XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
238 - Perbaikan


Catatan Penulis :


Sudah dikatakan sebelumnya, bahwa karya ini mengandung unsur bromance. Jadi bila ada yang mual atau merasa jijik, lebih baik hentikan sekarang dan cari bacaan yang sesuai selera Teman-teman.


Boleh benci pada karya ini, tapi jangan menganggu. Kami tidak butuh pembaca yang lemah. Terima kasih atas pengertiannya.^^


*


*


*


Tidak banyak tempat yang selamat setelah terkena efek dari serangan Pedang Kaisar Langit.


Sebelumnya, wilayah di Tiga Kekaisaran sudah kacau-balau, tanah dan pepohonan rusak parah, banyak rumah-rumah penduduk yang hancur dan menjadi kepingan.


Sekarang, kerusakan tersebut semakin menjadi karena Pedang Kaisar Langit. Padahal, Xiao Shuxiang hanya mengayunkannya sekali.


Pedang Kaisar Langit sebenarnya tidak bisa dipegang, tetapi Xiao Shuxiang dapat merasakan berat pedang itu dengan tangannya sendiri.


Tidak ada kesulitan berarti saat dia memakainya, hal ini terjadi sebab Pedang Kaisar Langit bukanlah sebuah senjata, melainkan pasak Dunia Elf yang tugasnya menopang dunia tersebut agar tidak berguncang.


Di kehidupan pertamanya, Xiao Shuxiang bisa saja menggunakan Pedang Kaisar Langit untuk menghancurkan Benua Timur. Namun, dia tidak ingin melakukannya.


Alasan Xiao Shuxiang sederhana, dia tidak akan bisa merasakan kenikmatan dalam pertarungan bila memakai Pedang Kaisar Langit. Sudah jelas, dirinya pasti akan menang.


Xiao Shuxiang tidak menginginkan itu, dia menyukai pertarungan dimana dirinya bisa mati. Perasaan ketika tidak ada harapan untuk hidup membuatnya berdebar-debar, itu adalah rasa yang tidak tertahankan.


Bagi para pendekar, mereka berambisi agar dapat meraih puncak, berkultivasi supaya menjadi abadi, memiliki kekuatan yang menyamai para dewa, mendapat pujian, sanjungan, bahkan penghormatan dari para manusia yang berlutut di bawah kaki mereka.


Saat mencapai tempat yang tertinggi.. Aroma dari kesombongan akan mulai terasa kental.


Di sanalah Xiao Shuxiang, dia akan merampas semua yang telah diraih oleh para kultivator dan membuangnya seperti sampah.


Sangat menyenangkan bila melihat seseorang yang dijuluki kultivator terhebat berada di bawah kaki pemalas seperti Xiao Shuxiang.


Memang kapan dia pernah berlatih bela diri? Semua teknik pertarungan yang dia dapatkan berasal dari pergulatannya dengan Demonic Beast serta pertarungannya di Arena Hidup dan Mati, itupun dia lakukan di kehidupan pertamanya.


Xiao Shuxiang hanya berbekal dua Teknik Pernapasan, Dantian Phoenix Api miliknya, dan kecerdasannya yang biasa-biasa saja. Aah.. Benar, dia juga gila.


Karena terdidik sejak kecil di tempat yang penuh kegilaan seperti Arena Hidup dan Mati, Xiao Shuxiang mencatat nama sebagai kultivator paling tidak waras yang begitu gilanya menebas leher kedua orang tuanya sendiri dan menganggap tubuh mereka akan tumbuh kembali.


".. Memang dia pikir orang tuanya itu bintang laut yang bisa menumbuhkan bagian tubuh setelah ditebas?! Ck ck, memang pantas dirinya mendapat banyak kesulitan. Dia sudah terlalu durhaka pada orang tua,"


Tianqi Mao tidak habis pikir mendengar cerita tentang Xiao Shuxiang dari Shuai Niao. Wanita cantik jadi-jadian ini menceritakan mengenai kehidupan pertama Xiao Shuxiang yang diketahuinya.


Tentu, cerita tersebut hanya sebatas masa kecil Xiao Shuxiang dan kehidupannya di wilayah Aliran Hitam. Shuai Niao dan Tianqi Mao tidak mengetahui perihal Dunia Demon maupun Dunia Elf yang pernah dikunjungi oleh Xiao Shuxiang.


Tianqi Mao dan Shuai Niao masih berada di Pulau Pengungsian bersama para manusia yang diselamatkan dari Benua Timur.


Keduanya menikmati cahaya matahari senja sambil merasakam deburan ombak dan nyamannya angin laut. Shuai Niao dapat melihat kultivator seperti Zong Ming, Ying Liu, Nie Shang, dan Siu Yixin yang nampak sedang menangkap ikan untuk makan malam mereka nantinya.


Saat kedua keluarga angkat Xiao Shuxiang ini masih berbincang-bincang.. Seorang gadis muda berusia sekitar 21 Tahun dengan pakaian berwarna cokelat menghampiri keduanya. Dia rupanya pelayan Shuai Niao yang sedang melaporkan bahwa ini sudah waktunya bagi Nona-nya untuk mandi.


"Kucing kecil, ayo. Kita bisa melanjutkannya sambil mandi bersama,"


Shuai Niao berdiri dan sedikit menaikkan pakaiannya yang agak melorot pada bagian bahu sebelah kanan, kulit mulus seputih susu miliknya terlalu sayang untuk ditutupi dengan sempurna.


"Dengar, meskipun penampilanku seperti anak perempuan. Tapi sebenarnya aku ini jantan, loh.. Kau jangan tertipu,"


Tianqi Mao memainkan kipas di tangannya dan tersenyum meledek karena merasa Shuai Niao telah tertipu dengan tampilannya yang begitu menggemaskan.


Lihat saja, Tianqi Mao terlihat seperti anak berusia 9 Tahun, Dia berpakaian mirip kimono, namun dengan rok sampai lutut yang mengembang layaknya bunga.


Pakaiannya berwarna hitam dengan motif kupu-kupu biru, sebuah pita besar menjadi penghias kepalanya di samping rambutnya yang panjang.


Jangan tanyakan mengenai wajahnya, Tianqi Mao terlalu menggemaskan sampai-sampai Xiao Shuxiang harus berusaha menutupi keinginannya untuk mencubit dan menciumi gemas pipi Tianqi Mao.


Dia sebenarnya sangat menyukai kucing, dan Xiao Shuxiang suka terus bermain dengan Lan Xiao karena Harimau Bulan tersebut sama seperti kucing besar baginya.


Mungkin karena ini jugalah Xiao Shuxiang tidak bisa tahan dengan air, dia paling tidak suka jika harus berhadapan dengan danau dan lautan. Padahal, Tianqi Mao yang merupakan Demonic Beast berwujud kucing malah terlihat biasa-biasa saja.


Shuai Niao tersenyum dan mengatakan di tahu bahwa Tianqi Mao adalah laki-laki, karena itulah dia mengajaknya mandi bersama.


".. Jangan bilang.. Kau tertipu dengan wajahku..?"


?!


Tianqi Mao tersentak saat mendengar suara Shuai Niao yang begitu jantan, bukan seperti sebelumnya yang begitu lembut nan menggoda.


Dia benar-benar tertipu dengan tampilan wanita yang merupakan pemilik dari tempat bordil terbesar di Kekaisaran Matahari Tengah ini.


Tianqi Mao berdecak sambil menggeleng pelan, dia lalu berjalan dan mulai mengikuti Shuai Niao dari belakang.


Di tempat lain, Xiao Shuxiang nampak menatap setiap kultivator yang sedang duduk di tanah dan berusaha menenangkan diri mereka.


Para kultivator ini masih terlihat linglung, tubuh mereka lemas, dan beberapa terlalu berat untuk digerakkan.


Xiao Shuxiang tidak melakukan tindakan apapun untuk membantu mereka, sebab ini semua adalah hal yang normal.


Tubuh mereka baru saja dibentuk dari energi kehidupan karena sebelumnya telah hancur saat Xiao Shuxiang membunuh Wyvern dengan Pedang Kaisar Langit.


Saat ini, bisa dibilang jiwa para manusia yang Xiao Shuxiang lihat sedang berusaha untuk kembali terbiasa dengan tubuhnya masing-masing.


Xiao Shuxiang kemudian mengalihkan pandangannya kesekeliling, dirinya lalu menghembuskan napas pelan sambil bergumam bahwa akan memakan waktu yang tidak sedikit bagi ketiga Kekaisaran untuk kembali seperti sedia kala.


".. Aku tidak bisa lagi tinggal di tempat ini, mereka akan datang dan pasti menemukanku. Keributan dapat saja terjadi jika aku menolak ikut dengan mereka. Haah.. Tsk, padahal aku tidak mau lagi berurusan dengan makhluk bertelinga runcing itu,"


Xiao Shuxiang lagi-lagi menghembuskan napas berat. Dia baru saja melindungi benua yang sangat ingin dia hancurkan. Impiannya seperti telah berlalu di hadapannya.


Dirinya sekarang tidak berminat menghancurkan Benua Timur lagi. Siapa yang mau membuat kekacauan pada tempat yang sudah susah payah kau lindungi? Xiao Shuxiang tentu tidak akan melakukannya.


"Tsk, aku seperti kehilangan tujuan hidupku. Kalau aku tidak punya alasan kembali, kemungkinan aku bisa tinggal selamanya di Dunia para Elf. Haiih.. Aku tidak mau, tempat itu sangat menakutkan. Terlalu suci untuk orang biasa sepertiku.."


Xiao Shuxiang jadi merinding sendiri. Dia tidak akan bisa bebas kemana-mana jika tinggal di Dunia Elf, pakaiannya akan selalu diatur dan dia harus terus duduk di singgasana keagungan sendirian tanpa teman untuk diajak bicara.


Membayangkannya saja sudah membuatnya ingin menggali lubang dan mengubur diri di dalamnya. Dunia Demon jelas lebih baik, di sana Xiao Shuxiang bebas melakukan apapun termasuk menantang paman angkatnya Wu Yu untuk bertarung.


!!


Xiao Shuxiang tersentak saat Zhou Yan menyentuh pundaknya begitu tiba-tiba. Dia terlalu lengah hingga tidak menyadari Alkemis tersebut berada di sampingnya.


"Tetua Tiga, kau mengagetkanku,"


"Aku sudah memanggilmu sejak tadi, kau saja yang tidak dengar. Sedang memikirkan apa, Bocah?"


Xiao Shuxiang hanya tersenyum canggung sebagai jawaban, dia tidak berniat memberitahu Zhou Yan tentang apa yang dipikirkannya, dan dirinya juga tidak mau berbohong.


"Tetua Tiga, kau sepertinya tertarik dengan kehidupanku. Apa mungkin kau mulai menyukaiku? Maaf saja Tetua, meski kau terlihat mempesona, tapi aku bukan penyuka batangan,"


Plak!


Xiao Shuxiang merintih saat Zhou Yan menampar keras bokongnya. Dia mengomeli putra dari seniornya itu karena telah berani melakukan hal semacam ini padanya.


".. Apa kau tidak tahu aku ini siapa? Harusnya kau memanggilku 'Paman', tau?!"


"Kau berani sekali bicara tidak sopan padaku. Lihat berapa usiamu sekarang ini, apa pantas bocah sepertimu kusebut 'Paman', hah?!"


Zhou Yan menarik pipi kanan Xiao Shuxiang dengan gemas. Pemuda ini adalah sahabat sekaligus orang yang telah membunuh ayahnya di masa lalu. Meski begitu, dirinya sama sekali tidak menaruh dendam pada Xiao Shuxiang.


Zhou Yan lalu melepaskan cubitannya dan menyuruh pemuda di sampingnya untuk mulai memperbaiki tempat ini.


Xiao Shuxiang awalnya protes karena kekacauan ini bukan hanya ulahnya, namun pada akhirnya dia menuruti ucapan Zhou Yan.


Dirinya lalu berjalan ke sekeliling untuk mencari Lan Guan Zhi, temannya tersebut rupanya sedang membantu kultivator lain yang kakinya terperangkap dalam sebuah retakan tanah.


Lan Guan Zhi masih memakai Gelang Semesta, Xiao Shuxiang memintanya untuk mengeluarkan para kultivator serta pendekar yang telah pulih agar bisa membantu mereka memperbaiki wilayah kekaisaran yang rusak parah.


Sekali kibasan, para kultivator termasuk Ling Qing Zhu, patriarch Sekte Pedang Langit, Sim Hi Ji dan yang lainnya telah keluar dari Gelang Semesta.


Mereka terkejut melihat keadaan tempat ini, beberapa bahkan tidak percaya lokasi mereka sekarang masih berada di Benua Timur.


Xiao Shuxiang tidak peduli dengan reaksi para kultivator dari ketiga aliran di depannya. Dengan sedikit menggunakan Qi agar suaranya dapat terdengar jelas, dia mengatakan butuh bantuan mereka semua.


".. Perlu kalian ketahui, nyawa kalian adalah milikku. Jadi, tidak ada alasan bagi kalian menolak permintaanku,"


!!


Mereka diberi pil kualitas terbaik, tanaman herbal terbaik, bahkan diizinkan menyerap beberapa mutiara roh oleh dua api biru kecil Xiao Shuxiang.


Perawatan dan perlindungan semacam ini tentu saja tidak gratis. Maaf saja, tetapi Xiao Shuxiang bukanlah kultivator yang dermawan. Dia jelas sangat menyukai uang, kerja kerasnya tentu harus dibayar.


Dan saat ini, seluruh kultivator di Benua Timur baru saja berhutang banyak padanya. Bahkan para manusia di Pulau Perlindungan bersama Tianqi Mao dan Shuai Niao sekali pun, mereka semua telah berhutang pada Xiao Shuxiang.


".. Aku mengorbankan kebebasanku demi untuk melindungi kalian. Kalau tidak, mana mau aku mengeluarkan Pedang Kaisar Langit dan menghabisi naga menyebalkan itu dalam sekali serangan, hah! Aku ini tidak bodoh, sekarang Benua Timur adalah milikku.."


Para kultivator saling bertatapan saat melihat Xiao Shuxiang senyum-senyum sendiri sambil beberapa kali memuji dirinya 'Luar Biasa'.


Walau perkataan pemuda di depan mereka ini tadi sedikit kelewatan, tetapi memang ada benarnya. Pil serta tanaman herbal yang mereka konsumsi merupakan harta berharga yang sangat mahal.


Tidak pernah para kultivator ini melihat ada herbal berusia ribuan tahun tumbuh subur di satu tempat. Apalagi pil yang mereka konsumsi sama sekali tidak memiliki efek samping meski rasanya sedikit aneh dari kebanyakan pil yang pernah mereka konsumsi.


Tentu saja, sebab pil buatan Xiao Shuxiang mempunyai aneka rasa. Mulai dari rasa jeruk, teratai, plum, sampai bubuk manis. Hanya Xiao Shuxiang sajalah Alkemis yang pil buatannya terasa seperti permen.


Dari pil yang mereka konsumsi, beberapa kultivator yakin bahwa Pil Tiga Kebaikan yang pernah mereka beli adalah buatan kultivator muda ini.


"Lan Zhi, keluarkan beberapa Demonic Beast juga. Kita butuh lebih banyak bantuan,"


Lan Guan Zhi kembali mengibaskan tangannya, ada sekitar tiga puluh Demonic Beast berbagai jenis termasuk Lan Xiao yang keluar dari Gelang Semesta.


Mereka terlihat sangat jinak pada Xiao Shuxiang. Padahal sebelumnya, Demonic Beast ini nampak ganas pada para kultivator.


Ketiga puluh Demonic Beast yang lebih dulu bergerak. Mereka menyebar ke berbagai tempat dan membagi tugas masing-masing.


Ada yang bertugas meratakan tanah, serta mengangkat pohon tumbang dan mengumpulkannya di satu tempat.


Para kultivator juga tidak tinggal diam, mereka juga mulai bergerak setelah membagi beberapa kelompok kecil.


Kekaisaran Matahari Terbit dan perbatasan antara Kekaisaran Matahari Tengah dengan Kekaisaran Matahari Tenggelam adalah prioritas utama.


Seluruh kekaisaran sebenarnya rusak, ini bisa dilihat dari dua Gunung Berapi yang sudah tidak ada lagi di Benua Timur. Tetapi setidaknya, Gunung Berapi di Kekaisaran Matahari Tenggelam tidak meledak sebesar yang terjadi di Kekaisaran Matahari Terbit.


Lan Guan Zhi menarik tangan kanan Xiao Shuxiang, dia lama menatap temannya sebelum menyebut pusaka Xiao Shuxiang yang masih ada padanya.


"Biarkan bersamamu dulu, nanti baru kuambil. Aku masih harus mencari ibuku dan Yīng xióng, kau mau menemaniku?"


"Tidak,"


Lan Guan Zhi segera melepaskan pegangan tangannya dan langsung menolak ajakan Xiao Shuxiang saat melihat temannya ini tersenyum aneh sambil menaik-turunkan alisnya.


Dirinya baru akan melangkah pergi, namun Xiao Shuxiang menarik tangannya dan meminta ditemani mencari Xiao WeiWei.


"Lepaskan,"


"Kau berkata 'Lepaskan' tapi sama sekali tidak memberontak. Bilang saja kau suka tapi tidak berani mengakuinya. Kau munafik, Lan'Er.."


Lan Guan Zhi segera berhenti dan menggunakan tenaganya dengan begitu tiba-tiba hingga Xiao Shuxiang yang menariknya tertubruk ke belakang, tepat mengenai dada bidangnya.


"Aiya! Kau ini sengaja ya? Kalau dilihat orang, mereka semua akan-"


!!


Ucapan Xiao Shuxiang langsung terpotong saat mendengar Patriarch Lan dan Patriarch Yu Changhai berdeham cukup keras.


Sementara itu, Bai Wu Dang, Jing Mi, dan Hou Yong meski berada cukup jauh dari tempat mereka.. Namun Xiao Shuxiang dapat mendengar suara batuk aneh ketiganya. Hou Yong dan Jing Mi yang paling kelihatan bohongnya, batuk kedua temannya jelas di sengaja.


Yi Wen juga melihatnya, Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi nampak seperti pasangan terlarang dan itu membuatnya sakit kepala. Belum lagi jika ada Lan Xiao diantara mereka, nama dari Harimau Bulan tersebut seakan menjadi bukti penyatuan marga kedua kultivator berjenis kelamin laki-laki yang sedang ditatapnya ini.


"Saudara Xiao, tidak kusangka kau orang semacam itu. Jadi, ini alasanmu menolak menikah denganku..?"


Mata Yi Wen seperti terbuka, dia tidak tahu lagi harus mengatakan apa. Jelas dirinya telah melihat sisi lain dari Xiao Shuxiang. Ini terlalu mengguncang jiwa raga miliknya sebagai seorang perempuan.


".. Haiih.. Hatiku sakit. Aku harus mencuci mataku, ini membuatku mual,"


!!


Xiao Shuxiang sampai lupa berkedip saat mendengar ucapan Yi Wen. Temannya itu sudah salah paham mengenai hubungannya dengan Lan Guan Zhi.


"Aku.. tidak akan pernah bisa menikah jika semua perempuan memiliki pemikiran seperti Yi Wen. Ini adalah salahmu, kenapa kau harus lakukan itu?"


Xiao Shuxiang menampar pelan dada Lan Guan Zhi. Tindakannya yang spontan ini pun malah disalah-artikan oleh para kultivator yang melihat mereka.


"Mn, hukumanmu. Ayo pergi,"


!!


Xiao Shuxiang terkejut saat giliran Lan Guan Zhi yang menarik tangannya. Temannya ini seperti sedang senang melihat nama besarnya baru saja ternodai. Bagaimana jika ada orang yang menganggap mereka memiliki hubungan terlarang?!


Dan ternyata itu benar, lihat saja. Kultivator berumur seperti ingin muntah melihat tingkah keduanya. Sementara untuk yang berusia muda, raut wajah mereka nampak berbeda-beda.


Ada yang seketika pucat, ada yang merinding geli, bahkan ada yang langsung mengalihkan pandangannya karena merasa malu sendiri. Padahal, bukan mereka yang berada di posisi Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi.


"LanLan, kau menarikku seperti ini malah terkesan kita berdua akan kawin lari. Nama besarmu dan nama besarku sedang dipertaruhkan, Kawan.."


"Kau yang mulai duluan,"


Xiao Shuxiang akhirnya menyerah, dia lalu berjalan di samping Lan Guan Zhi dan mengatakan bahwa temannya ini adalah orang yang tidak mau kalah.


Xiao Shuxiang baru ingin meminta Lan Guan Zhi untuk melepaskan tangannya, namun mendadak dirinya mendapat teguran dari Dai Chen.


Temannya itu baru saja akan menarik salah seorang kultivator yang berada di dalam lubang, namun mendadak tangan kultivator tersebut Dai Chen lepaskan dan langsung menunjuk Xiao Shuxiang dengan wajah yang geram.


".. Kau! Berani sekali berbuat semacam itu di kondisi seperti ini, lepaskan tangan Tuan Muda Lan sekarang..!"


Entah mengapa Dai Chen selalu kehilangan ketenangannya saat melihat Xiao Shuxiang bersikap tidak tahu malu pada Lan Guan Zhi.


Masalahnya, Xiao Shuxiang tidak merasa sedang bertindak memalukan. Dia hanya berjalan bersama Lan Guan Zhi, tidak ada hal yang aneh dengan ini. Pikiran Dai Chen saja yang melenceng kemana-mana.


"Dai Chen, coba lihat dengan baik. Yang memegang tanganku adalah Lan Zhi,"


"Kau pasti yang meminta Tuan Muda Lan melakukannya, sangat tidak tahu malu..! Menjauhlah dari Tuan Muda Lan, bila tidak ingin kupukul..!"


Xiao Shuxiang tidak tahu harus mengatakan apa. Yang memegang tangannya adalah Lan Guan Zhi, tetapi Dai Chen malah menyalahkan dirinya.


Padahal memegang tangan masih termasuk normal, dia sendiri bahkan sering merangkul Hai Feng saat berjalan bersama, namun tidak ada seorang pun yang menganggapnya tidak tahu malu.


".. Hanya saat aku bersamamu mereka jadi heboh begini. Apa kita memang mirip seperti pasangan?"


Xiao Shuxiang memelankan suaranya, dia meminta pendapat Lan Guan Zhi yang hanya dijawab 'tidak tahu'.


"Aku ingin meluruskan ini, tapi sangat menyenangkan melihat Dai Chen marah. Lan Zhi, bantu aku.."


Lan Guan Zhi belum memberikan jawabannya, namun Xiao Shuxiang langsung merangkul lengannya sambil memprovokasi Dai Chen yang berada sekitar tujuh meter dari tempat mereka berdiri.


".. Dai Chen, kau itu sudah punya dua istri. Hidupmu tidak akan kesepian. Tidak sepertiku dan Lan Guan Zhi. Bujangan seperti kami harus saling menemani satu sama lain, yaah.. Kau tau kan? Untuk mengisi kekosongan hati,"


Lan Guan Zhi sedikit mendorong pelan kepala Xiao Shuxiang dengan jari telunjuk kirinya dan meminta temannya untuk tidak bersandar.


".. Patriarch Lan melihat kemari,"


"Jadi, jika Patriarch Lan tidak melihat kemari.. Aku baru boleh bersandar padamu, begitu?"


Xiao Shuxiang baru saja mengoreksi perkataan Lan Guan Zhi yang terdengar ambigu baginya. Temannya sendiri terlihat diam sambil memikirkan kesalahan ucapannya barusan.


"Memang terdengar ambigu,"


"Jelas, kau membuat mereka yang mendengarnya semakin salah paham.."


Xiao Shuxiang tersenyum saat Lan Guan Zhi mengakui kesalahannya. Tapi ditarik kembali juga tidak bisa, apalagi sekarang Dai Chen malah terlihat semakin kesal pada Xiao Shuxiang.


Kedua pemuda yang begitu dekat tersebut seperti memiliki dunia sendiri saat sedang bersama, padahal dia sudah sejak tadi mengomeli Xiao Shuxiang namun sepertinya tidak didengar oleh pria memalukan itu.


Baru saja Dai Chen akan melabrak Xiao Shuxiang dan memisahkannya dengan Lan Guan Zhi secara paksa, namun mendadak tangannya di pegang oleh seseorang yang ternyata adalah Xiao Lu.


"Xiao'Er hanya menggodamu, kau seperti tidak mengenalnya saja. Biarkan dia dan adik ipar pergi dan melakukan apapun yang mereka mau, kau bantu saja aku.."


!!


***