
Saat berada di Dunia Elf, yang mengirimi Xiao Shuxiang pesan hanyalah saudara-saudaranya. Meski Yi Wen dan Xiao Lu berkata bahwa Ling Qing Zhu ada bersama mereka, namun tidak pernah dirinya mendengar suara gadis berambut putih itu.
Dalam pesannya, Ling Qing Zhu mengatakan sedang bersama dengan Lan Guan Zhi. Teman-teman Xiao Shuxiang yang lain selalu berjalan-jalan di Kekaisaran Langit Tengah dan baru pulang saat malam hari.
".. Jangan khawatirkan temanmu. Mereka dalam keadaan baik,"
Xiao Shuxiang menunggu suara Ling Qing Zhu selanjutnya, tetapi sepertinya memang sudah selesai. Hal itu membuat dirinya berkedip beberapa kali.
Saat ini, Xiao Shuxiang berada di dalam kamarnya, dia duduk bersama dengan Liu Xi Ling dan Rin Ai. Kedua orang di dekatnya juga mendengar suara yang keluar dari bangau kertas yang ada di atas meja.
"Apa suara ini milik Si Kucing Putih yang pernah kau katakan padaku?"
"Iya,"
Liu Xi Ling mengusap pelan pipinya, dia lalu menggeleng pelan dan berkata bahwa Si Kucing Putih ini terlalu kaku, entah karena dia pemalu atau memang tidak menyukai Xiao Shuxiang.
".. Dia sama sekali tidak mengatakan keadaannya, dia hanya memberikan kabar tentang teman-temanmu saja, itupun terlalu singkat. Belum lagi dia tidak menanyakan kabarmu, aiih.. Gadis macam apa yang kau sukai itu?"
Xiao Shuxiang menghembuskan napas pelan saat mendengar pendapat Liu Xi Ling, dia lalu menepuk-nepuk pelan dahinya.
Cukup lama dia menunggu bangau kertasnya datang dan hanya diberi laporan beberapa kalimat. Padahal jika itu Yi Wen atau Xiao Lu.. Pesannya akan berlangsung hampir satu jam.
".. Kucing Putih memang terlalu hemat bicara. Kasihan teman kecilku ini, dia mengantar pesan yang lamanya bahkan tidak sampai tiga menit kemari.."
Xiao Shuxiang mengusap-usap kepala bangau kertasnya. Dia lalu membalas pesan dari Ling Qing Zhu, tentu dengan sedikit mengomelinya.
".. Selain kondisi Saudara Jing dan yang lainnya, kau juga harus mengatakan tentang kondisimu sendiri. Setidaknya beritahu apakah kau sedang memikirkanku, merindukanku, memimpikanku, atau ucapan sejenis itu. Kau ini seorang gadis, masa tidak bisa bersikap romantis sedikit. Apakah harus aku yang melakukannya?"
Liu Xi Ling memberi tatapan aneh pada Xiao Shuxiang. Dia merasa pemuda di sampingnya ini mulai tidak tahu malu. Caranya berterus-terang akan membuat gadis yang menerima bangau kertas ini nanti tidak akan bisa tidur nyenyak.
Setiap tiga hari sekali, bangau kertas yang dikirimkan Lan Guan Zhi dan Yang Shu selalu datang. Menariknya, dia hanya muncul saat Tuannya sedang berada di dalam kamar.
Pesan berikutnya dari Ling Qing Zhu cukup mengejutkan bagi Xiao Shuxiang. Tidak disangka Kucing Putih dapat mengucapkan kata-kata yang dia tunggu. Meskipun terdengar seperti gadis ini diajari oleh seseorang.
".. Aku.. selalu.. menunggumu.. di sini."
Hu Li yang kebetulan ada bersama Xiao Shuxiang tanpa sadar membuka mulut. Dia dan tuannya saling berpandangan sebelum akhirnya menghembuskan napas pelan.
"Nona Ling sepertinya tidak punya perasaan apapun padamu, Tuan Muda. Suaranya seperti sedang mengeja kata, itu jelas bukan berasal dari hatinya,"
Xiao Shuxiang menghembuskan napas pelan, "Hu Li, aku rasa Si Kucing Putih mirip dengan Lan Zhi. Mereka berdua menyebalkan, aku jadi ingin menampar bokongnya,"
Pelayaran Xiao Shuxiang kali ini berjalan dengan lancar. Liu Xi Ling akhirnya dapat menghabiskan beberapa waktu untuk membersihkan diri sebab selain dia, anak kecil bernama Rin Ai juga dapat membuat Xiao Shuxiang tidak lagi mabuk laut.
Selama dua puluh hari mengarungi laut, tidak ada kesulitan yang menghalangi kapal Fan Chuan. Kemampuannya dalam memberi komando membuat kapalnya dapat menembus badai yang sudah dia prediksi sebelumnya.
Fan Chuan tentu saja tahu bulan-bulan yang tepat untuk melakukan pelayaran yang jauh, namun penting mengetahui bahwa tidak setiap perhitungan bisa tepat.
Masalahnya, Fan Chuan hanya memprediksi tentang badai saja, dia sepertinya lupa mengenai hambatan yang berasal dari manusia lain.
Tepat di hari kedua puluh dua, kapal Fan Chuan dihadang oleh sebuah kapal besar berwarna hitam. Ukuran kapal tersebut dua kali lipat dari kapal milik Fan Chuan.
Aura mencekam kapal itu membuat para penumpang termasuk Xiao Shuxiang merasa bahwa mereka sekarang dihadapkan bahaya.
"Kakak Xiao.."
Rin Ai memegang erat tangan Xiao Shuxiang, entah mengapa dia merasa takut dengan kapal hitam yang berlayar mendekat.
Liu Xi Ling, Liu Min Jie, dan Hu Li segera menarik pedang saat terlihat enam orang pria berotot dari kapal hitam di depan mereka. Dari raut wajah pria tersebut bisa diketahui mereka bukanlah orang yang baik.
"Apa mungkin perompak?"
"Entahlah, tidak ada identitas apapun di layar termasuk badan kapalnya,"
Liu Min Jie menjawab pertanyaan Liu Xi Ling. Walau tanpa identitas, dirinya yakin orang-orang yang dilihatnya itu telah menargetkan mereka.
Keenam pria ini memiliki pakaian berwarna merah dengan corak burung gagak. Xiao Shuxiang mendengar salah satu penumpang sedikit berseru bahwa kapal hitam itu adalah milik pendekar perompak yang menjuluki diri sebagai 'Pembersih Laut'.
Fan Chuan yang berada di bagian kemudi kapal terlihat berdecak kesal. Padahal jalan yang dia pilih merupakan rute teraman dan tercepat untuk sampai ke Benua Utara. Namun tidak disangka-sangka malah bertemu dengan 'Pembersih Laut'.
Xiao Shuxiang mengerutkan kening kala mendengar julukan perompak di depannya. Nama 'Pembersih Laut' sama sekali tidak mencerminkan keganasan perompak, apalagi menakutkan.
".. Itu nama yang aneh,"
"Tuan Muda, kau mungkin tidak akan beranggapan semacam ini bila tahu arti dari nama mereka-!!"
Baru saja Hu Li ingin menjelaskan, enam buah serangan beruntun langsung mengarah pada kapal yang dia tumpangi.
Xiao Shuxiang refleks mengeluarkan Yīng xióng dan menangkis serangan beruntun tersebut dengan sekali ayunan pedang di tangan kirinya.
!!
Kerasnya suara benturan membuat angin yang lumayan kencang. Dari hal ini, Xiao Shuxiang dapat menilai tingkat kekuatan lawan, jelas keadaan akan menjadi buruk bila pertarungan terjadi.
"Hmm, sepertinya salah satu ikan kecil nekat melawan,"
?!
Xiao Shuxiang, Hu Li, dan para penumpang lainnya seketika mengalihkan pandangan mereka pada seorang pria yang nampak melayang tanpa bantuan Pedang Terbang.
Pria tersebut terlihat berusia 44 Tahun, memiliki wajah tegas dengan luka parut di bagian pipi dan pinggir bibir sebelah kanannya.
Pakaian pria tersebut berwarna hitam dengan corak gagak merah. Postur tubuhnya mengingatkan Xiao Shuxiang dengan Gong Peng, salah satu perampok yang pernah dia lawan dahulu.
"GrandMaster Tingkat Langit,"
Liu Min Jie menelan ludah saat tidak bisa membaca praktik pria yang melayang tersebut. Bukan hanya dirinya, tetapi para kultivator di sampingnya juga.
Hanya tiga orang kultivator di kapal ini yang praktiknya berada di GrandMaster Tingkat Bumi, itupun sudah yang paling tinggi. Kultivator yang lain hanya berada di Master Foundation.
"Kau terlihat kuat dan pedangmu sepertinya juga lumayan. Bagaimana kalau kau berlutut dan menyerah sebelum kuledakkan kapal kalian,"
"Hmph, angkuh sekali. Memang kau siapa berani menyuruhku berlutut? Asal kau tahu saja, senjataku bahkan lebih berharga dari nyawamu,"
Xiao Shuxiang meminta Hu Li untuk menjaga Rin Ai, dia lalu memegang tangan Liu Xi Ling sebagai pengganti gadis berusia 9 Tahun itu.
Sangat merepotkan bila memegang tangan Rin Ai sambil dirinya bertarung. Jadi sebagai gantinya Xiao Shuxiang memilih Liu Xi Ling. Ini di karenakan gadis cantik berambut ungu gelap di sampingnya dapat membantu dirinya.
Perompak yang berbicara dengan Xiao Shuxiang tidak lain adalah ketua dari Pembersih Laut, Zanjin. Dia seorang yang ambisius dan karena tidak pernah kalah, membuat dirinya merasa angkuh.
Zanjin sama sekali tidak terpengaruh dengan ucapan pemuda yang menggandeng tangan gadis cantik itu. Kemampuannya dalam mengendalikan emosi membuat dirinya menjadi ketua yang disegani.
Zanjin tidak suka banyak bicara, dengan gerakan cepat dirinya menarik senjata dan mengalirkan Qi pada pedangnya, detik berikutnya dia mengayunkan pusaka itu dengan kekuatan yang benar-benar besar.
Xiao Shuxiang menahan serangan yang datang dengan memakai Yīng xióng. Dirinya juga dibantu oleh Hu Li dan beberapa kultivator yang lain.
Saat Xiao Shuxiang membawa Liu Xi Ling untuk bertarung dengan Zanjin di udara.. Segera keenam anak buah Zanjin menyerang kultivator yang lain beserta kapal milik Fan Chuan.
TRAANG!
Benturan dari senjata kedua belah pihak terdengar begitu keras. Para penumpang yang notabenenya hanyalah manusia biasa segera melarikan diri dan bersembunyi di dalam kabin masing-masing.
Zanjin dan teman-temannya tidak hanya merampok harta, tetapi juga menenggelamkan kapal yang telah dia rampok. Tentu saja semua penumpang akan dia selamatkan agar nantinya dapat dijual saat berlabuh nanti.
BAAAM!
Kapal Fan Chuan menjadi medan pertempuran antara para kultivator dan keenam rekan Zanjin. Dia memerintahkan awak kapalnya untuk menurunkan para penumpang dengan memakai sekoci yang ada.
".. Jangan biarkan seorang pun tewas. Kapal ini dapat hancur sewaktu-waktu, jadi selamatkan mereka secepatnya."
Para awak kapal Fan Chuan mengangguk, mereka lalu bergegas dan menjalankan tugas yang telah diberikan.
TRAANG!
Xiao Shuxiang dan Liu Xi Ling terus menyerang Zanjin sambil tetap berpegangan tangan. Hanya saja keduanya belum bisa kompak.
Saat Xiao Shuxiang melancarkan serangan untuk menghadang serangan dari Zanjin, bersamaan dengan itu Liu Xi Ling malah memasang segel pelindung.
Alhasil serangannya malah tertahan dan mengakibatkan dirinya dan gadis bermata hijau muda yang dia pegang ini terkena jurus sendiri.
BAAAAM!
Xiao Shuxiang dan Liu Xi Ling terluka, beberapa koyakan nampak pada pakaian keduanya. Wajah mereka terlihat sedikit menghitam, bahkan Xiao Shuxiang dapat merasakan ada darah yang keluar dari pipinya.
Satu tetes darah Xiao Shuxiang terjatuh ke laut. Entah dirinya sadari atau tidak, tetapi darahnya itu telah membuat sesuatu yang jauh di kedalaman laut menyadari kehadirannya.
Hanya dalam tiga tarikan napas, luka di tubuh Xiao Shuxiang kembali pulih. Dirinya lalu mengeluarkan sebuah pil dan memberikannya pada Liu Xi Ling. Dia baru mengomeli gadis ini saat luka di tubuh Liu Xi Ling telah menghilang.
".. Untung saja kita berdua tidak mati, karena akan sangat memalukan bila ada berita bahwa aku menghembuskan napas terakhir akibat terkena serangan sendiri,"
"Ini semua salahmu, kau tidak memberitahuku bahwa dirimu akan menyerang. Jadi itu bukan salahku,"
Xiao Shuxiang malah berdebat dengan Liu Xi Ling, dia jelas tidak mau disalahkan. Keduanya baru tersadar saat mendengar Zanjin tertawa dan mulai meledek mereka.
Liu Xi Ling menjadi kesal, dia menyelimuti pedangnya dengan Qi dan kemudian bersama Xiao Shuxiang dirinya kembali melawan Zanjin.
TRAANG!
Sekarang baru nampak kekompakan mereka. Xiao Shuxiang menutupi kekurangan Liu Xi Ling, sementara dirinya juga dilindungi oleh gadis ini saat serangan Zanjin datang.
BAAAM!
Salah satu bagian kapal Fan Chun terkena serangan nyasar dari pertarungan Hu Li dengan rekan Zanjin. Bisa dibilang, hanya kapal milik perompak ini yang masih dalam kondisi baik.
TRAANG!
Zanjin semakin cepat mengayunkan pedangnya. Dia bahkan secara sengaja melesatkan beberapa serangan ke arah kapal yang di dalamnya masih ada Hu Li.
BAAAM!
Kapal Fan Chuan kembali rusak, kondisi ini membuat suasana semakin riuh. Hanya ada tiga sekoci yang Fan Chuan miliki, sementara keseluruhan penumpang kapalnya, baik dirinya sendiri maupun awak kapalnya berjumlah lebih dari lima puluh orang.
Liu Min Jie dan Hu Li nampak kewalahan. Apalagi sekarang, rekan-rekan Zanjin malah bertambah empat orang. Yang lebih gawatnya, lawan-lawan mereka memiliki praktik di GrandMaster Tingkat Fana.
"Kita tidak akan bisa menang,"
Salah satu kultivator berwajah pucat, dia memegang lengan kanannya yang terkena serangan, terlihat darah mengucur di sudut kening dan bibirnya.
TRAANG!
Xiao Shuxiang dan Liu Xi Ling masih terus bertarung dengan Zanjin. Dirinya sempat memakai Jurus Pengendalian Darah, namun Segel Pengekang Jiwa dan Yīng xióng secara bersamaan menghentikan dirinya.
Liu Xi Ling tidak mengetahui ini, karena hanya Xiao Shuxiang merasakannya. Qi miliknya terasa ditekan oleh Segel Pengekang Jiwa dan tenaganya terasa dihisap Yīng xióng.
"Aku seperti sedang dihentikan untuk melakukan pembunuhan. Hmph, boleh juga. Mari kita lihat, apa kalian bisa menghentikanku membunuh orang ini atau tidak."
Xiao Shuxiang tersenyum tipis dan tanpa sadar memegang erat tangan Liu Xi Ling. Dia lalu memberi tanda agar gadis cantik di sampingnya bersiap. Dirinya lalu melesat bersama Liu Xi Ling dan menyerang Zanjin tanpa jeda sedetik pun.
***