
Napas Xiao Shuxiang seakan tercekat, raut wajahnya sedikit pucat, dia juga kesulitan menelan ludahnya.
"Ke-kenapa harus sekarang aku be-bertemu monster ini?"
Selain Xiao Shuxiang. Jing Mi dan Qi Xuan juga merasakan hal yang sama. Padahal mereka berharap untuk tidak bertemu dengan hewan buas manapun termasuk Demonic Beast.
Saat Xiao Shuxiang, Jing Mi dan Qi Xuan secara perlahan melangkah mundur... Serigala Bertanduk Perak tersebut menggeram dan perlahan berjalan kearah ketiganya.
"Sa-Saudara Jing, Sa-Saudara Xiao... Kalian pe-pergilah dulu. Bi-biar aku yang akan menahan se-serigala ini. Me-meskipun aku ju-juga tidak yakin bi-bisa menahannya le-lebih lama..." Qi Xuan gugup dan suaranya gemetar.
Dia takut, tapi sebagai anak yang lebih tua dari Jing Mi dan Xiao Shuxiang, dia harus bisa melindungi kedua adik seperguruannya.
"Ibu... Ayah... Xuan'Er minta maaf. Xuan'Er mungkin tidak bisa pulang..." Qi Xuan perlahan menarik pedangnya, namun seketika ditahan oleh tangan kanan Xiao Shuxiang.
"Jangan meremehkanku. Aku, Xiao Shuxiang! tidak pernah takut dengan bahaya apa pun! Lari dari Demonic Beast ini...? Hah! Itu bukan gaya Xiao Shuxiang!"
Xiao Shuxiang berbicara dengan keras dan terkesan memprovokasi Serigala Bertanduk Perak agar memusatkan perhatian padanya. Dia kemudian memberikan ayam hutan yang ada di tangannya kepada Jing Mi.
"Pegang ini dan jangan lepaskan. Kuberi kalian waktu tiga menit untuk memanggil kakek, larilah secepat mungkin saat aku mulai menghitung..."
Jing Mi dan Qi Xuan tersentak, "Sa-Saudara Xiao... Ka-kau..."
"Aku Pinjam Pedang Kalian, Pergilah!"
Belum sempat Jing Mi dan Qi Xuan berbicara----Xiao Shuxiang seketika menarik pedang mereka dan langsung berlari ke arah Serigala Bertanduk Perak. Serigala itu sendiri yang menyadari Xiao Shuxiang berlari ke arahnya juga ikut menyerang.
Tiba di pertengahan, pedang milik Jing Mi dan Qi Xuan yang berada di tangan Xiao Shuxiang bebenturan dengan tanduk Serigala.
Suara benturan begitu keras. Bahkan hasilnya, pedang Jing Mi yang berada di tangan kiri Xiao Shuxiang retak. Dia sendiri merasakan keram di tangannya.
"Ini menyebalkan! Padahal di kehidupan pertamaku, hewan seperti ini bisa kubunuh hanya dengan sebuah kerikil. Tidak kusangka harus mengeluarkan tenaga yang begitu besar..." Xiao Shuxiang menggertakkan giginya, dia berusaha mendorong Serigala Bertanduk Perak sambil terus menahan tanduknya dengan pedang di kedua tangannya.
Xiao Shuxiang sedikit merasa lega sebab Serigala Bertanduk Perak Ini masih berusia muda, sekitar 30 tahun.
Salah satu cara untuk mengetahui usia Demonic Beast adalah dengan melihat bentuk tubuhnya. Semakin besar ukuran tubuh Demonic Beast, maka semakin tua usianya. Aura yang dipancarkan oleh Demonic Beast berumur juga berbeda dengan Demonic Beast yang masih muda.
Meski pun serigala ini hanya Demonic Beast berusia 30 tahun, namun tetap saja sulit untuk dikalahkan oleh Xiao Shuxiang. Apalagi kondisi tubuhnya sekarang hanyalah tubuh bocah berusia 7 tahun.
"Tsk, Aku bahkan tidak bisa menggunakan Qi karena dantianku adalah Dantian Cacat. Jika kugunakan, tubuhku akan sangat sakit. Kuharap bisa menahan hewan ini selama tiga menit..."
Xiao Shuxiang terus mendorong Serigala Bertanduk Perak, namun serigala tersebut juga ikut mendorongnya. "Jika terus seperti ini, aku akan kalah!"
Xiao Shuxiang menumpukan berat badannya ke kaki kirinya, termasuk menahan tenaga dari Serigala Bertanduk Perak. Dia ingin kaki kanannya bisa bebas bergerak barang sedetik saja untuk mengait salah satu kaki serigala yang cukup dekat dengan kaki kirinya.
Saat merasakan posisi yang pas, Xiao Shuxiang melakukan seperti yang dia inginkan. Dan itu berhasil!
Serigala Bertanduk Perak kehilangan keseimbangan dan terjatuh sebab salah satu kaki depannya dikait oleh kaki kanan Xiao Shuxiang.
Jing Mi dan Qi Xuan yang melihat aksi Xiao Shuxiang tidak bisa berkata apa-apa, mereka kagum sebab Xiao Shuxiang terlihat tidak takut sama sekali.
"Kenapa Kalian Masih Ada Di sini?! Cepat Pergi!" Xiao Shuxiang menyadari bahwa Jing Mi dan Qi Xuan masih melihatnya menjadi sedikit kesal. Dia sudah berusaha keras hanya untuk mengait salah satu kaki serigala, namun Jing Mi dan Qi Xuan hanya menonton saja tanpa mencari bantuan.
Qi Xuan. "Maafkan Kami Saudara Xiao, Kami Segera Pergi!"
Jing Mi. "Kau Harus Bertahan Saudaraku!!"
Qi Xuan dan Jing Mi langsung berlari pergi meninggalkan Xiao Shuxiang yang masih melawan Serigala Bertanduk Perak.
Dalam hati mereka menyesal dan merutuki diri sendiri sebab tidak memiliki keberanian yang besar seperti Xiao Shuxiang. Padahal, jika sedikit saja mereka memiliki keberanian yang sama seperti adik seperguruannya itu, mereka pasti bisa membantunya.
"Forging Qi tingkat 3 apanya?! Aku seperti tidak berguna sama sekali." Qi Xuan berlari sangat kencang, dia bahkan tidak sadar bahwa dirinya menangis.
Berbeda dengan Qi Xuan, Jing Mi terlihat menangis dengan kencang. "Saudara Xiao! Kau Harus Bertahan!"
Xiao Shuxiang masih bertarung dengan Serigala Bertanduk Perak. Beberapa kali dia terlempar dan hampir saja diinjak oleh Sang Serigala. Untungnya Xiao Shuxiang dapat menghindarinya dengan cepat.
Jantungnya hampir saja berhenti saat salah satu kaki serigala tepat berada di samping kepalanya. "Huuft... Kukira aku sudah gepeng..."
Xiao Shuxiang berguling dan dengan cepat bangkit kemudian berlari untuk menghindari Serigala Bertanduk Perak.
Dia berlari dengan cara Zig-Zag. Ini karena jika dia berlari lurus, serigala itu bisa dengan mudah menerkamnya.
Xiao Shuxiang beberapa kali menggunakan semak belukar atau pepohonan untuk sekedar membuat serigala itu kesulitan dalam mengejarnya.
"Aku jadi teringat masa lalu... Masa yang luar biasa sekali...!" Xiao Shuxiang tersenyum lebar, dia ingat di kehidupan pertamanya----dia sering pergi ke gunung untuk membuat masalah dengan Demonic Beast yang memiliki ukuran tubuh yang besar.
Tidak jarang Xiao Shuxiang harus mengalami patah tulang saat dikejar atau bertarung dengan hewan monster itu.
Namun meski bertarung dengan monster, Xiao Shuxiang selalu bisa mengalahkannya. Saat itu, dia memiliki dantian khusus berupa Dantian Api Phoenix sehingga bisa bertarung dengan menggunakan Qi miliknya.
Tidak seperti sekarang ini, yang mana Xiao Shuxiang hanya mempunyai Dantian Cacat. Dia tidak bisa menggunakan Qi yang ada di dalam dantiannya, sebab jika digunakan maka seluruh tubuh Xiao Shuxiang akan sangat kesakitan.
Jadi bisa dibilang, kemungkinan Xiao Shuxiang untuk menang sangatlah kecil.
Jing Mi dan Qi Xuan terus berlari sambil memanggil-manggil Yang Shu. Mereka tidak tahu keberadaan tetuanya sekarang, dan karena itulah mereka sangat takut jika tidak bisa menemukan Yang Shu secepatnya.
"Guru, Guru!!"
"Tetua!!"
Jing Mi dan Qi Xuan terus berlari kencang sambil terus memanggil Yang Shu, dan saat mereka menemukan Yang Shu serta Xiao Lu yang terlihat sedang memetik buah... Keduanya semakin mempercepat lari mereka.
"Guru?! Guru!!" Jing Mi menangis keras, hal itu membuat Yang Shu dan Xiao Lu terkejut.
"Kau kenapa, Nak?" Yang Shu segera mendekati Jing Mi dan mengusap pelan punggungnya.
"Guru! Selamatkan Saudara Xiao! Cepat!" Jing Mi menarik-narik Yang Shu agar mengikutinya.
"Xiao'Er?! Ada Apa Dengan Cucu Kesayanganku?!"
"Tetua, Saudara Xiao melawan demonic beast sendirian Tetua!" Qi Xuan menunjuk ke arah di mana Xiao Shuxiang sedang bertarung.
Yang Shu dan Xiao Lu terkejut bukan main. "Cucu Kesayanganku?!" Yang Shu berlari cepat menuju ke arah yang ditunjuk oleh Qi Xuan.
Jing Mi, Xiao Lu dan Qi Xuan tersentak kaget sebab Yang Shu berlari begitu cepat. Namun mereka tidak punya waktu untuk kagum. Ketiganya lalu berlari menyusul Yang Shu.
"Adikku!!" Xiao Lu menangis sambil terus berlari bersama dengan Jing Mi dan Qi Xuan.
"Saudara Xiao, bertahanlah! Kami akan segera datang!"
*
*
*
GROOAAAR !!
Geraman Serigala Bertanduk Perak terdengar begitu keras.
Xiao Shuxiang melukai samping kanan tubuh serigala dengan pedang Jing Mi, namun dia harus menelan kekecewaan sebab setelah dia melukai Serigala Bertanduk Perak----pedang Jing Mi patah menjadi tiga bagian.
"Haiih... Ini pedang yang buruk!" Xiao Shuxiang melempar pedang Jing Mi yang sudah tidak berbentuk di tangan kirinya.
Dia lalu menarik pedangnya sendiri dan kemudian kembali menyerang Sang Serigala.
Jika dilihat dari tubuh dan usia Xiao Shuxiang sekarang, mustahil anak berusia 7 tahun mengalahkan seekor Demonic Beast. Apalagi dengan kualitas tulang biasa dan dantian yang cacat.
Namun karena Xiao Shuxiang memiliki Teknik Pernapasan, dirinya bisa bergerak lebih lincah dan juga dapat memperkuat ototnya. Walaupun itu masih belum cukup untuk bisa membunuh Demonic Beast ini.
Teknik Pernapasan yang Xiao Shuxiang gunakan adalah Induk dari Teknik Pernapasan Udara, yaitu Teknik Pernapasan Angin.
Jika Teknik Pernapasan Udara digunakan untuk memilah udara panas dan udara dingin agar dapat digunakan menyejukkan tubuh atau sebaliknya, maka Teknik Pernapasan Angin berfungsi mempercepat aliran darah hingga membuat otot-otot tubuh menjadi kuat.
"Hah...! Meski menggunakan Teknik Pernapasan Angin, namun bertarung tanpa bisa menggunakan Qi rasanya berat!" Kedua pedang Xiao Shuxiang kembali berbenturan dengan tanduk serigala.
Kali ini Serigala Bertanduk Perak menggunakan tenaga yang lebih besar dan akhirnya mendorong Xiao Shuxiang dan membuatnya terpental jauh.
"Ukh!! Pu-punggungku..." Xiao Shuxiang merasakan sakit di punggungnya saat berbenturan dengan tanah. Dia yakin punggungnya lebam sekarang.
Belum sempat Xiao Shuxiang berdiri... Serigala Bertanduk Perak kembali menyerangnya. Saat Xiao Shuxiang mengira akan mati, sebuah pedang menusuk kepala Serigala Bertanduk Perak tersebut.
Serigala itu menggeram sangat keras dan mengangkat tinggi kedua kaki depannya. Sebuah tendangan mengarah ke tubuh Sang Serigala dan membuatnya terlempar cukup jauh.
Xiao Shuxiang perlahan bangun, dia bisa melihat bahwa orang yang menyerang Serigala Bertanduk Perak adalah Yang Shu.
"Xiao'Er?! Kau tidak apa-apa?" Yang Shu memegang kedua pundak Xiao Shuxiang dan memastikan kondisinya, raut wajah Yang Shu terlihat sangat khawatir.
"Pu-punggungku sakit..." rintih Xiao Shuxiang.
Seakan tidak merasakan sakit di kepalanya, Serigala Bertanduk Perak tersebut kembali menyerang. Dia menggoyang-goyangkan kepalanya untuk melepaskan pedang milik Yang Shu.
Serigala itu kemudian berlari cepat ke arah Yang Shu dan Xiao Shuxiang sambil menggeram keras.
Yang Shu menyadarinya, dia langsung berlari dengan cepat dan menyerang Serigala Bertanduk Perak dengan kepalan tangan yang dialiri Qi miliknya.
Serigala Bertanduk Perak terlempar jauh untuk kedua kalinya. "Kau Sudah Melukai Cucu Kesayanganku!!" Yang Shu mengejar Serigala Bertanduk Perak tersebut, dia terlihat marah.
***