XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
393 - Pertemuan III


Qingyu Mao semakin sulit bernapas, dia melihat kedua tangannya memudar dan sedikit demi sedikit berubah menjadi butiran cahaya. Dia tertawa pahit lalu kembali memuntahkan darah.


"Tidak kusangka.. Kau punya pusaka semengerikan ini,"


Lan Guan Zhi, "Pusaka yang memurnikan roh dan menghilangkan Teknik Terlarang. Mulai sekarang kau akan dibebaskan,"


'Kebebasan' yang dimaksud oleh kultivator dari Sekte Pedang Langit itu adalah kematian bagi Qingyu Mao.


Pusaka yang dia gunakan tadi berefek menghancurkan roh lawan hingga tidak bisa bereinkarnasi. Itu merupakan hukuman bagi mereka yang sudah melakukan kesalahan dan tak dapat diampuni.


Qingyu Mao lagi-lagi memuntahkan darah, kaki dan tubuhnya terus memudar. Dia mengerang kesakitan, namun masih mampu memperlihatkan senyuman lebarnya.


"Kau bisa membunuhku dengan sekali serangan.. Maka memang pantas bila Xiao Shuxiang menurut padamu seperti anjing yang setia,"


!


Lan Guan Zhi menarik Shǎndiàn dari sarungnya dan menebas tubuh anak perempuan di depannya yang semakin berubah menjadi titik cahaya.


"Dia teman baikku. Kau tidak pantas, bahkan untuk menyebut namanya."


Tatapan mata yang mengandung rasa tak suka diperlihatkan oleh Lan Guan Zhi, dia tidak ingin mendengar orang lain menghina teman baiknya, apalagi menyebut Xiao Shuxiang sebagai anjingnya yang setia.


Lan Guan Zhi memasukkan kembali Shǎndiàn ke dalam sarungnya dengan kasar. Dia melayang menghampiri Ling Lang Tian dan Grand Elder Sekte Pagoda Langit lalu memberi mereka sekantong pil.


"Tuan Muda Lan, pusaka yang kau gunakan tadi untuk menyerang musuh.. Pusaka jenis apa itu?" Ling Chu Zhen tidak bisa menahan rasa penasarannya.


".. Senjata yang bisa melenyapkan makhluk immortal hanya dengan sekali serang, tidakkah itu mengerikan?"


"Mn, aku hanya bisa menggunakannya sesekali."


Di Sekte Pedang Langit, hanya pita di dahi Grand Elder dan Lan Guan Zhi sajalah yang dapat berubah menjadi tombak dengan dua ujung runcing.


Tombak putih giok dan berukiran naga itu merupakan Pusaka Roh. Kekuatan yang besar di dalamnya bahkan mampu membunuh Demonic Beast berusia seratus ribuan tahun dengan sekali serangan.


Sayangnya, kemampuan asli dari Pusaka Roh ini mengikut dengan kemampuan pemiliknya. Lan Guan Zhi harus bertambah kuat bila ingin mengeluarkan kekuatan asli dari wujud pita dahinya.


"Mari selamatkan yang lain,"


Ling Lang Tian dan Ling Chu Zhen mengangguk. Keduanya mengikuti Lan Guan Zhi dan menyelamatkan para murid Sekte Pagoda Langit yang terluka.


!!


Lan Xiao ternyata ikut membantu, Harimau Bulan itu nampak melayang dengan membawa Xiao Qing Yan dan O Zhan bersamanya. Ling Qing Zhu, Hu Li, dan Ling Jian Tou juga melayang di sampingnya.


Grrr!


Lan Xiao menggeram dan detik berikutnya dia menyemburkan air dari mulutnya. Harimau Bulan itu membasahi hutan bambu dan membantu para murid memadamkan api.


Ling Qing Zhu, Hu Li, dan Ling Jian Tou sendiri terlihat turun lalu membantu murid sekte yang terluka. Sementara itu, Bocah Pengemis Gila masih menahan murid yang dikendalikan sampai Xiao Shuxiang datang.


"Hanya bocah itu dan serulingnya yang bisa menghilangkan pengaruh pada mereka semua, tapi di mana Shuxiang sekarang?"


Orang yang sedang dicari oleh Bocah Pengemis Gila saat ini sedang memarahi Yīng xióng, pedangnya itu menghisap semua daging dan darah Pangeran Sabit Kematian, sementara dirinya hanya disisakan tulang.


"Dasar pedang gila! Aku yang membunuhnya, kenapa kau mengambil enaknya saja?! Kau bahkan merebut jantungnya dari tanganku, dasar kurang ajar!"


Xiao Shuxiang tidak tahu harus bagaimana untuk menghukum pusakanya sendiri. Jelas-jelas Yīng xióng hanyalah pedang yang tidak mempunyai roh, apalagi mampu mengubah wujud menjadi manusia.


".. Aku baru saja ingin makan dan kau merusaknya!" Xiao Shuxiang menjambak rambutnya dan merutuki pedangnya. Dia benar-benar kesal pada Yīng xióng. Sungguh, jika dia mendapat pedang yang lebih baik, maka sudah lama Yīng xióng dibuang.


"Lain kali aku akan menempa pedang yang baru dan menggantimu..!"


Yīng xióng mengeluarkan cahaya redup kemerahan dan seolah mengerti maksud dari ucapan Xiao Shuxiang. Dia lalu bergerak sendiri dan seperti menulis sesuatu di tanah.


"Coba saja ganti aku dan kau akan mati."


Xiao Shuxiang terkejut, dia tidak mendengar Yīng xióng bersuara tetapi dari tulisan yang dirinya lihat ini--pedang tersebut berujar dingin.


"Yīng xióng, kau pikir aku takut padamu? Pemilikmu adalah Xiao Shuxiang dan harusnya kau menurut. Kau itu hanyalah besi, benda yang dapat lebur jika aku menenggelamkanmu dalam bara api."


"Sebelum itu terjadi, aku akan lebih dulu mengubahmu menjadi tulang belulang."


Yīng xióng bergerak-gerak kembali, dia sudah sangat berani dalam menjawab Xiao Shuxiang. Dirinya memang tidak memiliki roh, namun karena mempunyai pikiran sendiri--Yīng xióng adalah pedang yang berbahaya.


Xiao Shuxiang baru ingin mendebat pedangnya lagi saat sebuah suara wanita terdengar begitu tiba-tiba hingga membuatnya terkejut.


"Kau sepertinya bersenang-senang, Xiang'Er?"


!!


Segera Xiao Shuxiang menoleh dan berusaha mencari asal suara itu, dia merasakan kehadiran seseorang yang rupanya tengah berdiri pada salah satu atap bangunan yang hampir roboh.


!!


Jubah hitam orang tersebut nampak dilambai-lambaikan angin, dia memakai topeng rubah berwarna merah darah dan dari postur tubuhnya--dirinya terlihat berusia 18 Tahun atau lebih muda dari itu.


Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya karena tidak mengenali sosok bertopeng itu, baik dari suara maupun postur tubuhnya. Yīng xióng sendiri melayang dan kembali pada tangan pemiliknya, seakan bersiap bila nanti mereka bertarung kembali.


"Siapa kau?" suara Xiao Shuxiang dingin, hatinya mengatakan bahwa orang ini sangatlah berbahaya. Dia bisa merasakan aura misterius yang pekat dari tubuh sosok berjubah dan bertudung hitam tersebut.


"Kau yakin tidak mengenaliku?" suara dari sosok tersebut berubah lebih jantan, ini tidak seperti sebelumnya. "Bukan masalah, tapi kupikir kau mengenali anak ini."


Hanya satu gerakan jari dan seorang anak berusia sekitar 7 Tahun seperti muncul dari ruang hampa. Anak perempuan itu tidak sadarkan diri, rambutnya yang berwarna putih dan postur wajahnya.. Xiao Shuxiang tahu anak tersebut mirip dengan Ling Ya Bing.


Eskpresi wajah Xiao Shuxiang masih biasa saja, dia tidak mau cepat percaya dengan anak perempuan yang ditunjukkan oleh sosok berjubah dan bertopeng rubah itu.


"Memang Xiang'Er yang kukenal, kau tidak akan mudah percaya begitu saja. Tapi ini memang adalah cucu dari calon ayah mertuamu."


Hanya sekali jentikan jari, anak perempuan yang sebelumnya pingsan mulai tersadar. Ling Ya Bing memuntahkan darah segar dan matanya mulai terbuka.


Pandangannya agak kabur dan perlahan mulai jelas, dia menyadari posisinya sekarang dan melihat Wali Pelindung bibinya.


"Paman Xiao..!" Ling Ya Bing berusaha memberontak, tetapi tubuhnya sulit digerakkan dan rasanya sakit sekali.


Dia tidak peduli dengan tampilan menyeramkan Xiao Shuxiang yang wajah, tangan, dan leher pemuda itu di penuhi darah--yang jelas dirinya hanya ingin diselamatkan.


"Paman Xiao..!"


!!


Xiao Shuxiang sekarang yakin anak perempuan yang dilihatnya adalah Ling Ya Bing, dia baru ingin melesat namun tiba-tiba saja kedua kakinya sulit digerakkan.


"Belum saatnya kau bertarung denganku Xiang'Er, atau bisa dibilang.. Mustahil kita dapat bertarung."


"Apa yang sebenarnya kau inginkan? Aku tidak mengenalmu dan jangan pernah memanggil namaku, kau sangat tidak pantas."


Jujur saja, Xiao Shuxiang merasa tidak nyaman dengan kehadiran sosok bertopeng rubah itu. Kekuatan yang dapat membuat kedua kakinya menempel di tanah sangatlah menakutkan. Ini seperti dia telah bertemu dengan lawan yang tidak bisa dirinya imbangi.


"Tidak ada aroma apa pun yang dapat kucium darinya, dia hanya terlihat misterius. Bahkan tak ada aroma kehidupan yang keluar dari tubuh.."


!


Ekspresi wajah Xiao Shuxiang berubah kala menyadari sesuatu. Sosok berjubah hitam itu tahu perubahan raut wajah Xiao Shuxiang. Di balik topeng rubahnya--dia tersenyum.


"Sepertinya sekarang kau tahu, Xiang'Er.."


!!


"Orang ini.. Dia hanyalah bayangan," Xiao Shuxiang mencoba untuk tenang, ".. Hanya bayangan dan dia sudah bisa membuatku tidak dapat bergerak. Orang itu.. Tidak salah lagi. Dia adalah sosok yang sangat ingin aku kutuk karena telah berani mempermainkan kehidupanku,"


Tidak hanya tangan kanan, tetapi tangan kiri Xiao Shuxiang pun mengucurkan darah karena terluka oleh kuku jarinya sendiri. Jelas sekali bahwa saat ini dirinya begitu marah.


"Kau punya tatapan mata yang bagus. Itu bisa membunuh orang jika kau bertanya pendapatku." sosok berjubah hitam tersebut kembali menjentikkan jarinya untuk membuat Ling Ya Bing menghilang.


"Kau yang bernama Qian Kun, kan? Apa itu namamu sekarang, huh?" Xiao Shuxiang masih berusaha membebaskan dirinya, tetapi memang kekuatan sosok ini jauh di atasnya.


"Itu hanya nama samaran. Aku lebih memiliki nama yang kau dan teman-temanmu sangat kenali.. Tapi kurasa, saat ini kau belum pantas mengetahuinya."


"Siapa pun namamu yang sekarang, aku tidak peduli. Kenapa kau terus saja mengangguku? Kau sudah mendapatkan semuanya. Kau memakan ingatan dan kekuatanku selama sepuluh kehidupan, apalagi yang kau inginkan sialan?!"


Xiao Shuxiang menggertakkan giginya, dia mengeluarkan seluruh kekuatannya namun di saat seperti ini--Rantai Segel Pengekang Jiwa malah aktif dan menurunkan praktiknya hingga dia tidak dapat melakukan apa pun.


"Sial..! Kenapa harus sekarang Rantai Pengekang Jiwa aktif?! Aku bahkan tidak bisa mengeluarkan teman kecilku, bagaimana ini mungkin?!"


"Tidak perlu berusaha seperti itu, tubuhmu nanti akan sakit. Aku tidak akan melukaimu.. Kau adalah putraku. Yaah.. Kau memang tidak akan kulukai untuk sekarang,"


Xiao Shuxiang tidak suka dengan suara sosok berjubah dan bertudung hitam itu. Dia sangat ingin memukul dan menghancurkan topeng rubah merah yang dipakai oleh Qian Kun.


"'Ayah' kau bilang? Sejak kapan kau menjadi Ayahku?! Jangan membual. Aku bukanlah putramu..!"


"Xiao Shuxiang. Sepertinya kau lupa untuk tidak meninggikan suaramu di depanku."


!!


Tanpa sentuhan tangan atau gerakan jari apa pun--tubuh Xiao Shuxiang memuncratkan darah di beberapa bagian dan dirinya dipaksa untuk berlutut. Ini pertama kalinya teman baik dari Lan Guan Zhi itu nampak tak berdaya.


"Apa aku harus mengeluarkan isi kepalamu dan mencucinya agar kau ingat untuk bicara sopan di depan Ayah yang sudah menciptakanmu, huh?"


Xiao Shuxiang menggertakkan giginya, kedua tangannya sampai gemetar menahan amarah. "Tidak ada Ayah yang berani mempermainkan kehidupan putranya seperti yang kau lakukan. Kau jelas bukanlah Ayahku, jadi berhentilah mengaku-ngaku!"


Qian Kun menghilang dan tiba-tiba muncul tepat di depan Xiao Shuxiang. Dia sedikit membungkuk dan meraih dagu pemuda yang berlutut di depannya lalu mendongakkannya sedikit. Aura menekan yang keluar dari tubuh Qian Kun dapat membuat siapa pun kesulitan bernapas.


"Xiang'Er.. Putra kesayanganku. Kau lupa dengan tujuan hidupmu. Kami menciptakanmu tidak untuk memahami perasaan manusia.." suara Qian Kun berubah feminim, dia membalas tatapan menusuk Xiao Shuxiang.


".. Karena kebodohanmu menggunakan Jurus Kebangkitan Kembali, aku jadi harus menunggu selama seratus tahun dan lalu menunggu lagi. Mengawasimu benar-benar merepotkan. Dan kau.. Apa kau yakin akan menikah dengan manusia, huh? Dia akan takut dan lari meninggalkanmu saat tahu siapa kau yang sebenarnya."


!!


Xiao Shuxiang memegang pergelangan tangan Qian Kun dengan kuat. Dia memang tidak dapat menggerakan kedua kakinya, tetapi tangannya masih bisa bergerak walau tidak mampu membanting sosok berjubah ini.


"Kau tidak bisa melawan, peganganmu bahkan tidak cukup kuat untuk mematahkan tanganku.." suara Qian Kun kembali berubah, kali ini seperti pria.


"Siapa bilang aku ingin mematahkan tanganmu? Aku sekarang sedang meledekmu. Kau kuat, tapi masih menggunakan orang lain untuk melawanku. Sebelumnya, kau pengaruhi Kucing Putih dan pamannya untuk menyerang Sekte Pedang Langit dan melukai Lan Zhi. Kau menggunakan Wyvern dan sekarang kau memanfaatkan Partai Pedang Tengkorak. Berapa banyak lagi pion yang kau pakai hanya untuk melawanku, huh?"


Qian Kun mendengus dan sedikit tertawa, "Kau adalah pion yang terakhir, Xiang'Er.. Sebaiknya kau ikuti saja alur permainan ini dan selamatkan calon keponakanmu itu di wilayah Ujung Sayap Malaikat. Aku sudah menyiapkan sesuatu yang istimewa untukmu di sana,"


"Dalam mimpimu,"


Xiao Shuxiang tidak tahu lokasi yang dimaksud sosok ini, namun dirinya tahu tempat itu adalah jebakan untuknya. Dia tidak pernah menganggap Ling Ya Bing berharga, jadi jelas dirinya tidak akan pergi.


Qian Kun sudah tahu itu, tetapi dia dapat memastikan pada Xiao Shuxiang bahwa teman-temannya akan pergi untuk menyelamatkan Ling Ya Bing. Dirinya berjanji akan membunuh setiap orang teman Xiao Shuxiang dan memaku tengkorak mereka di gerbang Sekte Pagoda Langit.


".. Perbedaan antara kau dan aku adalah.. Putraku Xiang'Er terjebak dengan Segel Rantai Pengekang Jiwa dan pedang pusakanya, sementara Ayahnya ini adalah makhluk yang bebas. Aku dapat mengambil nyawa temanmu kapan pun yang aku mau, sementara kau--Akan tertahan saat hasrat membunuhmu keluar."


Tubuh Qian Kun perlahan memudar, ekspresi wajahnya sulit ditebak sebab dirinya memakai topeng. Qian Kun mendesak Xiao Shuxiang untuk benar-benar datang bila pemuda itu masih ingin melihat Lan Guan Zhi, Kucing Putih, dan orang-orang terdekatnya selamat.


Tubuh Xiao Shuxiang mulai dapat digerakkan saat tubuh Qian Kun telah menghilang. Dalam beberapa tarikan napas, seluruh lukanya kembali sembuh. Regenerasi tubuhnya tadi sempat terhenti karena mungkin terpengaruh oleh aura misterius dari Qian Kun.


"Yīng xióng, untuk pertama kalinya kau jadi pendiam. Apa kau takut padanya?" Xiao Shuxiang meledek pedangnya sendiri dan kemudian kembali berdiri.


Dia memasukkan pusakanya ke dalam Cincin Spasial lalu berjalan pelan. Xiao Shuxiang sedikit mendongak untuk melihat kegelapan di langit yang mulai memudar dan berganti dengan hangatnya cahaya matahari pagi.


"Makhluk itu.. Dia sangat berbahaya. Aku tidak bisa mengukur kemampuannya.." Xiao Shuxiang merasakan dadanya mulai sakit. Sebelumnya, saat bertarung pun dirinya dapat merasakan perih di dalam dada, tetapi dia tidak menghiraukannya.


".. Orang itu tidak salah lagi. Dialah pilar atas yang menduduki kursi keempat dalam Scarlet Bayangan, sekaligus sosok yang berada dibalik kekacauan besar yang terjadi di Benua Timur.." Xiao Shuxiang mendesis karena perih di dadanya semakin terasa, dia bahkan harus berhenti berjalan.


".. Ini sakit sekali. Regenerasiku harusnya bekerja juga untuk penyembuhan luka dalam, tapi mengapa hanya bagian dadaku saja yang tidak bisa dipulihkan? Ssh.. Aduh. Kenapa perih sekali, bukankah sebelumnya aku tidak terkena serangan di jantung? Atau apa mungkin aku sudah tua? Kalau itu memang benar, aku memang harus segera menikah."


Xiao Shuxiang bernapas dengan hati-hati dan menunggu sampai sakit di dadanya berhenti. Butuh waktu sekitar tiga menit hingga dia merasa lebih baik, dirinya segera melesat ke tempat di mana teman-temannya berada.


?!


Bocah Pengemis Gila menyadari kehadiran Xiao Shuxiang dan memanggil pemuda itu. Dia awalnya terkejut saat menyaksikan penampilan teman baik Lan'Er Gege-nya yang nampak mengerikan.


"Wajah, leher, dan mulutnya.. Ya ampun. Apa Kau Makan Manusia?!"


!!


Xiao Shuxiang baru akan mendarat dengan mulus kala mendengar seruan Bocah Pengemis Gila yang membuatnya tersentak. Dia tidak dapat mengambil posisi yang pas hingga membuatnya terjatuh dengan posisi mencium tanah.


"Bocah Pengemis Gila Sialan! Apa yang baru saja kau katakan, hah?!"


"Shuxiang menyebalkan! Lihat penampilan dan wajahmu itu! Aku yakin kau baru saja makan manusia, aroma darah yang keluar dari tubuhmu itu benar-benar pekat. Berapa banyak yang sudah kau makan?! Cepat jawab aku sialan!"


Xiao Shuxiang berdiri dan membentak Bocah Pengemis Gila, "Kau pikir aku ini apa?! Aku juga pemilih jika memang ingin makan manusia. Yang jelas aku tidak akan selera bila manusia itu adalah makhluk dengan perilaku menyimpang sepertimu..!"


Bocah Pengemis Gila memayunkan bibirnya dan merutuki Xiao Shuxiang di dalam hati. Dia lalu menyuruh pemuda itu untuk bermain seruling dan menyadarkan para murid Sekte Pagoda Langit yang masih dirinya tahan ini.


".. Ayo cepat. Aku tidak bisa menahan mereka lebih lama lagi."


"Seruling Giok Putihku tidak ada. Benda itu dibawa Lan Zhi,"


!!


Bocah Pengemis Gila terkejut, dia lalu memanggil Lan'Er Gege-nya yang kebetulan tidak jauh dari tempatnya sekarang. "Kalau aku tahu benda itu dibawa Lan'Er Gege, masalah ini pasti sudah lama selesai."


Xiao Shuxiang mendengus, "Kau yang bodoh. Kenapa tidak bertanya?"


"Mana kutahu itu dibawa oleh Lan'Er Gege! Biasanya kau yang membawa serulingmu..!"


"Itu masalahmu, bukan masalahku." Xiao Shuxiang mengibaskan sedikit rambutnya dan mulai mengomentari rambutnya yang terasa lengket.


"Xiao Shuxiang!" Bocah Pengemis Gila menendang bokong pemuda berpakaian hitam tersebut dengan memakai lutut kanannya, dia merutuki pemuda itu.


Lan Guan Zhi datang dengan membawa Seruling Giok Putih Xiao Shuxiang yang dirinya keluarkan dari dalam Gelang Semesta. Pusaka tersebut dia serahkan pada teman baiknya dan kembali membantu murid Sekte Pagoda Langit yang terluka.


Xiao Shuxiang menggunakan seragam Bocah Pengemis Gila untuk membersihkan sedikit kedua tangannya yang penuh dengan darah. Dia membalas menendang bokong pemuda itu dan kemudian mulai memainkan serulingnya.


Suara alunan dari seruling Xiao Shuxiang begitu merdu, hangat, dan menenangkan. Satu persatu murid Sekte Pagoda Langit yang dikendalikan mengerang dan lalu memuntahkan gumpalan hitam.


!!


Di saat yang bersamaan, Miao Gang tersentak dan air mata yang mengalir di pipinya berubah warna menjadi hitam. Dia terisak dan memeluk erat boneka kain miliknya.


"Ini mengerikan.. Seseorang sudah melukai hatiku.. Aku sangat sedih. Seseorang telah melepaskan pengaruhku.. Bertepatan saat matahari mulai terlihat. Pemandangan ini indah.. Tapi aku sangat sedih.."


"Kau juga harus menangisi ketiga rekanmu yang tidak kembali. Mereka semua telah dibawa pergi oleh malam. Langit yang bersih dan cahaya hangat ini.. Adalah pertanda sebuah hari yang baru,"


Miao Gang menoleh ke arah sosok berjubah dan bertudung hitam. Dia mengangguk lemah dan mulai meratapi kepergian ketiga rekannya. Mereka berdua saat ini berada di atap bangunan tertinggi yang ada di Kota Bintang Biduk.


"Tuan.. Kau sudah bertemu putramu?"


"Mn, dia tumbuh menjadi pemuda tampan."


***