XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
231 - Xiao Shuxiang III


Wyvern nampak mengelilingi Pohon Teratai Iblis, dia menggeram kuat hingga menghasilkan angin yang begitu kencang.


Ling Lang Tian membentuk segel pelindung dengan satu tangannya. Sementara Dai Chen menggunakan sepuluh akar menjalar miliknya untuk membuat perisai, sayang dia tidak dapat melindungi semua orang.


Keempat pilar atas melesat. Meng Yaoya menargetkan Bai Wu Dang karena kultivator yang mirip biksu itu dapat membuat segel pelindung pada tubuh kultivator dari jarak jauh.


Ming Mei memiliki kemampuan yang sama dengan Bai Wu Dang, dirinya tentu juga ditargetkan oleh pilar atas Scarlet Bayangan.


TRAANG!


"Ini sangat buruk, mustahil melawan monster besar itu,"


"Jika kau takut, sebaiknya pergi dari sini! Aku akan menghadapinya meskipun harus mati,"


Yi Wen membentak seorang kultivator dari sekte Aliran Hitam, dia berseru dan memanggil teman-temannya untuk berkumpul.


Jing Mi, Zhi Shu, dan yang lainnya melompat ke arah Yi Wen. Kondisi tubuh mereka penuh dengan luka sayatan, namun karena mengkonsumsi pil milik Xiao Shuxiang, maka dengan cepat luka-luka mereka kembali pulih.


"Saudara Xiao terkena serangan Lan Gaozu, aku tidak menyangka itu bisa terjadi,"


"Jangan memikirkannya. Tidak perlu pedulikan Saudara Xiao, aku yakin dia akan baik-baik saja. Saudara kita tidak selemah itu sampai harus di khawatirkan,"


Bao Yu dan Feng Ying mengangguk setelah mendengar ucapan Yi Wen, gadis berambut pendek ini terlihat sangat percaya pada kemampuan Xiao Shuxiang.


"Kau benar, Saudaraku tidak selemah itu. Kita ulur waktu sampai Saudara Xiao pulih kembali,"


Jing Mi dan ketujuh saudaranya menatap ke arah Wyvern, naga tersebut begitu angkuh berdiri di atas Pohon Teratai Iblis yang besar sambil melihat peperangan ini.


Mereka memfokuskan diri untuk menyerap Qi alam secara langsung. Praktik Jing Mi serta saudara-saudaranya meningkat dan baru berhenti setelah mereka mencapai Master Foundation Tingkat Emas Putih.


!!


Munculnya Wyvern membuat Tianqi Mao dan Shuai Niao merasakan tekanan pada tubuh mereka. Semua Demonic Beast yang masih hidup juga merasakannya. Bagi mereka, kemunculan Wyvern bukanlah kabar baik meski sama-sama Demonic Beast.


Satu dari lima buah Cermin Pemindah memudar, Tianqi Mao dapat melihat sepuluh orang yang dia tugaskan membentuk cermin tersebut mulai diambang batas. Padahal masih banyak orang yang harus mereka selamatkan.


Hu Li terlihat diantara murid junior Sekte Kupu-Kupu, dia tidak ikut berperang karena memiliki tugas menjaga saudara seperguruan tuannya.


Ada perasaan yang mengatakan tuannya dalam bahaya, namun dia seperti Yi Wen, yakni percaya bahwa tuannya pasti akan baik-baik saja.


Tianqi Mao sendiri nampak lebih fokus pada segel pelindung yang menyelimuti kediamannya, namun dirinya perlahan membagi fokusnya untuk membuat Cermin Pemindah di tempat lain.


Bisa dibilang, Cermin Pemindah miliknya terhubung dengan segel cermin milik Xiao Shuxiang. Ada tiga lokasi dimana Cermin Pemindah muncul, itu adalah wilayah Tanah Batu, kediaman Shuai Niao, dan tempat Ping Gou berada.


Tianqi Mao dibantu oleh Hu Li, Hun Fung, dan seorang murid Sekte Tengkorak Darah. Ketiga orang ini masuk ke dalam Cermin Pemindah dan muncul di tiga lokasi yang berbeda.


Mereka lalu mengajak semua orang di lokasi yang mereka tuju untuk pergi ke tempat Tianqi Mao.


Hu Li muncul di Tanah Batu, para warga ternyata berkumpul di pinggiran kota bersama Nie Shang. Tanah yang bergetar membuat mereka takut berada dalam rumah.


Tanah Batu juga diselimuti awan gelap, namun tidak ada hujan deras yang turun seperti di tiga Kekaisaran saat ini. Gemuruh petir juga tidak ada, itu hanya nampak dari kejauhan, jadi bisa dibilang.. Tanah Batu cukup aman oleh hujan dan petir.


Satu-satunya yang jadi masalah adalah goncangan pada tanah yang mereka pijak. Kerasnya tanah tidak menjamin mereka selamat dari serangan nyasar yang mungkin saja datang.


"Hu Li?!"


Nie Shang dan warga Tanah Batu merasa senang saat melihat Hu Li. Padahal awalnya, mereka menganggap telah dilupakan.


Hu Li hanya menjelaskan secara singkat, dia lalu mengajak Nie Shang serta para warga untuk masuk ke dalam Cermin Pemindah.


Tidak hanya Nie Shang yang merasa dilupakan, tetapi Ping Gou juga demikian. Demonic Beast berwujud tikus tersebut sudah sangat cemas, syukurlah Hun Fung datang dan mengajaknya untuk mengungsi.


Ping Gou mengajak Demonic Beast yang lain, mereka harus pergi dari Gunung Induk bila masih ingin hidup.


Kemunculan Demonic Beast di kediaman Tianqi Mao membuat semua manusia terkejut, tetapi perlahan mereka mulai bisa menerimanya.


BLAAR!


Gemuruh petir semakin keras, pertarungan lebih panas dari sebelumnya. Ling Lang Tian tidak dapat membawa Xiao Shuxiang ke tempat Zhou Yan untuk diobati, sebab Alkemis tersebut sedang bertarung dengan pilar atas Scarlet Bayangan, Zhe Eryu.


TRAANG!


Ling Lang Tian hanya dapat menangkis serangan yang datang dengan segel pelindungnya, dia tidak dapat bergerak karena harus menopang tubuh Xiao Shuxiang.


"Kau jangan tidur,"


Ling Lang Tian merasakan tubuh Xiao Shuxiang semakin dingin, dan itu diperparah dengan derasnya hujan.


"Kau merepotkan. Kenapa tidak mati saja,"


"Aku.. Juga inginnya begitu,"


Ling Lang Tian sebenarnya mengajak Xiao Shuxiang untuk terus bicara agar pemuda ini tidak sampai tertidur. Hanya saja ucapannya terlalu dingin dan ketus, tidak sesuai dengan matanya yang mengandung kekhawatiran.


Saat menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Benua Timur, Ling Lang Tian sepanjang perjalanannya selalu mendengar tentang Sang Bintang Penghancur.


Entah dari anak-anak yang sedang bermain peran sampai para pedagang, kisah Sang Bintang Penghancur adalah informasi pertama yang Ling Lang Tian ketahui.


Belum lagi tentang fakta bahwa banyak anak-anak kecil memiliki nama yang mirip dengan Sang Bintang Penghancur. Dalam perjalanannya, tidak jarang dia juga mendengar nama tersebut dipakai oleh beberapa kultivator di tiga Aliran.


Dia yakin, seseorang bisa saja menjadi gila bila terus dihantui oleh nama itu. Benua Timur benar-benar berbeda dengan tempat tinggalnya.


TRAANG!


"Bukannya kau punya gelar yang sangat hebat? Tapi kau malah terlihat lemah, hmph payah."


Xiao Shuxiang sebenarnya ingin memukul Ling Lang Tian sekarang dan mengumpati kakak dari Kucing Putih habis-habisan, namun kondisi fisiknya tidak dalam keadaan baik.


"Kau tidak.. Tahu saja.. Rasanya.. saat nyawamu ditarik keluar,"


!!


Ling Lang Tian terkejut saat Xiao Shuxiang lagi-lagi memuntahkan darah, pemuda ini terus menahan diri untuk tidak sampai mengerang kesakitan.


Ling Lang Tian tidak tahu harus melakukan apa, Xiao Shuxiang akan mati bila darah di perutnya dan luka dalamnya tidak segera diobati. Masalahnya, tubuh pemuda yang sering mengganggu adiknya ini menolak Qi miliknya.


Xiao Shuxiang dengan suara pelan dan nampak terputus-putus mengatakan bahwa darah serta Qi miliknya berbeda dengan para kultivator serta manusia pada umumnya.


".. Kau.. Hah.. Bertahanlah sebisamu.."


"Itu yang sedang kulakukan sekarang,"


Ling Lang Tian menggunakan Qi miliknya untuk mendorong mundur beberapa kultivator yang dikendalikan, dia juga harus menahan petir yang dialamatkan pada dirinya.


TRAANG!


Ling Lang Tian seketika mengingat tentang pil yang dia dapatkan saat menjelajah sebuah makam kuno, dirinya meninggalkan dua butir pada adiknya dan satu lagi masih ada padanya.


Entah pil itu efektif atau tidak, dia rasa perlu mencobanya. Sepertinya Ling Lang Tian tidak mengetahui bahwa pil tersebut adalah buatan Xiao Shuxiang sendiri.


Dia menyuruh Xiao Shuxiang untuk menelan Pil Napas Naga, tetapi pemuda tersebut berkata bahwa Ling Lang Tian lebih membutuhkannya.


"Kau jangan konyol. Jadi cepat buka mulutmu,"


Xiao Shuxiang menatap Ling Lang Tian sejenak sebelum memakan pil di tangan kakak dari Ling Qing Zhu.


Dari tatapan matanya, Xiao Shuxiang seperti ingin mengatakan Pil Napas Naga merupakan buatannya, dialah yang telah menukar Seruling Giok Putih dengan pil tersebut.


!!


Salah satu serangan dari Zhe Eryu mengarah pada Ling Lang Tian dan Xiao Shuxiang. Serangan ini termasuk besar, segel pelindung Ling Lang Tian bahkan pecah, beruntung sebuah pedang melesat cepat dan menangkis serangan itu.


TRAANG!


Tap


Seorang pemuda yang tak lain adalah Lan Guan Zhi sekaligus pemilik dari pedang tua tersebut menapakkan kakinya di tempat Xiao Shuxiang dan Ling Lang Tian berada.


!


Saat Lan Guan Zhi melesat cepat dari Sekte Pedang Langit menuju tempat ini sebelumnya.. Perasaannya sudah mulai tidak enak.


Dan kemunculan Naga Wyvern serta Xiao Shuxiang yang terluka parah membuktikan perasaan tidak mengenakkannya itu.


"Shuxiang,"


"Lan Zhi.. Kau terlalu.. Lama,"


Xiao Shuxiang memuntahkan darah, dia jelas sudah hampir diambang batasnya. Ling Lang Tian meminta Lan Guan Zhi untuk membawa Xiao Shuxiang ke tempat yang aman, sementara dirinya akan menghadapi Naga Wyvern tersebut.


Lan Guan Zhi mengangguk, dia menarik pedang yang tertancap sebelumnya dan menyarungkannya kembali.


Dia menyimpan pedang tersebut bersama Yīng xióng di dalam Gelang semesta. Lan Guan Zhi lalu menggendong Xiao Shuxiang di punggungnya.


Alasan mengapa Ling Lang Tian memilih Lan Guan Zhi untuk membawa Xiao Shuxiang pergi adalah karena dialah yang bisa mengulur waktu lebih lama dengan melawan Wyvern.


Praktik Ling Lang Tian jelas berada di atas Lan Guan Zhi dan mungkin saja melebihi Zhou Yan. Apalagi dirinya sampai sekarang belum memakai kekuatan yang tersegel di dahinya.


Lan Guan Zhi meminta Ling Lang Tian untuk berhati-hati, dirinya juga akan segera kembali.


Setelah Lan Guan Zhi membawa pergi Xiao Shuxiang, Ling Lang Tian mulai menarik napas sejenak dan menargetkan salah satu pilar atas Scarlet Bayangan.


Detik berikutnya Ling Lang Tian melesat, terlihat seperti selendang putih yang melengkung disertai asap kehitaman.


Tubuhnya baru nampak jelas saat cakaran tangannya melukai Tu Liao hingga pilar atas Scarlet Bayangan yang memakai kuas sebagai senjatanya terpental sampai menghantam tanah.


BAAAM!


Serangan dari Ling Lang Tian begitu keras. Dia selama ini menahan kekuatannya karena manusia yang dia lawan sebelumnya dikendalikan, tetapi sekarang berbeda.


"Jika ini hanya tentang Benua kalian, aku tidak akan pernah mau terlibat.."


Kehadiran Wyvern membuat Ling Lang Tian mengkhawatirkan Benua Tengah. Apa jadinya bila makhluk tersebut berhasil mencapai tujuannya! Satu hal yang pasti adalah akan terjadi kekacauan besar-besaran.


Ling Lang Tian tidak membiarkan Tu Liao menarik napas, dia kembali menyerang gadis tersebut, kali ini dengan kepalan tangan yang dialiri Qi miliknya.


BAAAM!


Kekuatan Ling Lang Tian benar-benar besar, bahkan peperangan sempat terhenti karenanya. Wyvern yang masih tegak berdiri di atas Pohon Teratai Bulan juga melirik ke asal dari debaman keras tadi.


Hanya sekali lompatan dengan sedikit tenaga dari Wyvern sudah membuat tanah bergetar bahkan sampai retak.


Ling Lang Tian tanpa bantuan pedang terbang langsung melayang di udara dan mengambil jarak dari Demonic Beast besar tersebut.


"Kau sepertinya memiliki kekuatan yang setara dengan Sang Bintang Penghancur.. Ini bagus, jadi aku hanya perlu kau dan Zhou Yan untuk membuka gerbang dunia kaumku,"


Wyvern menggunakan pikirannya untuk berbicara dengan Ling Lang Tian. Dia lalu tersenyum sambil memperlihatkan gigi tajamnya yang mengerikan.


"Kau bukan apa-apa selain binatang yang rendah,"


Ling Lang Tian menghilang, hawa keberadaannya sama sekali tidak dapat dirasakan Wyvern.


BLAAAR!


Lima petir langsung menyerang Wyvern secara sekaligus, namun tubuh Demonic Beast tersebut sama sekali tidak mengalami luka apapun. Wyvern langsung melesat menembus awan, cahaya matahari dapat terlihat, tetapi perlahan kembali ditutupi oleh kegelapan.


Petir barusan tidak lain dibuat oleh Ling Lang Tian dengan menggunakan senjata milik Tu Liao. Kakak dari Ling Qing Zhu ini mempunyai kemampuan menyerap Qi lawan dan menyatukannya dengan miliknya sendiri.


Senjata Tu Liao berupa kuas terbuat dari Qi yang dipadatkan, sebuah bakat langka dan hanya dapat dilakukan oleh orang tertentu saja.


Namun, Ling Lang Tian jelas adalah pemuda berbakat dari Benua Tengah. Kemampuannya berada jauh diatas adiknya, dia cerdas dan meremehkannya sama saja mengundang kematian.


Ling Lang Tian memilih bertarung diatas awan agar dirinya dapat berkonsentrasi penuh. Dia yakin para kultivator di bawah sana dapat menahan bila ada serangan nyasar dari pertarungannya dengan Wyvern.


Meski dirinya percaya pada kemampuannya, tetapi bukan berarti Ling Lang Tian tidak membutuhkan bantuan. Dia sebisa mungkin mengulur waktu, sampai bantuan tersebut datang dan harus benar-benar datang.


BLAAAR!


BAAAM!


Lan Guan Zhi dapat mendengar suara gemuruh petir serta debaman yang keras. Dia terus melesat dan mencari tempat aman bagi pemuda yang dia gendong ini.


Beberapa kali dia menegur Xiao Shuxiang untuk tidak sampai tertidur apalagi memejamkan mata. Kondisi temannya akan semakin memburuk jika berani tidur, kemungkinan lainnya Xiao Shuxiang bisa kehilangan nyawa.


"Shuxiang, kau mendengarku? Jangan tidur,"


!


Lan Guan Zhi terkejut saat tidak lagi merasakan detak jantung temannya. Dia langsung melesat turun dan menapakkan kakinya di depan salah satu pohon yang tidak jauh dari bibir sungai.


Lan Guan Zhi dengan hati-hati menurunkan temannya, dia membaringkan Xiao Shuxiang di bawah pohon dan mulai memeriksa kondisi pemuda tersebut.


!!


Seluruh aliran darah Xiao Shuxiang terhenti, Qi temannya ini bahkan tidak terasa, Api jiwanya meredup secara cepat. Lan Guan Zhi terus memanggil nama Xiao Shuxiang sambil sesekali menepuk pelan pipi temannya.


Lan Guan Zhi seperti merasakan waktu berhenti saat memegang tangan temannya yang sangat dingin. Tidak adanya respon dari Xiao Shuxiang membuatnya takut.


"Shuxiang? … Xiang'Er? … Xiang'Er..!"


Sebuah kesimpulan menakutkan terlintas di pikiran Lan Guan Zhi dengan kondisi temannya yang sekarang. Tubuh Xiao Shuxiang sudah mati dan api jiwa pemuda ini telah redup.


"Xiang'Er..?"


Tatapan mata Lan Guan Zhi nampak sangat sendu, wajahnya memperlihatkan penyesalan mendalam. Tidak ada yang bisa dia lakukan untuk menolong temannya, padahal dahulu Xiao Shuxiang pernah menyelamatkannya dari kematian.


Hujan sangat deras, tidak diketahui apakah air yang membasahi wajah Lan Guan Zhi bercampur air mata atau bukan, namun dari tatapannya.. Jelas mengandung kesedihan.


!!


Lan Xiao yang berada di tengah pertempuran mendadak menggeram keras dan menghentak-hentakkan kakinya di tanah.


Pola di tubuhnya bersinar terang dan matanya berubah warna menjadi merah. Bulu di pinggiran mulut Lan Xiao mendadak berwarna hitam saat Harimau Bulan tersebut memperlihatkan gigi-gigi tajamnya.


!!


Seluruh kultivator merasakan ada aliran Qi murni bercampur petir kecil di tanah yang mereka pijak. Mereka terkejut saat luka-luka di tubuh mereka menghilang, digantikan dengan tenaga yang besar.


GRRAAOOR!


Lan Xiao kembali menggeram, dia melesat menembus awan dan tepat menyerang Wyvern yang sedang bertarung dengan Ling Lang Tian.


Wajah Lan Xiao terlihat marah. Dia pikir Xiao Shuxiang baik-baik saja sebab kekuatan Alkemis yang dianggapnya ibu itu masih ada di tempat ini.


Namun ternyata Lan Xiao salah. Kekuatan Xiao Shuxiang masih dirinya rasakan sebab Dantian Berakar Alkemis itu berada di dalam tubuh Wyvern.


Dia baru sadar terjadi sesuatu yang buruk pada Xiao Shuxiang saat jantungnya mendadak sakit seperti dihantam batu besar.


Sama seperti Harimau Bulan, Lan Guan Zhi juga merasakannya. Dia terus memanggil nama temannya dan berusaha mengalirkan Qi miliknya untuk mengobati luka dalam pemuda ini tetapi malah ditolak.


***