
Lan Guan Zhi yang sudah ada di wilayah Kekaisaran Matahari Terbit mempercepat laju pedang terbangnya.
Dia menyerahkan tugas menyelamatkan para manusia yang ada pada saudara seperguruannya serta Ling Qing Zhu. Sementara dirinya sendiri melesat ke asal dari debaman keras yang terdengar.
Di Kekaisaran Matahari Tengah sendiri, tepatnya di Kota Embun Bunga, Kediaman Tianqi Mao.
Ada sekitar lima belas kereta yang masing-masing ditarik oleh empat ekor kuda. Itu adalah kurungan yang terbuat dari kayu dan disiapkan untuk menangkap warga dari kota lain.
Hujan deras seperti ini cocoknya berada di dalam rumah dan tidur, namun sebelum mata terpejam pintu telah didobrak kasar dan mereka diangkut layaknya karung beras kemudian dimasukkan ke dalam kurungan.
Dibanding dengan berteriak meminta pertolongan, para manusia malah justru melakukan protes. Ini dikarenakan yang mendobrak pintu mereka adalah kultivator yang berasal dari sekte Aliran Putih dan Netral.
Jelas mereka kebingungan dan berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun sebelum mendapat jawaban, mereka dikejutkan dengan fakta bahwa kultivator Aliran Putih bekerjasama dengan kultivator Aliran Hitam. Fenomena langka ini sangat jarang terjadi.
Para manusia biasa yang telah keluar dari kurungan diminta untuk memasuki Cermin Besar Pemindah.
Sambil berjalan mereka mendengar penjelasan dari salah satu kultivator Aliran Putih.
".. Jangan panik, kami akan melindungi kalian,"
Masih banyak orang yang harus mereka selamatkan, untunglah mereka mendapat bantuan dari banyak pihak.
Para kultivator senior tiga aliran yang ada di Kekaisaran Matahari Tengah segera bergegas ke wilayah perbatasan setelah mendapat informasi dari Lai Kuan Ye tentang perang tersebut.
Sementara itu, kultivator junior ketiga aliran membantu menyelamatkan sebanyak-banyaknya manusia biasa dan membawa mereka ke Kota Embun Bunga.
BLAAAR!
Bisa dibilang, kekaisaran yang paling kacau sekarang ini adalah Kekaisaran Matahari Terbit. Hanya dua orang yang saling bertukar serangan, namun efek dari pertarungan mereka membuat tanah bergetar, retak, dan bahkan gunung serta bukit terkena imbasnya.
TRAANG!
!!
Akibat pertarungan sengit antara dirinya dengan pilar atas Scarlet Bayangan.. Kini Xiao Shuxiang dapat menyingkap tudung hitam yang menutupi kepala dan wajah lawannya.
Namun, dirinya berdecak kesal sebab pilar atas Scarlet Bayangan ini memakai topeng berbentuk rubah berwarna merah dengan tiga garis hitam di masing-masing sisi topeng tersebut.
Dari postur tubuh lawannya, Xiao Shuxiang tahu bahwa musuhnya ini adalah seorang pria. Dia sebenarnya sudah beberapa kali mengomeli pilar atas Scarlet Bayangan.
Omelannya dimulai dari lawannya yang tidak pernah bicara bahkan satu kata pun sampai mengomentari penampilan lawannya ini yang terlalu misterius.
".. Kau membuatku kesal, aku pasti akan menghancurkan topeng itu dan memukul wajahmu..!"
Xiao Shuxiang kembali melesat, kali ini kecepatannya dapat diimbangi oleh lawannya. Ayunan pedang yang menghasilkan lima tebasan dengan satu serangan berhasil di tangkisnya.
Arah serangan lawan terlihat jelas, efek dari tiga Pil Mata Dewa yang disempurnakan dan dimakan secara sekaligus dapat bertahan selama kurang lebih sepuluh menit.
Dalam waktu itu, Xiao Shuxiang dapat menangkis dan melakukan serangan balik.
Sesuatu yang dirinya sesali adalah dia tidak bisa menggunakan racunnya. Entah bagimana, racun seakan tidak mempan pada lawan Xiao Shuxiang.
TRAANG!
BAAAM!
Pilar atas Scarlet Bayangan berhasil menyerang Xiao Shuxiang hingga menghantam tanah di sebuah lembah di wilayah Aliran Hitam, Kekaisaran Matahari Terbit.
Dia mengalirkan Qi pada Pedang Tebasan Bulannya lalu dengan sekali ayunan, sepuluh serangan secara beruntun mengarah pada Xiao Shuxiang.
BLAAAR!
Ada tiga diantara sepuluh serangan tersebut yang begitu kuat, sekitar dua puluh pohon beserta tanah yang menopangnya terbelah dan menghasilkan bau hangus seperti bekas terbakar.
Xiao Shuxiang secara tidak sengaja berdiri di depan seekor Beruang Berbulu Landak, seekor Demonic Beast berusia 2000 Tahun.
!!
Demonic Beast ini nampak meringkuk dengan bulu di badannya berdiri tegak. Dia gemetar ketakutan mendapat serangan tiba-tiba saat dirinya sedang menuju sarang, padahal dia sama sekali tidak berbuat apa-apa.
Xiao Shuxiang yakin sudah banyak Demonic Beast yang kemungkinan telah kehilangan nyawa tanpa mereka sadari.
Dia lalu menyuruh Beruang Berduri Landak tersebut untuk segera pergi ke tempat yang aman, namun beruang itu tetap tidak bergerak.
Kuuk~
"Kau ini punya badan besar tapi kenapa malah takut?! Haiih..! Aku tidak percaya harus melakukan ini,"
Hanya sekali kibasan tangan kanannya, Demonic Beast tersebut menghilang dan masuk ke dalam Gelang Semesta Xiao Shuxiang. Dia ternyata benar-benar bisa menyimpan makhluk hidup dalam pusakanya itu.
Dibanding dengan manusia, Xiao Shuxiang lebih peduli pada Demonic Beast. Mungkin karena beberapa dari mereka menjadi keluarga angkatnya.
Dirinya kemudian mengalirkan Qi pada Yīng xióng, detik berikutnya Xiao Shuxiang kembali menyerang pilar atas Scarlet Bayangan.
TRAANG!
TRAANG!
Dia lalu menggunakan Teknik Pernapasan Air, Aliran Ketujuh, Ombak Penyerang yang digabungkan dengan Teknik Perapasan Api miliknya.
Walau seperti asal-asalan, nyatanya serangan tersebut memiliki efek yang dahsyat. Pilar atas Scarlet Bayangan tidak dapat menahannya hingga separuh dari tubuhnya rusak parah.
!!
Dari dada hingga pinggang sebelah kirinya menghilang, meninggalkan asap tipis yang seperti hangus terbakar. Tetapi sesuatu tiba-tiba saja terjadi.
Tubuh pilar atas Scarlet Bayangan dengan cepat pulih kembali. Xiao Shuxiang sudah yakin ini akan terjadi, dirinya seperti sedang bertarung dengan anggota Scarlet Bayangan yang paling kuat.
".. Bahkan racun dari Yīng xióng tidak berefek padanya,"
Xiao Shuxiang harus mencari cara lain, dia membutuhkan titik lemah dari lawannya ini.
Satu-satunya yang menonjol selain pusaka langit di genggaman tangan lawan adalah topeng rubah yang dikenakannya.
Xiao Shuxiang segera melesat, dia akan melakukannya dengan target topeng tersebut.
Benturan demi benturan kedua senjata mereka kembali terdengar.
TRAANG!
Setiap kali ada Demonic Beast yang ditemui dan meringkuk ketakutan, Xiao Shuxiang akan memasukkannya ke dalam Gelang Semesta. Dia seakan lupa bahwa para manusia juga butuh perlindungan.
Feng Ying, kaisar, para prajurit, pelayan, serta warga di sekitar wilayah istana kaisar adalah kelompok terakhir yang sampai di perbatasan.
Mereka semua berkumpul di satu titik dengan para kultivator senior ketiga aliran membentuk segel pelindung yang mengelilingi mereka.
"Apa kau melihat Saudara Xuan?"
?!
Yi Wen tersentak saat mendengar pertanyaan dari Zhi Shu. Dia sejak tadi tidak melihat saudaranya itu. Cukup sulit jika harus mencarinya sekarang, dia berkata bahwa Qi Xuan kemungkinan ada di antara orang-orang ini.
"Semoga saja, tapi perasaanku sangat tidak enak,"
BLAAAR!
!!
Tanah kembali bergetar, suara barusan bukanlah gemuruh petir, tetapi efek dari serangan pilar atas Scarlet Bayangan dan Xiao Shuxiang.
!!
Jing Mi, para kultivator, dan manusia biasa seketika terkejut saat mendengar suara gemuruh yang aneh. Mereka saling berpandangan dan detik berikutnya tatapan mereka mengarah pada satu titik.
Ada cahaya kemerahan yang dapat terlihat jelas walau sedang hujan, cahaya itu menyala-nyala dan suara kerasnya terdengar berkali-kali.
!!
Ribuan burung nampak terbang seperti melarikan diri dari sesuatu, beberapa dari mereka harus terjatuh sebab terkena sambaran petir. Salah satu kultivator berseru membuat Jing Mi dan yang lainnya terkejut.
Satu dari dua gunung berapi di Benua Timur sepertinya akan meletus. Pertarungan Xiao Shuxiang dan pilar aras Scarlet Bayangan kemungkinan adalah pemicu terbesarnya.
"Kita harus pergi dari sini,"
"SERANGAN..!"
!!
Para kultivator bergerak cepat memperkuat segel pelindung yang mengelilingi mereka. Dua buah serangan beruntung yang datang dari depan berhasil mereka tangkis.
Ling Qing Zhu dan dua puluh murid Sekte Pedang Langit berada diantara orang-orang ini. Rekan mereka yang lain menyebar untuk melihat apakah masih ada manusia hidup di wilayah Kekaisaran Matahari Terbit atau tidak.
Di tempat lain, tepat di salah satu wilayah dengan kepadatan Qi yang cukup tipis, Xiao Shuxiang telah memberi serangan pada pilar atas Scarlet Bayangan yang membuat lawannya tersebut jatuh dan menghantam keras sebuah gunung.
Xiao Shuxiang baru sadar itu gunung berapi, namun dia sama sekali tidak peduli. Dirinya kembali melesat, panas yang dia rasakan malah membuat Teknik Pernapasan Apinya lebih kuat.
BLAAAR!
Xiao Shuxiang memberikan serangan terkuatnya, itu membuat pilar atas Scarlet Bayangan terpental sangat jauh bahkan sampai terjatuh ke dalam endapan lahar panas.
Topeng yang selama ini menutupi wajah pilar tersebut retak dan lalu terbelah menjadi dua. Sebuah wajah bersih dengan tatapan yang dingin, warna mata yang sepenuhnya hitam namun bila diperhatikan dengan lebih teliti akan nampak ribuan bintang di dalamnya.
Melihatnya membuat Xiao Shuxiang sangat terkejut. Lawannya adalah orang yang paling dia kenal, tetapi bagaimana bisa?! Ini mustahil untuk dipercayai.
"Shou.. Xing?!"
!!
Xiao Shuxiang terpental saat mendapat serangan tiba-tiba dari lawan yang dia anggap telah meleleh. Gunung berapi tidak mampu lagi bertahan, sekarang dirinya benar-benar menyemburkan beban yang dikandungnya selama ini.
***