
Xiao Shuxiang bisa menggerakkan tubuhnya kembali. Dia lalu menatap remeh kultivator Sekte Serigala Iblis sambil memasang ekspresi wajah yang angkuh.
"Tadinya aku mau ikut denganmu, tapi setelah kupikirkan lagi... aku lebih baik pergi ke sana sendiri..."
Xiao Shuxiang memegang erat pedangnya, "Belum waktunya untukku pulang. Selain itu, aku masih ingin menebas leher kultivator yang tadi menyerangku."
Xiao Jing sedikit bingung dengan ucapan anak laki-laki di depannya. Namun satu hal yang dia tahu.. anak ini menolak untuk ikut bersamanya.
"Mau atau tidak, aku akan tetap membawamu. Kalau kau memberontak, aku akan menebas lehermu!"
"Justru aku yang akan menebasmu!"
Xiao Shuxiang dan kultivator Sekte Serigala Iblis itu melesat secara bersamaan, tiba di pertengahan pedang mereka berbenturan dengan keras.
Xiao Shuxiang merasakan tangannya keram, dia terdorong mundur akibat serangan kultivator Sekte Serigala Iblis. Nyalinya terlalu besar untuk melawan orang yang memiliki tingkat praktik jauh di atasnya.
Xiao Shuxiang menggertakkan gigi, namun bukan karena marah, melainkan dia merasa sangat bersemangat. Dia menyukai pertarungan di mana nyawa adalah taruhannya.
"Aaah... betapa menyenangkan. Meskipun nanti aku tidak bisa bergerak, tapi aku harus bisa menebas lehernya!"
Xiao Shuxiang mengatur napasnya, dia kembali melesat dan saling bertukar serangan dengan kultivator Sekte Serigala Iblis. Gerakannya begitu gesit dan terarah, kali ini dirinya tidak gegabah seperti tadi.
Traang! Traang!
Sambil terus bertukar serangan, Xiao Shuxiang memikirkan cara untuk bisa unggul dari lawannya. Sebab jika terus begini, dia hanya akan lelah sendiri dan kemungkinan kalah.
Xiao Jing tersentak saat melihat gerakan anak kecil di depannya yang begitu aneh, "Teknik berpedang apa yang digunakan bocah ini?!"
Traang!
Gerakan Xiao Shuxiang yang begitu rendah membuat kultivator Sekte Serigala Iblis kewalahan menangkis dan memberi serangan balik kepadanya.
"Bodohnya, kenapa dia tidak mengeluarkan Aura Pembunuh...? Hah, Terima kasih karena sudah meremehkan Xiao Shuxiang!!"
Ucapan Xiao Shuxiang benar, dia pasti akan langsung kalah saat kultivator Sekte Serigala Iblis mengeluarkan Aura Pembunuh miliknya. Meremehkan anak sepertinya adalah tindakan paling bodoh yang pernah ada!
Xiao Shuxiang meniru gerakan berpedang Jing Mi. Sebenarnya dia tidak suka meniru teknik pedang orang lain. Tetapi dengan kondisinya sekarang, hanya teknik pedang Jing Mi yang terpikirkan olehnya.
SAAASH
!!
"Hei?! Kau Menyerang Apa, Hah?!" Xiao Jing melompat mundur, dia terkejut saat Xiao Shuxiang hampir menebas 'masa depannya'.
"Tentu saja menyerangmu! Kau tidak lihat tubuh kecilku ini...?"
Xiao Shuxiang dengan wajah dan tatapan polos miliknya berkata kembali, "Aku melakukan serangan sesuai kemampuanku. Bukan salahku jika yang terpikirkan sebagai target serangan adalah 'adik kecil'-mu"
Traang!
Xiao Shuxiang kembali melesat, dia merasakan pedang di tangannya mulai rapuh. "Sebelum pedang ini berubah menjadi debu, aku harus bisa merebut pedangnya!!"
Xiao Shuxiang mengalirkan Qi kembali pada pedangnya, dia kali ini menggunakan Teknik Pernapasan Air.
"Sshhh... Aliran Keempat, Tebasan Pemisah Air!!"
BAAM!
Kultivator Sekte Serigala Iblis segera melompat bersamaan dengan pedang Xiao Shuxiang menghantam tanah.Terlihat, tanah yang tersentuh pedang Xiao Shuxiang menjadi retak.
Xiao Shuxiang kembali melesat, dia tidak mau membiarkan kultivator Sekte Serigala Iblis dapat menyerang balik. Dia melompat dan mengayungkan pedangnya tepat diatas kepala Sang Kultivator.
"Aliran Kedua, Roda Air Mendatar!"
TRAANG!
"Sialan kau...!" Kultivator Sekte Serigala Iblis menangkis serangan Xiao Shuxiang, wajahnya terlihat terkejut sebab anak di depannya menjadi agresif menyerang.
Xiao Shuxiang dengan cepat menggunakan kakinya untuk menendang Sang Kultivator. Dirinya tidak akan berhenti memberikan serangan.
"Aliran Pertama, Tebasan Permukaan Air!!"
TRAANG!
Xiao Jing menggertakkan gigi, "Tidak kusangka bisa dipojokkan sampai seperti ini oleh seorang bocah. Apalagi jelas-jelas bahwa praktik anak ini hanya berada di Forging Qi tingkat satu. Sialan!"
"Aliran Keempat, Tebasan Pemisah Air!"
BAAM!
Kultivator Sekte Serigala Iblis secara tidak sadar terus menangkis serangan Xiao Shuxiang sambil melompat mundur. Namun semakin dia mundur, Xiao Shuxiang akan semakin maju dan berusaha memperpendek jarak di antara mereka.
"Aliran Keempat, Tebasan Pemisah Air!!"
"Aliran Kedua, Roda Air Mendatar!!"
"Aliran Kelima, Aku Lupa Namanya...! Rasakan Ini!!"
BAAAAM!!
"AAKH! Da-Dasar bocah tengik!?"
Kultivator Sekte Serigala Iblis terkena serangan Xiao Shuxiang tepat di lengan dan juga tangan yang memegang pedang.
Jatuhnya pedang Xiao Jing karena serangan anak kecil berusia 7 tahun, membuatnya begitu marah.
Xiao Shuxiang menyadari itu, saat pedang Sang Kultivator terjatuh... dia segera mengambilnya, bersamaan dengan pedangnya sendiri yang berubah menjadi debu.
Jarak Xiao Shuxiang dan lawannya tinggal tiga langkah, ini semakin membuatnya bersemangat.
Xio Jing begitu marah karena mendapat luka dari seorang bocah lemah, apalagi saat bocah tersebut berhasil membuatnya menjatuhkan pedang.
Dia mengepalkan erat kedua tangannya dan menatap nyalang ke arah Xiao Shuxiang.
"Gawat, dia akan mengeluarkan Aura Pembunuh!"
Xiao Shuxiang dengan seluruh kekuatan miliknya sekarang, mengalirkan Qi pada pedang yang direbutnya. Dia segera melesat kearah Sang Kultivator sebelum kultivator itu benar-benar mengeluarkan aura pembunuhnya.
CRAASH
AAK!
Bruuk
Xiao Shuxiang terjatuh dengan posisi lutut kanannya menyentuh tanah. Dia menopang tubuhnya dengan pedang agar tidak sampai ambruk ketanah.
Tug
Sesuatu menyentuh pelan pedangnya. "Hah, hah... Akhirnya..." Xiao Shuxiang tersenyum sambil berusaha mengatur napas. Dia menoleh ke belakang dan melihat tubuh kultivator Sekte Serigala Iblis yang sudah terbujur kaku tanpa kepala.
Xiao Shuxiang bisa melihat kepala Sang Kultivator yang berada di samping pedangnya, wajah Kultivator itu nampak sangat terkejut. Sayangnya, dia sudah tidak bisa mengatakan apa pun lagi kepada Xiao Shuxiang.
Tenaga Xiao Shuxiang terkuras habis, pandangannya mulai mengabur. Dalam hati dia merutuk karena hanya bertarung seperti ini saja dan staminanya sudah tidak ada.
Xiao Shuxiang berusaha berdiri, dengan langkah berat dan tubuh sempoyongan, dia berjalan meninggalkan kepala dan tubuh Sang Kultivator.
"Hah, Aku.. hah.. Aku harus cari tempat yang nyaman.. hah.. untuk pingsan.."
Xiao Shuxiang sebisa mungkin menarik tubuhnya ke sebuah pohon, dia bisa melihat semak-semak yang menurutnya cocok sebagai tempat untuk tidur dan mengumpulkan tenaga kembali.
bruuk
Xia Shuxiang langsung ambruk saat sudah berada ditujuannya. Xiao Shuxiang tersenyum tipis, "Aah.. aku akhirnya bisa bermimpi indah.."
Di tempat lain, para kultivator masih bertarung di dalam kepulan asap. Yuen Liang terlihat berkeringatan dengan wajah sedikit pucat, dia terus mengipas asap tebal untuk membantu para kultivator melihat lawan.
Namun kepulan asap itu hanya menipis selama tiga tarikan napas, dan mulai menebal kembali.
Traang!
Traang!
Sementara di dalam kepulan tersebut, para kultivator dari berbagai sekte terus bertarung tanpa henti. Entah dengan siapa mereka saling menyerang, asalkan serangan pedang datang.. pasti mereka akan menangkisnya dan menyerang balik.
Salah satu sisi dalam kepulan asap, terlihat anggota dari Scarlet Bayangan, Xing Dou. Dia melawan kultivator dari sekte lain, dan mengarahkannya untuk bertarung dengan kultivator lainnya.
Tidak hanya Xing Dou, tetapi rekannya Zi Lin juga sekilas terlihat dari kepulan asap itu. Sama seperti Xing Dou, Zi Lin menyerang kultivator dari sekte lain dan mengarahkannya untuk menyerang kawannya sendiri.
Xing Dou dan Zi Lin juga dibantu oleh kedua junior mereka. Dari cara kultivator Scarlet Bayangan bertarung, bisa dipastikan mereka berada dipihak Sekte Serigala Iblis.
Apalagi sedikit terlihat saat kedua junior Xing Dou dan Zi Lin bertarung, mereka berdua menjatuhkan sebuah bola-bola berukuran kecil yang bisa mengeluarkan asap tebal.
Traang!
Traang!
"Senior..!" Lie Kai melompat kearah Xing Dou, dia lalu berkata bahwa bola asapnya sudah tidak ada lagi.
"Begitu, efek Bunga Karang juga hampir habis. Kau beritahu saudara seperguruanmu untuk berkumpul sekarang,"
"Baik Senior."
Xing Dou melompat kearah Zi Lin, dengan aroma Bunga Karang.. Xing Dou bisa dengan mudah menemukan rekannya. Dia lalu berkata, "Sudah saatnya kita pergi. Aku merasa sepertinya kultivator Sekte Serigala Iblis sudah berhasil menculik anak itu,"
"Baiklah, ayo pergi..!"
Traang! Traang!
Xing Dou, Zi Lin dan kedua junior mereka segera melesat keluar dari kepulan asap sambil sesekali menyerang kultivator sekte lain.
Di luar tempat turnamen, Jing Mi, Xiao Lu, dan para peserta yang berhasil diselamatkan sedang menunggu wali mereka. Beberapa dari peserta ada yang sangat ingin masuk dan membantu wali mereka untuk bertarung, namun teman-temannya yang lain berusaha menghentikannya.
"Kuharap Kakek baik-baik saja," Xiao Lu khawatir dengan keselamatan Yang Shu, "Sudah sejak tadi aku menunggu, tapi murid Sekte Bunga Lotus tidak pernah membawa kakek keluar dari tempat turnamen. Aku benar-benar khawatir,"
"Tenang 'Kakak Lu Yang Cantik', aku yakin tetua a-Astagaa! Saudara Xuan Masih Di Dalam!!" Jing Mi terlonjat kaget, dia baru ingat dengan Qi Xuan.
Xiao Lu juga sama kagetnya, dia masih belum melihat Qi Xuan sejak saudara seperguruannya itu memenangkan pertarungan.
Jing Mi dan Xiao Lu segera berlari untuk menyelamatkan Qi Xuan yang dianggap masih berada di dalam kepulan asap, namun Zong Ming dan Ying Liu segera menarik dan menghentikan keduanya.
"Di dalam tidak aman, aku yakin Saudara Xuan baik-baik saja..!" ucap Zong Ming berusaha menyakinkan Jing Mi.
Ying Liu juga berusaha menyakinkan Xiao Lu, "Sebaiknya kalian menunggu di sini. Seorang senior pasti menyelamatkannya,"
"Ta-tapi... Qi Xu-!! XIAO'ER KE MANA?!" Xiao Lu seketika berteriak dan itu membuat semua peserta turnamen yang ada didekatnya kaget.
Jing Mi, Zong Ming, dan Ying Liu terbelalak saat mendengar Xiao Lu mencari Xiao Shuxiang. Mereka berempat baru menyadari bahwa selain Qi Xuan, Xiao Shuxiang juga tidak ada bersama mereka.
"SAUDARA XIAO?!"
"SAUDARAKU..?!"
"ADIK KESAYANGANKU?!"
Zong Ming, Ying Liu, Jing Mi, dan Xiao Lu mulai mencari keberadaan Xiao Shuxiang di antara peserta turnamen, sayangnya Xiao Shuxiang tidak mereka temukan.
Xiao Lu semakin khawatir, dia takut jika sesuatu terjadi kepada adiknya. "A-apa Xiao'Er masih di dalam?!"
Xiao Lu melihat ke arah gerbang turnamen yang terbuka, nampak kepulan asap tebal yang mengganggu penglihatannya.
Xiao Lu mulai berlari masuk, dia berusaha dihentikan oleh peserta lain dan juga Zong Ming, namun dia segera menepis tangan mereka dan berkata bahwa dia tidak ingin dihalangi.
"Hei! Kau Jangan Masuk Ke sana!"
Seorang murid Sekte Bunga Lotus seketika memegang erat pundak kanan Xiao Lu, dia berusaha menghentikan anak perempuan ini untuk tidak masuk ke dalam bahaya.
"Jangan Halangi Aku!!"
Xiao Lu mencengkeram kuat pergelangan tangan murid Sekte Bunga Lotus dengan kedua tangannya, Qi memadat di tangan dan seluruh tubuhnya.
Detik berikutnya, Xiao Lu membanting murid Sekte Bunga Lotus hingga terdengar benturan keras di tanah. Semua peserta yang melihat tindakan Xiao Lu melebarkan mata dan mulut mereka, termasuk Zong Ming, Ying Liu, dan Jing Mi.
Xiao Lu seakan tidak peduli, dia segera berlari masuk menuju gerbang turnamen. Namun langkahnya berhenti saat seorang kultivator Sekte Serigala Iblis tiba-tiba melesat sambil mengayungkan pedangnya.
Xiao Lu dengan mata yang berarir menarik pedang pedangnya dan langsung mengalirkan Qi pada pedang yang berada di tangan kirinya.
"Xiao'Er... Adik kesayanganku. Aku harus menyelamatkan Xiao'Er."
Dia melesat tanpa takut sedikit pun, kultivator Sekte Serigala Iblis juga mengalirkan Qi pada pedangnya dan melesat maju.
CRAAASH
Tug
Kultivator Sekte Serigala Iblis tersenyum lebar saat melihat wajah anak perempuan asing di depannya mengeluarkan air mata.
***
-
-
Catatan Penulis :
Waah, terima kasih sudah berjuang bersama kami sampai di Episode kali ini. ( ´ ▽ ` )ノ
Jangan lupa untuk meninggalkan 'Like' sebagai bentuk dukungan kalian pada karya ini. Like itu gratis ya. (⌒▽⌒)
Dan bagi yang tidak suka, tolong untuk tidak menganggu. Penulis tidak pernah memberi paksaan pada kalian untuk menyukai karya kami.
Terima kasih sekali lagi karena sudah mau mampir. Apalagi teman-teman yang dengan setulus hati membantu kami mempromosikan karya ini. Kami sekarang bisa lebih fokus menulis karena mendapat bantuan kalian mencari banyak pembaca. Arigatou... Dasha begitu terharu (ʃ⌣́,⌣́ƪ) Padahal ini tulisan pertama kami yang punya banyak kekurangan.
Dan untuk pembaca baru, mari bantu Dasha juga. Jika kalian suka, ayo kenalkan Xiao Shuxiang pada teman-teman kalian. Ditunggu kedatangannya! Sampai jumpa lagi di Episode berikutnya!(⌒▽⌒)//