
"Apa yang sedang mereka bicarakan..?!"
Tianqi Mao mengipas wajahnya dengan penuh rasa kesal, dia berjalan mondar-mandir dengan banyak pikiran di kepalanya.
".. Shuxiang dan pemuda itu seperti membicarakan sesuatu yang penting. Tapi di saat aku ingin mengetahuinya, anak itu malah sengaja menghilangkan Cermin Pemindahnya. Shuxiang.."
Tianqi Mao menggemeretakkan giginya. Dia sangat penasaran. Tidak pernah dirinya merasa sepenasaran ini sebelumnya.
Jauh di tempat lain, sorot mata Xiao Shuxiang dapat dengan jelas dibaca oleh Bocah Pengemis Gila. Dia tahu pemuda ini ingin membunuhnya, namun dirinya masih dapat bersikap tenang.
".. Bagaimana jika kau menyarungkan pedangmu dulu baru kita bicara.." Bocah Pengemis Gila membujuk Xiao Shuxiang, namun sepertinya pemuda ini dalam kondisi yang tidak mau mendengarkan apa pun.
"Kita bisa bicara, tapi setelah kau menjadi gumpalan daging."
Suara Xiao Shuxiang begitu dingin. Secara sadar atau pun tidak.. Sebuah kepulan asap tipis kehitaman terbentuk di kedua kakinya. Warna matanya yang merah tersebut kini semakin terang.
"Aku tahu ketakutanmu.." Bocah Pengemis Gila mencoba bicara sebelum Xiao Shuxiang mengeluarkan semua Aura Pendekarnya dan langsung menyerang tanpa peduli dengan kondisi sekitar.
!!
Xiao Shuxiang tersentak kala mendengar ucapan Bocah Pengemis Gila barusan. Dirinya tidak mengatakan apa-apa selain menguatkan pegangannya pada Yīng xióng, urat-urat tangan kanannya bahkan terlihat menegang.
".. Melihat kau sekasar ini membuatku bertanya-tanya, apa selama ini kau hanya berpura-pura menjalin hubungan dengan Lan'Er Gege dan yang lainnya? Jika itu memang benar, maka tak ada alasan bagimu untuk tidak membunuhku,"
"Siapa kau sebenarnya..? Apa yang kau inginkan dariku?!" Tangan Xiao Shuxiang gemetar, tetapi bukan karena takut.
Ini dikarenakan dia sekuat tenaga mendorong Yīng xióng untuk melukai Bocah Pengemis Gila, namun pedangnya tersebut ditahan begitu mudah, apalagi hanya menggunakan dua jari saja.
"Aku hanya ingin bicara. Cobalah untuk sarungkan pedangmu dan tenangkan diri, kendalikan emosimu.. Oke..?" Bocah Pengemis Gila tersenyum tulus, dia memang tidak ada niatan untuk bertarung dengan Xiao Shuxiang, dirinya hanya ingin bicara padanya saja.
Xiao Shuxiang mengontrol napasnya yang tidak beraturan. Senyuman yang diperlihatkan Bocah Pengemis Gila serta bau yang hidungnya cium memang menandakan bahwa pemuda ini tidak sedang berbohong apalagi memiliki maksud jahat pada dirinya.
"Shuxiang.. Jangan membuatku salah paham dengan tindakanmu ini. Bila hubungan pertemananmu dengan Lan'Er Gege bukanlah kebohongan, maka kau harus membuktikannya.."
Bocah Pengemis Gila tahu bahwa Xiao Shuxiang yang ada di hadapannya merupakan reinkarnasi dari kultivator Aliran Hitam yang bergelar 'Sang Bintang Penghancur'. Kekejaman pemuda ini di masa lalu telah diceritakan semua padanya oleh Duan De.
Menurutnya, jika Xiao Shuxiang benar-benar ingin berubah menjadi kultivator yang baik.. Maka tidak seharusnya pemuda ini mengayunkan pedang disertai dengan keinginan membunuh yang kuat.
"Nah, bukankah sekarang lebih baik..? Kita jadi bisa bicara sedikit lebih nyaman,"
Bocah Pengemis Gila bicara demikian saat Xiao Shuxiang menarik kembali Yīng xióng dan memasukkan pedang tersebut ke dalam Gelang Semestanya.
"Apa yang ingin kau bicarakan denganku?" Xiao Shuxiang mulai mendapatkan kembali ketenangannya. Walau jujur saja, dalam hati dia masih bersikap waspada dan akan langsung menyerang bila Bocah Pengemis Gila melakukan sesuatu yang membahayakannya.
"Tempat ini kurang cocok untuk membahas masalah penting dengan dirimu," Bocah Pengemis Gila melihat kesekitaran dan mulai menjentikkan jarinya.
!!
Hanya satu gerakan sederhana itu dan Xiao Shuxiang sekarang berada di sebuah tempat dengan nuansa putih. Dia bagai menginjak kaca yang seakan berada di atas permukaan air.
Xiao Shuxiang menelan ludahnya dan mengedarkan pandangan ke sekitaran. Selain tampilan yang ada di bawah kakinya.. Semuanya berwarna putih, termasuk saat dirinya mendongak untuk melihat langit.
"Ini.. Bukankah Alam Nirwana? Bagaimana bisa kau membawaku kemari..?" dia tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya, Bocah Pengemis Gila sungguh bukanlah seorang pendekar biasa.
"Hm? Tidak juga. Ini adalah Alam Nirwana buatanku sendiri. Bagaimana? Aku hebat bukan?"
Bocah Pengemis Gila mengeluarkan cengiran khas-nya. Dia lalu duduk bersila dan meminta Xiao Shuxiang untuk duduk di depannya. Warna mata teman baik Lan Guan Zhi itu entah sejak kapan kembali seperti sedia kala.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan mulai duduk bersila di depan Bocah Pengemis Gila. Wajah dan tatapan matanya nampak begitu serius.
"Kau santai saja.. Santai saja~ Aku tidak akan melakukan apa pun padamu meski kutahu tubuhmu itu milik orang yang sudah mati,"
"Hmh, Duan De tahu bahwa aku adalah Sang Bintang Penghancur. Tetapi Kakek Janggut Panjang itu tidak tahu bahwa aku bangkit di tubuh orang yang sudah mati. Jadi bagaimana kau bisa mengetahuinya?"
Kegagalan dari Jurus Kebangkitan Kembali bukan hanya menghilangkan tingkat praktik Xiao Shuxiang dan tubuhnya yang menyusut menjadi anak kecil berusia 7 Tahun. Tetapi juga karena dia tidak bangkit dengan tubuh aslinya, melainkan rohnya menempati tubuh seorang bocah yang telah meninggal dunia.
".. Anak itu memiliki wajah dan nama yang sama denganku, tetapi dirinya terlalu berambisi menjadi kuat. Aku bertemu dengannya saat hibernasi.."
Entah bagaimana, tetapi Xiao Shuxiang malah menceritakan pertemuannya dengan pemilik asli tubuhnya ini pada Bocah Pengemis Gila. Ucapannya seperti mengalir begitu saja.
Bocah Pengemis Gila sendiri hanya diam dan mendengarkan. Dia memperhatikan Xiao Shuxiang begitu serius sambil menilai sifat pemuda di hadapannya ini.
".. Aku memberi tahu semuanya pada ibu cantik. Kuberitahu padanya bahwa putranya telah meninggal, tetapi ibu cantikku itu tidak peduli dan malah menerimaku tanpa ragu sama sekali,"
Xiao Shuxiang mengatakan dirinya bangkit di usia 7 Tahun, jadi ingatan tentang masa sebelum dirinya berusia 7 Tahun sama sekali tidak dia ingat. Hanya saja, saat bertemu dengan pemilik asli tubuh yang dia tempati dan berbicara padanya.. Semua ingatan masa kecilnya kembali.
Sejak saat itu, roh dan tubuhnya yang sekarang menyatu menjadi satu. Jadi tidak seharusnya pendekar dan kultivator manapun menganggap dirinya adalah roh tak diinginkan yang menempati tubuh manusia mati, dan tidak seharusnya ada orang yang tahu hal ini.
".. Kau satu-satunya orang yang mengatakan itu. Jadi bagaimana kau bisa menyadarinya..?"
Tidak ada yang sedang bercanda saat ini. Baik Xiao Shuxiang maupun Bocah Pengemis Gila.. Keduanya berbicara dengan begitu serius.
Bocah Pengemis Gila sedikit menyentuh pinggiran matanya, "Aku memang sudah tahu sejak pertama kali bertemu denganmu. Hanya saja waktu itu, aku tidak yakin. Baru setelah mendengar penjelasan Duan De dan pengakuan langsung darimu-lah aku jadi percaya dengan penglihatanku ini,"
Wajah dan senyuman Bocah Pengemis Gila sangat menawan. Andai dirinya adalah pemuda normal, kemungkinan dia sudah memiliki banyak istri saat ini.
"Kau sudah tahu aku, jadi sekarang adalah giliranmu. Siapa kau yang sebenarnya?"
Dari yang Xiao Shuxiang perhatikan, Bocah Pengemis Gila menginginkan sesuatu darinya, tapi dia tidak tahu apa itu. Karenanya selain menanyakan identitas Bocah Pengemis Gila, dia juga menanyakan apa yang pemuda tersebut inginkan dari dirinya.
"Boleh juga. Tapi aku tidak akan sendirian mengatakannya.." Bocah Pengemis Gila kembali menjentikkan jarinya hingga dalam waktu sepersekian detik.. Tiga buah kepulan asap tipis muncul dan lalu memadat.
!!
Kepulan asap berwarna putih itu membentuk tiga orang pria tua yang dua di antaranya adalah roh, sementara yang satunya merupakan manusia biasa.
Xiao Shuxiang terkejut. Dia tahu ketiga tua bangka ini. Pertama adalah pria yang nampak berusia 80 Tahun dengan pakaian, rambut, alis, dan kumis panjang berwarna putih. Mata ungu keperakannya membuat dia sadar bahwa orang ini merupakan Penatua Da Lin.
Tuan Bangka yang kedua memiliki pakaian berwarna jingga bercampur cokelat dan hitam. Kakek tersebut mempunyai kepala yang gundul dengan dua tanda hitam di dahinya.
Penampilannya seperti seorang biksu tua. Orang inilah yang Xiao Shuxiang sering sebut sebagai Kakek Buta Penulis Kitab Pernapasan Langit Dan Bumi.
Tuan bangka yang ketiga tidak lain adalah Duan De. Tubuh pendek dan janggutnya yang begitu panjang membuat Xiao Shuxiang bisa mengenalinya dengan sangat baik.
"Bagaimana kalian bertiga bisa berkumpul bersama seperti ini..?!"
Ada raut tak percaya yang nampak di wajah Xiao Shuxiang. Penatua Da Lin harusnya sudah tiada, begitu pula dengan Kakek Buta Penulis Kitab Pernapasan itu.
Satu-satunya tua bangka yang belum menjadi roh lepas di tempat ini hanyalah Duan De. Kakek Janggut Panjang itu menyapa Xiao Shuxiang seperti biasa sambil mengusap-usap pelan janggutnya.
Kehadiran ketiga orang ini dalam satu jentikan jari dari Bocah Pengemis Gila membuat Xiao Shuxiang terkesan dan berdecak kagum di dalam hati. Dia bertanya-tanya mengenai hubungan pemuda di depannya dengan ketiga tua bangka ini.
"Baiklah.. Kita mulai dari mana dulu..?" Bocah Pengemis Gila membelai pelan rambutnya, dia lalu menarik napas dan mulai akan bicara kembali saat Duan De tiba-tiba menyelanya.
"Senior, apa yang kau lakukan ini?! Mengirimku kemari tanpa pemberitahuan lebih dulu, kau tidak bisa seenaknya begini.."
"Duan De, protesan darimu tidak akan kudengarkan. Aku ini 'Seniormu' jadi kau dilarang membantah,"
Sebenarnya tidak hanya Duan De yang terkejut karena tiba-tiba berada di tempat asing ini, melainkan hal yang sama juga dirasakan Penatua Da Lin dan Kakek Buta Penulis Kitab Dua Pernapasan tersebut.
"Aku harusnya sudah lepas dari rantai kehidupan ini. Tapi Senior, kenapa kau menarik rohku kemari?"
Penatua Da Lin dan Kakek Buta Penulis Kitab Dua Pernapasan nampak mengajukan pertanyaan pada Bocah Pengemis Gila. Keduanya jujur saja senang karena bisa bertemu senior mereka lagi, namun pertemuan semacam ini jelas sangat mendadak, apalagi mereka kini telah berwujud roh.
Tidak hanya itu, tetapi kedua tua bangka itu juga bertemu dengan Xiao Shuxiang. Pemuda yang mereka pilih untuk melaksanakan sebuah misi.
"Aku tidak menyangka kalian benar-benar saling mengenal satu sama lain. Ini tidak bisa dipercaya bila tidak menyaksikannya sendiri.." Xiao Shuxiang terlihat tegang namun kagum secara bersamaan.
Kakek Buta Penulis Kitab Pernapasan Langit dan Bumi serta Duan De merupakan orang yang secara tidak langsung telah berkontribusi membuatnya memiliki gelar 'Sang Bintang Penghancur'.
Sementara Penatua Da Lin adalah orang yang dia temui saat penjelajahan makam kuno dan orang yang memberinya Seruling Giok Putih beserta One Ring. Kisah tentang Penatua Da Lin dan tragedi di Benua Selatan menjadi cerita sejarah yang selalu Xiao Shuxiang dengar.
"Bocah Pengemis Gila.. Bagaimana kau bisa mengenal mereka..?" Xiao Shuxiang tanpa sadar menelan ludah, dia jadi semakin penasaran dengan identitas pemuda mesum penyuka sesama jenis di hadapannya ini.
"Oh, mereka bertiga adalah junior-juniorku, karena menyebut mereka 'cucu' membuatku nampak sangat tua. Kau sebelumnya sudah bertemu mereka tapi belum cukup mengenal mereka, bukan? Jadi akan kuperkenalkan mereka padamu satu persatu.."
Bocah Pengemis Gila menunjuk Duan De dengan memakai ibu jari tangan kanannya. Xiao Shuxiang serius memperhatikan dan juga mendengarkannya bicara.
".. Setiap Benua memiliki satu orang sebagai Pilar Dunia dan Duan De adalah salah satunya. Dia mempunyai gelar 'Sang Penempa' dan berusia paling muda di antara kami,"
Pilar Dunia sebenarnya adalah sebutan bagi orang berbakat yang dengannya dapat membawa perubahan besar bagi kehidupan para pendekar.
".. Akatsuki sendiri merupakan senior Duan De, tapi berusia lebih muda dari Da Lin. Kekurangannya pada indra penglihatan tidak menghentikannya menjadi penulis kitab pernapasan dan jurus-jurus terhebat. Bahkan tulisannya selalu diperebutkan dan menjadi akar pecahnya perang antar Aliran,"
!
"Senior.. Itu.."
Tua Bangka yang disebut Bocah Pengemis Gila tadi hendak melakukan protes, tetapi bila dipikirkan lagi.. Ucapan Senior-nya ini memang benar. Selama ini dirinya banyak menulis buku, mulai dari jurus terhebat, racun dan penawarnya, segel ciptaan, sampai Teknik Pernapasan.
Sebagian bukunya dia simpan dan bakar, tetapi tidak jarang dirinya menggunakan buku-buku yang ditulisnya sebagai bahan taruhan. Kitab Pernapasan Langit dan Bumi yang diberikan pada Xiao Shuxiang dahulu adalah salah satunya.
?!
"Jadi.. Nama Kakek 'Akatsuki'? Itu bukan nama asli penduduk Benua Timur, kan?" Xiao Shuxiang lebih penasaran dengan nama Tua Bangka Buta ini daripada tentang berapa banyak buku yang sudah ditulis oleh Kakek Tua tersebut.
"Aku lahir dan dibesarkan di Benua Utara, jadi memang bukan penduduk asli Benua Timur. Aku suka berkelana ke berbagai tempat, mengumpulkan banyak inspirasi untuk setiap buku yang akan kutulis. Takdir akhirnya membawaku ke Benua Timur, bertemu denganmu, dan juga menemui kematianku,"
Xiao Shuxiang, "Tapi bukannya saat kita bertarung kau tidak mati? Bukan aku yang membunuhmu,"
"Memang bukan, tapi seranganmu cukup fatal. Aku bisa saja memulihkan diri kembali, tapi bila kupikirkan lagi.. Tujuan hidupku sudah terpenuhi. Aku memiliki pewaris dari kitab pernapasan yang kutulis,"
!!
Xiao Shuxiang tersentak saat melihat Tua Bangka yang berpenampilan seperti biksu tersebut tersenyum tulus ke arahnya. Dia lalu membalas senyuman tersebut, namun dengan canggung.
"Kakek Tua, sepertinya kau lupa hal yang penting. Kau memberikan Kitab Pernapasan Langit dan Bumi pada orang yang salah. Apa kau lupa siapa aku?"
Xiao Shuxiang menunjuk dirinya sendiri dan mengatakan bahwa dia adalah kultivator dari Aliran Hitam sekaligus pendekar yang paling menyukai dan haus akan pembantaian.
".. Dulu aku sudah sangat kuat dengan memiliki Pedang Pusaka Langit, dan berkat dari Teknik Pernapasan yang Kakek tulis.. Banyak kultivator tiga aliran yang mati di tanganku,"
Xiao Shuxiang menggeleng, dahulu dirinya mungkin akan berterima kasih dan mengeluarkan seringaian jahatnya lalu mulai menertawai kebodohan Tua Bangka yang telah memberinya kitab. Namun sekarang, dia sama sekali tidak merasa senang.
".. Kakek telah membuat kesalahan yang besar. Kejadian itu sudah lama sekali, tapi kulihat Kakek tidak merasa menyesal sedikit pun. Apa karena benua ini bukanlah tempat tinggalmu?"
"Kau sendiri? Kau yang berperan melakukan pembantaian dan kekacauan. Apa kau tidak merasa menyesal?"
Bocah Pengemis Gila, Duan De, dan juga Penatua Da Lin memperhatikan bagaimana Xiao Shuxiang dengan Akatsuki bicara. Mereka tidak berniat menyela dan lebih memilih menjadi pendengar.
"Tidak sama sekali," jawaban Xiao Shuxiang begitu mantap, tanpa rasa ragu sedikit pun. ".. Kakek yang harusnya menyesal, karena secara tidak langsung.. Kakek juga ikut berperan dalam kekacauan yang kubuat,"
"Hmm.. Berarti Duan De juga harus menyesal, karena dialah yang membuat Pedang Pusaka Langit."
!!
Duan De tersentak saat namanya tiba-tiba disebut oleh Akatsuki, "Tapi aku tidak menyuruhnya menggunakan pedang itu untuk membuat kekacauan.." Duan De melakukan pembelaan.
".. Pedang Pusaka Langit merupakan senjata yang harusnya digunakan untuk melindungi dan menolong orang lain, bukan digunakan di jalan kejahatan."
"Hmh, kau terlalu naif Kakek Janggut Panjang. Senjata dibuat tidak untuk melindungi, melainkan untuk membunuh. Melindungi dan menolong orang lain hanyalah alasan mengayunkannya supaya orang tersebut tidak dianggap sebagai penjahat,"
Bocah Pengemis Gila mengangguk setuju dengan ucapan Xiao Shuxiang barusan. Memang bila dilihat dari sudut pandang mana pun--Senjata, utamanya pusaka hebat tidak pernah bersih dari darah.
Para pendekar dari Aliran Hitam kebanyakan tidak memiliki alasan khusus dalam mengayunkan senjata mereka, karena itulah para pendekar tersebut ditakuti.
Tidak seperti Pendekar Aliran Netral dan Putih yang selalu melabeli setiap tindakan mereka dengan kata 'Melindungi', 'Demi Keadilan', 'Demi Terciptanya Kedamaian', 'Demi Kemanusiaan' dan lain sebagainya. Padahal pada dasarnya, fungsi dari senjata tidak lain digunakan untuk membunuh. Hanya Membunuh.
"Aku tidak meragukannya.." Penatua Da Lin mulai angkat bicara, ".. Tetapi fungsi sebuah senjata dapat berubah tergantung keinginan pemakainya, sama seperti jarum kecil yang dilumuri racun mematikan dengan jarum yang dilumuri cairan herbal. Sebilah pedang pun dapat melakukannya,"
Penatua Da Lin menatap Xiao Shuxiang dan mulai memperkenalkan dirinya sendiri. "Pertemuan kita cukup singkat dahulu, jadi biar kuperkenalkan diriku kembali. Panggil aku 'Tetua Besar Lin', aku adalah salah satu dari Lima Pilar Dunia yang bergelar 'Sang Penyegel'. Pewarisku saat ini.. Ah ya, apa kau berhasil menyelamatkan keturunanku?"
"Mn, Kucing Hitam baik-baik saja. Dia sekarang-!!" Xiao Shuxiang secara spontan menepuk jidatnya, dia lupa mengeluarkan Xiao Qing Yan dan juga Lan Xiao dari dalam Gelang Semesta miliknya.
Tindakannya ini membuat Duan De, Bocah Pengemis Gila, Kakek Buta Penulis Kitab Dua Pernapasan, dan Penatua Da Lin tersentak sekaligus merasa keheranan. Salah satu dari mereka bertanya pada Xiao Shuxiang.
Bocah Pengemis Gila, "Kau kenapa?"
"Aku melupakan temanku.. Haah, semoga mereka tidak memakan pil dan juga tanaman herbalku,"
Xiao Shuxiang mengibaskan pelan tangan kanannya, namun anehnya dia tidak bisa mengeluarkan Xiao Qing Yan dan juga Lan Xiao.
Bocah Pengemis Gila tidak mengerti maksud ucapan Xiao Shuxiang barusan, karena memang pemuda itu tidak tahu tentang Gelang Semesta yang bisa menyimpan makhluk hidup. Dia hanya beranggapan Xiao Shuxiang ingin mengeluarkan sesuatu dari pusaka yang melingkar di lengannya.
"Kau tidak bisa mengeluarkan senjata atau apa pun di tempat ini. Alam Nirwana tidak digunakan untuk pertarungan, meskipun ini alam buatanku,"
Sangat disayangkan, padahal Xiao Shuxiang ingin mempertemukan Penatua Da Lin dengan Xiao Qing Yan. Di dalam Gelang Semestanya memang ada mayat Tua bangka ini, namun tubuh tanpa roh tidak bisa diajak bicara.
"Keturunan Kakek baik-baik saja, dan dia selalu siap untuk menyegel Iblis. Saat ini, dirinya mungkin sedang berlatih,"
"Aku bersyukur kau akhirnya bertemu dengannya. Jadi, apa kau menamainya 'Kucing Hitam'? Aku mendengarmu tadi mengatakan itu,"
Xiao Shuxiang tersenyum canggung saat mendengar ucapan Penatua Da Lin, dirinya lalu menjawab bahwa 'Kucing Hitam' hanyalah julukan biasa yang dirinya pakai.
".. Xiao Qing Yan adalah nama keturunanmu, Hu Li yang memberikannya. Dirinya saat ini berada dalam keadaan yang baik. Waktu pertama kali melihatnya, aku cukup terkejut sebab keturunanmu nampak seperti bocah berusia 10 Tahun. Padahal kupikir dia seorang gadis dewasa,"
"Mm.. Harusnya tidak seperti itu. Apa mungkin terjadi sesuatu saat kau menemukannya? Atau ada kejadian aneh yang kau temui?"
Xiao Shuxiang terdiam sejenak sebelum menjawab bahwa yang dia selamatkan di dalam bekuan Es Abadi hanyalah roh keturunan Penatua Da Lin, sementara tubuh gadis itu berada di istana milik Ratu Es-Kekaisaran Es Abadi, Benua Utara.
"Mendengar ceritamu membuat aku merasa pertumbuhan keturunanku berhenti di usia 10 Tahun adalah karena roh dan tubuhnya terpisah cukup lama. Tetapi mendengar bahwa dia baik-baik saja membuatku senang, terima kasih.."
!
Xiao Shuxiang tersentak karena tidak percaya Penatua Da Lin berterima kasih padanya. Namun dirinya berusaha untuk tidak terlalu gembira. Dia lalu menatap Bocah Pengemis Gila karena sekarang adalah giliran pemuda tersebut yang memperkenalkan diri.
"Kau sudah tahu namaku, kan? Seperti yang kau lihat, aku juga salah satu dari Lima Pilar Dunia dan yang paling tua di antara mereka.." Bocah Pengemis Gila menyebutkan gelarnya yang disebut sebagai 'Sang Pembangkit'.
***