
Untuk bisa sampai ke Benua Utara dibutuhkan waktu setidaknya enam bulan perjalanan, dan saat ini Yang Shu masih tetap berlayar.
Kapal yang dirinya tumpangi berukuran besar, memiliki tiga buah tiang layar dengan masing-masing empat kain layar berwarna putih yang terkembang.
Ada sekitar 50 kabin khusus untuk para penumpang yang berani membayar mahal dan ini bahkan belum termasuk dengan kabin-kabin yang biasa.
Tidak ada pelayaran yang berjalan lancar, nakhoda kapal hanya dapat memperkirakan waktu baik untuk berlayar, tapi yang menjadi penentu adalah langit. Sama seperti sekarang, di mana kapal besar yang ditumpangi oleh Yang Shu tengah dihadapkan oleh badai besar.
"Gulung Layarnya..!!"
"Tahan..! Tahan Talinya..!!"
Ada sekitar 20 puluh orang awak kapal yang berusaha menahan tali layar, sementara 15 lainnya bekerja keras untuk menarik tali agar kain layar tersebut tergulung ke atas.
Raut wajah serius dengan urat di dahi menegang, gemeretakan gigi serta sarung tangan yang nyaris koyak menjadi bukti betapa sulitnya kondisi yang dihadapi para awak kapal ini.
Di tempat lain, matahari mungkin bersinar indah dengan deru angin yang menenangkan, tetapi tidak untuk kondisi lautan di mana kapal ini berlayar.
Lihat saja, awan nampak begitu tebal. Warna pekatnya mampu menutupi sinar matahari, dia seakan membawa banyak beban yang tinggal menunggu waktu sampai ditumpahkan semua.
"Guru..! Sebaiknya Guru masuk ke dalam. Biar aku yang membantu mereka..!" Hai Feng berseru, dia meminta Grand Elder Sekte Kupu-Kupu untuk beristirahat di dalam kabin. Dirinya tidak mau Tetuanya terluka.
Yang Shu masih nampak seperti pria berusia 80 Tahun dengan kumis serta janggut putih tebal. Wajahnya memang sedikit mengendur, tetapi dibanding yang dahulu--Saat ini dia begitu berwibawa.
"Feng'Er, kau anak yang baik. Berhati-hatilah dan bantu mereka," suara Yang Shu tenang, tetapi juga tegas. Dia menepuk pundak Hai Feng dan kemudian berjalan masuk.
Hai Feng mengangguk, dia sekarang telah tumbuh menjadi pemuda yang perkasa. Saat ini usianya baru saja menginjak 26 Tahun, dirinya merupakan pemuda dengan wajah yang biasa saja namun cukup berkarisma.
Senjata yang berupa cerulit kembar nampak terselip di pinggangnya. Hai Feng membantu para awak kapal agar layar yang terkembang tersebut dapat tergulung ke atas.
Selain dirinya, para kultivator yang berasal dari sekte berbeda-beda juga ikut membantu. Mereka bahu membahu mengendalikan posisi kapal supaya terus seimbang.
Suara gemuruh awalnya tidak terlalu dipedulikan, tetapi sekarang suara tersebut bahkan mampu membuat bulu kuduk merinding. Apalagi saat ini, tetesan pertama air hujan mulai menyentuh lantai kapal--pertanda bahwa pertunjukan langit resmi dibuka.
Hujan disertai angin kencang membuat ombak lautan bak seperti diaduk. Penumpang yang berasal dari golongan manusia biasa sudah sejak tadi panik dan sekarang semakin kelabakan.
Mereka takut, apalagi tidak ada tanda-tanda bahwa badai akan cepat berlalu.
"Ombak Besar Datang..!!"
Teriakan salah satu pemuda membuat para awak kapal dan kultivator lainnya bersiap. Beberapa di antara kultivator menarik pedang dengan niat ingin memecah ombak tersebut.
Angin semakin kencang, derasnya hujan membuat tangan para awak kesulitan menarik dan menahan tali layar. Suasana penuh dengan ketegangan.
!!
Para pendekar terkejut melihat ombak yang semakin tinggi dan mulai menampakkan sosok makhluk dengan kilatan-kilatan petir yang mengelilingi tubuhnya.
"Itu Bukan Ombak Biasa..! Ada Demonic Beast Yang Membuatnya..!!"
"Apa Perlu Kau Berteriak? Aku Juga Melihatnya..!"
Pendekar yang berpakaian serba hitam dan dalam keadaan basah kuyup mengomeli temannya. Baru saja dia ingin bicara, tiba-tiba saja kapal mulai terguncang.
!!
Teriakan dari para penumpang semakin menjadi, Zhi Shu dan pendekar perempuan lainnya membantu sebisa mungkin agar penumpang tidak sampai saling dorong untuk menyelamatkan diri sendiri.
"Ibuu..!"
Seorang anak kecil berteriak memanggil ibunya, dia menangis dan lekas digendong oleh Zhi Shu.
Gadis berambut panjang dengan pakaian merah muda bercorak sayap kupu-kupu tersebut membawa anak kecil itu ke tempat di mana ibu sang anak berada.
"Ibu..!"
"Putriku..!"
"Masuklah ke dalam kabin dan tetap di sana. Kami akan mengurus semuanya," Zhi Shu mengusap pelan kepala anak kecil berusia 5 Tahun tersebut dan kemudian berjalan pergi.
"Terima kasih, Nona. Ja-jaga dirimu..!" Wanita yang nampak berusia 40 Tahun itu memeluk putrinya, raut wajahnya cemas dan jelas ada kepanikan di dalamnya. Dia tersadar dan mulai membawa anaknya masuk ke dalam kabin.
!!
Guncangan kembali terjadi, kali ini diikuti dengan suara debaman keras. Zhi Shu terkejut dan segera mempercepat langkahnya.
Di dek belakang kapal, lima orang kultivator bertarung melawan tiga tentakel gurita yang sebesar batang pohon. Dua di antara mereka terluka dan tiga lainnya berusaha bertahan.
Serangan rupanya berasal dari dua Demonic Beast berbeda jenis. Ini adalah keadaan genting, apalagi tentakel gurita yang lain berusaha melilit kapal dan seperti ingin memeluknya sampai menjadi kepingan.
"Tidak akan kubiarkan," Zhi Shu melesat naik dan hanya sekali gerakan tangan--dia memanggil busur es miliknya.
Satu serangan darinya menghasilkan lima buah anak panah yang terbuat dari es dan mampu membekukan tentakel gurita.
Kultivator yang di tolong Zhi Shu tidak tinggal diam. Saat melihat tentakel gurita membeku dalam es, mereka segera menebas tentakel itu hingga terdengar suara seperti kaca yang pecah.
Tiga tentakel gurita yang membeku hancur berkeping-keping. Zhi Shu berniat menyerang lagi, namun Demonic Beast tersebut sudah lebih dulu bersembunyi di kedalaman air.
Zhi Shu tidak mungkin melesatkan panah ke arah laut, ini akan membuat air laut menjadi beku. Masalahnya, luas bekuannya hanya mencakup sekitar sepuluh meter.
Badai yang ada terlalu kuat dan air yang beku karena serangannya dapat saja pecah. Kondisi ini tentu sangat berbahaya, sebab ada kemungkinan kapal yang Zhi Shu tumpangi menabrak bongkahan itu. Dia jelas tidak ingin melakukannya.
Tap
Bersamaan saaat Zhi Shu menapakkan kakinya di lantai kapal, sebuah suara debaman terdengar disertai bunyi gemuruh petir.
Enam orang kultivator dari berbagai sekte melawan belut listrik yang memiliki panjang tubuh sekitar sepuluh meter. Makhluk itu terlalu besar dan serangannya sangat kuat.
!!
Lima kultivator fokus dalam pertahanan, sementara satu orang berusaha melancarkan serangan ke arah mata belut tersebut.
Hai Feng sebenarnya ingin ikut melawan monster itu, tapi para awak kapal lebih butuh bantuannya. Kedua tangannya sudah terluka sebab harus menarik tali dan menahannya, dia merutuki angin serta hujan yang turun dengan deras.
BAAAAM..!!
Suara debaman kembali terdengar, kali ini keenam kultivator mendapat bantuan dari seorang wanita berambut panjang dan berpakaian ungu muda. Dia tidak lain adalah Xiao WeiWei, ibu dari Xiao Shuxiang.
"BIBI..!!" Hai Feng berteriak saat Demonic Beast itu mengeluarkan serangan beraliran listrik di mulutnya. Dia menggertakkan giginya dan marah pada diri sendiri karena tidak bisa menolong Xiao WeiWei.
Darah segar terlihat menetes di celah jari-jari Hai Feng dan mulai menyatu dengan air hujan. Dia terus memegang tali layar dengan kuat, dirinya mengikuti arahan para awak yang lebih berpegalaman tentang hal semacam ini daripada dirinya.
!!
"Sialan..! Apa lagi sekarang ini..!"
Kekhawatiran nampak di wajah Hai Feng, para awak kapal, serta pendekar yang ada. Guncangan kembali terasa dan kali ini delapan buah tentakel besar seakan muncul dari dalam air.
"Tidak banyak pendekar di kapal ini, jadi bagaimana kami bisa mengatasi dua monster itu sekaligus. Apalagi gurita ini yang paling-"
"Bukan dua. Kita menghadapi tiga monster secara sekaligus."
!!
Hai Feng terkejut, dia nyaris kehilangan keseimbangan. Kapal yang dia tumpangi ternyata dililit oleh tentakel dari dua Demonic Beast berwujud gurita, suara keras dan teriakan para penumpang membuatnya tahu apa yang diinginkan monster-monster ini.
"Mereka ingin membunuh kita.. Mereka bermaksud menenggelamkan kapalnya!"
BLAAAAR..!!
Serangan kembali datang dari belut listrik, Xiao WeiWei hanya bisa mengalihkan serangan tersebut ke arah lain, namun dirinya akan kesulitan bila serangan itu datang secara bertubi-tubi dengan kekuatan yang sama besar.
!!
Xiao WeiWei dan keenam kultivator yang membantunya terkejut saat serangan beraliran listrik melesat cepat ke arah kapal. Buruknya, kapal tersebut tidak bisa digerakkan sebab terlilit oleh tentakel dua gurita besar. Serangan itu tidak bisa dihindari.
BLAAAAR..!!
Belum sempat rasa kaget Xiao WeiWei dan para kultivator menghilang, dua buah kilat berbeda warna melesat ke arah belut listrik berukuran besar tersebut.
Suara debaman keras yang diciptakan kilat merah dan putih itu membuat ombak di laut meninggi. Monster belut listrik terkena serangan di tubuhnya namun ternyata itu tidak berefek mematikan.
Xiao WeiWei dan keenam kultivator saling mengangguk. Mereka tidak tahu pasti kilat merah dan putih itu, tetapi yang jelas kedua kilat tersebut ada dipihak mereka.
Di atas kapal sendiri, Hai Feng tersentak saat melihat seekor harimau besar dengan pola di bulu-bulunya yang bersinar.
Para awak berteriak dan kultivator yang ada di dekatnya berniat menyerang hewan tersebut, beruntung dia dengan cepat memberi tahu bahwa harimau itu adalah teman dan tidak akan menyerang mereka.
"Lan Xiao..!"
Nyawn!
Walau sudah lama tidak bertemu, Harimau Bulan tetap mampu mengenali Hai Feng. Dia senang melihat temannya, tetapi prioritas utamanya sekarang adalah menyingkirkan Demonic Beast yang melilit kapal ini.
TRAANG!
Xiao Qing Yan juga tidak tinggal diam. Saat keluar dari Cermin Pemindah dan langsung disambut oleh kondisi mengkhawatirkan ini--tanpa ragu dirinya melesat membantu para kultivator.
Bocah Pengemis Gila sendiri menapak di ujung kapal, dia berdecak kagum sambil memandang ke atas.
Tongkat bambu hitam yang dipegangnya nampak mengeluarkan asap. Jelas bahwa serangan dari Belut Listrik tersebut--Dialah yang menangkis dan mengarahkannya ke langit.
"Woaah..! Jika serangan tadi mengenai kapal ini, pasti tidak ada yang selamat. Baguslah kami datang di waktu yang tepat,"
Awan hitam tebal yang sebelumnya menutupi langit di atas Bocah Pengemis Gila dengan cepat menghilang. Kondisi ini terjadi karena serangan dari belut listrik dan kekuatan besar Bocah Pengemis Gila dalam mengalihkan serangan tersebut mampu memecah awan hingga langit kembali cerah.
Lan Xiao membantu Yang Hao dan Yang Fu untuk melawan dua gurita raksasa. Zhi Shu juga turut membantu bersama kultivator lainnya.
Hujan deras tidak lagi turun dan terjangan angin tidak separah yang tadi. Meski demikian, ombak di lautan masih gencar menggoyangkan kapal.
GRAAAAA..!!
Geraman monster belut terdengar begitu nyaring. Dia seperti kesakitan sebab di serang tanpa jeda oleh Xiao WeiWei, para kultivator, serta dua kilat yang rupanya adalah Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi.
"Dadaku sakit, tapi ini tidak akan menghentikanku memakan belut bakar! Demi Belut Bakar!"
Xiao Shuxiang menyemangati dirinya sendiri, dia mengayunkan Seruling Giok Putih dan menerjang masuk ke dalam air.
"Teknik Pernapasan Air.. Aliran Ketujuh.. Ombak Penyerang!"
GRAAANNG..!
Belut listrik mengerang, dia terkena serangan di bagian tubuhnya. Matanya berkilat hijau dan seketika berenang lebih gesit ke arah bawah.
Xiao Shuxiang sebenarnya tidak terlalu kuat bila menahan listrik, apalagi yang dihantarkan oleh tubuh belut ini. Namun karena ada Lan Guan Zhi, dia tidak terlalu kerepotan.
"Teknik Pernapasan Air.. Aliran Keenam.. Putaran Pusaran Air..!"
Xiao Shuxiang sekarang berada dalam kondisi terbaiknya. Kekuatannya yang besar mampu membuat belut sepanjang sepuluh meter tersebut berputar mengikuti Teknik Pusaran Airnya.
Lan Guan Zhi yang juga bertarung bersama teman baiknya nampak mengalirkan Qi pada Shǎndiàn. Dalam gerakan cepat dia menerjang belut listrik hingga hewan itu terlempar ke atas.
Xiao Shuxiang kembali menggunakan Teknik Pernapasan Airnya dan semakin memperkuat lemparan Demonic Beast itu.
Saat kepala belut listrik muncul ke permukaan air, Xiao WeiWei dan keenam kultivator yang bersamanya langsung menyerang ke satu titik.
Mereka berhasil melukai wajah Demonic Beast itu dan Xiao Shuxiang melakukan serangan akhir yang mampu menebas leher makhluk besar tersebut.
BAAAAM..!!
!!
Xiao WeiWei terkejut saat mendengar suara debaman dari arah belakang tubuhnya. Dia lalu menoleh dan melihat kapal yang dirinya tumpangi kini menjadi puing akibat ulah Demonic Beast berwujud gurita ini.
!!
"Belut bakarku sepertinya harus menunggu. Lan Zhi, ayo!"
"Mn,"
Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi melesat untuk membantu para kultivator menyerang dua gurita itu. Xiao WeiWei dan kultivator yang bersamanya menolong penumpang yang hampir tenggelam.
"Zhi Shu..!" Xiao Shuxiang menyeru pada seorang gadis berpakaian merah muda, dia lalu fokus memberi serangan pada salah satu gurita.
Tidak ada waktu bagi Zhi Shu untuk terkejut apalagi keheranan melihat Saudara Xiao-nya ada di tempat ini. Dia menjawab seruan saudaranya dengan memanah air laut hingga permukaan air itu membeku.
Permukaan air tersebut digunakan Xiao WeiWei dan para kultivator untuk meletakkan penumpang kapal yang mereka tolong.
Yang Shu sendiri terlihat menyelam, dia membuat segel pelindung yang akan mencegah kedua gurita itu kembali di kedalaman laut.
Nyawn!
Lan Xiao terlihat membawa enam orang awak kapal dan menurunkan mereka di permukaan air beku buatan Zhi Shu. Dia pun mulai menyelamatkan penumpang yang lain.
Bocah Pengemis Gila juga terlihat menyelam, dia menahan napas selama di air dan memberi jempol pada Yang Shu karena sudah membuat segel pelindung.
"Demonic Beast ini tidak bisa melarikan, mereka akan menjadi makananku." Bocah Pengemis Gila begitu bersemangat, dia menyerang salah satu gurita dari dalam air, sementara Hai Feng dan Zhi Shu melakukan serangan dari permukaan.
Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi mengurus gurita yang satunya, mereka dibantu oleh Yang Fu. Sementara kultivator lainnya memusatkan perhatian untuk menolong para awak kapal dan penumpang.
CRAAASH..!
Salah satu serangan Yang Fu berhasil menebas satu tentakel gurita, sayangnya Demonic Beast itu mampu menumbuhkan kembali bagian tubuhnya.
"Akan berbahaya bila monster ini tidak segera diatasi. Tapi tidak mungkin kami menggunakan serangan penuh, efeknya akan membahayakan para manusia biasa itu." Yang Fu memegang erat pedangnya, dia lalu memfokuskan serangan pada salah satu tentakel gurita.
Di tempat lain, Lan Guan Zhi juga sadar tidak bisa bertarung sekuat tenaga sebab akan berbahaya pada manusia biasa yang saat ini ada di atas permukaan air beku. Dia lalu meminta Xiao Shuxiang memindahkan para manusia itu dengan memakai Cermin Pemindah.
"Lan Zhi, tapi ini belum selesai.."
"Mereka lebih butuh dirimu,"
Xiao Shuxiang belum membelah tubuh Demonic Beast yang dihadapinya dan Lan Guan Zhi sudah memintanya untuk pergi. Saat melihat para manusia dan kultivator yang terluka--ucapan temannya memang tidak salah.
Xiao Shuxiang segera melesat ke arah permukaan air yang beku, kakinya menapak dengan indah dan langsung mengeluarkan Cermin Pemindah miliknya.
Dia meminta para manusia serta kultivator yang terluka untuk segera masuk ke dalam cermin setinggi tubuh pria dewasa tersebut. Xiao Shuxiang juga meminta pada ibu cantiknya.
"Ibu terluka, jadi sebaiknya ibu juga ke tempat yang aman. Serahkan saja urusan di sini pada kami,"
Xiao WeiWei sebenarnya tidak menyangka putranya ada di tempat ini. Dia penasaran, tetapi menahan diri untuk tidak bertanya sebab ini bukan waktu yang tepat.
"Berhati-hatilah, Nak.." Xiao WeiWei mengusap pelan pipi Xiao Shuxiang dan mulai melangkah memasuki Cermin Pemindah.
Para penumpang dan awak kapal sebenarnya ragu untuk mengikuti Xiao WeiWei, namun melihat pendekar yang terluka ikut masuk ke dalam cermin--mereka pun mengikutinya.
BAAAAM..!!
Teman-teman Xiao Shuxiang masih bertarung, Hai Feng adalah salah satunya. Pemuda tersebut memakai cerulit kembarnya dalam melakukan serangan, sementara Zhi Shu menggunakan busur dan anak panah.
Saat semua awak kapal dan para penumpang telah memasuki Cermin Pemindah, Xiao Shuxiang bergegas membantu teman-temannya sekaligus memberi tahu mereka untuk tidak lagi menahan kekuatan.
Zhi Shu, Hai Feng, Yang Fu, dan kultivator yang lain langsung mengerahkan serangan terkuat mereka. Bocah Pengemis Gila, Xiao Shuxiang, dan Lan Guan Zhi tidak tinggal diam.. Mereka ikut menyerang dengan teknik serangan terbaik masing-masing.
Baru setelah satu setengah jam bertarung, Xiao Shuxiang dan teman-temannya telah berhasil menaklukkan dua ekor Demonic Beast. Dia dan Bocah Pengemis Gila begitu senang karena mendapat makan siang yang cukup lama diperjuangkan.
Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila mengambil bagian tubuh Demonic Beast yang telah mengembuskan napas terakhir. Keduanya lalu menyusul Lan Guan Zhi dan lainnya saat teman mereka itu memasuki Cermin Pemindah.
***