
Ling Qing Zhu sebelumnya juga mendengar suara ledakan dan berpikir itu adalah Wali Pelindungnya. Tetapi karena keadaan dan untuk melindungi dirinya sendiri, dia memutuskan untuk tidak menunggu kedatangan pemuda itu.
Andai Gong Zitao berhasil memilikinya, maka dia sendirilah yang akan hidup dengan penuh rasa sesal. Dia lebih baik mati daripada menanggung aib yang tidak bisa dilupakan.
"Kau menyukaiku, kan? Kau bebas melakukan apa pun dengan tubuh ini..."
"Ling Qing Zhu, Jangan..!! Lepaskan tanganmu, kumohon jangan seperti ini..!" kedua tangan Gong Zitao telah basah oleh darah saat dia berusaha membuat tangan Ling Qing Zhu agar tidak menggerakkan belati itu lebih dalam.
Dia mencintai gadis ini, dia tidak mau kehilangannya. Sayang sekali sekeras apa pun mencoba, justru Ling Qing Zhu semakin menggerakkan belati itu seakan tekadnya membuat dia memiliki tenaga yang tidak bisa ditentang.
Di sisi lain, Gong Zitao-lah yang justru kehilangan semua tekadnya. Tubuhnya seperti dihantam batu keras saat melihat gadis yang begitu dicintainya terluka. Dia tidak mau kehilangan gadisnya.
!!
Wajah Ling Qing Zhu mulai pucat pasi, namun dia belum menyerah sebelum semuanya berakhir. Kali ini dia membuat pemuda di hadapannya terus memohon.
Tidak hanya menyelamatkan kehormatannya. Kematian dapat membebaskannya dari belenggu takdir. Dia kini tidak harus dijadikan sebagai hadiah kemenangan lagi dan Wali Pelindungnya pun dapat terbebas.
"Kau... Akan mati... Gong Zitao..." Ling Qing Zhu sudah hampir mencapai batasnya. Dia bahkan tidak mampu mendengar suara apa pun lagi.
!!
Gong Zitao berseru, dia baru akan meneriakkan nama Ling Qing Zhu saat dinding di samping kanannya meledak dan sesuatu melesat hingga menghantam tubuhnya.
BAAAM..!!
Gong Zitao terlambat menghindar hingga tubuhnya harus menghantam sisi dinding yang lain, bahkan hingga dinding itu berlubang dan tubuhnya terpental sangat jauh.
Tidak ada tangan yang mencegah Ling Qing Zhu lagi, namun dia juga sudah kehilangan tenaga. Cahaya pada matanya pun perlahan meredup bersamaan dengan tubuhnya yang mulai oleng.
Kepala Ling Qing Zhu langsung bersandar pada sebuah dada bidang bersamaan dengan tangan yang menyentuh lengannya. Walau cahaya pada matanya meredup, namun gadis itu masih bisa merasakan sesuatu yang hangat.
"Kucing Putih..."
Suara pelan seorang pemuda terdengar, sosok yang menahan agar tubuh Ling Qing Zhu tidak menyentuh lantai tidak lain adalah Xiao Shuxiang.
Koki Alkemis itu bergerak secepat yang dia bisa walau tidak membunuh semua murid Partai Pedang Tengkorak yang menahannya. Raut wajahnya saat ini tidak bisa diungkapkan saat dirinya melihat kondisi Ling Qing Zhu.
"Kucing Putih... Kucing Putih?! Apa kau mendengarku?! Kucing Putih...!" Xiao Shuxiang mengguncang gadis yang dia peluk, dia merasakan tubuh Ling Qing Zhu dingin dan ini membuatnya cemas.
!!
Xiao Shuxiang memeriksa napas dan nadi Ling Qing Zhu, juga detak jantungnya. Gadis ini masih hidup namun belum cukup untuk menghilangkan kecemasannya.
"Kucing Putih..!"
Xiao Shuxiang terus memanggil-manggil Ling Qing Zhu, dia merobek kain pakaian gadis itu untuk digunakan menutupi luka pada perutnya. Belati yang tertanam di perut istrinya belum dia lepaskan sebab itu akan makin membuat darah mengucur keluar.
"Kucing Putih..! Apa kau berani tidak menyahut saat Xiao Shuxiang memanggilmu?! Kucing Putih..!"
Xiao Shuxiang kelabakan, dia tidak tahu harus berbuat apa untuk menolong Ling Qing Zhu. Dia tidak bisa memakai Qi untuk menutup luka gadis ini sebab yang ada justru dengan Qi-nya akan membuat tubuh Kucing Putihnya meledak.
Buruknya, dia bahkan tidak memiliki satu pil obat pun. Semua pil dan tanaman herbal yang ada di Cincin Spasial dan Gelang Semestanya sudah tidak dia miliki lagi. Di sisi lain, dia bahkan dalam kondisi dikejar oleh murid Partai Pedang Tengkorak.
"Kucing Putih..." suara Xiao Shuxiang lirih, dia mendekap gadis tersebut dan tetap memanggilnya. Dirinya pun menoleh saat mendengar suara gemerisik dari tempat di mana dia masuk ke dalam bangunan ini.
!!
Para murid Partai Pedang Tengkorak, baik yang bertarung dengan Xiao Shuxiang di hutan barusan, maupun yang berjaga di tempat ini sudah mengepungnya. Mereka benar-benar nampak tidak memberinya pilihan apa pun.
"Xiao Shuxiang, ini adalah hari kematianmu..!" salah seorang pria berseru, tatapan matanya tertuju pada Koki Alkemis itu. Tidak seperti rekan-rekannya yang lain.
"Cantik sekali~"
"Mengagumkan~"
!!
Xiao Shuxiang baru memperhatikan saat mendengar suara itu. Dia menatap istrinya dan terkejut saat menyadari bahwa wajah Ling Qing Zhu tidak tertutup oleh cadar seperti biasa.
"Akan kubunuh... AKAN KUBUNUH KALIAN SEMUA..!" Xiao Shuxiang sudah cukup menahan diri. Tangannya sampai gemetar akibat melihat tatapan menjijikkan dari para lawannya.
Kuku pada jari tangan Xiao Shuxiang seketika memanjang dan berubah warna menjadi hitam. Urat tipis kehitaman terbentuk di lehernya bersamaan dengan matanya yang berubah warna.
!!
Asap hitam kelam bahkan menyembur keluar dari punggung pemuda itu dan membentuk sayap yang membuat mereka semua terlempar.
!!
BLAAAAAR..!!
Tanpa peringatan, sebuah petir menyambar naik ke langit dan membuat salah satu bangunan Partai Pedang Tengkorak meledak keras. Di tengah suasana gelap nan mencekam itu ada dua cahaya merah yang terbentuk bagai tatapan mata yang tajam.
!!
Kepulan asap yang mengepul itu membentuk makhluk yang mengerikan. Para pendekar dari Partai Pedang Tengkorak teramat sangat tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
["Iblis... DIA IBLIS...!!"]
!!
Belum sempat bertindak. Sepuluh orang murid telah tertangkap oleh lesatan kepulan asap itu. Leher mereka terikat oleh kepulan tersebut dan tubuh mereka diangkat ke udara.
Salah satu dari sepuluh pendekar itu dibawa turun dan jatuh ke depan seorang pemuda yang berdiri tegap. Tangan yang terselimuti asap hitam itu mulai mencengkeram leher pendekar tersebut dan mengangkatnya hingga kakinya tidak lagi menyentuh tanah.
Dari dekat, dia bisa melihat wajah yang memiliki mata seperti hewan buas. Mata yang sedang menatapnya seolah siap menerkam. Dirinya tidak bisa memberontak dan bahkan rekan-rekannya yang lain tidak sanggup menolong.
"Apa kau yang berani melihat wajah istriku?"
!!
Suara dingin yang menusuk itu terdengar. Belum sempat dijawab, pendekar yang dicengkeram lehernya langsung menjerit kesakitan karena kedua matanya yang tiba-tiba meledak.
!!
["Serang.. SERANG DIA..!!"]
Salah satu pendekar berteriak, suaranya terdengar panik. Dia menyuruh teman-temannya menyerang, namun tangannya sendiri terlihat gemetar.
Beberapa dari mereka justru meneriakkan kata yang lain. Mereka ingin lari dari tempat ini sejauh mungkin karena yang mereka hadapi sekarang bukanlah makhluk biasa melainkan...
["Jelmaan Iblis..!! DIA JELMAAN IBLIS..!!"]
!!
Para pendekar itu berlari menyelamatkan diri, tetapi leher mereka ditangkup dari belakang dan ditarik oleh sebuah kepulan asap. Satu persatu pendekar mengerang kesakitan.
Siapa pun yang ditangkap oleh kepulan asap itu, maka matanya akan meledak sebelum terlempar ke dalam asap yang membentuk mulut monster. Seringai merah dari kepulan asap itu nampak sangat mengerikan bagi siapa pun yang menyaksikannya.
Para murid Partai Pedang Tengkorak yang melihat asap berbentuk iblis itu tidak ada yang dapat selamat. Sekuat apa pun teknik berpedang yang mereka gunakan... Tidak ada di antara mereka yang bisa melarikan diri.
!!
Sebagian murid ditelan oleh kepulan asap itu, sebagiannya lagi meledak di udara hingga tak bersisa dan lainnya tewas dengan cara paling brutal di tangan Xiao Shuxiang.
Satu-satunya orang yang mungkin dapat melarikan diri saat menyaksikan pemandangan mengerikan itu adalah Gong Zitao. Saat dia terlempar sebelumnya, tubuhnya dalam keadaan hancur dan butuh waktu untuk terbentuk ulang kembali.
Ketika Gong Zitao berhasil hidup, dia benar-benar terkejut dengan kepulan asap yang membentuk makhluk mengerikan, belum lagi penampilan Xiao Shuxiang dengan sepasang tanduk di kepalanya.
Tanpa berpikir lama, Gong Zitao membentuk lingkaran dengan memakai darahnya sendiri dan sebuah Cermin Pemindah terbentuk. Dia memasuki cermin itu di saat para murid Partai Pedang Tengkorak menjadi bulan-bulanan makhluk yang begitu mengerikan.
!!
Partai Pedang Tengkorak benar-benar dibuat berantakan. Tidak ada satu bangunan pun yang tetap berdiri kokoh dan tidak ada pendekar yang kekuatannya mampu membebaskan dirinya sendiri.
Tidak ada permohonan yang didengar, mereka semua layak mati. Xiao Shuxiang menyiksa mereka dan asap hitam yang berasal dari tubuhnya menelan para pendekar itu hingga tidak bersisa.
Di sisi lain, Ling Qing Zhu terbaring dengan napas yang hampir tidak ada lagi. Hanya saja bulatan kecil berbulu yang selama ini menjadi penghias rambutnya mulai bercahaya.
Bulu kecil itu belum bangun sepenuhnya, namun dia telah melindungi Api Jiwa Ling Qing Zhu agar tidak padam. Walau demikian, dia tidak bisa melindungi Api Jiwa tersebut dalam waktu yang lama.
Xiao Shuxiang harus segera sadar secepatnya. Menyadari bahwa ada hal yang lebih penting daripada menghancurkan seluruh tempat ini. Jika dia tidak menyadarinya tepat waktu, maka kondisi Ling Qing Zhu bisa saja tidak dapat diselamatkan.
***