XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
118 - Bertemu Lan Xiao [Revisi]


Keesokannya, setiap kali Xiao Shuxiang berjalan---Tidak ada satu pun murid yang berani menyapanya.


Jika mereka tidak sengaja berpapasan dengan Xiao Shuxiang, mereka langsung tertunduk sambil berusaha menahan gemetar di tubuhnya.


Jing Mi dan saudara-saudaranya juga masih ragu untuk berbicara dengan Xiao Shuxiang. Ini karena sampai sekarang Xiao Shuxiang tidak pernah tersenyum.


Wajahnya terus saja terlihat datar, beberapa kali Jing Mi bisa membayangkan ada awan badai kecil di atas kepala Xiao Shuxiang. Tinggal menunggu saja sampai petirnya menyambar.


"Haaiih.. Kuharap pelangi akan segera datang.."


"Langit bersih, Saudara Jing. Tidak ada setitik awan pun di atas sana, kau menunggu pelangi untuk apa..?" Hai Feng tidak mengerti maksud Jing Mi, dirinya berbaring sambil memandangi langit.


Jing Mi menggeleng malas. Sambil terus bertopang dagu, dia mengawasi Xiao Shuxiang yang sedang berjalan-jalan di arena latihan para murid.


Xiao Shuxiang sendiri, di dalam hati merasa keheranan. Sejak pagi tadi semua anak yang dia temui seperti menghindarinya. Padahal dia sudah mandi dan bau herbal di tubuhnya juga sangat tipis, lalu apa yang salah dari dirinya?


"Apa mereka semua... Takut padaku..?" Xiao Shuxiang berhenti saat menyadari sesuatu.


Kemarin adalah awal perkenalan yang buruk dengan teman-teman barunya. Tindakan yang dia lakukan kemarin meninggalkan kesan yang tidak baik bagi junior-juniornya.


Saat Xiao Shuxiang sedang berpikir, dia sedikit tersentak kala menyadari ada seseorang yang seperti datang ke arahnya.


Di langit, seekor binatang berwujud harimau tanpa sayap terbang dengan membawa seseorang di punggungnya. Harimau tersebut mendarat dengan menerbangkan daun dan rumput di sekelilingnya.


Orang yang menunggangi harimau itu adalah laki-laki berusia 16 tahun. Xiao Shuxiang baru akan menyebut namanya, saat tiba-tiba harimau besar di depannya melompat dan membuat Xiao Shuxiang terjatuh.


Nyawn rrrrrrrrr


"Hahahaha... Baik, baik Lan Xiao..! Sudah cukup, itu geli...!" Xiao Shuxiang tertawa saat harimau yang ternyata adalah Lan Xiao mengusap-usapkan wajahnya di pipi dan perut Xiao Shuxiang.


!!


Jing Mi dan saudara-saudaranya, serta para junior mereka tersentak. Baru pertama kali ini mereka melihat Xiao Shuxiang tertawa.


Wajah dengan tatapan yang dingin kemarin sudah tidak terlihat lagi, mereka baru menyadari bahwa Xiao Shuxiang memiliki wajah tampan dan juga manis.


"Itu dia..! Pelanginya sudah muncul..!"


Seruan Jing Mi membuat Hai Feng terbangun, dia baru mengerti ucapan saudaranya tadi. Mereka segera menghampiri Xiao Shuxiang tanpa diselimuti rasa gugup lagi.


Nyawn Nyan Nyawn


"Kau sudah besar sekarang, padahal baru beberapa tahun tidak bertemu dan kau sudah sebesar ini..!" Xiao Shuxiang mulai berdiri sambil terus mengusap gemas kepala Lan Xiao, Sang Harimau Bulan.


Bulu Lan Xiao berwarna putih, ukurannya tiga kali lipat lebih besar dari harimau biasa pada umumnya.


Saat ini, usia Lan Xiao tepat menginjak 100 tahun. Tanaman herbal yang sering dibawakan oleh Feng Ying kepadanya membuat Lan Xiao tumbuh lebih cepat.


Pola-pola seperti pusaran air terbentuk jelas dan lebih besar dari pertama kali Xiao Shuxiang melihatnya.


Kehadiran Lan Xiao mencairkan suasana dan mengakrabkan kembali Jing Mi dengan Xiao Shuxiang. Zhi Shu mengucapkan terima kasih kepada Lan Guan Zhi karena telah datang di waktu yang tepat.


"Karena hari ini suasana hatiku sedang baik, ayo kita rayakan..!" Xiao Shuxiang begitu semangat mengajak teman-temannya ke salah satu bangunan, dia sudah lama tidak memasak.


"Saudara Jing, ajak semua murid kemari. Aku akan membuat banyak masalah yang enak untuk mereka..!"


Xiao Shuxiang segera menuju dapur, Bao Yu dan Hai Feng membantunya mempersiapkan alas duduk. Mereka berniat makan bersama di halaman belakang.


Setelah diperhatikan lebih jelas, murid generasi ketiga Sekte Kupu-Kupu ternyata berjumlah 29 orang. Walau belum bisa diakui sebagai Sekte Kecil, namun Jing Mi yakin----Kedepannya, murid sektenya ini akan semakin bertambah.


Hun Fung dan teman-temannya merasa ragu-ragu saat diajak oleh Jing Mi, mereka masih mengingat kejadian itu.


Li Qian Xie dan kedua temannya yang paling jelas ketakutan. Luka fisik mereka sudah sembuh, namun batin ketiganya masih terguncang karena tindakan Xiao Shuxiang.


Li Qian Xie beberapa kali menyentuh kedua tangannya. Xiao Shuxiang mematahkan tulang tangannya menjadi lima bagian kemarin, ke-sepuluh tulang jarinya hancur, rasa sakit tidak tertahankan masih menjadi mimpi terburuknya.


Tidak ada yang berani bersuara atau pun bergerak, mereka semua duduk dengan diam sambil bernapas pelan. Satu persatu makanan disajikan oleh Yi Wen, Zhi Shu, Ro Wei dan Xiao Shuxiang.


Aroma enak nan menggiurkan membuat murid-murid junior Jing Mi tersentak kaget. Mereka belum pernah mencium aroma yang seenak ini.


Hun Fung dan teman-temannya menatap Zhi Shu, Ro Wei dan Yi Wen. Ada perasaan yang mengatakan bahwa salah satu atau ketiga gadis inilah dalang dari makanan enak di depan mereka.


Hou Yong terlihat berjalan bersama Yang Shu, dia mempersilahkan Yang Shu duduk. Lan Xiao langsung menggosokkan kepalanya ke tangan Yang Shu, seperti meminta dielus olehnya.


"Anak baik, anak baik.."


Rrrrrrrr nyawn!


Lan Xiao duduk dengan tenang, dia sangat suka saat kepalanya dielus. Terlihat ekor Lan Xiao bergoyang-goyang. Beberapa anak kecil juga ingin menyentuh Harimau Bulan tersebut, namun mereka menahan diri.


Saat Xiao Shuxiang mulai duduk di samping Lan Guan Zhi, Yang Shu memberikan beberapa pesan singkat pada murid-muridnya.


Mereka kemudian mulai makan bersama. Hun Fung hampir menangis. "Seumur hidupku, baru pertama kali ini aku makan makanan yang sangat enak..."


"Ibuuu...!!" Salah satu anak perempuan yang paling muda di antara mereka menangis keras dan memanggil nama ibunya. Kejadian ini membuat teman-temannya tersentak, mereka lalu berusaha menenangkannya.


"Lan Guan Zhi, apa makanannya tidak enak?" Xiao Shuxiang setengah berbisik, alisnya terangkat sebelah karena Lan Guan Zhi hanya makan sesumpit dan langsung berhenti.


"Keduniawian."


Hanya satu kata itu yang didengar Xiao Shuxiang dari Lan Guan Zhi dan dia sudah mengerti maksud ucapan temannya ini.


Xiao Shuxiang mengangguk, dia tidak ingin bertanya lagi. Dia hanya melanjutkan makan sambil sesekali berbicara dengan Lan Xiao.


Setelah makan bersama, Lan Xiao membawa Xiao Shuxiang di punggungnya dan terbang mengelilingi gunung induk.


Lan Guan Zhi berpamitan dengan Yang Shu, dia akan menunggu Lan Xiao pulang di Pagoda Tingkat Sembilan.


Yang Shu sebenarnya ingin meminta Lan Guan Zhi agar bisa menetap, tetapi dia tahu anak muda ini memiliki tugas yang tidak bisa ditinggal lama.


Xiao Shuxiang mengunjungi Patriarch Ketiga bersama dengan Lan Xiao. Dia melihat tanaman herbal dan kediaman Patriarch terawat dengan baik, Xiao Shuxiang salut karena Feng Ying karena melaksanakan tugas yang dia berikan.


"Tetua Tiga?" Xiao Shuxiang baru akan mengetuk pintu saat dia mendengar suara ledakan yang keras. Dengan cepat Xiao Shuxiang masuk untuk memeriksa kondisi Patriarch.


"Tetua?!"


Asap hitam tebal memenuhi kamar Patriarch Ketiga. Xiao Shuxiang panik, dia tidak ingin sesuatu terjadi pada anak seniornya.


Hanya sekali kibasan tangan Patriarch, asap hitam tebal langsung mengarah keluar pintu dengan cepat. Xiao Shuxiang merasa lega karena Patriarch Ketiga masih bertubuh utuh.


"Hok ohok!! Jadi kau sudah datang, bocah..!"


"Haah, Tetua...? Kupikir kau sudah menjadi abu. Apa yang sedang kau lakukan..?" Xiao Shuxiang mengusap-usap dadanya, dia lalu berjalan ke arah Patriarch Ketiga dan kemudian duduk di sampingnya.


"Siapa yang menjadi abu, bocah nakal..!" Patriarch Ketiga berkata, "Aku sedang membuat pil sekaligus menguji ketahanan kediamanku terhadap ledakan. Dan seperti yang terlihat, kediamanku masih berdiri kokoh. Hmph,"


"Tetua, lain kali kau harus mengajakku. Aku bisa membuat ledakan yang lebih besar dari milikmu..!" Xiao Shuxiang dengan semangat mengeluarkan api biru di telapak tangan kanannya.


Api itu terlihat seukuran kepalan tangan anak kecil, namun dengan cepat memecah diri menjadi tiga.


Xiao Shuxiang mengeluarkan tanaman herbal dari Cincin Spasialnya, sebuah seringai muncul bersamaan saat dirinya akan melemparkan tanaman herbal tersebut ke dalam api biru miliknya.


Patriach Ketiga, "Bocah, kau butuh api ungu untuk membuat pil dengan cara itu."


"Tentu saja, tapi kalau membuat ledakan besar. Api ini sangat bisa..!"


Pletak!


Patriarch Ketiga menjitak kepala Xiao Shuxiang dan menyuruhnya berhenti. "Kau baru datang dan ingin meledakkan kediamanku, hah?!"


"Eh? Bukannya tadi Tetua yang mau?"


"Kapan aku memintanya? Apa aku menyuruhmu? Cepat hentikan..!"


Xiao Shuxiang memayunkan bibirnya, dia menarik kembali api miliknya.


Zhou Yan lalu bertanya, "Apa yang kau bawa? Kalau kau berkunjung, harusnya kau membawa buah tangan untukku."


"Tetua, aku mengunjungimu setelah sekian lama. Apa kehadiranku tidak cukup menjadi hadiah untukmu..?" Xiao Shuxiang tidak percaya dengan sifat Patriarch Ketiga yang sangat berbeda dengan seniornya, Zhou Yuan.


Padahal Zhou Yuan adalah ayah dari Patriarch Ketiga. Wajah mereka begitu mirip, tetapi kepribadian keduanya sangat berbeda.


"Padahal yang kutahu, sifat ibunya juga tidak seperti ini.." Xiao Shuxiang mengeluarkan tiga guci arak berukuran sedang, dia menjelaskan bahwa arak tersebut adalah buatan terbarunya.


"Aku menyebutnya Arak Kaisar Naga, bagaimana? Nama yang luar biasa, bukan?" Xiao Shuxiang begitu bangga memperkenalkan nama araknya pada Patriarch Ketiga, sayang patriarch hanya fokus mencoba arak buatan Xiao Shuxiang.


"Kenapa hanya tiga yang kau bawa? Apa kau juga meminumnya?"


"Yaah, aku kan harus mencobanya."


!!


Patriarch Ketiga langsung merebut Cincin Spasial Xiao Shuxiang, dia mengeluarkan semua isi di dalam cincin tersebut.


"Tetua, kau sangat tidak sopan..!" Xiao Shuxiang meminta Cincin Spasialnya kembali, dia mengatakan bahwa isi cincin itu hanya tanaman herbal dan pil.


"Aku tidak membawa arak lagi dan tiga guci ini khusus untukmu. Asal Tetua tahu, tanaman yang kugunakan sangat langka dan proses pembuatannya tidak mudah.." Xiao Shuxiang menceritakan banyaknya kegagalan yang dia terima demi bisa membuat seguci arak Kaisar Naga.


Tetapi bukannya memuji Xiao Shuxiang, Patriarch Ketiga malah mengatainya tidak berbakat. Seharian, Xiao Shuxiang mendapat banyak ceramahan dan ledekan dari Patriarch Ketiga.


Xiao Shuxiang baru pulang setelah malam hari, dia tersenyum senang karena meski diledek oleh Patriarch Ketiga.. Nyatanya Patriarch memberinya satu butir pil yang bisa mengurangi tiga akar dantiannya. Patriarch Ketiga juga memberikan Xiao Shuxiang salah satu buku resepnya.


"Tetua Tiga sangat jenius..! Jika pil ini bisa kubuat, aku tidak perlu lagi mengolah lima jenis petir dan cahaya matahari untuk mengurangi akar Dantianku. Tidak kusangka, dia membantu Xiao Shuxiang mendapatkan kekuatannya kembali.."


Xiao Shuxiang menahan tawanya, dia tidak mau mengejutkan Lan Xiao apalagi membuatnya ketakutan. Padahal sebenarnya, Xiao Shuxiang sangat ingin mengeluarkan tawa jahatnya.


Saat sampai di tempat Yang Shu, rupanya Lan Guan Zhi sudah pulang. Xiao Shuxiang lalu mengambil arak buatannya, seguci kecil arak khusus untuk Lan Guan Zhi.


Yang Shu tidak tahu cucunya bisa membuat arak, yang dia ketahui hanyalah bakat memasak dan Alkemis Xiao Shuxiang.


Andai dia tahu, Yang Shu pasti akan mengawasi cucunya setiap saat. Tentu saja, karena dia khawatir Xiao Shuxiang menjadi pemabuk di usia yang masih muda.


Xiao Shuxiang kembali menunggangi Lan Xiao menuju ke Sekte Pedang Langit. Malam hari dengan sinar bulan, pola di wajah serta tubuh Lan Xiao bersinar, begitu indah dan mengagumkan.


Sampai di Pagoda Tingkat Sembilan, Xiao Shuxiang langsung mengacaukan pekerjaan Lan Guan Zhi dan menariknya untuk diajak minum arak sambil berbincang-bincang bersama.


Lan Guan Zhi menolak meminumnya, dia berkata bahwa arak dilarang di Sekte Pedang Langit, dan Xiao Shuxiang serta dirinya sendiri belum cukup umur untuk minum arak.


"Lan Guan Zhi, ini berbeda dari yang lain. Sungguh, kau harus percaya padaku.."


"Tidak, bawa pulang kembali."


Xiao Shuxiang terus mendesak Lan Guan Zhi, dia menceritakan betapa sulitnya membuat arak untuk teman minumnya yang payah.


Semua aksi dilancarkan Xiao Shuxiang, mulai dari bujukan hingga ledekan dan tantangan dilancarkannya.


Tidak tahan karena Xiao Shuxiang terus cerewet, akhirnya Lan Guan Zhi mencoba meminum secawan kecil.


Dia hanya perlu membuat Xiao Shuxiang diam dan pergi dari tempat ini, setelah itu Lan Guan Zhi akan ke Balai Hukuman untuk melapor karena telah melanggar aturan sekte.


Xiao Shuxiang sudah bersiap akan diserang tiba-tiba seperti terakhir kali Lan Guan Zhi mabuk, namun ternyata.. Lan Guan Zhi baik-baik saja.


"Berhasil, arak tanpa kandungan yang memabukkan berhasil kubuat. Haaah.. Syukurlah..!" Xiao Shuxiang senang, karena akhirnya dia bisa minum bersama dengan Lan Guan Zhi.


Lan Xiao duduk di antara mereka, dia mendengkur sambil mengusapkan kepalanya agar Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang mengelusnya.


Xiao Shuxiang baru pamit setelah Lan Xiao tertidur. Dia segera melesat dengan pedang terbangnya menuju Sekte Kupu-Kupu.


***