
Yang Shu terlihat memeluk adiknya, Yang Fu. Mereka akhirnya bisa bertemu lagi setelah sekian lama.
Dia mengajak adiknya untuk kembali berbincang-bincang, tentu saja dia juga mengajak Grand Elder dan Patriarch Sekte Bambu Perak yang lain.
Hanya saja, Grand Elder dan Patriarch Sekte Bambu Perak menolak ikut. Mereka lebih penasaran dengan apa yang terjadi di halaman Sekte Kupu-Kupu.
Semua murid Sekte Bambu Perak serta Hun Fung dan seluruh saudara seperguruannya nampak berdiri sambil melihat seorang gadis yang ternyata adalah Ro Wei.
Di depan Ro Wei, Xiao Shuxiang berdiri dengan tenang di atas sebuah kursi. Dia belum mengatakan apa pun sejak lima menit yang lalu hingga membuat para saudara seperguruannya serta murid Sekte Bambu Perak bertanya-tanya.
"Ro Wei," Xiao Shuxiang akhirnya bersuara.
"Kejahatanmu karena berani mengkhianatiku tidak bisa dimaafkan. Dan alasanmu tidak bisa kuterima..." Xiao Shuxiang menarik pedangnya, dia menatap Ro Wei tajam.
!!
Jing Mi, Yi Wen dan Hou Yong terkejut. Mereka segera berlari dan berhenti di depan Ro Wei, ketiganya meminta Xiao Shuxiang untuk memaafkan saudaranya itu.
Jing Mi, "Saudaraku...! Tolong jangan seperti ini, maafkanlah Wei'Er...!
Hou Yong, "Saudara Xiao, kau tahu benar siapa Ro Wei. Dia tidak mungkin mengkhianatimu, tolong maafkan dia,"
"Kalian masih berani membelanya?"
"Saudara Xiao, Ro Wei ketakutan.. Dia juga tidak mau melakukannya." Yi Wen sebenarnya baru mengetahui bahwa ternyata Ro Wei berani mengkhianati Sekte Kupu-Kupu adalah karena saudaranya itu ingin menyelamatkan sebuah keluarga.
Alasan dari Ro Wei tentunya sangat tidak bisa diterima oleh Xiao Shuxiang. Berani sekali Ro Wei mengorbankan sektenya demi menyelamatkan beberapa kepala saja.
Kalau bukan karena tenaga Xiao Shuxiang terkuras gara-gara terlalu memaksakan diri membuat keributan di Sekte Tengkorak Darah, maka sudah lama tubuh Ro Wei terpotong-potong kecil.
Jing Mi dan Yi Wen berusaha agar Xiao Shuxiang memaafkan kesalahan Ro Wei, mereka sudah hidup bersama selama ini, lahir dan tumbuh di Desa Tani, keduanya sangat tahu sifat saudaranya tersebut.
Xiao Shuxiang mendengus, dia ingin tertawa saat mendengar ucapan Jing Mi dan Yi Wen. Tidak ada yang bisa mengetahui dengan jelas sifat dan hati manusia.
Di kehidupan pertamanya, Xiao Shuxiang sudah banyak melihat sifat manusia yang menurutnya memuakkan.
Xiao Shuxiang adalah orang yang mudah memberi kepercayaan, namun ketika kepercayaannya dikhianati-----maka tidak akan ada yang kedua. Dia pasti akan membuat orang yang telah mengkhianatinya menderita sampai ingin mati.
Bahkan walau telah menjadi abu, Xiao Shuxiang tidak akan membiarkannya tenang. Dan parahnya lagi, dia akan membuat keluarga dan keturunan orang tersebut juga ikut menderita. Untunglah, itu hanya di kehidupan pertamanya..
Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan, dia lalu turun dari kursi dan mulai mengatur posisi duduk yang baik. "Bersyukurlah, karena aku belajar aturan Sekte Pedang Langit... Walaupun aku dipaksa mempelajarinya.."
Xiao Shuxiang paling tidak suka memaafkan seorang pengkhianat, dia sudah pernah memperingati mereka untuk tidak melakukan kesalahan dan sekarang..
"Memaafkan Ro Wei sama saja dengan membiarkan Xiao Shuxiang menjilat ludahnya sendiri..! Mengesalkan sekali..!"
"Dengarkan! Hukuman seseorang yang berani mengkhianati Xiao Shuxiang adalah penggal kaki, tangan dan lidah..! Tapi aku bisa meringankan hukuman itu seringan-ringannya, jika Ro Wei bersedia menerima seribu kali cambukan dariku."
!!
Jing Mi, Ro Wei dan semua orang yang mendengar seruan Xiao Shuxiang barusan begitu terkejut. Seribu kali cambukan sama saja dengan dihukum sampai mati, tidak mungkin Ro Wei bisa menjalani hukuman tersebut.
Jing Mi, "Saudara Xiao, ini-"
"Apa lagi, Saudara Jing? Kau ingin aku memberi hukuman seringan apalagi padanya?" Xiao Shuxiang berbicara begitu ketus sambil menatap temannya itu.
Jing Mi dengan pelan berkata, "Wei'Er tidak mungkin sanggup menahan seribu kali cambukan. Apalagi jika orang yang mencambuknya adalah kau, Saudaraku."
Xiao Shuxiang terlihat serius, "Aku tidak ingin mengurangi jumlah cambukanku. Tetapi kuberi kalian solusi atas masalah ini. Jika kau mau menanggung sebagian dari hukuman Ro Wei, maka dia pasti tidak akan mati."
"Me-menanggung sebagian..?!" Jing Mi terdiam beberapa saat, teman-temannya yang lain terlihat menunduk sambil memikirkan sesuatu.
"Saudara Xiao..!" Feng Ying mengangkat tangannya dan bertanya, "Apakah aku juga bisa menanggung sebagian hukuman Saudaraku?"
"Hanya murid Sekte Kupu-Kupu yang bisa melakukannya. Kalau kau mau, kau juga bisa menanggung sebagian hukuman Ro Wei."
"Kalau begitu aku akan melakukannya!" Feng Ying berjalan dengan langkah pasti dan berdiri di samping Ro Wei.
Xiao Shuxiang menahan senyum, dia lalu melihat Hun Fung mengangkat tangannya dan ikut berseru bahwa dia juga akan menanggung sebagian hukuman Ro Wei.
"Aku juga akan melakukannya!"
Li Qian Xie diikuti oleh saudara-saudaranya yang lain ikut berseru, tindakan mereka membuat Xiao Shuxiang tersenyum tipis.
"Baiklah, sudah diputuskan. Hukuman seribu cambukan untuk Ro Wei, akan dibagi pada kalian semua..! Sekarang ambil posisi masing-masing..!"
Xiao Shuxiang meminta murid-murid Sekte Bambu Perak untuk membantunya mencambuk 37 orang murid Sekte Kupu-Kupu.
Grand Elder Sekte Bambu Perak dan kedua Patriarchnya merasa penasaran dengan anak berusia 14 tahun tersebut.
Bagaimana bisa dia begitu disegani dan semua ucapannya dituruti oleh saudara-saudara seperguruannya yang lain?!
"... Ada anak yang berusia lebih matang darinya, tapi..."
Yang Shu menyadari raut kebingungan pada adiknya dan Grand Elder serta Patriarch Sekte Bambu Perak. Dia lalu menjelaskan, "Anak yang sedang kalian lihat dengan rasa penasaran itu adalah anak paling berjasa atas perkembangan Sekte Kupu-Kupu ini,"
"Tapi, bukankah yang memutuskan hukuman adalah Anda..?" Grand Elder Sekte Bambu Perak menatap Yang Shu, dia menunggu jawaban atas pertanyaannya.
Yang Shu, "Jika aku yang melakukannya, sudah pasti aku memberi maaf pada muridku. Aku sangat tidak tega memberikan hukuman apa pun kepadanya."
Mereka lalu memperhatikan bagaimana murid-murid Sekte Kupu-Kupu menerima cambukan dari Xiao Shuxiang dan para murid Sekte Bambu Perak.
Apa yang dilakukan Xiao Shuxiang, secara tidak langsung mengajarkan bahwa sesama saudara harus saling membagi duka. Dengan cara ini, ikatan persaudaraan murid Sekte Kupu-Kupu akan semakin terjalin dan kuat.
"Ro Wei, kau sudah berhutang nyawa pada saudaramu yang ingin kau khianati..! Ingat ini baik-baik dan jangan lakukan lagi..!" Xiao Shuxiang memberi satu cambukan pada Ro Wei dan mulai pergi meninggalkan teman-temannya.
Sebelum benar-benar pergi, Xiao Shuxiang berseru kepada murid Sekte Bambu Perak dan memperingatkan bahwa aturannya juga berlaku untuk mereka.
Yang Shu, Grand Elder dan kedua Patriarch Sekte Bambu Perak berdecak kagum atas tindakan Xiao Shuxiang, mereka hampir tidak percaya bahwa anak itu masih berusia muda.
Ro Wei terisak, dia menatap saudara-saudaranya dan juga para juniornya. Dia sangat bersyukur karena memiliki saudara seperguruan yang begitu setia kawan.
Tidak henti-hentinya Ro Wei meminta maaf dan berterima kasih. Dia lalu mencoba tersenyum saat Hun Fung dan Li Qian Xie mengatakan bahwa hukuman ini belum seberapa.
Grand Elder Sekte Bambu Perak memuji Yang Shu karena telah memiliki murid-murid yang saling menyayangi satu sama lain. "Aku harus belajar banyak dari sekte Anda, Yang Mulia."
"Jangan menyebutku seperti itu, aku bukan lagi seorang Kaisar." Yang Shu tersenyum dan lalu memperhatikan murid-muridnya yang sedang menerima hukuman.
Setelah hukuman berakhir, semua murid Sekte Kupu-Kupu merasa tidak sanggup berdiri. Beberapa dari mereka langsung tumbang dengan wajah yang pucat dan keringatan.
Murid-murid Sekte Bambu Perak juga sedikit merasa kelelahan, mereka lalu membantu para murid Sekte Kupu-Kupu untuk berdiri, sekaligus meminta maaf karena telah mencambuk mereka dengan keras.
!!
Tiba-tiba saja, sebuah aroma lezat dan menggiurkan tercium oleh seluruh murid Sekte Kupu-Kupu termasuk murid Sekte Bambu Perak.
"I-ini..." Hun Fung berkedip beberapa kali, aroma yang diciumnya begitu enak hingga membuat perutnya berbunyi. Tidak salah lagi..! Aroma ini adalah makanan terenak yang pernah dia makan.
Seakan sakit di tubuh Hun Fung dan saudara-saudaranya menghilang... Mereka segera berlari sekuat tenaga ke sumber aroma enak tersebut. Siapa pun yang memasak, dia adalah koki terbaik favorit Hun Fung!
Hun Fung dan saudara-saudaranya langsung mengambil tempat duduk di tempat biasa mereka makan bersama, walau kali ini hanya beralaskan rumput liar.
!!
Hun Fung, Li Qian Xie dan saudara-saudaranya membuka mulut lebar kala mengetahui bahwa yang membawa masakan enak sekaligus menjadi biang dari masakan tersebut ternyata adalah Xiao Shuxiang.
Tidak hanya Hun Fung dan saudara seperguruannya, bahkan para murid Sekte Bambu Perak juga tidak menyangka hal ini.
Xiao Shuxiang meminta Hai Feng, Jing Mi dan Zhi Shu untuk membantunya membawa makanan. Ketiganya begitu senang dan dengan semangat menuruti permintaan Xiao Shuxiang.
"Sa-Saudara Xiao... A-apa... Aku juga boleh.. Membantu..?" Ro Wei masih takut dan nampak gugup sekali, dia tidak ingin Xiao Shuxiang membenci dirinya.
"Kalau kau sanggup berjalan, kau bisa membantu. Aku belum mau memberi pil pada kalian semua,"
Ro Wei langsung berdiri dan berkata, "Aku masih bisa bergerak, bahkan rasa sakit yang kurasakan tadi sudah menghilang. Sungguh!"
Xiao Shuxiang tersenyum, "Ro Wei. Kau jangan memaksakan diri,"
"Aku tidak memaksakan diri, aku benar-benar mau membantumu..."
"Baiklah," Xiao Shuxiang tersenyum ramah, dia lalu meletakkan masakan yang dibawanya dan mengajak murid-murid Sekte Bambu Perak untuk ikut duduk serta makan bersama.
Dia lalu meminta Feng Ying untuk mengajak Yang Shu, Grand Elder dan kedua Patriarch Sekte Bambu Perak agar ikut makan bersama juga.
Xiao Shuxiang sedang menerapkan teknik hukuman dan hadiah pada teman-temannya. Sebuah keisengan yang berguna agar mereka di samping selalu ingin melarikan diri dari Xiao Shuxiang... Juga akan memberi kesan rindu pada masakannya.
Secara kasarnya, tubuh dan pikiran mereka ingin menghindar dan pergi dari Xiao Shuxiang. Namun hati dan perut mereka memilih terus bersama dengan Xiao Shuxiang. Penciptaan dilema yang aneh dan sangat tidak terduga..!
Keesokan harinya, Xiao Shuxiang pergi ke tempat yang dikatakan Lai Kuan Ye, salah satu hutan di Kekaisaran Matahari Tengah. Dia ditemani oleh Jing Mi, Bao Yu, Hai Feng dan Hou Yong.
Letak hutan ini berada di perbatasan Kekaisaran Matahari Terbit dengan Kekaisaran Matahari Tengah.
Dedaunan pada pepohonan di hutan tersebut lebih banyak berwarna kuning dan merah.
Memasukinya lebih dalam, kita akan melihat bendera-bendera kecil berwarna warni layaknya sebuah bendera festival. Beberapa lonceng kecil menghiasi ranting pepohonan.
Apabila angin berhembus, lonceng-lonceng ini akan mengeluarkan bunyi yang begitu meriah. Sesuai dengan nama hutan tersebut.
"Daripada disebut Hutan Meriah.. Lebih baik diberi nama Hutan Berisik..!" Xiao Shuxiang mengorek-ngorek telinganya, dia merasa terganggu dengan bunyi lonceng-lonceng kecil yang ada di hutan ini.
Jing Mi dan Hou Yong mengangguk setuju, keduanya bahkan menutup telinga mereka, namun tetap saja suara lonceng tersebut masih bisa mereka dengar.
Berjalan cukup lama di dalam hutan bersama.. Mereka tidak menemukan satu ekor pur hewan liar apalagi Demonic Beast.
Jing Mi berpendapat, "Ada kemungkinan hewan-hewan itu terganggu dengan suara lonceng hingga minggat dari hutan yang kita sedang jelajahi ini."
Bao Yu, "Sepertinya memang begitu.."
Xiao Shuxiang, Hai Feng, dan Hou Yong mengangguk pelan atas pendapat dari Bao Yu, mereka juga memikirkan hal yang sama.
Bao Yu, "Entah siapa yang begitu tidak ada kerjaan menghiasi dan memasang lonceng-lonceng menyebalkan ini,"
"♬♩Kalian anak-anak yang tidak sopan, Yo!♪♬"
!!
***