
Pintu yang terbuat dari kayu kokoh tersebut berusaha didobrak. Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila spontan menahannya dari dalam. Wajah mereka mengandung kepanikan yang berbeda.
"Bagaimana sekarang? Pemilik kamar ini datang," suara Bocah Pengemis Gila terdengar pelan, dia bertanya pada pemuda di sampingnya.
"Aku membuat kesalahan. Ini kamar pangeran Yang Ni." Xiao Shuxiang melihat pemuda di balik pintu dengan efek pil Mata Dewa miliknya--wajah sosok itu sangat dia kenali.
Meski masalahnya dengan Yang Ni dahulu sudah selesai, namun hubungannya dengan pangeran itu tidak bisa dikatakan akrab.
"Hei..!! Siapa pun di dalam, sebaiknya kau keluar sekarang juga atau kau terima akibatnya..!"
Bocah Pengemis Gila cegukan, "Shuxiang. Bagaimana ini..?"
"Kau terlalu banyak minum.. Tunggu, biar kupikirkan caranya," Xiao Shuxiang berusaha memutar otak, tetapi memang tidak ada hal yang bisa dia lakukan selain mengorbankan pria di sampingnya ini.
"Bocah Pengemis Gila, kau bantu aku meringankan kemarahan Yang Ni, dia tidak mungkin membencimu.." Xiao Shuxiang kembali bicara, dia membuat pria di sampingnya terlihat keheranan.
Belum sempat Bocah Pengemis Gila mengatakan apa-apa, teman baik Lan'Er Gege-nya mulai membuka pintu dan dia langsung berhadapan dengan Yang Ni. Pangeran itu terlihat terkejut saat tahu siapa yang ada di dalam kamarnya.
"Xiao.. Shuxiang..?"
"Hai, aku pinjam kamarmu sebentar dan tolong jaga orang ini."
!?
Yang Ni baru akan merespon saat Xiao Shuxiang tiba-tiba mendorong Bocah Pengemis Gila ke arahnya. Dia tidak dapat mengelak hingga harus ditabrak oleh pria itu.
!!
Xiao Shuxiang kembali menutup pintu, dia menguncinya dan juga menggunakan segel agar pintu tersebut menjadi lebih kuat. Dirinya mengembuskan napas dan kemudian berjalan tanpa rasa bersalah karena melempar Bocah Pengemis Gila kepelukan Yang Ni.
Itu benar. Pria yang punya perilaku menyimpang tersebut dalam kondisi menindih Pangeran Yang Ni. Kedua tangannya berpegangan dengan kedua tangan pangeran itu, menempel di antara dada mereka dan sesuatu yang tidak patut dilihat.
Pii..?
!!
Kebetulan sekali O Zhan, Demonic Beast Rubah Putih yang merupakan adik dari Hu Li baru saja akan pergi ke tempat Lan Xiao berada. Dia berhenti ketika jalan di hadapannya terhalang.
Yang Ni dan Bocah Pengemis Gila sendiri merasakan waktu seakan berhenti di antara mereka sebelum suara pintu hal yang 'Tabu' terdengar bagai sambaran petir. Tentu ini hanyalah bayangan, tetapi keduanya bisa mendengar suara petir tersebut benar-benar dekat.
Bocah Pengemis Gila segera menyingkir dari tubuh pemuda yang dia timpa tadi. Wajahnya begitu pucat seperti mayat hidup meski pipinya nampak bersemburat merah. Dia menutup mulutnya mengingat kejadian yang barusan itu sangat tidak terduga.
Di sisi lain, Yang Ni berkedip dan perlahan mulai bangun. Wajahnya juga sama pucatnya dengan pria di hadapannya. Perlahan tangannya terulur dan menyentuh hidungnya yang rasanya seperti mengeluarkan darah.
!!
Memang benar darah. Yang Ni lantas menatap pria di hadapannya yang terlihat meringkuk, pria itu nampak takut-takut memandangnya. Perlahan, tangannya mulai terkepal kuat.
Yang Ni menoleh saat tahu ada yang menjadi saksi kejadian barusan. Beruntung itu hanyalah seekor hewan kecil, namun dia sama sekali tidak menyangka harus mengalami sesuatu yang paling tidak bisa dibayangkan seumur hidupnya. Dan ini semua adalah karena ulah satu orang. Xiao Shuxiang..!
"Dia.. Dia terlihat begitu marah. Aku sampai takut untuk bicara. Bagaimana ini?! Xiao Shuxiang keterlaluan..! Kenapa dia melakukan itu padaku.." Bocah Pengemis Gila tidak mau mengingatnya.
Sebagai pria yang tidak asing dengan sesuatu yang tabu, hal semacam ini sebenarnya tidak menjadi masalah besar untuknya. Tapi bagi orang seperti Yang Ni---dia yakin pangeran di depannya pasti akan mengamuk dan meneriakkan nama Xiao Shuxiang.
!!
Bocah Pengemis Gila ternyata salah. Dia membelalakkan matanya saat Yang Ni tiba-tiba bangun dan malah pergi begitu saja tanpa mengatakan apa pun padanya. Kemungkinan besar pemuda itu sangat syok hingga tidak mampu berkata-kata.
Pii..?
O Zhan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Saat orang yang menghalangi jalannya sudah pergi--dia pun kembali melanjutkan tujuannya ke tempat Lan Xiao. Dia bahkan sama sekali tidak memandang Bocah Pengemis Gila.
*
*
Di dalam ruangan, Xiao Shuxiang tidak tahu apa yang terjadi di luar dan tidak mengetahui dampak dari perbuatannya yang kini menjadi pukulan paling besar--tetapi bukan bagi Bocah Pengemis Gila.
Dia berjalan ke arah tempat tidur dan memperhatikan Lan Guan Zhi yang masih terbaring tidak sadarkan diri. Pakaian teman baiknya kotor dan jujur menyakitkan untuk dilihat, apalagi saat diingat bahwa pemuda ini merupakan orang yang sangat rapi dan bersih.
"Lan Zhi.." Xiao Shuxiang menepuk-nepuk pelan lengan teman baiknya. Dia terlihat berusaha menyadarkan Lan Guan Zhi dengan memanggilnya berulang kali.
Dia duduk di pinggiran tempat tidur, masih membangunkan adik dari Patriarch Lan itu. Dia agak menyesal karena sudah banyak merepotkan pemuda berpakaian serba putih ini.
"Lan Zhi, apa kau mendengarku?" Xiao Shuxiang mengulurkan tangan dan menyentuh pipi pemuda di hadapannya, dia nampak mengerutkan keningnya.
"Anak ini.. Dia baik-baik saja, kan? Aku jadi khawatir dia tidak bangun,"
Xiao Shuxiang menyibak sedikit lengan pakaian Lan Guan Zhi dan memeriksa nadi temannya. Tidak ada sesuatu yang aneh, bahkan saat dia memeriksa detakan jantung teman baiknya--semua nampak begitu normal. Tetapi pemuda ini benar-benar tidak bangun meski sudah berulang kali memanggil namanya.
"Kurasa dia memang sangat kelelahan.." pada akhirnya Xiao Shuxiang memutuskan untuk menunggu sampai Lan Guan Zhi bangun sendiri. Dia berjalan ke arah salah satu kursi dan duduk di sana sambil meminum arak.
Jauh di tempat dirinya berada, tepatnya di Benua Timur--Bukit Salju Tanpa Musim, Tianqi Mao kini mulai dapat beristirahat. Dia melihat Lai Kuan Ye, Yu Changhai, Shuai Niao, dan Patriach Lan serta beberapa murid Sekte Pedang Langit juga nampak mengembuskan napas lega sebab usaha mereka mencegah kebangkitan monster di bukit ini telah berhasil.
Monster yang tersegel di bawah Bukit Salju Tanpa Musim sudah kembali tertidur. Tianqi Mao dan yang lainnya telah memperbaiki segel serta menguatkannya dengan segel yang berlapis. Jika tidak ada kejadian besar yang mengguncang Kekaisaran Matahari Tengah seperti ini lagi di masa depan--maka segel tersebut tidak akan rusak.
"…"
Shuai Niao membuka kipas berwarna merah muda miliknya, kipas yang senada dengan pakaiannyan itu mulai dia main-mainkan dengan lembut.
Meski suasana di sekelilingnya dingin dan dia sendiri duduk di tumpukan salju, tetapi rasanya masih saja gerah akibat terlalu banyak mengerahkan tenaga untuk menyegel monster itu. Berulang kali dirinya mengembuskan napas dan andai tidak sedang bersikap elegan, dia mungkin sudah mengeluh sekarang.
"…"
Mereka semua begitu kelelahan. Beberapa murid Sekte Pedang Langit pun nampak agak bungkuk ketika duduk, namun dengan cepat berusaha mempertahankan posisi duduk yang baik. Rasanya ingin segera rebahan dan mengatasi rasa pegal ditubuh mereka ini.
"Patriarch Lan, Nona Shuai Niao, Tuan Lai, Tuan Tianqi, dan kalian semua.. Terima kasih karena sudah membantu." Yu Changhai menyatukan kedua tangannya, memberi hormat, dan mengucapkan terima kasih.
Dia tidak lupa meminta maaf karena sudah merepotkan dan ini membuat para murid Sekte Pedang Langit merasa salah tingkah. Mereka sangat menghormati Yu Changhai dan sudah menjadi tugas mereka sebagai murid untuk membantu.
Lan Xu Jian sendiri memperhatikan dengan seksama Guqin putih di hadapannya. Salah satu senar dari Guqin awalnya terputus, dia pun telah memperbaikinya dan menggunakan alat ini untuk kembali menidurkan monster.
Alat musik ini diberikan oleh Tianqi Mao, namun pemilik Guqin tersebut adalah adiknya, Lan Guan Zhi. Walau demikian, sejauh yang dirinya ketahui--adiknya itu hanya memiliki sebuah seruling. Alat tersebut bahkan hanya potongan dari bambu dan jujur--Lan Guan Zhi jarang memainkannya.
"…"
Lan Xu Jian mengusap pelan sebuah pola yang nampak mengeluarkan sinar biru redup pada Guqin itu. Dia merasa alat musik ini tidak dibuat oleh manusia, rasanya seperti milik makhluk asing.
Dirinya pun menoleh dan menatap murid-muridnya yang sekuat tenaga mempertahankan posisi duduk mereka. Lan Xu Jian merasa ini lucu, "Kalian bisa pergi sekarang. Istirahatlah dengan baik."
!!
Salah satu murid Sekte Pedang Langit tersentak, dia dan teman-temannya tersenyum begitu sopan sambil memberi hormat. Jauh di dalam hati, para murid itu berteriak kegirangan.
Mereka pun berdiri, memberi hormat pada tetua yang ada termasuk pada Shuai Niao dan Tianqi Mao. Para murid itu pun mundur perlahan kemudian segera melesat pergi. Lan Xu Jian nampak tersenyum sambil menggeleng pelan melihat tingkah murid-muridnya yang begitu polos.
"Kurasa sekarang sudah berakhir, aku juga harus pergi." Tianqi Mao memberi hormat, dia berniat untuk memeriksa keadaan para warga yang sudah dirinya selamatkan.
Lan Xu Jian mengangguk pelan, dia mengembuskan napas dan lalu berkata bahwa masih ada beberapa perbaikan yang perlu dilakukan. Apalagi mengingat betapa besarnya kekacauan yang terjadi di Kekaisaran Matahari Tengah.
Lan Xu Jian menoleh ke arah Yu Changhai dan Lai Kuan Ye, dia berbicara begitu sopan. ".. Patriarch Yu dan Tetua Lai sebaiknya tetap di sini. Beristirahatlah dan biarkan kami yang mengurus sisanya,"
Lai Kuan Ye menolak, "Apa-apaan ini, Patriarch Lan? Usiaku belum setua itu sampai harus kau khawatirkan. Aku masih belum lelah sama sekali, aku akan ikut denganmu."
Pada akhirnya mereka semua pergi, meninggalkan Yu Changhai yang masih tidak bergeming dari tempat duduknya. Bukan karena dia tidak ingin ikut, tetapi di antara para kultivator yang menolong--dialah yang paling banyak kehabisan tenaga.
Banyak warga dan juga kultivator di Kekaisaran Matahari Tengah yang kini dapat mengambil napas lega. Mereka sekarang bisa beristirahat, memulihkan tenaga, sekaligus ngobati luka yang mereka alami.
Bila diperhatikan dari atas, Kekaisaran Matahari Tengah memang agak berantakan. Kerusakan terjadi di mana-mana dan tidak sedikit yang menjadi korban. Walau pada akhirnya, korban terbanyak tetaplah berasal dari warga biasa.
Xiao WeiWei, ibu dari Xiao Shuxiang terlihat membawa dua orang muridnya kembali ke Sekte Kupu-Kupu untuk diobati. Wilayah sektenya sendiri tidak luput dari dampak serangan, walau beruntung tidak semua bangunan rusak parah.
Di Kekaisaran Matahari Tengah, memang hanya Sekte Kupu-Kupu yang memiliki banyak tanaman herbal serta pil berharga. Status mereka bahkan lebih tinggi dari Asosiasi Bangau Merak. Walau demikian, para murid di sana kebanyakan punya tingkah yang agak liar.
Ro Wei dan Shao Nu terlihat mengobati orang-orang yang terluka. Tidak hanya murid Sekte Kupu-Kupu, tetapi juga murid dari sekte lain, termasuk warga biasa yang dibawa oleh rekan-rekan mereka ke tempat ini.
Keduanya begitu sibuk, tidak punya waktu untuk bicara, termasuk mengeluhkan betapa lelahnya mereka sekarang ini. Kedua gadis itu tetap berusaha memberikan perawatan yang terbaik, dibantu oleh junior-junior mereka.
Di saat semacam ini, memang mengobati orang-orang adalah hal yang harus segera dilakukan. Bukannya menunggu pasien pulih sendiri seperti yang dilakukan Xiao Shuxiang pada teman baiknya, Lan Guan Zhi.
*
*
Koki Alkemis itu masih ada di Benua Utara, di dalam kamar Yang Ni. Dia sudah cukup lama duduk di kursinya dan bahkan suasana di luar sekarang sudah berganti pagi.
"Kenapa Lan Zhi tidak bangun juga..? Jangan bilang kalau dia malah hibernasi, dia ini bukan mutan, kan?" Xiao Shuxiang sudah tidak tahan lagi menunggu. Dia bangkit dan berjalan ke arah teman baiknya yang masih terbaring di atas sebuah tempat tidur.
"Lan Zhi," Xiao Shuxiang menggoyangkan pelan lengan teman baiknya, "Lan Zhi.. Ayo bangun. Kau sudah tidur cukup lama. Bangun dan bersihkan dirimu, lalu kau baru tidur lagi setelahnya. Hei.. Ayo bangunlah. Lan Zhi,"
Xiao Shuxiang tidak tahu harus melakukan apa agar bisa membangunkan pemuda tidur begitu tenang ini. Dia baru memperhatikan dengan baik bawah wajah teman baiknya agak kotor dan sedikit pucat.
Tangannya mulai terulur, dia kembali menyentuh pipi Lan Guan Zhi. "Suhu tubuhnya normal, tapi kenapa dia masih tidak bangun juga..?" Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan, dia memperhatikan wajah pemuda di hadapannya dengan seksama.
Kalau dilihat lebih teliti, Lan Guan Zhi memiliki wajah yang menawan, hidung, dan bentuk bibir yang sempurna. Dia seperti makhluk suci yang keluar dari dalam lukisan.
Ketenangan dari wajahnya itu dapat membawa kedamaian pada siapa pun. Memandanginya cukup lama bahkan semakin menambah daya tariknya, dia jelas dapat memikat gadis mana pun walau tanpa bicara sama sekali.
"Dia.. Punya bulu mata yang bagus.." Xiao Shuxiang bergumam, tetapi sedetik berikutnya dia tersentak mengingat gumamannya barusan.
"Ya ampun, apa yang kulakukan? Hanya perempuan yang tertarik melihat hal semacam itu. Ini tidak mencerminkan pribadi Xiao Shuxiang sama sekali.."
Teman baik Lan Guan Zhi itu menggelengkan kepalanya pelan, wajahnya seketika berubah pucat. "Tunggu. Jangan bilang kalau aku hanya menghabiskan waktu sebentar dengan Bocah Pengemis Gila dan perilaku menyimpangnya menular padaku? Tapi apa iya penyakit 'homo' itu menular?!"
Xiao Shuxiang merinding jijik, dia mengusap-usap lengannya sambil menggelengkan kepala. Dirinya masih sangat waras, dia menyukai Kucing Putih. Dan bahkan bila teman baiknya begitu menawan--dia tidak akan pernah berpaling dan justru masuk ke dalam pintu yang 'Tabu' dimasuki.
"…"
Xiao Shuxiang kembali menoleh dan memperhatikan wajah temannya yang masih begitu tenangnya tertidur. Dia pun mulai mengembuskan napas, sorot matanya agak sendu.
"LanLan terlalu baik. Entah apa yang sudah kulakukan padanya hingga kami bisa berteman seperti sekarang, padahal dahulunya kami tidak begitu akrab. Aku menurut padanya hanya karena ingin tahu rahasia dari segel ciptaannya itu. Segel yang bisa membuat kultivator tidak dapat merasakan Qi. Aku tidak berharap hubungan kami bisa sedekat ini.."
Xiao Shuxiang terlalu banyak melamun hingga tidak menyadari bahwa saat ini tatapan matanya bertemu pandang dengan sosok Lan Guan Zhi yang akhirnya mulai terbangun.
"…"
Lan Guan Zhi sendiri awalnya memiliki penglihatan mata yang memburam dan secara perlahan mulai jelas. Dia kini melihat seorang pemuda yang sangat dikenalnya tengah duduk dan memberinya tatapan sendu yang seakan tidak menyadari dirinya sudah membuka mata.
"…"
Entah apa yang dipikirkan teman baiknya ini, tapi Lan Guan Zhi memilih untuk diam dan tidak ingin memecah keheningan yang ada. Matanya terpaku pada sosok di hadapannya dan seakan menunggu sampai teman baiknya ini mulai sadar dari lamunannya sendiri.
Xiao Shuxiang masih membisu, ada banyak pertanyaan di dalam benaknya sekarang ini dan semuanya memiliki inti yang sama---kenapa Lan Guan Zhi begitu peduli padanya? Dan apakah temannya ini akan tetap berada di sisinya saat tahu kebenarannya bukan hanya tentang reinkarnasinya, tetapi juga tentang identitasnya yang lain.
Pada akhirnya, sekeras apa pun dia berubah---selamanya Xiao Shuxiang tetap akan membawa kekacauan bagi dunia ini. Dia jelas merupakan makhluk yang dibenci. Jika ada orang yang tahu berapa kali dirinya bereinkarnasi---mustahil mereka tidak akan menganggapnya sebagai 'Iblis'. Lan Guan Zhi mungkin saat itu juga tidak akan berada dipihaknya lagi.
Xiao Shuxiang tidak pernah berbohong, apalagi dengan perasaannya sendiri. Dia takut mengajukan pertanyaan itu, dia khawatir mengungkap semuanya di depan semua orang, dia tidak akan bisa membayangkan bagaimana pandangan teman baiknya saat kebenaran ini terungkap.
Walau dia berani membunuh mereka semua, tetapi pasti akan meninggalkan bekas yang tidak bisa dia lupakan seumur hidup. Memikirkannya lebih jauh membuat dia merasa akan menjadi target kebencian banyak orang.
!?
Mendadak suara gedoran pintu terdengar. Xiao Shuxiang tersadar bahwa pikirannya sudah melayang terlalu jauh. Dia kini melihat bahwa Lan Guan Zhi telah membuka matanya dan benar-benar terkejut ketika tidak menyadari teman baiknya terbangun.
"Lan Zhi..!" Xiao Shuxiang segera mengambil jarak, dia berdiri dengan raut wajah yang tidak biasa, jelas bahwa dia tengah dalam keadaan gugup.
"Shuxiang, apa ada yang menganggu pikiranmu?" Lan Guan Zhi mengambil posisi duduk, dia bertanya dengan ekspresi wajah yang tenang.
"Aku.." Xiao Shuxiang tidak tahu harus bilang apa, dirinya tidak biasa berbohong. "Aku.. Memang memikirkan sesuatu. Tapi tidak mau memberitahukannya padamu,"
"…"
Lan Guan Zhi melihat tatapan mata temannya agak menunduk, dia lantas mengembuskan napas pelan. Tidak banyak orang yang sejujur Xiao Shuxiang, karena itulah dia menyukai teman baiknya.
"Tidak perlu katakan jika memang tidak bisa. Kau hanya perlu menjaga kesehatanmu, jangan memikirkan banyak hal yang rumit."
"…"
Xiao Shuxiang menatap teman baiknya, dia baru akan bicara saat suara gedoran pintu semakin menjadi dan membuat urat menegang di dahinya. Siapa pun yang ada di luar itu, sudah jelas merupakan seorang pengganggu.
"Lan Zhi, sebaiknya kau membersihkan dirimu. Aku sudah menyiapkan air mandimu sejak tadi. Aku harus mengurus sesuatu dulu.." Xiao Shuxiang berjalan ke arah pintu dan kembali melanjutkan ucapannya. ".. Kau bisa memakai pakaian apa pun di lemari sana, anggap saja kamar ini milikmu sendiri."
"…"
Lan Guan Zhi memperhatikan teman baiknya berjalan, dia pun baru sadar bahwa pakaiannya memang agak kotor--tidak elegan sama sekali. Dirinya lalu mulai turun dari tempat tidur dan berjalan ke arah lemari yang ditunjuk oleh teman baiknya.
Dia mengambil satu set pakaian di dalam sana dan kemudian melangkah ke arah sekat kayu. Teman baiknya sendiri terlihat mulai membuka segel yang memperkuat kunci pada pintu kamar ini.
!?
Yang menggedor-gedor pintu dan membuat ribut rupanya adalah Bocah Pengemis Gila. Melihat pria berpakaian hitam kemerahan itu membuat Xiao Shuxiang merasa kesal.
"Kau ini kenapa?! Menganggu saja," Xiao Shuxiang menyilangkan tangannya dan bersandar di bibir pintu, raut wajahnya jelas tidak senang.
Bocah Pengemis Gila jelas ingin mengomeli pemuda ini, tetapi justru dirinyalah yang mendapat jatah. Dia benar-benar tidak habis pikir ada orang seperti Xiao Shuxiang.
"Kau sangat keterlaluan..! Melemparku keluar begitu saja, bukannya meminta maaf, justru bersikap begitu. Bertindak kurang ajar juga ada batasnya Xiao Shuxiang, aku ini 'Seniormu'..!" Bocah Pengemis Gila bersungut-sungut, dia terlihat memanyunkan bibirnya.
Xiao Shuxiang terlihat tidak menggubris pria di hadapannya, dia lebih peduli pada pemilik kamar ini yang seharusnya tidak pergi begitu saja.
"Ke mana Yang Ni? Kau berhasil bicara padanya?"
!!
Bocah Pengemis Gila seperti mendengar suara debaman di dalam dadanya ketika Xiao Shuxiang membahas tentang pemuda yang sebelumnya bertabrakan dengannya.
Wajah tampan Bocah Pengemis Gila langsung berubah pucat, "Ini semua salahmu..! Kau mendorongku keluar bahkan aku harus menubruknya. Dia.. Langsung pergi begitu saja. Tapi raut wajahnya.. Sangat mengerikan."
?!
Xiao Shuxiang mengerutkan kening, Bocah Pengemis Gila terlihat tertunduk dengan ekspresi seperti baru bertemu hantu.
Pria di hadapannya menepuk-nepuk pelan mulutnya dan beberapa kali menggelengkan kepala, seolah tidak ingin mengingat kejadian memalukan itu.
***