
Gadis yang pernah Xiao Shuxiang ambil darahnya untuk menyelamatkan Xiao Lu terlihat berjalan tenang memasuki hutan di Gunung Induk.
Wajah gadis itu terlihat polos dan tatapan mata yang seperti gadis lemah. Sangat disayangkan dia telah mati dan tubuhnya kini diambil alih oleh Bing Mei Si, anggota dari Scarlet Bayangan.
Bing Mei Si adalah seorang kultivator yang belajar teknik terlarang dengan menyimpan nyawanya pada sebuah tengkorak hitam berambut.
Langkah kakinya berhenti saat melihat dua laki-laki berusia 17 tahun yang ternyata adalah murid Sekte Kupu-Kupu dan Sekte Bambu Perak.
Tap
"Nona, apa yang kau lakukan di tempat ini?" murid Sekte Bambu Perak merasa asing dengan gadis yang memakai pakaian biasa di depannya.
Bing Mei Si berpura-pura, dia dengan suara yang takut-takut berkata. "A-aku... Hanyalah gadis desa yang ingin menjadi murid Sekte Kupu-Kupu. A-aku... Diminta datang ke tempat ini oleh seorang anak berseragam hitam dengan corak yang sama seperti pakaian kalian."
"Aah! Itu pasti Saudara Xiao, hanya seragamnya yang berwarna hitam di sekte kami." murid Sekte Kupu-Kupu yang tanpa rasa curiga sedikit pun mulai mengajak Bing Mei Si ke sektenya.
Sebab ketidakcurigaan ini didasarkan karena kedua laki-laki tersebut bisa melihat Bing Mei Si belum belajar pembentukan Dantian dan tingkahnya kepada mereka seperti gadis yang penakut.
Sepanjang jalan, murid Sekte Kupu-Kupu banyak menceritakan bahwa dia datang sendiri ke tempat ini karena ajakan dari salah satu temannya yang menjadi murid sekte lebih dulu.
"Nona tidak perlu khawatir, tidak ada tes apa pun untuk menjadi bagian dari kami."
Bing Mei Si tersenyum lembut, dia lantas menanyakan keberadaan Xiao Shuxiang sambil diam-diam mencabut sehelai rambutnya dan menjatuhkannya ke tanah.
Ketika Bing Mei Si terus berjalan dengan dua murid tersebut, rambut yang dijatuhkannya menggumpal dan semakin banyak. Rambut itu dengan cepat menyebar dan melilit pohon serta semak belukar yang ada. Sebagiannya mengikuti Bing Mei Si dari belakang.
Bing Mei Si disambut hangat oleh murid-murid Sekte Kupu-Kupu dan Sekte Bambu Perak. Dia cukup lega karena Xiao Shuxiang sedang belajar di tempat Duan De, dia bisa menjalankan rencananya dengan baik.
Satu-satunya yang mencurigai dirinya adalah Xiao Lu. Bing Mei Si memalsukan namanya ketika Xiao Lu bertanya.
"Kau punya tangan yang sangat dingin, apa kau sakit?" Xiao Lu menyipitkan matanya, dia merasakan dingin yang aneh pada tangan gadis yang dipegangnya.
Ketika Xiao Lu masih mau bertanya, Jing Mi dan Hou Yong segera mengambil alih karena mereka juga ingin berkenalan dengannya.
Bing Mei Si lalu diajak untuk mengenal murid-murid yang lain. Mereka senang karena kedatangan teman baru.
Di tempat Duan De, sudah tiga kali Xiao Shuxiang memuntahkan darah kental berwarna hitam. Tubuhnya berkeringat dingin dan wajahnya terlihat pucat, dia merasakan sesuatu melilit di dalam perutnya.
Xiao Shuxiang memuntahkan darah hitam lagi, Duan De pelan-pelan mengusap punggungnya dan memijat tengkuk Xiao Shuxiang.
"Keluarkan semuanya, Nak. Tidak apa-apa,"
"Dasar Tua Bangka, kau melakukan apa pada-!!" Xiao Shuxiang lagi-lagi muntah, sejak dia menempa besi yang diberikan Duan De padanya----Dia menjadi seperti ini.
!!
Xiao Shuxiang tersentak, " Aku pernah mendengar tentang pusaka penyucian jiwa di kehidupan pertamaku. Namun, aku belum pernah melihat wujud sebenarnya dari pusaka itu.Yang kutahu, pusaka itu memiliki fungsi seperti Teknik Pembersihan Iblis Hati, bahkan lebih hebat. Jangan bilang kalau..."
Mata Xiao Shuxiang membulat, dia menatap tidak percaya ke arah besi yang terlihat tua di sampingnya. Sudah lama dia menempa, tetapi besi tersebut sama sekali tidak berubah. Malah dirinya beberapa kali memuntahkan darah hitam.
"Kau gila, Kakek Janggut Panjang! Kenapa kau lakukan ini padaku?! A-Apa kau mencoba membunuh Xiao Shuxiang, hah?!" suara Xiao Shuxiang sedikit gemetar, dia hampir tidak kuat muntah lagi.
"Bocah, ini semua demi kebaikanmu. Kau akan merasa tenang dan emosimu bisa terkontrol dengan baik."
"Kakek, ka-kau tidak mengerti..." Xiao Shuxiang mengusap darah di mulutnya, dia menatap Duan De. "Kau jangan kerjai seperti ini... Atau aku tidak akan memberimu arak lagi..!"
!!
Duan De tersentak, "Kau jangan memberi ancaman sekejam itu, Bocah." Duan De paling tidak sanggup berpisah dengan Arak Anak Linglung, ancaman Xiao Shuxiang terlalu kejam bagi seorang pecinta arak seperti dirinya.
Ketika Xiao Shuxiang masih mengatur napasnya, sesuatu mengerikan mulai terjadi di Gunung Induk.
Helaian demi helaian rambut berwarna hitam mulai membentang di sekitaran bangunan Sekte Kupu-Kupu. Terlihat darah menetes pada beberapa helaian rambut tersebut.
Xiao Lu terlihat menggertakkan giginya, dia mencengkeram kuat pedang di tangan kirinya dan melesat untuk memotong helaian rambut yang dilihatnya.
Jing Mi dan Yi Wen juga berusaha memotong helaian rambut yang melilit para juniornya. Walau ada beberapa rambut yang tidak bisa mereka lihat.
Bing Mei Si saat ini sedang duduk di atap bangunan Grand Elder Sekte Kupu-Kupu. Dia memainkan sepuluh jari tangannya sambil tersenyum senang, "Ayo buat sambutan yang meriah untuk anak itu..!"
TRAANG!
Sekitar lima belas orang murid dikendalikan oleh helaian rambut milik Bing Mei Si, mereka menyerang saudara seperguruannya sendiri tanpa mempedulikan tangan, kaki dan lehernya yang sudah patah karena dipaksakan bergerak.
Bing Mei Si rupanya tidak sendiri, dia dibantu oleh seorang pria bertopeng rubah dengan pakaian berwarna ungu muda. Dia bertarung dengan empat orang tua sekaligus, yakni Grand Elder dan dua Patriarch Sekte Bambu Perak serta Yang Shu.
Belum ada di antara keempatnya yang sampai ke tahap Grand Master sebab untuk meningkatkan praktik kultivasi bukanlah hal yang mudah.
Ketika seseorang telah berada di Forging Qi tingkat 15, atau disebut Master Foundation tingkat Perak Tahap Akhir, maka butuh proses yang sulit dan waktu lama untuk naik tingkatan.
Kebanyakan kultivator di Benua Timur, hanya bisa sampai ke Forging Qi tingkat 17 atau Master Foundation tingkat Emas Putih.
Para Grand Master yang terluka parah akibat perang melawan Xiao Shuxiang dahulu bahkan harus turun tingkat praktik karena luka mereka. Begitu juga dengan kultivator tahap Master Foundation.
Pria bertopeng rubah ini jelas lebih kuat dan praktiknya pun lebih tinggi dari Yang Shu dan Grand Elder Sekte Bambu Perak. Buktinya, dia tidak merasa kesulitan melawan keempat orang tua tersebut.
Yang Shu melompat dan menapakkan kakinya di dahan salah satu pohon, dia memperhatikan murid-muridnya yang sedang berjuang melepaskan saudara-saudara mereka.
Yang Shu lalu berseru, "Jing Mi...! Atur formasi penyerangan! Ini tidak bisa dibiarkan. Kami hanya akan kalah jika menyerang secara sendiri-sendiri tanpa ada rencana."
"Baik Guru!"
Jing Mi mengangguk, begitu juga dengan murid yang lain. Mereka lalu membentuk kelompok kecil dengan empat orang dan kembali menyerang, kali ini target mereka adalah Bing Mei Si.
Xiao Lu nampak mengatur napasnya, dia memejamkan mata perlahan dan menyelimuti pedangnya dengan Qi. Dia langsung membuka mata dan menatap tajam ke arah Bing Mei Si.
Dengan satu tarikan napas, Xiao Lu dengan segenap kekuatannya berlari cepat dan kemudian menghilang. Bing Mei mengerutkan kening karena tiba-tiba keberadaan Xiao Lu tidak bisa dirasakannya.
"Ke mana gadis itu?"
!!
Bing Mei Si yang kebingungan seketika dikejutkan saat Xiao Lu muncul begitu saja di depan dirinya dan langsung memberi serangan yang menebas lehernya dengan tepat.
Kepala Bing Mei Si terlempar jauh hingga membentur salah satu pohon. Namun sesuatu yang mengerikan hampir membuat jantung Xiao Lu dan saudara-saudaranya berhenti adalah tubuh Bing Mei Si masih tetap bergerak.
"Kakak Lu, Awas..!!" Ro Wei langsung melompat dan menarik Xiao Lu untuk jatuh bersama ketika dia menyadari tangan kanan Bing Mei Si hendak menusuk Xiao Lu.
Yi Wen dan Zhi Shu menghampiri Xiao Lu dan Ro Wei, mereka lega kedua saudaranya baik-baik saja.
Yi Wen nampak khawatir, "Kalian baik-baik saja?"
Xiao Lu mengangguk, "Ya-yah."
"Apa dia monster?!" Jing Mi masih tidak percaya, matanya membulat ketika tubuh Bing Mei Si berdiri sambil menggerakkan kedua tangannya dan kembali mengendalikan teman-teman mereka.
Jari telunjuk kiri Bing Mei Si menarik kepalanya sendiri, membuat terkejut murid-murid yang melihatnya apalagi kepala tersebut kembali tersambung dengan tubuhnya.
Yi Wen berkedip. "Oke, dia memang monster."
"Yi Wen, kenapa kau terlihat biasa saja?" Bao Yu menatap Yi Wen dengan perasaan tidak percaya, "Kau tidak lihat kita berada dalam situasi berbahaya?"
"Bao Yu, semua keterkejutanku sudah habis sejak tubuh orang itu masih hidup setelah ditebas."
"Berhenti mengobrol..! Bukan saatnya untuk bicara!" Xiao Lu membentak temannya dan langsung melesat kembali untuk menyerang.
Bing Mei Si menggunakan seorang murid Sekte Kupu-Kupu sebagai tameng dari serangan Xiao Lu. Tindakannya membuat Xiao Lu menahan diri dan tidak dapat menyerang.
Jing Mi menyelimuti pedangnya dengan Qi dan melesat maju untuk membantu Xiao Lu, dia meminta saudara-saudaranya untuk mengerahkan seluruh kekuatan mereka sampai akhir.
"Kalian semua.. Lemah."
Helaian rambut Bing Mei Si mulai berubah warna menjadi merah, setiap pedang junior-junior Jing Mi yang menebas helaian tersebut langsung patah, sementara untuk pedangnya sendiri malah mendengung.
Bao Yu menebas salah satu helaian rambut, suara ketika pedangnya menyentuh rambut tersebut seperti dua buah pedang yang saling berbenturan.
Bing Mei Si tersenyum, sedetik berikutnya dia menjadi serius. Helaian rambut merah miliknya seketika menyerang murid-murid kedua sekte secara barbar.
!!
Xiao Shuxiang yang masih berada di tempat Duan De mendadak tersentak, perasaannya tiba-tiba tidak enak. Tanpa meminta izin dari Duan De, dirinya langsung menaiki pedang terbang dan melesat menuju sektenya.
Semakin dekat dengan sektenya, Xiao Shuxiang bisa mencium bau anyir darah. Dia lalu mengeluarkan dua buah pedang dari Cincin Spasialnya dan langsung melesat bagai kilat ke tempat Bing Mei Si dan saudara-saudaranya berada.
BAAAM!!
Bing Mei Si melompat cepat, serangan Xiao Shuxiang membuat bangunan tempatnya menapak hancur seketika.
Xiao Shuxiang kembali melesat bagai kilat, kali ini dia menyerang semua rambut merah Bing Mei Si yang hampir menebas murid-murid di kedua sekte.
"Kalian Semua, Pergi Ke Tempat Yang Aman!" Xiao Shuxiang langsung mengarahkan serangan pada Bing Mei Si. Hanya menyerang tanpa jedalah yang mampu melawan seseorang seperti gadis itu.
Rambut Bing Mei Si tiba-tiba menjadi gumpalan dan membentuk sebuah pedang, dia lalu melesat untuk membalas serangan Xiao Shuxiang.
TRAANG!
TRAANG!
Bing Mei Si bukanlah petarung jarak dekat, tentu dirinya akan selalu menjaga jarak jika lawan berniat mendekatinya.
TRAANG!
Sayangnya, Bing Mei Si tidak bisa menghindari atau mengambil jarak ketika berhadapan dengan Xiao Shuxiang. Anak laki-laki itu tidak takut terluka dengan helaian rambut merahnya.
Bahkan salah satu helaian rambutnya menancap dalam di kulit lengan Xiao Shuxiang, hanya saja rambut tersebut langsung terputus ketika menyentuh tulang anak laki-laki ini.
Luka pada kulit Xiao Shuxiang pun langsung sembuh dalam satu tarikan napas. Regenerasi yang begitu mengerikan.
TRAAANG!
"Sepertinya waktu itu aku tidak benar-benar membunuhmu. Kau sangat berani karena menyerang kediamanku!" Xiao Shuxiang mengeluarkan lima api biru kecilnya.
Api ini menghilang dan muncul dengan cepat ke setiap murid yang hampir sekarat dan membakarnya. Yi Wen terkejut ketika sebuah api biru membakar tangan kirinya yang tertebas rambut merah Bing Mei Si.
Dia merasakan perasaan hangat ketika api biru ini membakar tangannya, seketika api itu berubah menjadi kuning emas dan menumbuhkan kembali tangan Yi Wen.
Xiao Shuxiang sebenarnya tidak menyadari perubahan pada api biru miliknya, dia hanya memerintahkan api biru tersebut mengambil pil emas di dalam kamarnya untuk diberikan kepada murid yang sekarat.
TRAANG!
Saat ini, Xiao Shuxiang hanya fokus memberi serangan pada Bing Mei Si. Dia melakukan putaran penuh dengan Pernapasan Api dan hampir menebas tubuh Bing Mei Si andai tidak ditahan oleh seorang pria bertopeng rubah.
***