XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
79 - Dia Yang Pemalas [Revisi]


Setelah kembali ke kamar mereka, Xiao Shuxiang dan Jing Mi kembali berebut tempat tidur lagi. Bao Yu kini mulai berusaha melerai mereka, namun Xiao Shuxiang dan Jing Mi seperti sangat sulit untuk dipisahkan.


Xiao Shuxiang dan Jing Mi saling berpikir, mereka berusaha untuk mencari cara agar bisa mengalahkan satu sama lain. Dalam hati keduanya, mereka tidak berniat untuk bertarung sungguhan karena bisa saja timbul keributan.


Xiao Shuxiang mulai mengusulkan untuk menggunakan 'suit' sebagai jalan keluar dari perebutan tempat tidur, karena jujur saja.. Xiao Shuxiang sangat ingin cepat tidur.


Jing Mi akhirnya menurut, dia kemudian mulai menyembunyikan tangan kanannya di belakang punggung agar Xiao Shuxiang tidak mengetahui apa yang akan dikeluarkan olehnya.


"Kau siap, Saudara Jing?" Xiao Shuxiang meniup dan mengusap-usap kepalan tangannya, dia mulai mengambil ancang-ancang untuk melakukan 'suit' dengan Jing Mi.


"Tentu, aku siap..!"


Jing Mi dan Xiao Shuxiang mulai menghitung dan detik berikutnya mereka secara bersamaan mengeluarkan kepalan tangan.


Jing Mi dan Xiao Shuxiang kembali suit, kali ini Jing Mi membuka tangannya sedangkan Xiao Shuxiang tetap menggunakan kepalan tangan.


Jing Mi gembira karena dia menang, segera dirinya berlari dan berniat untuk mulai tidur. Hanya saja, Xiao Shuxiang langsung menahannya, "Kau mau ke mana? Akulah yang menang."


Jing Mi tentu langsung protes, "Tidak mungkin. Dalam suit, 'batu' tentu akan kalah dengan 'kertas'. Akulah yang menang,"


Xiao Shuxiang tetap bersikukuh bahwa dirinyalah yang menang. "Kau tidak percaya bahwa aku pemenangnya, baiklah..! Akan kutunjukkan, kemari..!"


Xiao Shuxiang menarik Jing Mi ke salah satu sisi dinding. "Kau pukul dinding inidengan menggunakan telapak tangan. Aku sendiri akan memakai kepalan tangan. Ayo bandingkan mana yang lebih kuat dari permainan suit kita."


Jing Mi, "Dengan kepalan tangan semungil itu... Dia memang bisa apa? Baiklah, aku setuju."


Dengan segenap kekuatannya, Jing Mi mulai menggunakan telapak tangannya untuk menyerang dinding di depannya. Terdengar suara yang lumayan keras dan itu membuat Xiao Shuxiang mengangguk.


"Kau boleh juga. Baiklah, sekarang giliranku..!" Xiao Shuxiang tersenyum, dia mulai mengumpulkan Qi di kepalan tangannya dan detik berikutnya meninju dinding di depannya.


BAAM!!


Suara kepalan tangan Xiao Shuxiang membentur dinding menghasilkan debaman keras sekaligus kepalan tangannya menembus dinding.


"Saudara Xiao, kau curang..! Kenapa kau menggunakan Qi?!" Jing Mi protes dan terlihat kesal karena Xiao Shuxiang tidak menggunakan tenaga sendiri dan malah memakai Qi.


Xiao Shuxiang tersenyum meledek, dia berkata dengan sedikit angkuh bahwa dirinya tidak pernah melarang Jing Mi untuk memakai Qi.


"Salahmu karena kau hanya menggunakan tenaga kecilmu itu. Sekarang, aku mau tidur cantik dulu. Met malam, Saudara Jing... ha ha ha ha..!"


Xiao Shuxiang mengibas pelan rambutnya dan mulai berjalan menuju tempat tidur yang dimenangkannya. Jing Mi mengepalkan tangannya dan berniat untuk merebut tempat tidur itu kembali dari Xiao Shuxiang, namun Bao Yu segera menghentikannya.


"Kau sudah kalah, Saudaraku. Saudara Xiao terlalu cerdik untukmu, sudahlah..!" Bao Yu mengusap-usap punggung Jing Mi dan berusaha menenangkannya.


Bao Yu, "Ayo... Kau ke tempat tidur yang lain saja. Tidurlah karena kita harus bangun pagi-pagi sekali."


Jing Mi terlihat cemberut, "Haaah... Aku tidak percaya bisa dikibuli oleh seorang anak yang lebih muda dariku."


Sambil mengembuskan napas perlahan, Jing Mi mulai mencoba untuk tidur.


Xiao Shuxiang saat kepalanya mulai menyentuh bantal, hanya dengan dua tarikan napas.. dirinya sudah mulai tenggelam ke dalam mimpi yang panjang.


.


.


.


krak


.


.


krak


Tengah malam, saat Jing Mi, Bao Yu dan Xiao Shuxiang lelap tertidur. Dinding yang terkena kepalan tangan Xiao Shuxiang mulai retak sedikit demi sedikit.


Krak


Kraak!


BRAANG!


!!


Detik berikutnya, dinding yang menjadi pembatas kamar mereka dengan kamar lainnya mulai runtuh. Suaranya yang besar membuat Jing Mi dan Bao Yu tersentak kaget dari tidur mereka.


Jing Mi dan Bao Yu secara tidak sadar membuka mulutnya lebar. Untunglah tidak ada yang menghuni kamar sebelah, jika tidak.. entah apa yang akan terjadi.


"Suara berisik apa itu?!"


!!


Saat pintu kamar mereka terbuka, terlihat dua orang murid Sekte Pedang Langit yang selalu bertugas berjaga malam. Mereka terkejut ketika dinding kamar milik penghuni baru sekte mereka ini tiba-tiba roboh.


"Apa yang sebenarnya terjadi?!"


Kedua murid Sekte Pedang Langit saling berpandangan, mereka melihat tiga orang anak yang sedang tertidur nyenyak.


Awalnya, mereka berdua mencurigai Jing Mi, Bao Yu dan Xiao Shuxiang yang melakukan semua ini. Tetapi setelah mereka melihat Xiao Shuxiang mendengkur dengan keras, mereka seketika menggeleng dan menganggap bahwa dinding kamar inilah yang sepertinya sudah termakan usia.


"Yaah, memang sudah lima puluh tahun sejak renovasi terakhir. Sebaiknya kita bicarakan dengan senior besok."


Kedua murid Sekte Pedang Langit mulai berjalan keluar dan menutup pintu kembali. Saat mereka benar-benar pergi, Jing Mi dan Bao Yu akhirnya bisa bernapas lega.


*


*


*


"Saudara Xiao,"


"Saudara Xiao, ayo bangun.."


"Saudara Xiao, bangunlah..!!"


Jing Mi beberapa kali memanggil dan menepuk-nepuk Xiao Shuxiang. Dia berusaha membangunkan saudara seperguruannya, tetapi sampai sekarang Xiao Shuxiang masih belum bangun.


Bao Yu yang baru saja memakai seragamnya mulai membantu Jing Mi untuk membangunkan Xiao Shuxiang. Hanya saja, anak kecil berusia tujuh tahun tersebut masih setia mendengkur.


"Dia sangat sulit dibangunkan, SAUDARA XIAO..!" Jing Mi menarik bantal Xiao Shuxiang, tindakannya barusan langsung membuat Xiao Shuxiang membuka mata perlahan.


"Saudara Jing… berikan bantalku, aku masih mau tidur.."


"Tidak ada tidur lagi, Saudara Xiao. Kita sudah terlambat..! Ayo bergegaslah dan ikut dengan kami segera..!"


Jing Mi menarik Xiao Shuxiang dan memintanya untuk mandi dan bersiap-siap. Bao Yu ikut membantu Jing Mi, mereka berdua berusaha membuat Xiao Shuxiang turun dari tempat tidurnya.


"Aaa~aku masih mau tidur, kalian berdua jangan tarik begini~aiish..!"


"Saudara Xiao, kau jangan manja.. Ayolah..!"


Xiao Shuxiang dengan berat hati mulai menuruti permintaan Jing Mi dan Bao Yu. Padahal, baru saja dia bisa tidur di tempat yang senyaman ini.


Bao Yu dan Jing Mi menunggu di luar kamar sampai Xiao Shuxiang selesai bersiap-siap. Mereka sempat melihat beberapa murid Sekte Pedang Langit pergi secara berkelompok ke suatu tempat.


Tidak berselang lama, pintu mulai terbuka dan memperlihatkan Xiao Shuxiang yang sudah memakai seragam Sekte Pedang Langit.


Xiao Shuxiang beberapa kali menguap, namun segera dia menutup mulutnya. Jing Mi lalu mengajak Xiao Shuxiang dan Bao Yu untuk mengikuti murid-murid yang lain.


Tujuan mereka adalah Balai Utama. Di perjalanan, Jing Mi dan Bao Yu membahas tentang pita dahi yang dipakai oleh murid-murid Sekte Pedang Langit.


Bao Yu bertanya, "Kenapa kita tidak diberikan pita dahi seperti murid lainnya? Bukankah kita akan terlihat lebih keren jika memakainya juga?"


Xiao Shuxiang, "Hanya murid resmi Sekte Pedang Langit yang memilikinya. Kita yang berasal dari sekte luar tentulah tidak diberi pita dahi semacam itu."


"Memang, apa istimewanya pita itu?" Bao Yu mengusap-usap dagunya sambil terlihat berpikir.


"Mana kutahu.. Aku sendiri tidak pernah menanyakannya pada Senior Li," Xiao Shuxiang terlihat mengencangkan ikat rambutnya.


"SAUDARA JING..!"


!!


Saat sedang berjalan, Jing Mi, Bao Yu dan Xiao Shuxiang mendengar suara berisik yang tidak asing di telinga mereka. Itu adalah suara Hou Yong.


Hou Yong terlihat berjalan bersama dengan Hai Feng, Yi Wen dan Zhi Shu. Mereka melambaikan tangan sambil memanggil nama Jing Mi, Xiao Shuxiang dan Bao Yu.


Jing Mi ikut memanggil Hou Yong dan meminta saudara-saudaranya itu agar berjalan cepat. Beberapa murid Sekte Pedang Langit yang melihat tingkah mereka memasang wajah yang masam.


Salah satu murid Sekte Pedang Langit yang berwajah masam adalah Sian Ru, seorang gadis berusia 17 tahun dengan praktik berada di Forging Qi tingkat 9.


Sian Ru merupakan murid yang disiplin dan salah satu kebanggaan seorang Guru Etika Sekte Pedang Langit bernama, Lan Gaozu.


Bagi anak seumurannya, Sian Ru merupakan gadis tercantik dan populer di Sekte Pedang Langit. Di mana pun dirinya berjalan, Sian Ru selalu dapat mencuri perhatian.


Saudara-saudara seperguruannya pasti selalu berhenti dan mengagumi kecantikan Sian Ru saat dirinya lewat. Mungkin di Sekte Pedang Langit ini, hanya satu orang saja yang tidak pernah terpengaruh dengan pesona dan kecantikan Sian Ru.


Sayangnya, Sian Ru adalah tipekal perempuan yang tidak pernah mau disaingi. Menurutnya, semua perhatian harus selalu ditujukan padanya.


Meski begitu, seberapa banyak pun pesona yang ditampakkan olehnya, Sian Ru selalu tidak bisa mendapatkan perhatian dari satu orang murid yang dikenal sebagai Grand Elder Masa Depan Sekte Pedang Langit.


***