
Dari lima benua yang ada, Benua Tengah adalah yang paling besar. Pelabuhan di tempat ini merupakan pusat utama dari para pedagang di berbagai benua.
Benua Tengah terbagi dalam tiga wilayah Kekaisaran, dibanding dengan kultivator.. Tempat ini dihuni lebih banyak pendekar.
Dari seratus, hanya 15 % Qi yang dapat diserap secara langsung dari alam, dan itu pun berada dalam lokasi tertentu. Bisa dibilang, benua ini lebih menguntungkan bagi para pendekar yang tidak mampu berkultivasi.
Kapal yang tumpangi Xiao Shuxiang dan teman-temannya berlabuh di wilayah Kekaisaran Langit Tengah, salah satu pelabuhan terbesar di benua ini.
Tap
Tap
"Sama seperti pelabuhan yang lain, tempat ini sangat berisik," Xiao Shuxiang bergumam sambil melangkah menuruni kapal, dirinya memperhatikan banyak orang yang berlalu-lalang serta para pedagang yang nampak semangat mejajakan barang dagangannya.
"Keramaian ini wajar untuk pelabuhan Tuan Muda,"
Hu Li terlihat berjalan di belakang Xiao Shuxiang, dia menggendong O Zhan yang tertidur pulas. Xiao Qing Yan sendiri berada di belakangnya dan nampak beriringan dengan Kong Wu.
"Nak, kalau boleh tahu, tujuan kalian akan ke mana setelah ini?" Kong Wu bertanya pada Xiao Qing Yan dan langsung dijawab oleh anak berambut pendek tersebut bahwa dia dan teman-temannya akan pergi ke lokasi peta Benua Tengah berada.
".. Kami juga akan pergi ke Sekte Pagoda Langit. Bagaimana denganmu Paman?"
"Aku akan mengurus para awak kapal ini sebelum melanjutkan perjalananku menuju Kekaisaran Langit Utara. Ada sesuatu yang harus kau ketahui, Nak. Benua Tengah lebih keras daripada tempat tinggalmu. Sebisa mungkin, kau dan teman-temanmu jangan mencari masalah dengan para pendekar di benua ini,"
Kong Wu juga memberitahu lokasi di mana Xiao Qing Yan dapat menemukan peta Benua Tengah, itu rupanya adalah tempat bernama Asosiasi Cendana Bulan.
Xiao Shuxiang dan Hu Li juga mendengarkan penjelasan Kong Wu. Mereka mendapat pengetahuan baru dan salah satunya adalah bahasa orang-orang di Benua Tengah berbeda dengan Benua yang lain.
".. Kalian juga harus berhati-hati dalam menggunakan Qi. Banyak tempat di Benua ini yang Qi-nya tidak bisa diserap. Demonic Beast juga sangat langka di tempat ini. Benua Tengah jauh lebih merugikan bagi para kultivator,"
Xiao Shuxiang dan Hu Li memang sejak menapakkan kaki di tanah Benua Tengah.. Keduanya sudah merasa aneh. Mereka seperti tidak bisa merasakan Qi di alam, ini memang akan menyulitkan bila nanti keduanya harus bertarung. Satu-satunya pilihan adalah mereka tidak boleh terlibat masalah apapun.
"Tuan Kong Wu, kami tidak banyak mengenal Tuan, tapi terima kasih karena sudah bersedia memberi kami penjelasan,"
Xiao Shuxiang begitu sopan dalam berbicara, dia meminta Kong Wu untuk bisa menjaga kesehatan dengan baik. Dirinya juga berterima kasih karena Kong Wu telah membantu Xiao Qing Yan bertarung melawan para perompak.
"Tuan Muda Xiao, aku sebenarnya tidak terlalu membantu, justru Anda yang melakukannya.." Kong Wu tersenyum sebelum melanjutkan kembali ucapannya.
".. Apa Anda baik-baik saja? Anda memakan 'masakan itu', kan?"
!!
Xiao Shuxiang malah diingatkan dengan masakan buatan Nin Gao yang dimakannya. "Aku baik-baik saja, tetapi sampai sekarang aku masih tidak bisa percaya benar-benar memakannya. Kalau begitu kami pergi dulu,"
Xiao Shuxiang, Hu Li, dan Xiao Qing Yan memberi hormat. Ketiganya lalu berjalan pergi meninggalkan Kong Wu.
"Tuan Muda, apa perut Anda tidak sakit?" Hu Li terlihat khawatir, sejauh yang dia ketahui.. Tuan Muda Xiao-nya tidak pernah memakan daging manusia.
".. Menguliti manusia hidup-hidup sudah pemandangan biasa bagiku saat Anda melakukannya, tetapi kalau menyantap daging mereka.."
"Hu Li, kau jangan membicarakannya terus. Kau membuat Tuanmu ini merasa dirinya sudah menjadi orang yang mengerikan.." Xiao Shuxiang terus berjalan berdampingan dengan Hu Li dan Xiao Qing Yan.
".. Dengarkan aku Hu Li. Kalau disuruh untuk memilih, aku lebih baik makan daging manusia daripada memakan b*b*."
"Bukankah itu wajar karena Anda memiliki Paman Angkat seekor Demonic Beast berwujud b*b*?"
"Namanya Tian Feng,"
Xiao Shuxiang mengeluarkan Seruling Giok Putihnya dan mulai memain-mainkan benda tersebut sambil menceritakan tentang paman angkatnya pada Hu Li.
Xiao Qing Yan sendiri sejak tadi hanya diam dan seperti tidak peduli dengan pembicaraan Xiao Shuxiang. Dirinya fokus memperhatikan para pedagang dan keramaian yang ada di sekitarnya.
"Apa kalian tahu jalan ke Asosiasi Cendana Bulan?"
Xiao Qing Yan mulai membuka suara, dia menatap Xiao Shuxiang dan Hu Li dengan mata yang seakan butuh jawaban.
"Aku tidak tahu. Tapi Tuan Kong Wu mengatakan Asosiasi itu tidak jauh di tempat ini. Kita hanya perlu bertanya pada seseorang,"
Xiao Shuxiang meminta Hu Li untuk menanyakan lokasi keberadaan Asosiasi Cendana Bulan. Pemuda berambut putih dan sedang menggendong O Zhan tersebut mengangguk.
Hu Li kemudian berjalan ke salah satu pedagang yang menjual sayuran. Dia menanyai seorang pria berusia 40 Tahun yang memakai rompi kuning.
Pedagang ini sudah biasa dengan bahasa orang-orang di Benua Timur, karenanya dia dapat berkomunikasi dengan baik pada pemuda berambut putih yang berwajah tampan tersebut.
Hu Li mengucapkan terima kasih dan segera mengajak Tuan Muda Xiao-nya untuk melanjutkan perjalanan. Setelah tiga kali belokan, mereka akhirnya sampai di depan sebuah bangunan bertingkat tiga.
Banyak hiasan berupa bendera kecil berbentuk setengah lingkaran berwarna merah dan putih pada bangunan tersebut. Ketiganya segera melangkah masuk dan menemui seorang pegawai Asosiasi yang sedang berjaga.
Pegawai wanita yang berpakaian putih dengan corak daun tersebut memperhatikan tiga pelanggan barunya. Dia menunjukkan senyuman yang begitu ramah meski dalam hati dirinya cukup terkejut.
Selama ini pegawai wanita tersebut selalu mendapat pelanggan pria paruh baya, berjanggut, dan berkumis tebal. Beberapa kali dia juga kedatangan wanita tua, pemuda yang telah beristri, dan pria berotot dengan wajah biasa saja.
"Pemuda ini memiliki wajah menggemaskan, dia terlihat manis dengan rambut putihnya.."
!!
"Seumur hidup, baru pertama kali ini aku melihat senyuman pria tampan dengan wajah bersih. Biasanya pria seperti ini sangat sulit tersenyum dan selalu memasang wajah datar serta tatapan yang dingin. Dia begitu mempesona.."
??
Xiao Shuxiang merasa heran karena pegawai wanita di hadapannya terus saja menatapnya tanpa mengatakan apapun.
"Nona cantik ini kenapa? Apa ada yang salah dengan wajahku?"
"Tampan.."
Xiao Shuxiang tersentak saat mendengar gumaman pelan pegawai wanita di depannya. Dari raut wajah pegawai asosiasi di depannya.. Dia bisa mengetahui bahwa wanita ini sedang terpesona padanya.
Xiao Shuxiang menggaruk pelan pipinya dan mulai memanggil Nona Cantik di depannya. Wanita tersebut tersentak dan kemudian meminta maaf.
Pipi wanita cantik tersebut bersemburat, jujur dia merasa malu sekali. Dia lalu memperhatikan pakaian pemuda di depannya yang nampak seperti pakaian dari Benua Utara, namun saat memanggil dirinya tadi--pemuda ini menggunakan bahasa penduduk Benua Timur.
Dalam hati wanita ini lega, dia merasa gumamannya tidak diketahui oleh dua pemuda di depannya. Ini dikarenakan dirinya memakai bahasa dari Benua Tengah.
".. Tuan Muda, silahkan. Asosiasi kami memiliki banyak benda pusaka dan juga tanaman herbal. Kalau boleh saya tahu, Tuan Muda mencari pusaka apa?"
Xiao Shuxiang beruntung karena pegawai asosiasi yang dia temui mampu bicara dengan bahasa yang sama dengannya. Dirinya tanpa ragu bertanya tentang peta Benua Tengah.
"Tuan Muda, peta Benua Tengah tidak untuk diperjual-belikan. Tetapi Anda bisa melihatnya, mari saya antar.."
"Terima kasih,"
Xiao Shuxiang, Hu Li, dan Xiao Qing Yan mengikuti pegawai asosiasi ke tempat yang lebih dalam di bangunan ini. Sesekali ketiganya melihat beberapa pelanggan yang merupakan pendekar dan nampak memilih berbagai benda pusaka.
Tidak butuh waktu lama sampai Xiao Shuxiang dan teman-temannya berada di tempat peta Benua Tengah berada.
"Pantas peta benua ini tidak diperjual-belikan. Ukurannya kertasnya terlalu besar,"
Xiao Shuxiang memperhatikan peta yang terbentang di dalam sebuah peti kaca. Dia begitu serius menatap setiap detailnya di samping Hu Li menanyakan seberapa jauh tempat ini dengan Sekte Pagoda Langit pada pegawai Asosiasi.
"Jika melewati jalanan biasa, Anda harus melalui empat kota besar. Perjalanan dengan memakai kereta membutuhkan waktu kurang lebih dua puluh hari,"
"Apa ada jalan yang tercepat?"
Pegawai asosiasi terdiam sejenak sebelum menunjuk garis kecil pada peta Benua Tengah dan mengatakan bahwa jalan tercepat adalah dengan melewati Hutan Tanah Senyap.
".. Tempat itu jarang dilalui karena jalur-jalurnya yang sulit dan sering menjadi sarang perampok. Sebaiknya Tuan Muda melewati jalur yang biasa saja."
Hu Li terdiam saat mendengar penjelasan pegawai Asosiasi, dia lalu menoleh ke arah Tuan Muda Xiao-nya yang masih nampak memperhatikan peta Benua Tengah dengan begitu seksama.
"Tuan Muda, bagaimana menurut Anda?"
Xiao Shuxiang menutup pelan matanya, dia berusaha menggambarkan peta Benua Tengah dengan lebih terperinci di dalam pikirannya. Dalam tiga tarikan napas.. Matanya kembali terbuka.
"Kita akan melewati hutan itu." Xiao Shuxiang sudah memutuskan, ".. Nona Cantik, terima kasih. Tapi apa kau menjual kuda? Aku butuh dua ekor,"
Pegawai asosiasi meski tersentak karena pemuda tampan di depannya tidak mengindahkan larangannya.. Namun dirinya tidak mampu berbuat apapun.
"Akan segera saya siapkan, Tuan."
Pegawai asosiasi segera pamit, dia meninggalkan Xiao Shuxiang beserta teman-temannya yang masih nampak berbicara.
?
"Bocah, apa kau ingin membeli sesuatu?"
Xiao Shuxiang menatap Xiao Qing Yan, anak berusia 10 Tahun tersebut memperhatikan sebuah pedang panjang dengan bilahnya yang berwarna biru laut.
"Tidak. Aku tidak berminat membeli apapun,"
Xiao Qing Yan memegang gagang katana kecil yang terselip di pinggang kanannya. Dia lalu melangkah keluar dari bangunan asosiasi dan diikuti oleh teman-temannya.
Dua ekor kuda berwarna cokelat kehitaman dengan harga 5.000 keping emas sudah menunggu mereka di luar gedung.
Xiao Shuxiang sempat menawar harga dan ternyata mendapat sedikit harga teman. Dirinya kemudian menunggangi seekor kuda bersama Xiao Qing Yan. Sementara itu, Hu Li menunggangi kuda lainnya sambil mendekap O Zhan di tangan kirinya.
Mereka segera berangkat menuju ke Hutan Tanah Senyap, di mana Xiao Shuxiang yang menjadi penunjuk arah.
Suara derap kuda mereka beriringan dengan keramaian. Beberapa kali Xiao Shuxiang berpapasan dengan kereta kuda sampai dia dan Hu Li berada di jalan setapak yang sisi kirinya adalah sungai dan sisi lainnya merupakan padang rumput.
Air sungai terlihat bening dan alirannya pun begitu tenang, terdapat pohon rindang di tepiannya. Tempat yang menenangkan dan sangat sesuai untuk menyendiri, namun Xiao Shuxiang dan Hu Li sepertinya tidak tertarik.
Mereka terus memacu kuda tanpa mempedulikan bahwa ketenangan air tersebut tidak seperti kondisi desa yang harus mereka lewati sebelum tiba di Hutan Tanah Senyap.
***