraan Yi Wen dan Bocah Pengemis Gila. Jujur saja, mereka sebenarnya tidak menyangka Xiao Shuxiang mempunyai hubungan terlarang dengan Lan Guan Zhi.


Selama ini, mereka beranggapan godaan yang kadang tidak tahu malu dari Xiao Shuxiang pada Lan Guan Zhi hanyalah candaan, tidak lebih daripada itu.


Namun, penjelasan dari Bocah Pengemis Gila, keyakinan terhadap ucapan Yi Wen, dan bukti yang ada di depan mereka sudah sangat nyata. Saudara Xiao mereka benar-benar memiliki hubungan dengan Tuan Muda Lan.


Hou Yong menelan ludahnya, suaranya pelan dan sedikit gemetar. "Saudara Jing.. Aku jadi merasa yang dilakukan Saudara Xiao di dalam sana dengan Tuan Muda Lan.. Bukanlah pertama kalinya,"


"Aku tidak ingin membicarakannya, Saudaraku.. Jika mengingat masa lalu--Saudara Xiao sudah sering sekamar dengan Tuan Muda Lan,"


Wajah Jing Mi menjadi lebih pucat, napasnya memburu sebab syok dengan apa yang dirinya pikirkan. Yang ada di depannya bukanlah sebuah mimpi, telinganya sudah mendengar kenyataan dari hubungan terlarang Lan Guan Zhi dengan saudara seperguruannya.


"Aakh.. Mmh..!"


!!


Jing Mi, Hou Yong, Yi Wen, dan Bocah Pengemis Gila semakin menempelkan telinga mereka pada dinding untuk mencuri dengar. Pikiran keempat insan ini sudah dipenuhi dengan bayangan-bayangan terlarang yang mana tokoh utamanya adalah Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang.


"Aku jadi tegang.." Bocah Pengemis Gila bicara sangat tidak tahu malu, beberapa titik keringat bahkan mengucur di pelipisnya.


"Kenapa aku hanya mendengar erangan Saudara Xiao?" Yi Wen khawatir bila persanggamaan yang dilakukan Tuan Muda Lan, dapat membunuh Saudara Xiao-nya.


".. Aku tidak akan mengampuni Tuan Muda Lan bila berani menyakiti Saudaraku,"


"Yi Wen, rasa sakit dalam kegiatan semacam ini adalah hal yang wajar. Shuxiang sekarang pasti sedang terbang," darah menetes di hidung Bocah Pengemis Gila saat mengatakannya.


Pikiran kotor dan tidak waras dari pemuda ini sudah sangat menodai 'Pilar Dunia', sekaligus gelarnya yang adalah 'Sang Pembangkit'.


Entah bagaimana, seorang pemuda penyuka sesama jenis bisa menjadi bagian dari 'Pilar Dunia'.


Dia bahkan berani membayangkan adegan panas yang dilakukan Xiao Shuxiang. Padahal, erangan yang didengarnya itu sama sekali tidak seperti yang dia bayangkan.


Xiao Shuxiang memang dalam posisi memeluk Lan Guan Zhi, namun suaranya tertahan karena dia mengigit keras pundak kiri teman baiknya sebagai pelampiasan dari rasa sakitnya.


Paku Penembus Tulang hampir keluar dari tubuh Xiao Shuxiang saat Lan Guan Zhi bisa merasakan ada benang tipis di dalam jantung teman baiknya.


Benang itu terikat dengan ujung runcing Paku Penembus Tulang, Lan Guan Zhi harus berhati-hati bila ingin mengeluarkannya. Sedikit saja kesalahan, jantung temannya akan terluka.


!!


Xiao Shuxiang benar-benar tidak kuat, rasanya seperti nyawanya ditarik keluar dengan sangat perlahan. Dia bahkan tidak sadar membenamkan kuku jari tangannya pada punggung teman baiknya.


Lan Guan Zhi juga kesakitan, namun ini semua belum apa-apa bila dibandingkan dengan rasa sakit yang dialami Koki Alkemis ini.


!!


Paku Penembus Tulang sudah keluar. Erangan tertahan dari Xiao Shuxiang membuat teman-temannya di luar kamar begitu ribut. Mereka membayangkan kegiatan 'terlarang' tersebut sudah mencapai puncaknya.


Jing Mi dan Hou Yong bahkan tanpa sadar menahan napas, keduanya mengusap keringat di dagu dan leher mereka. Sungguh, meski tidak melihat dengan mata kepala sendiri--tetapi telinga mereka sudah cukup membuat mereka membayangkannya dengan amat jelas.


"Saudara Jing.." Hou Yong mencoba bernapas pelan-pelan, ".. Berapa lama kita berdiri di sini?"


"Entahlah.. Aku tidak tahu.." Jing Mi terlihat terengah-engah, kedua kakinya terasa lemas.


Yi Wen sendiri mengembuskan napas pelan, "Tuan Muda Lan ternyata seliar ini. Kasihan Saudara Xiao-ku.."


"Aku juga.. Sangat tidak menduga sifat asli Lan'Er Gege dibalik wajah tenangnya itu. Dia seperti pemuda suci dan polos yang tidak tahu hal-hal dewasa, tetapi.. Ternyata dia sangat berbakat,"


Bocah Pengemis Gila berdecak pelan, dadanya seperti kembang-kempis. Bukan dia yang ada di dalam sana, tetapi malah dirinya yang seakan habis melakukan 'itu'.


Jing Mi dan Hou Yong baru akan bersuara saat Bocah Pengemis Gila tiba-tiba mundur yang spontan juga membuat mereka mengikutinya.


!?


Pintu digeser dari dalam hingga memperlihatkan sosok pemuda berpakaian serba putih yang rupanya adalah Lan Guan Zhi.


Dia baru selesai membantu Xiao Shuxiang mengeluarkan Paku Penembus Tulang.


Tubuh temannya itu sangat lemah dan kehabisan banyak tenaga. Jadi, dengan begitu hati-hati.. Lan Guan Zhi membaringkan Xiao Shuxiang, menyelimuti teman baiknya itu, dan lalu memakai pakaiannya kembali.


Xiao Shuxiang harus istirahat, dan dia juga butuh merawat lukanya sendiri. Lan Guan Zhi tanpa ragu melangkah keluar kamar dan bertemu pandang dengan Jing Mi, Hou Yong, Bocah Pengemis Gila, serta Yi Wen.


?


Lan Guan Zhi sedikit merapikan pakaiannya, raut wajahnya masih tenang--namun tatapan matanya seolah menunjukkan bahwa dia keheranan melihat Bocah Pengemis Gila, Yi Wen, Jing Mi, dan Hou Yong berada terus di luar kamar.


Sebelumnya dia yakin, keempat temannya ini akan langsung masuk tanpa mengetuk pintu atau apa pun, namun nyatanya tidak seperti yang dia pikirkan.


"Lan'Er Gege, kau terlihat lebih segar dari biasanya. Wajahmu terlihat berseri-seri~" senyuman Bocah Pengemis Gila seakan penuh dengan maksud tersembunyi.


Raut wajah Lan Guan Zhi sama sekali tidak berubah menjadi berseri-seri, itu hanyalah sudut pandang dari Bocah Pengemis Gila sendiri.


"Shuxiang sedang istirahat. Kalian bisa menjenguknya, tapi jangan terlalu lama." nada suara Lan Guan Zhi normal seperti biasa, namun Jing Mi dan Hou Yong entah mengapa malah tersedak hingga terbatuk.


!!


Yi Wen tidak mengatakan apa-apa, dia hanya terkejut melihat bercak darah pada pakaian Lan Guan Zhi, bagian pundak kirinya.


Firasatnya semakin jelas saat dia ingat Lan Guan Zhi merapikan pakaian ketika melangkah keluar dari dalam kamar Saudara Xiao-nya. Bukankah itu artinya pemuda ini dan saudaranya baru saja melakukan 'itu'?


"Tuan Muda Lan terlihat seperti pemuda yang baik-baik. Aku baru saja ingin menargetkannya sebagai pengganti Saudara Xiao andai saudaraku itu menikah dengan Nona Ling, tapi.."


Yi Wen terlihat seperti tertekan. Dia seakan tidak percaya diri untuk bersaing dengan Saudara Xiao-nya dalam hal 'memuaskan' Lan Guan Zhi, bahkan walau bentuk tubuhnya amat sangat elok.


!


"Tunggu. Saudara Xiao-ku.. Bagaimana keadaannya sekarang?" Yi Wen baru tersadar, dia bergegas masuk ke dalam kamar saat Lan Guan Zhi sudah berjalan semakin menjauh.


Bocah Pengemis Gila, Jing Mi, dan Hou Yong juga ikut menyusul Yi Wen dari belakang. Mereka bisa melihat seorang pemuda yang tengah berbaring dengan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya.


***