
Entah sejak kapan Lun Kou tidak lagi bertarung dengan Yi Wen, gadis tersebut digantikan oleh Jing Mi.
Keduanya bertarung sambil beberapa kali berpindah tempat, nampak tidak mempedulikan bangunan Sekte Pagoda Langit mengalami banyak kerusakan akibat ulah mereka.
Sementara itu, Ro Wei dan teman-temannya bertarung dengan para murid Sekte Pagoda Langit.
"Bergabunglah dengan Sekte Kupu-Kupu dan akan kubiarkan kau tetap hidup,"
"Heh, siapa yang akan mau bergabung dengan sekte serangga milikmu..!"
"…"
Ro Wei terdiam saat mendengar penolakan bernada ejekan dari seorang murid Sekte Pagoda Langit. Dia tidak terima pria yang berusia 18 Tahun di depannya berani mengatai sektenya 'serangga'.
Dengan pandangan sedikit menunduk dan pedang yang digenggam kuat, Ro Wei menatap dingin pria tersebut.
"'Serangga' kau bilang..?" Ro Wei melempar pedangnya ke sembarang tempat dan segera melesat dengan tangan mengepal kuat.
BAAAM!
Murid Sekte Pagoda Langit terpental hingga menghantam salah satu dinding karena tidak sanggup menahan serangan dari Ro Wei.
"Kau yang selama ini tinggal di tempat dengan kepadatan Qi tidak akan mengerti kesusahan kami, orang-orang dari desa pinggiran..!"
Ro Wei kembali memberi tinjuan yang kuat pada murid Sekte Pagoda Langit, telinganya sudah lama sangat panas mendengar ejekan yang dialamatkan pada sektenya.
BAAAM!
"Sekte yang kau anggap 'serangga' adalah rumahku. Kau tidak akan mengerti kesusahan yang kami alami untuk membangun dan mempertahankannya..!"
BAAAM!
Hou Yong dan Feng Ying mendengar ucapan dari Ro Wei, keduanya menggenggam erat senjata mereka dan dengan semangat menerjang setiap murid Sekte Pagoda Langit.
Mereka menanyakan pertanyaan yang sama, tidak ada ampunan bagi murid yang menolak ajakan mereka.
Sekte Kupu-Kupu..
Nama yang menggelikan bagi siapapun orang yang mendengarnya. Tetapi jika ingin dipahami lebih mendalam, nama tersebut adalah penggambaran sempurna dari 'Makna Kehidupan'.
Perjalanan untuk sampai di titik ini bukanlah hal yang mudah. Tidak ada seorang pun dari teman-teman Ro Wei yang melupakan setiap kesulitan membangun sekte mereka di Desa Tani.
Jing Mi juga mengingatnya, bagaimana dia dan saudara seperguruannya meninggalkan desa, harus merasakan kehausan dan teriknya matahari, bertarung dengan serigala, perampok bersaudara, berlatih di Pondok Pengelana, hingga kekacauan saat Turnamen. Semuanya adalah pengalaman yang tidak akan pernah dilupakan Jing Mi.
KRAAK!
Xiao Shuxiang memelintir dan mematahkan leher salah satu murid Sekte Pagoda Langit, wajah dan tatapan matanya mengandung keseriusan.
"Aku tidak tahu awal mula berdirinya sekte itu, tetapi sejak kebangkitanku.. Sekte Kupu-Kupu sangatlah buruk," Xiao Shuxiang melesat dan kembali bertukar serangan dengan murid Sekte Pagoda Langit.
TRAAANG!
Bisa dibilang, Xiao Shuxiang yang paling lengkap penderitaannya di kehidupan keduanya ini. Namun semua berubah saat dirinya mendapat keahlian memasak, belajar sajak di Sekte Pedang Langit, alkemis, dan berbakat dalam menempa pedang.
Semua itu tidak lepas dari peran teman-temannya. Hingga akhirnya bersama-sama.. Dia dapat membuat perubahan bagi Sekte Kupu-Kupu.
!!
Murid-murid Sekte Pagoda Langit berdiri mematung sambil menahan gemetar di sekujur tubuhnya. Mereka melihat Xiao Shuxiang menguliti hidup-hidup salah seorang saudara seperguruan mereka.
Yi Wen tersentak melihat Xiao Shuxiang mengeluarkan sebuah guci berukuran sedang yang nampak berwarna hitam. Dengan tangan kiri menenteng sebuah kepala.. Yi Wen menghampiri Xiao Shuxiang.
"Apa yang akan kau lakukan dengan benda itu, Saudara Xiao?"
"Hmph, tentu saja untuk harta rampasan. Bantu aku mengambil hati dan jantung mayat-mayat ini. Oh, geledah pakaian mereka juga sebelum kau mencincangnya habis. Aiih.. Harusnya kuberitahu Saudara Jing dan yang lainnya tadi, tapi yaah.. Tidak apalah.."
Yi Wen berkedip beberapa kali mendengar ucapan Xiao Shuxiang yang begitu entengnya. Detik berikutnya.. Seringai lebar muncul di wajah Yi Wen.
Sambil tertawa kecil, Yi Wen menerima guci yang diberikan Xiao Shuxiang dan lalu menatap salah satu mayat dengan pandangan mata seperti hewan kelaparan. Jelas dia adalah Xiao Shuxiang kedua.
Napas murid-murid Sekte Pagoda Langit tercekat, mereka kesulitan bergerak apalagi mengedipkan mata. Pandangan mereka mengarah pada tindakan mengerikan yang dilakukan Xiao Shuxiang dan Yi Wen.
"Saudara Xiao, bagaimana jika mengumpulkan mata dan lidah juga?"
"Hm? Kau mau melakukan apa mengumpulkan benda menjijikkan itu? Ingin menyeduhnya? Heh, sebaiknya jangan. Xiao Shuxiang tidak bisa tidur nanti.."
TRAANG!
Feng Ying menangkis serangan dua orang murid senior Sekte Pagoda Langit, dia menoleh dan menatap Xiao Shuxiang serta Yi Wen yang nampak menggeledah tubuh mayat lawan mereka.
Dirinya kembali melesat dan menyerang cepat murid Sekte Pagoda Langit tanpa bisa memperhatikan lebih teliti apa yang sedang dilakukan oleh kedua saudaranya itu.
Xiao Shuxiang dan Yi Wen benar-benar panen besar, kedua tangan dan pakaian mereka penuh dengan darah merah kehitaman. Murid-murid Sekte Pagoda Langit yang berniat menyerang kini hanya bisa mematung dengan wajah pucat dan tubuh gemetaran.
"Um, ini enak.."
?!
Yi Wen tersentak saat melihat Xiao Shuxiang menjilat darah di tangannya, dia segera menghentikan saudaranya yang hampir menggigit lengan salah satu mayat.
".. Apa kau monster?! Buang itu..!"
"Aku lapar, Yi Wen. Darah orang ini sangat enak,"
Yi Wen memberi pandangan aneh pada Xiao Shuxiang, dia jadi takut pada pemuda di depannya ini. Dia juga pernah mencoba merasakan darah lawannya namun rasanya sangat menjijikkan, membuatnya ingin muntah.
"Saudara Xiao, sejak kapan kau makan manusia? Kau membuatku takut.."
"Masih ada makanan yang lebih layak, untuk apa aku makan manusia. Kau pikir aku ini apa..?"
Xiao Shuxiang melempar lengan mayat yang hampir digigitnya tadi. Dia lalu mengalihkan pandangan ke arah murid Sekte Pagoda Langit yang diam mematung dengan wajah pucat.
"Kalian mau juga?"
!!
Murid-murid Sekte Pagoda Langit seperti diajak menuju kematian, mereka sangat ingin melarikan diri.. Namun tubuh mereka tidak dapat digerakkan.
BAAAM!
Xiao Shuxiang seketika menoleh kala mendengar suara debaman yang cukup keras. Dia meminta Yi Wen untuk melanjutkan pekerjaannya.
".. Aku akan ke sana sebentar." Xiao Shuxiang melesat cepat menuju ke asal suara debaman tersebut.
Yi Wen hanya dapat berpesan agar saudaranya hati-hati, dia lalu berdiri dan menatap dingin ke arah murid-murid Sekte Pagoda Langit.
".. Kalian lihat, kan? Praktik pemuda tadi hanya berada di Forging Qi tingkat 12, dan aku sendiri berada di tingkat 14.." Yi Wen tersenyum lalu kembali berucap bahwa dirinya hanya bisa membaca praktik sebagian murid Sekte Pagoda Langit.
".. Sepuluh orang di antara kalian tidak bisa kubaca tingkat praktiknya. Namun, kalian menyerang bersama-sama sekali pun.. Mustahil kalian menang," Yi Wen mengibaskan pelan rambutnya, menyilangkan kedua tangannya dan menatap merendahkan kearah 15 orang murid Sekte Pagoda Langit.
".. Kuberi kalian kesempatan untuk hidup, keputusan ada di tangan kalian. Jika tak mau berakhir seperti potongan daging ini, maka bergabunglah dengan Sekte Kupu-Kupu. Jatuhkan senjata kalian dan segera pergi mencari pohon yang di bawahnya ada gadis cantik, keselamatan kalian akan kujamin.."
Yi Wen mulai menghitung satu sampai lima, namun baru hitungan pertama.. Ke-15 murid Sekte Pagoda Langit segera menjatuhkan senjata mereka dan berlari sekuat tenaga meninggalkan Yi Wen.
?!
Yi Wen tercengang beberapa saat sebelum akhirnya berdecak kagum, "Waah..! 'Siasat Gadis Cantik' milikku disertai kesombongan benar-benar efektif mempengaruhi mereka. Padahal aku hanya bercanda, mana mungkin aku bisa melawan musuh yang praktiknya lebih tinggi dariku, apalagi harus melawan sepuluh orang secara sekaligus.. Mustahil..!"
Sungguh untung besar! Murid-murid Sekte Pagoda Langit yang mau menjadi bagian dari Sekte Kupu-Kupu sekarang berjumlah 236 orang.
Tidak ada yang berani macam-macam sebab mereka ditakuti dengan racun di dalam tubuh mereka. Zhi Shu terus berdiri dan mengawasi para saudara seperguruannya yang baru, busur es di tangannya selalu dia genggam erat.
Awalnya, ada beberapa murid senior Sekte Pagoda Langit yang datang menyerang.. Namun mereka membeku akibat terkena anak panah dari Zhi Shu.
Gadis ini sama seperti saudara seperguruannya yang lain, dia melakukan tebasan pada tubuh murid Sekte Pagoda Langit yang telah membeku hingga tubuh murid itu hancur berantakan.
*
*
Suara debaman yang didengar Xiao Shuxiang rupanya berasal dari pertarungan tiga orang murid Sekte Pedang Langit dengan Ling Hao Yu.
Meski pertarungan nampak seimbang, Xiao Shuxiang tidak membuang waktu dan segera menyerang Ling Hao Yu dari belakang.
BAAAM!
Beruntung Ling Hao Yu dengan sigap menghindar, dia langsung melesat dan saling bertukar serangan dengan Xiao Shuxiang.
Tiga orang murid senior Sekte Pedang Langit tidak tinggal diam, mereka membantu Xiao Shuxiang dan bersama-sama menyerang Ling Hao Yu.
TRAANG!
TRAANG!
Ling Hao Yu berada dalam situasi terdesak, dia sebelumnya sudah mengalami luka saat menyerang Sekte Pedang Langit beberapa hari yang lalu. Lukanya belum sembuh dan sekarang diperparah dengan para pemuda ini.
"Katakan padaku di mana gadis berambut putih itu?!" Xiao Shuxiang memberikan tendangan beberapa kali pada Ling Hao Yu, membuatnya harus berada diposisi bertahan.
"Hmp, kau pikir sudah menang sekarang, hah? Kau tidak akan bisa..!"
Ling Hao Yu mengalirkan Qi pada pedangnya, detik berikutnya dia menghilang dan muncul tiba-tiba di depan Xiao Shuxiang.
TRAANG!
Pedang Xiao Shuxiang yang terbuat dari pusaka tingkat tinggi retak parah. Sebelum pedangnya hancur.. Dirinya segera melompat hingga pedang Ling Hao Yu tidak sempat menebas lehernya.
Xiao Shuxiang mengeluarkan Yīng xióng dan kembali menerjang Ling Hao Yu dibantu oleh ketiga murid Sekte Pedang Langit.
!!
Xiao Shuxiang tersentak sebab Yīng xióng lagi-lagi menolak Qi miliknya, pedang tersebut juga tidak mau menyerap daging dan darah Ling Hao Yu saat Xiao Shuxiang berhasil menusuk perut pria tersebut.
Kondisi ini diakibatkan karena Yīng xióng hanya akan mengeluarkan potensinya dan menerima Qi Xiao Shuxiang apabila pemiliknya menggunakan dirinya untuk melindungi orang lain.
"Tsk, bandel. Beraninya kau tidak menurut padaku," Xiao Shuxiang menyarungkan kembali Yīng xióng dan memasukkannya ke dalam Cincin Spasial, dirinya kini menerjang Ling Hao Yu tanpa bantuan senjata.
Bertepatan saat Xiao Shuxiang akan memberikan serangan mematikan, sebuah pedang melesat dan menangkis cakaran tangannya.
BAAAM!
Xiao Shuxiang hanya terpental sejauh tiga meter, tanah di dekat kakinya membuktikan bahwa dia berusaha keras menahan tubuh agar tidak terdorong lebih jauh.
Pelaku dari penyerangan barusan tidak lain adalah Ling Qing Zhu, dia tersentak saat melihat banyak luka sayatan di tubuh pamannya.
"Akhirnya kau datang juga.."
Xiao Shuxiang sudah lama menahannya, matanya seketika berubah merah dan asap hitam tipis menyelimuti kaki hingga naik ke tubuhnya.
Berikutnya dia menyerang Ling Qing Zhu, memberinya tinjuan yang membuat gadis tersebut terpental lumayan jauh.
!!
Ling Hao Yu terkejut, dia baru akan menyusul keponakannya namun langsung di dahului oleh Xiao Shuxiang. Dirinya sendiri malah dihadang oleh tiga murid senior Sekte Pedang Langit.
BAAAM!
Jing Mi menghantam salah satu pohon hingga tumbang, dirinya terbatuk darah sambil memegangi dadanya.
Lun Kou mengalirkan lebih banyak Qi di pedangnya dan memberi serangan terakhir pada Jing Mi.
TRAAANG!
!!
Lun Kou terkejut saat serangannya di tangkis, tatapan matanya mengarah pada pemuda berpakaian putih yang ternyata adalah Lan Guan Zhi.
Hanya dalam satu gerakan, Lan Guan Zhi mampu membuat Lun Kou terpental sejauh sepuluh meter dan baru berhenti setelah menghantam dinding pagoda.
!!
Para Patriarch tersentak saat merasakan getaran di lantai yang mereka pijak. Yu Changhai bertanya tentang kondisi Ming Mei dan Bai Wu Dang, meski beberapa kali muntah darah.. Keduanya masih bernapas.
"Kuharap mereka tidak lupa menyelamatkan kita. Jangan sampai tempat ini lebih duluan roboh sebelum kita ditemukan,"
"Senior Yu, jangan bicara begitu. Mereka pasti akan datang," Patriarch Lan berusaha untuk merasakan Qi, sayang segel pada sangkar ini sangat kuat.
BAAAM!
"Kau yang sudah merusak Dantian Lan Zhi, temanku hampir kehilangan nyawanya karena dirimu..!"
Ling Qing Zhu berusaha menahan terjangan Xiao Shuxiang, gerakan pemuda ini terlalu cepat. Dia harus berkonsentrasi lebih agar tidak sampai terkena serangan Xiao Shuxiang. Sedikit saja dirinya lengah, maka tubuhnya bisa terluka parah.
Tap
Ling Qing Zhu melayangkan pagoda kecilnya yang seketika memberi serangan pada Xiao Shuxiang. Pemuda tersebut mampu menghindar dengan baik.
Hanya saja, itu merupakan pengalihan dari serangan pagoda kecil tersebut yang sebenarnya.
!!
Xiao Shuxiang tersentak saat kekuatannya tiba-tiba diserap. Dirinya menatap tajam ke arah Ling Qing Zhu.
"Jadi, senjata ini yang merusak dantian Lan Zhi.. Pusakamu sangat suka menyerap Qi, bukan? Kalau begitu seraplah sebanyak yang kau mau..!"
Asap hitam tebal keluar dari tubuh Xiao Shuxiang dan langsung terserap ke adalah pagoda kecil tersebut. Dia lalu melukai lengan kirinya hingga berdarah.
Xiao Shuxiang memakai jurus yang seharusnya dia gunakan saat praktiknya telah berada di Forging Qi tingkat 15. Namun dirinya terlalu kesal dengan gadis berambut putih ini.
Darah Xiao Shuxiang menetes ke tanah, semakin lama.. Semakin banyak. Secara cepat darah tersebut memadat dan berubah menjadi pedang berwarna merah.
Darah segar mengalir di sudut bibir Xiao Shuxiang, praktiknya terlalu rendah untuk menggunakan Pedang Jiwanya, namun dirinya tidak peduli.
"Kau.. Akan membayar semuanya..!"
!!
Ling Qing Zhu terkejut saat pagoda kecilnya mengeluarkan suara dengungan yang nyaring. Kekuatan yang diserap pusakanya bukanlah berasal dari dunia manusia hingga pagoda tersebut kesulitan menampungnya.
BAAAM!
Pagoda tersebut meledak hingga membuat Lun Kou yang mendengarnya berdecak kesal. Dirinya mendadak lengah hingga tubuhnya mendapat serangan mematikan dari Lan Guan Zhi.
***