XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
403 - Lumière


Xiao Shuxiang berada di sebuah padang rumput yang luas.


Hanya ada semilir angin malam, bulan, dan bintang-bintang yang menemaninya. Dia tidak tahu ini di mana, apakah masih di Benua Tengah atau bukan. Tetapi yang jelas, dia harus kembali pada teman-temannya.


Pedang Xiao Shuxiang terus mengeluarkan cahaya merah redup dan lalu bergetar pelan. Pedang itu membuat pemiliknya tersentak.


?!


Sebuah titik cahaya muncul di jarak tujuh meter dari tempat Xiao Shuxiang berdiri. Cahaya itu semakin banyak dan kemudian memadat lalu membentuk sosok makhluk dengan sayap yang luar biasa mengagumkan.


Tidak ada yang tahu seperti apa perasaan Xiao Shuxiang saat ini, ekspresi wajahnya memperlihatkan sesuatu yang berbeda selain rasa kesal.


Sayap berwarna putih keperakan dan seakan mampu menandingi cahaya bulan tersebut mulai mengembang. Wajah seorang gadis berambut putih panjang dengan mata kuning emasnya kini nampak di hadapan Xiao Shuxiang.


"...…"


Tidak ada ucapan apa pun yang terlepas dari bibir Sang Bintang Penghancur ini, hanya kedua tangannya yang terlihat sedikit gemetar dan jantungnya yang berdetak tidak karuan.


Dinginnya angin malam dan suara gesekan rumput di sekitar Xiao Shuxiang seakan menghilang, itu seperti digantikan dengan debaran yang ada dalam dadanya.


"......"


Sosok bersayap itu juga tidak mengatakan apa pun. Dia hanya menatap lurus ke depan, memandangi setiap wajah seseorang yang sudah lama ingin dia temui.


Lumière baru saja ingin bersuara, dia bermaksud memanggil nama yang biasa digunakannya pada pemuda di depannya ini, namun bibirnya seperti tertahan. Dia akhirnya menyebutkan nama 'Shuxiang'.


"... Kau terlihat berbeda," Lumière tersenyum tipis, namun seseorang dapat melihat ada kesedihan di balik senyumannya itu. "... Apa kau... Tidak mau bicara padaku...?"


Xiao Shuxiang entah sejak kapan menutup matanya. Dia seperti lebih memfokuskan diri untuk mendengar suara lembut nan indah yang barusan didengarnya.


Di lihat dari dekat, Xiao Shuxiang memiliki bulu mata yang cukup panjang dan itu sedikit bergetar kala dia mulai membuka matanya.


Pandangan Xiao Shuxiang tertuju pada sosok gadis bersayap di depannya.


"Shuxiang..." Lumière kembali bersuara.


"......"


Tidak ada jawaban apa pun yang keluar dari bibir pemuda di hadapannya membuat mata indah Lumière sedikit memandang ke bawah. Dia juga tidak bisa mendekat sebab dari yang terlihat----pemuda dengan pedang di tangan kanannya itu akan menolak.


"......"


"......"


Diamnya dua insan tersebut membuat semilir angin yang memain-mainkan rerumputan kembali terdengar.


Suasana yang diterangi cahaya redup bulan membuat tempat ini terlihat sangat indah.


Rambut panjang dan pakaian Xiao Shuxiang ikut dimainkan oleh angin, begitu pula dengan rambut putih Lumière.


Gadis bersayap itu awalnya memakai seragam berwarna putih keemasan yang nampak seperti seragam pria, namun kini tubuhnya hanya dibalut oleh tiga lapis kain putih yang mirip dengan pakaian bangsa Elf.


Lumière mempunyai kulit seputih giok, wajah dan setiap inci tubuhnya seakan adalah pahatan terindah. Dia bagaikan sesosok makhluk yang mampu menandingi segala bentuk keindahan di empat dunia.


"......"


Ini pertama kalinya Xiao Shuxiang begitu pendiam, tidak seperti biasa yang selalu banyak bicara atau mengeluarkan ucapan yang seolah memprovokasi lawan.


Ini juga pertama kalinya dia tidak langsung menyerang.


Xiao Shuxiang seperti orang yang berbeda.


"Shuxiang... Apa kau sungguh tidak ingin bicara padaku...?"


"Aku tidak tahu harus mengatakan apa. Kehadiranmu sudah sangat mengejutkan untukku..." Xiao Shuxiang akhirnya mulai buka suara. "... Waktu benar-benar mengubah segalanya. Aku sampai melupakan, bahwa di antara mereka ada sosok seperti dirimu. Lumière..."


Yīng xióng dimasukkan kembali ke dalam Gelang Semesta bersamaan dengan warna mata Xiao Shuxiang yang mulai berubah normal. Dia seakan tidak berniat bertarung.


Sebelum hidup di Dunia Manusia untuk pertama kalinya, Xiao Shuxiang hidup di Dunia The Fallen Angel dalam waktu yang lumayan lama. Dan Lumière adalah sosok yang dalam rentang waktu itu selalu menemaninya.


Kehidupan di dunia tersebut sangatlah buruk dan juga keras, sebuah dunia yang penuh penderitaan. Tidak ada seorang pun yang akan menolak bila dunia itu disebut neraka.


Dalam lingkungan buruk disertai para penghuninya yang mengerikan, hanya Lumière sajalah sosok paling indah dan nampak suci di tempat yang terkutuk itu.


"Shuxiang..."


Sayap putih keperakan dengan bulu-bulu halus tersebut mengembang. Dalam sekali hentakan, Lumière kini berada tepat di depan pemuda berpakaian hitam itu dan langsung memeluknya.


"Aku... Sangat merindukanmu..."


!!


Xiao Shuxiang sebenarnya terkejut karena mendapat serangan semacam ini, namun dia tidak menolak sama sekali.


Tangannya terulur dan membalas pelukan Lumière walau pedang di sela-sela sayap gadis ini melukainya.


"Kupikir aku... Tidak akan pernah bertemu denganmu..." Lumière mengeratkan pelukannya, dia sudah sangat lama ingin memeluk pemuda ini, dia tidak mampu menahan kerinduan lagi.


Bukan hal yang mudah sebenarnya membuat Xiao Shuxiang menjadi wadah, ini karena dia tercipta dari kekuatan sepuluh makhluk terhebat dari Dunia The Fallen Angel, termasuk Lumière sendiri.


Xiao Shuxiang dapat saja menolak menjadi wadah dan membuat kekacauan di Dunia The Fallen Angel. Dia bisa memberontak serta menghancurkan dunia tersebut andai dia dipaksa melakukan sesuatu yang tidak diinginkannya.


"Kau sudah melupakanku..." Lumière belum melepaskan pelukannya, dia seperti larut dalam kehangatan tubuh Xiao Shuxiang.


"Aku memang tidak mengingatmu. Tapi mendengar suaramu... Kini membuatku ingat."


Lumière mempunyai sayap yang halus, lembut dan hangat di samping tajamnya bilah-bilah pedang yang tersembunyi di antara helaian bulu sayapnya. Dia juga memiliki tubuh yang cukup dingin.


Jujur saja, setelah perang melawan Wyvern, saat sendirian, bahkan ketika dia berada di Dunia Elf----Xiao Shuxiang selalu bertanya-tanya pada diri sendiri.


Bagaimana dia bisa menjadi wadah serta alat untuk para kaum The Fallen Angel? Makhluk di tempat itu sangat mengerikan dan tidak ada yang bisa menarik perhatiannya agar mau berkorban.


Dia akui diciptakan demi misi menghancurkan dunia manusia, membawa kaumnya ke dunia ini dan lalu menguasainya. Tapi apakah hanya alasan itu? Tidak adakah alasan lain yang lebih kuat hingga dapat mendorongnya melakukan ini semua?


"Shuxiang..."


Sekarang sepertinya Xiao Shuxiang sudah tahu. Dia melakukannya demi membuat sosok bersayap yang dipeluknya ini agar mendapat tempat hidup yang lebih baik.


Hati Giok Hitam Xiao Shuxiang didapatkannya setelah dia diciptakan. Hati itu sudah pernah diruntuhkan oleh Lumière. Namun ketika dia dikirim ke Dunia Manusia dalam bentuk bayi yang keluar di rahim seorang wanita----kenangan tentang Lumière dan Dunia The Fallen Angel seakan menghilang.


Yang tersimpan di dalam hatinya hanyalah menjadi kuat, kuat dan kemudian membuat kekacauan. Meski demikian, ada setidaknya sekali dalam enam bulan----dia seperti merindukan suara lembut seseorang, entah siapa...


Xiao Shuxiang bernapas pelan-pelan, kedua tangannya meneteskan darah sebab terluka akibat menyentuh sayap Lumière. Pedang di sela-sela sayap gadis ini amat tajam, bahkan dapat membuat tubuh seseorang menjadi cincangan daging hanya dalam sekali hentakan.


"Shuxiang..." Lumière bisa merasakan pelukan erat dari pemuda ini, dia terlihat tersenyum dan meneteskan air mata bahagia. Xiao Shuxiang juga rupanya amat merindukannya.


Lumière ingin waktu berhenti sebentar, dia tidak mau melepaskan pemuda yang dipeluknya ini. "Sudah sangat lama..." suara lembutnya benar-benar mampu meruntuhkan apa pun.


"... Kau pasti telah mengalami banyak penderitaan..."


"Mn..." Xiao Shuxiang memejamkan matanya, dia merasakan dingin pada tubuh gadis yang didekapnya serta perih pada kedua tangannya.


Di balik dingin dan perih yang dirasakannya, Xiao Shuxiang masih dapat menemukan kehangatan yang tidak pernah berubah. Inilah mungkin yang membuatnya tidak peduli pada tajamnya pedang yang terselip di sela-sela sayap halus Lumière.


"Suara yang sama... Wangi yang sama... Dingin yang sama... Dan rasa sakit yang sama... Ini memang benar-benar kau..."


Xiao Shuxiang mengusap lembut kepala gadis bersayap yang dipeluknya. Rambut yang putih itu sedikit ternoda akibat darah dari tangannya. Sayap putih keperakan Lumière juga ternodai hal yang sama.


Air mata Lumière kini terlihat jatuh dengan malu-malu, dia tidak mau ini berakhir. Kehangatan yang sekarang dirasakannya, sudah sangat lama dia rindukan.


"......"


Xiao Shuxiang perlahan membuka matanya, dia mulai menjauhkan tangan kanannya sedikit dan perlahan mengeluarkan Yīng xióng dari dalam Gelang Semestanya.


Pedang itu seakan muncul dari ruang hampa, Xiao Shuxiang memegang pedangnya dengan kuat dan tanpa aba-aba menusukkannya pada punggung Lumière.


Hanya saja, saat ujung pedangnya bersentuhan dengan bulu halus gadis tersebut----dengan cepat tubuh Lumière menjadi butiran cahaya dan menghilang.


Gadis itu muncul tidak jauh di depan Xiao Shuxiang, raut wajahnya menampakkan keterkejutan. Dia tidak menyangka hampir ditusuk pedang oleh pemuda yang tadi berpelukan dengannya.


"Shuxiang... Apa yang baru saja ingin kau lakukan?"


Xiao Shuxiang mengusap sedikit bagian bawah matanya dengan memakai punggung tangan kiri. Dia memperlihatkan ekspresi wajah datar, namun tatapan mata yang sendu.


"Lumière... Aku senang bisa bertemu denganmu. Tapi bagiku sekarang, kau tidak lebih dari masa lalu." Xiao Shuxiang serius mengatakannya, matanya mulai berubah warna menjadi merah.


"Apa maksudmu? Apa kau tidak mau bersamaku lagi...? Apa kau sudah melupakan janjimu?" Lumière terlihat meneteskan air mata, dia tidak percaya Xiao Shuxiang bisa berubah sikap secepat ini.


Padahal barusan, pemuda menawan itu memeluknya dengan sangat erat tanpa peduli terluka. Pelukan tersebut juga terasa seperti luapan kerinduan yang mendalam, namun mengapa sekarang berbeda?


"Shuxiang..."


"Kau jangan menangis. Awalnya aku memang lupa dengan janjiku, tapi kini aku mengingatnya. Hanya saja, aku terpaksa harus mengingkarinya."


Xiao Shuxiang menyelimuti pedangnya dengan Qi, Yīng xióng menerimanya tanpa penolakan sama sekali. Dia seakan tahu bahwa pemiliknya akan bersiap menyerang sosok bersayap indah itu.


"... Janjiku adalah memberimu tempat hidup yang lebih baik, bahkan jika untuk melakukannya----aku harus memusnahkan para manusia dan semua makhluk yang menghuni dunia ini..." Xiao Shuxiang mengangkat sedikit tangan kirinya dan sepuluh Cermin Pemindah muncul seketika di udara.


?!


Lumière mengedarkan pandangannya dan menatap cermin-cermin itu. Dia masih berdiri tanpa melakukan tindakan apa pun, tatapan matanya lalu mengarah kembali pada pemuda di depannya.


"Shuxiang... Apa kau bersungguh-sungguh ingin mengingkari janjimu? Kau ingin melupakan aku...? Seseorang yang mengingkari janjinya sama halnya dengan pembohong. Yang kutahu, kau tidak akan pernah berbohong."


Xiao Shuxiang menutup matanya sejenak, dia tidak akan menipu dirinya sendiri. Dia sangat menyukai suara lembut dari gadis bersayap itu.


"Menepati janjiku padamu sama dengan mengorbankan empat dunia. Aku lebih baik dianggap sebagai 'Pembohong' daripada melakukannya."


Asap hitam tipis terbentuk di bawah kaki Xiao Shuxiang dan lalu menyelimuti tubuhnya. Dalam tiga tarikan napas, dia berubah menjadi dirinya yang berusia 39 Tahun. Jubah hitamnya nampak berkibar karena angin.


"Aku memiliki paman dan bibi angkat di Dunia Demon. Aku mempunyai rakyat yang menganggapku sebagai Kaisar mereka di Dunia Elf. Hubunganku dengan para siren juga sangat baik dan manusia yang menganggapku keluarga hidup di dunia ini. Jadi untuk melindungi mereka, bahkan bila harus mengkhianati kaumku, maka akan kulakukan."


Xiao Shuxiang berkedip, dia baru sadar dengan apa yang dikatakannya barusan. Ucapannya barusan benar-benar terlontar dari bibirnya begitu saja, dia sama sekali tidak berpikir dahulu sebelum mengatakannya.


"....."


Lumière tidak mengatakan apa pun, dia sudah melihat dan mendengarnya sendiri. Ucapan Xiao Shuxiang barusan seakan mengumumkan diri menjadi pelindung dari Empat Dunia.


"Kau sudah berubah... Terlalu lama hidup di Dunia Manusia dan membaur bersama mereka, telah mengubah keteguhan hatimu. Kau tidak lagi sama, Shuxiang..."


Lumière mengusap pelan air matanya dengan memakai jari-jari tangan kanan. Kulit pipinya terlihat sangat halus, seakan itu terbuat dari kelembutan bunga dan embun yang diterangi cahaya bulan.


Dia adalah sosok yang dapat membuat semua makhluk, tidak peduli manusia atau bukan akan merasa bahwa kesedihannya bagaikan kegelapan seluruh alam.


Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan, dia sejenak mengalihkan pandangannya lalu kembali menatap gadis bersayap indah di depannya.


"Lumière... Aku mungkin sedikit berubah, tapi keteguhanku tetaplah sama. Makhluk sepertimu dan Qian Kun tidak seharusnya ada di Dunia Manusia."


Sepuluh Cermin Pemindah Xiao Shuxiang menghadap ke arah Lumière dan lalu mengeluarkan cahaya putih redup. Dalam sekali gerakan tangan, sepuluh cermin itu melesatkan serangan besar secara bersamaan.


!!


***