XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
477 - Qian Kun III [Revisi]


Qian Kun bertatapan mata dengan Xiao Shuxiang dan tidak habis pikir pemuda di hadapannya mulai memiliki kelemahan hati layaknya manusia.


Dia pun mengembuskan napas sambil menggeleng pelan, "Melihat reaksimu ini .... Kau sepertinya benar-benar menaruh perhatian pada gadis itu,"


"Aku memang menaruh perhatian padanya, tapi Kucing Putih bukanlah kelemahanku." Xiao Shuxiang membalas ucapan sosok di hadapannya dengan penuh kesungguhan, sorot matanya pun tidak pernah berubah.


Xiao Shuxiang, "Sebagai seorang istri, dia harusnya tahu risiko dari menjalin pernikahan dengan Xiao Shuxiang, termasuk bahwa risiko itu bukan hanya persoalan kematian. Justru yang patut merasa waspada sekarang ini adalah orang yang kau maksud itu. Karena jika sampai aku bebas dari sini, dialah yang pertama kali akan kucari."


"Hmph, kau tidak akan menemukannya di tempat ini. Gong Zitao ada di Benua Tengah dan mungkin sekarang .... Kucing Putihmu telah menjadi miliknya."


!!


Xiao Shuxiang seperti mendengar suara gemuruh saat Qian Kun menyebutkan nama orang yang menculik Kucing Putihnya. Pria bertopeng rubah ini mengatakannya dengan tenang dan tanpa beban sama sekali, bahkan.... Rasa-rasanya sosok tersebut seolah tidak sadar menyebutkan nama 'Gong Zitao'.


"Ah, apa aku tadi keceplosan? Anggap saja kau tidak mendengarnya."


"Qian Kun..! Kau pasti bercanda? Gong Zitao .... Gong Zitao bukannya murid Sekte Pagoda Langit? Dia saudara seperguruan Kucing Putih, bagaimana bisa nama itu ada dalam--!! Jangan bilang kalau kalian selama ini sudah--"


"Benar. Dia salah satu anggota Scarlet Darah dan merupakan pion yang cukup berguna. Kau terlihat begitu terkejut, apa kau tidak menduga ini?"


!!


Tentu saja tidak terduga! Xiao Shuxiang ingin sekali berseru demikian, dia tidak habis pikir bisa ada pengkhianat di antara murid-murid Sekte Pagoda Langit. Ini jadi mengingatkannya tentang Lan Gaozu.


"Hah, kau luar biasa. Aku kagum dengan bakatmu yang mampu memanfaatkan mereka dengan begitu sempurna, bahkan sampai membuatku tidak menyadarinya." nada suara Xiao Shuxiang terdengar seperti ledekan.


Qian Kun membalas dengan sebuah dengusan, dia berkata. "Kau akan lebih terkejut saat tahu ada anggota Scarlet Darah di antara murid Sekte Kupu-Kupu."


"Qian Kun, kau!"


Tidak seperti sebelumnya, kali ini Qian Kun tidak mengatakan identitas orang itu, dia ingin pemuda yang sedang terikat ini semakin gelisah hingga mencurigai saudara seperguruannya sendiri.


"Manusia itu makhluk yang serakah, Shuxiang. Aku hanya memanfaatkan keserakahan mereka dan lihatlah..! Kekacauan yang dapat kubuat."


!?


Hanya satu jentikan jari, sekitar lima belas Cermin Pemindah berbagai ukuran muncul dan melayang di udara. Cermin-cermin itu memperlihatkan kekacauan di berbagai tempat yang ada di Benua Timur, termasuk Benua Tengah.


Xiao Shuxiang tidak bisa menahan keterkejutannya pada dua hal. Pertama adalah kemampuan Qian Kun dengan Cermin Pemindah dan yang kedua ialah fakta bahwa sosok tersebut merupakan pengendali alur permainan ini.


!!


Xiao Shuxiang bisa melihat Nie Shang yang tengah dilindungi oleh Ling Lang Tian. Dia juga melihat pertarungan sengit Siu Yixin dan beberapa pendekar lain yang saat ini tengah berada di Benua Tengah.


Di sisi lain, Cermin Pemindah juga menampakkan ketakutan warga dari Benua Timur, kegelisahan para kultivator yang berusaha memecah segel pelindung, serta Jing Mi yang terluka parah dan berusaha dibawa ke tempat yang aman oleh saudara-saudaranya.


!!


"Saudara Jing..!" Xiao Shuxiang mencoba menarik tangannya, namun rantai ini benar-benar sulit dilepaskan. Dia pun berdecak kesal dan mengumpati Qian Kun.


Xiao Shuxiang, "Kau sudah kelewatan! Urusanmu adalah denganku, sialan. Kenapa kau banyak melibatkan manusia? Bukannya kalian ingin menguasai dunia ini? Tidak ada untungnya bila mereka semua mati."


Dada Xiao Shuxiang kembang kempis, urat menegang di dahinya. Dia mungkin saja sering menganggap diri sendiri lebih penting daripada orang lain, namun tanpa disadari .... Dia cukup peduli pada teman-temannya.


Xiao Shuxiang, "Kau memberikan kematian yang mudah bagi para manusia itu, harusnya kau tidak melupakan bahwa misi ini selain menguasai Dunia Manusia----juga untuk menjadikan mereka sebagai budak,"


Bila diperhatikan, ucapan Xiao Shuxiang terdengar seperti menyadarkan Qian Kun tentang tujuan awal makhluk Dunia The Fallen Angel. Namun sebenarnya, Koki Alkemis itu berkata demikian agar tidak banyak manusia yang menjadi korban.


Xiao Shuxiang, "Makhluk macam apa dirimu? Kau telah menyia-nyiakan nyawa mereka. Apa kekacauan ini lebih menyenangkan untukmu daripada membuat hidup mereka bagai di neraka? Kau lebih peduli pada manusia itu dengan memberi mereka kematian yang cepat. Sekarang siapa di antara kita yang berubah?"


Xiao Shuxiang terlihat kesal, dia bahkan berdecak saat mengatakannya seolah merasa tidak puas dengan tindakan Qian Kun. Niatnya bicara demikian memang untuk menghentikan kekacauan ini, tetapi sepertinya dia agak terlalu berlebihan.


Xiao Shuxiang justru seakan-akan mengajari Qian Kun cara untuk tidak melakukan hal yang sia-sia dengan membunuh banyak manusia.


Dia seolah mengatakan pada Qian Kun agar membuat para manusia itu merasakan hidup bagai di neraka. Pemikirannya yang tidak jauh-jauh dari otak penjahat kelas kakap memang susah untuk diperbaiki.


Xiao Shuxiang berdecak. "Tsk, mayat hidup dan roh jahatmu juga tidak punya keahlian lain, memalukan sekali. Kenapa mereka selalu mengincar leher dan jantung? Padahal ada banyak bagian tubuh yang layak ditebas, mereka benar-benar amatir."


"........"


Qian Kun memperhatikan kekacauan yang ditampakkan oleh Cermin Pemindahnya kala Xiao Shuxiang mulai memberikan komentar yang tidak disangka-sangka. Entah Koki Alkemis itu sadar atau tidak saat mengatakannya.


Qian Kun, "Kurasa kau benar, mungkin aku yang harus turun tangan.."


"......."


Xiao Shuxiang berkedip, dia tidak mengatakan apa-apa namun raut wajahnya begitu serius. Dia tahu rantai yang mengikat kedua tangannya sulit dilepaskan, tetapi lebih sulit lagi baginya mencari cara lain untuk bebas jika Qian Kun tetap ada di sini.


Mendengar bahwa pria bertopeng rubah ini ingin turun tangan langsung dalam pertarungan membuatnya tidak perlu menunggu lama. Dia tidak akan mengatakan apa pun, termasuk mencegah Qian Kun pergi.


!?


Cermin-cermin yang melayang di udara mulai menghilang. Qian Kun hendak berjalan pergi namun satu Api Biru Kecil tiba-tiba muncul di hadapannya dan seperti memberitahukan sesuatu.


Pemandangan ketika melihat teman kecilnya begitu dekat dengan Qian Kun membuat tatapan mata Xiao Shuxiang menajam, dia benar-benar telah dikhianati oleh pengikut yang dianggapnya paling setia.


?


Qian Kun lantas berbalik dan berjalan kembali ke arah Xiao Shuxiang. Dia membuat Koki Alkemis itu tersentak dan merasa waspada.


"Apa lagi yang diinginkannya..?"


"Aku sampai lupa. Yīng xióng masih ada padamu, kan?"


?!


Xiao Shuxiang terkejut mendengar pertanyaan Qian Kun. Dengan tegas dia berkata, "Aku tidak akan menyerahkan pedang pusakaku padamu meski apa pun yang terjadi. Yīng xióng bukan milikmu dan dia tidak akan pernah menjadi milikmu."


"Kau tahu aku suka merampas, kan? Aku tidak butuh izinmu untuk mengambilnya."


!!


"Hei..! Apa yang kau lakukan?!" Xiao Shuxiang terkejut saat pria bertopeng rubah di hadapannya mulai menarik keluar Cincin Spasial yang ada di jari manis pada tangan kirinya.


Untunglah benda yang tersimpan di dalam cincin itu hanya peralatan memasak, beberapa pedang tingkat sedang, setumpuk koin emas dan kendi-kendi kosong yang entah Xiao Shuxiang mau gunakan untuk apa.


Qian Kun hanya ingin Yīng xióng, dia tidak peduli dengan barang-barang tidak berguna lainnya. Dia bahkan meremas Cincin Spasial itu hingga menjadi debu karena tidak menemukan apa yang dicarinya.


"......."


Xiao Shuxiang tidak mengatakan apa pun, tetapi ekspresi wajahnya benar-benar tidak terima dengan sikap sosok bertopeng ini.


Dia baru berseru saat Api Biru Kecil yang melayang di samping Qian Kun mulai melesat dan membakar tanpa sisa peralatan memasak, pedang pusaka, dan juga kepingan emasnya.


!?


Qian Kun menoleh dan melihat Xiao Shuxiang yang begitu marah padanya. Dia pun mendengus tidak percaya, "Kau ternyata jauh lebih peduli pada benda berhargamu daripada teman-temanmu yang saat ini sedang terluka. Hmph, sekarang sepertinya aku tahu apa yang lebih penting bagimu."


!!


"Qian Kun, ini peringatan pertamaku. Jika sampai kau berbuat macam-macam, akan kupastikan kau dan makhluk di duniamu merasakan akibatnya."


"Ha ha ha, Xiao Shuxiang. Posisimu sekarang tidak dalam kondisi yang mampu memberiku ancaman. Sadarilah batasanmu, Bocah."


!!


Untuk pertama kalinya Qian Kun tertawa, suaranya begitu jantan dan jujur saja terdengar merdu dan menawan. Jika benar ini adalah suara aslinya dan bila sesuai bayangan, maka sosok di balik topeng rubah itu kemungkinan besar mempunyai wajah yang luar biasa tampan.


Api Biru Kecil yang telah selesai dengan tugasnya kembali melayang di samping Qian Kun. Dia nampak bergerak naik-turun dan mengatakan sesuatu yang membuat Xiao Shuxiang memberinya tatapan geram.


"Kau bilang Gelang Semesta..? Di mana?" Qian Kun bertanya pada Api Biru yang melayang di sampingnya dan tersentak saat mendengar seruan dari pemuda di hadapannya.


"Pengkhianat, dasar Iblis Kecil..! Kau tidak akan kumaafkan bila memberi tahu dia..!" Xiao Shuxiang panik.


Di dalam Gelang Semestanya tidak hanya ada Yīng xióng, tetapi banyak benda berharga, tanaman herbal serta pil yang tidak terhitung jumlahnya. Masalah besar dan paling berbahaya akan terjadi andai Qian Kun berhasil mengambil alih kepemilikan Gelang Semestanya.


!!


Hal buruknya adalah Xiao Shuxiang tidak bisa melawan. Dia sulit menggerakkan kakinya untuk menendang Qian Kun saat sosok itu mendekatinya. Hanya kedua tangannya yang mampu digerakkan walau tetap tidak berguna karena terikat oleh rantai.


"Apa yang kau lakukan?! Jangan menyentuhku!"


"Aku tidak melecehkanmu. Diamlah."


"Sialan. Kau sentuh bagian mana, hah?! Menjauhlah, kau tidak tahu malu..!"


Qian Kun memang berbuat terlalu jauh, dia secara paksa melepas pakaian Xiao Shuxiang dan merobeknya secara kasar hingga memperlihatkan dada bidang pemuda itu yang mulus tanpa cacat.


!!


Lengan Xiao Shuxiang terluka dan berdarah akibat terkena cakaran Qian Kun saat pria bertopeng itu merobek kain yang menutupi tangannya.


Dia benar-benar telanjang dada sekarang.


Luka cakaran pada lengannya menutup kembali. Dia memarahi Qian Kun dan menyebut sosok itu sebagai makhluk yang tidak waras karena telah bertindak sejauh ini.


"Melihat seorang pemuda bertelanjang dada sepertinya sangat menarik untukmu, apa sekarang kau puas?!"


"........"


Qian Kun tidak menjawab pertanyaan itu, dia fokus memperhatikan tubuh bagian atas Xiao Shuxiang yang menawan dan menemukan sebuah ukiran kuno yang melingkar pada lengan kanan pemuda tersebut.


Api Biru Kecilnya memberi tahu bahwa ukiran berwarna hitam yang melekat pada kulit Xiao Shuxiang itulah 'Gelang Semesta'. Qian Kun pun menyentuhnya dan berusaha memindahkan pusaka itu ke tangannya tetapi tidak bisa.


Xiao Shuxiang merasakan panas pada lengan kanannya. Pria bertopeng rubah ini benar-benar pemaksa, dia bahkan merasakan panas itu seperti menembus ke tulangnya.


Qian Kun akhirnya bicara, "Serahkan Gelang Semestamu baik-baik atau kau akan kehilangan sebelah tangan."


"Hah, kau tidak bisa merebutnya, jadi kau berniat mengancamku?" Xiao Shuxiang mendengus, dengan tegas dia berkata. "Kau bebas melakukan apa pun, termasuk membunuhku. Tapi jangan harap aku akan memberikannya padamu!"


"Kau yakin tidak mau memberikannya?"


"Tentu saja. Kau tidak bisa memaksaku."


Xiao Shuxiang tidak akan pernah menyerahkan Gelang Semestanya. Dia tahu benar nilai dari pusakanya itu dan bahaya yang akan tercipta bila Qian Kun sampai memilikinya.


Lega juga rasanya saat tahu pria bertopeng rubah ini tidak bisa merebut Gelang Semestanya secara paksa. Tetapi di satu sisi, dia masih belum tenang karena orang seperti Qian Kun bisa saja memakai cara lain yang jauh dari bayangannya.


Qian Kun, "Baiklah. Jika kau tidak mau menyerahkan Gelang Semestamu, maka akan kubuat kau juga tidak bisa memilikinya."


!?


Perasaan Xiao Shuxiang menjadi tidak enak saat Qian Kun mulai mengusap pelan lengan kanannya dan kemudian meremasnya kuat.


"Apa yang kau lakukan?! Akh, hentikan! Ini menyakitkan. Apa kau berniat memutuskan lenganku, hah?!"


"Benar. Kau mengetahui siapa aku. Apa yang milik orang lain tidak bisa kurampas, maka mereka juga tidak berhak memilikinya."


"Akh, Qian Kun..! Aku bersumpah akan membunuhmu..!"


Xiao Shuxiang merasakan lengannya begitu panas dan terasa sakit, seakan-akan ada belati yang mengiris pelan kulit hingga menembus tulangnya.


Qian Kun sendiri sama sekali tidak peduli, dia bahkan dengan tenang berkata, "Xiao Shuxiang. Kau tidak akan pernah bisa membunuhku,"


Qian Kun, "Ini terakhir kali aku bertanya. Apa kau masih tidak mau menyerahkannya?"


"Jawabanku tetap sama. Pusaka yang menjadi milikku tidak akan pernah dimiliki orang lain. Aku lebih baik kehilangannya daripada harus kuberikan padamu!"


"Keras kepala. Baiklah, maka itu yang akan kau dapatkan."


!!


Qian Kun benar-benar melakukannya, dia membuat Xiao Shuxiang mengerang kesakitan hingga membuat urat di dahinya menegang. Ini adalah sakit yang teramat sangat, seakan-akan sebagian nyawa Koki Alkemis itu berusaha ditarik keluar.


Sulit menjelaskan seperti apa sakit yang dirasakan Xiao Shuxiang. Tetapi saat dia mengerang, di waktu bersamaan ledakan besar tercipta akibat pertarungan Bocah Pengemis Gila dan Yi Wen.


Pertarungan kedua orang itu memecahkan satu segel penghalang yang menutupi kota.


Mereka tanpa sadar bertarung hingga ke wilayah Aliran Hitam. Di saat yang bersamaan pun, guncangan terjadi di Bukit Salju Tanpa Musim dan membuat Yu Changhai serta Shuai Niao terkejut.


Hal lain yang terjadi di waktu bersamaan itu juga adalah menyeruaknya aura dingin di gua Sekte Pedang Langit.


!


Jauh di kedalamannya yang gelap, di atas sebuah dipan yang terbuat dari batu giok putih----sepasang mata terbuka dan memperlihatkan kilatan cahayanya yang keperakan.


Angin langsung berhembus kencang di dalam ruangan ini bersamaan dengan Qi murni yang seakan keluar dari tubuh pemilik sepasang mata itu.


Suasana yang sebelumnya gelap kini samar-samar diterangi cahaya dari Qi murni yang menyatu dengan angin.


Rambut panjang sosok itu bergerak melambai-lambai dengan sekelebat bayangan pita dahi panjang berwarna putih bersih.


!!


***