XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
360 - Menyegel Gerbang Kesembilan


Mengetahui bahwa yang dilempar oleh Lan Guan Zhi sebelumnya merupakan peta dari Benua Selatan membuat Xiao Qing Yan langsung mengerti, dia diminta oleh pemuda itu untuk segera melakukan segel terhadap tanah di tempat ini.


"Hati-hati Lan Xiao..!"


Xiao Qing Yan memegang kuat bulu-bulu halus Harimau Bulan, dia kadang memejamkan mata sebab Lan Xiao membawanya terbang dengan kecepatan yang tinggi.


Tidak hanya itu, Harimau Bulan yang ditungganginya ini berusaha menghindari terjangan dari asap tipis kemerahan yang muncul dari tanah merah.


GRAAAO..!


Sebuah angin kejut langsung tercipta saat Lan Xiao menggeram kuat. Angin tersebut menerjang puluhan asap tipis kemerahan itu hingga sebagian dari mereka menghilang dan tanah yang terkena dampak serangan barusan mengalami kerusakan yang parah.


!!


Saat ini, bisa dibilang tanah merah yang ada di bawah Lan Xiao melesatkan banyak sekali asap tips kemerahan.


Jika hanya dilihat sekilas, asap-asap itu sama sekali tidak berbahaya, bahkan kelihatannya mirip asap biasa, tapi warnanya saja yang berbeda.


Sangat disayangkan, apa yang dianggap tidak berbahaya justru begitu mengerikan. Asap itu mampu melubangi tubuh seseorang, bahkan kultivator tingkat GrandMaster sekali pun jika tidak berhati-hati.


Graao..!


"Lan Xiao, kau lurus saja. Tetap seperti itu," Xiao Qing Yan meminta Harimau Bulan untuk berhati-hati, dia juga kadang memberi arahan bila sambaran petir datang menghampiri.


BLAAAR..!


Lan Xiao begitu lihai mengelak. Dalam keadaan terbang pun dirinya masih begitu lincah, seakan langit telah menjadi taman bermainnya.


BLAAAR..!


Di tempat lain, tubuh Bocah pengemis Gila perlahan semakin turun, dia butuh pijakan bila ingin melesat naik lagi.


Sebenarnya, pengguna Tenaga Dalam Udara hanya mampu membuat tubuh ringan. Dalam sekali pandang, seorang pendekar nampak bisa melayang di udara, namun sesungguhnya itu hanyalah masalah waktu.


Kondisi pendekar yang menggunakan Tenaga Dalam Udara memang nampak melayang, tetapi itu hanya berlangsung beberapa menit sebelum akhirnya tertarik kembali dalam gravitasi bumi. Tidak seperti kultivator yang dapat menantang gravitasi hingga mampu melayang selama yang dia inginkan.


Namun, untuk menyiasati agar pendekar seperti Bocah Pengemis Gila dapat lebih lama di udara--maka mereka melakukan banyak gerakan, dan tentu bukan gerakan yang sia-sia.


Dalam kondisi Bocah Pengemis Gila, dia terus bergerak untuk menghindari berbagai sambaran petir. Sesekali dia menangkis petir itu dengan memakai tongkat bambu hitamnya.


"Aku jadi takut.. Apa ini benar-benar akan berhasil?" Bocah Pengemis Gila melihat ke bawah. Semakin lama, dirinya semakin dekat dengan tanah yang berwarna merah.


Ada raut wajah penuh kecemasan yang nampak pada Bocah Pengemis Gila. Ini memang karena selain tanah di bawahnya yang dapat membunuh makhluk hidup bila dipijak--dirinya juga mengkhawatirkan asap-asap tipis yang seakan muncul dari tanah tersebut.


Walau asap-asap itu sedang berada dalam kendali Xiao Shuxiang, tetap saja dirinya tidak tenang.


Merasa hampir benar-benar dekat, dia langsung menggunakan tongkat bambu hitamnya sebagai pijakan. Salah satu ujung tongkatnya terlihat bersentuhan dengan tanah merah Benua Selatan.


Di sisi lain, Xiao Shuxiang terus memainkan Seruling Giok Putihnya. Nada yang keluar dari serulingnya bukanlah nada dari lagu 'Ketenangan', ini berbeda.


Lan Guan Zhi juga berpikir demikian saat mendengar suara seruling temannya. Xiao Shuxiang memainkan lagu bernada tinggi, terkesan menekan dan tajam.


Xiao Shuxiang menyadari tatapan Lan Guan Zhi, dia lalu menoleh dan mengedipkan sebelah matanya tanpa menghentikan kegiatannya meniup seruling.


Sedikit tanda dari Xiao Shuxiang membuat Lan Guan Zhi mengerjap, detik berikutnya dia mengangguk pelan sebab mengerti arti dari kedipan mata tersebut. Dirinya segera melesat turun untuk menyelamatkan Bocah Pengemis Gila.


?!


Bocah Pengemis Gila tersentak ketika Lan Guan Zhi melesat ke arahnya, dia langsung mengulurkan tangan dan dengan cepat diraih oleh pemuda berpakaian serba putih itu. Tangan Bocah Pengemis Gila yang lain meraih kembali tongkat bambunya.


Kedipan mata Xiao Shuxiang sebelumnya memang sebagai tanda agar Lan Guan Zhi menyelamatkan Bocah Pengemis Gila. Meski dirinya tidak suka dengan pemuda mesum tersebut, namun dia tetap berniat menolongnya.


"Lan'Er Gege.. Shuxiang sepertinya bisa mengatasi asap-asap merah itu. Ayo bantu aku mengatasi yang di atas sana,"


"Baiklah,"


Lan Guan Zhi membawa Bocah Pengemis Gila menuju awan tebal di atasnya, tempat di mana kilatan-kilatan petir tercipta. Keduanya saling bekerja sama untuk menghilangkan kumpulan awan itu.


Xiao Shuxiang ikut membantu, hanya saja dengan caranya sendiri. Dia mengendalikan asap-asap kemerahan di bawahnya agar melesat naik dan menghantam sambaran petir yang ada. Daya serangannya menciptakan percikan api yang begitu luas, serta suara menggelegar.


Jauh di tempat lain, Lan Xiao dan Xiao Qing Yan telah menemukan sebuah reruntuhan yang dulunya merupakan Kota Teratai Biru, lokasi inilah yang menjadi pusat di mana Xiao Qing Yan harus melakukan segel.


"Di bawah sana..!"


Nyawn!


Lan Xiao bisa melihatnya, ada sebuah lingkaran berwarna hitam berdiameter 10 meter, itu dikelilingi oleh semacam akar hidup berwarna merah. Perlahan, dirinya membawa Xiao Qing Yan turun.


!!


Akar-akar itu berukuran sebesar batang pohon dengan ujung yang runcing. Bila diperhatikan lebih teliti--akar tersebut nampak menggeliat dan teksturnya mirip seperti dinding perut binatang.


Xiao Qing Yan segera menarik katana miliknya, Lan Xiao pun ikut bersiap. Keduanya bisa merasakan sedang mendekati bahaya.


!!


Xiao Qing Yan dengan berani melompat turun dari punggung Lan Xiao. Tangan kanannya memegang kuat katana miliknya.


Nyawn!


Lan Xiao berseru, dia seperti memanggil Xiao Qing Yan. Dirinya ikut melesat turun sambil menggeram kuat. Semburan angin dengan kecepatan tinggi keluar dari mulut Harimau Bulan tersebut.


Akar hidup menjalar itu mengincar Xiao Qing Yan dan Lan Xiao, dia jelas tidak ingin membiarkan kedua makhluk tersebut untuk mendekat ke arahnya.


Mata Xiao Qing Yan berkilat, wajahnya begitu tegas. Dia mengayunkan kuat katananya dan menebas akar menjalar berukuran besar itu.


!!


Suara pedang Xiao Qing Yan begitu nyaring saat membentur akar tersebut. Dirinya lalu melentingkan tubuh di udara dan kembali mengayunkan pedangnya.


"Tumbuhan apa ini? Kulitnya lentur, mirip dengan daging, tapi berdenyut dan.. Ini berlendir," Xiao Qing Yan merasa keheranan, namun dia tidak kehilangan fokus sama sekali.


Tap


Kaki Xiao Qing Yan menapak di lantai yang berwarna hitam, dia melakukannya secara spontan. Syukurlah energi kehidupannya tidak terhisap.


Nyawn..! GRAAAO..!!


Lan Xiao kembali menggeram ke arah akar menjalar itu. Dia berjalan mengelilingi Xiao Qing Yan dan seakan berkata, 'fokus saja melakukan segel dan biar aku yang melindungimu'.


GRAAAO..!


Geraman Lan Xiao berikutnya bersamaan saat tubuhnya perlahan tumbuh semakin besar. Pola lingkaran yang nampak di sekujur tubuhnya bercahaya, pinggiran mulut Harimau Bulan tersebut berubah warna menjadi hitam, detik itu juga gigi-giginya berubah menjadi tajam.


"Lan Xiao, kuserahkan sisanya padamu.." Xiao Qing Yan menyarungkan kembali katanya dan mulai fokus membentuk segel.


Melakukan Segel Pengunci Iblis membutuhkan konsentrasi tinggi dan Xiao Qing Yan harus memutuskan semua indranya. Pikirannya harus tenang dan yang paling penting--dia tidak boleh meragukan diri sendiri.


"Aku tidak tahu apa yang sudah terjadi di tanah ini. Aku tidak memiliki banyak ingatan, bahkan masa kecilku pun habis dalam sebuah bongkahan es. Satu-satunya yang kutahu.. Pundakku memikul masa depan tempat ini,"


Xiao Qing Yan mulai mengigit ibu jari kanannya sampai mengeluarkan darah, dia melakukan itu pada jari-jari di kedua tangannya. Dia pun mulai menggambar pola dengan memakai kedua tangannya.


".. Tubuhku berhenti tumbuh di usia 10 Tahun, harusnya sekarang usiaku dua ratus tahun atau lebih lama dari itu. Sayangnya terlalu lama terkurung dalam bongkahan es dan juga menjadi budak Ratu menyebalkan itu--banyak informasi yang tidak kuketahui tentang dunia ini. Tapi sekarang, itu semua bukan masalah.."


Indra pengecapnya mulai menghilang bersamaan dengan indra penciumannya. Namun dia terus menggambar pola yang nampak rumit tanpa hambatan sama sekali.


Indra pendengarannya kemudian menghilang, Xiao Qing Yan jadi tidak bisa mendengar geraman Lan Xiao yang terlihat serius melawan akar menjalar besar tersebut.


".. Darah ini mengikatku denganmu,


Darah yang tidak bisa membuatku menjadi asing di tempatmu,


Darah yang sama, menjadikanku sebagai pelindungmu.."


Tatapan mata Xiao Qing Yan memburam, tapi dirinya masih begitu fokus menggerakkan kedua tangannya untuk menggambar pola di lantai yang hitam. Perlahan, titik cahaya mulai satu persatu muncul di pinggiran lingkaran itu.


!!


Lan Xiao menyadarinya, dia terkesan apalagi saat titik tersebut mulai melesat dan membentuk sebuah pola yang jika dilihat dari atas--Mirip dengan burung merak mengembangkan ekornya.


Akar-akar menjalar yang sebelumnya menyerang Lan Xiao kini semakin agresif. Serangan mereka liar dan sangat cepat, namun ini masih bisa diatasi olehnya.


GRAAAO..!!


Bukan hanya geraman Lan Xiao yang begitu kuat, bahkan sekali kibasan ekornya mampu menebas akar-akar yang berukuran besar. Lan Xiao bahkan tidak berusaha menahan kekuatannya.


Xiao Qing Yan tidak pernah takut mati, bahkan bila harus mengorbankan nyawa untuk memulihkan kembali Benua tempat tinggalnya.. Dia akan dengan senang hati melakukan itu.


Mata yang buram namun masih memancarkan ambisi akan harapan tersebut tak pernah padam. Xiao Qing Yan terlihat bersungguh-sungguh.


Sebenarnya, tidak hanya dirinya. Tetapi Xiao Shuxiang, Bocah Pengemis Gila, dan Lan Guan Zhi juga demikian. Ketiga pemuda itu sama-sama serius dengan apa yang sedang mereka kerjakan.


Bocah Pengemis Gila dan Lan Guan Zhi menyingkirkan awan tebal merah kehitaman di atas mereka. Seluruh Benua Selatan benar-benar tertutup oleh awan tersebut, keduanya harus bekerja ekstra.


Jika ditanyakan siapa yang paling lelah, tentu saja mereka semua, termasuk Xiao Shuxiang. Pemuda berpakaian serba hitam tersebut harus fokus pada tiga hal.


Pertama adalah nada-nada yang dia mainkan dengan Seruling Giok Putihnya. Sekali nadanya salah, maka asap-asap kemerahan di bawahnya akan menjadi liar kembali.


Kedua tentu saja caranya mengendalikan asap-asap itu sambil tetap mewaspadai sambaran petir di atasnya.


Ketiga tidak lain adalah membuat asap kemerahan tersebut menyerang sambaran petir yang mengarah pada kedua temannya.


Untuk Bocah Pengemis Gila, dia terlihat melesat dengan tongkat bambu hitam yang terayun kuat. Kali ini, dalam sekali ayunan.. Dirinya mampu menyingkirkan awan tebal sejauh 20 meter.


Lan Guan Zhi sendiri melesat dari arah yang berlawanan, dia menggunakan Shǎndiàn untuk menyingkirkan awan merah kehitaman tersebut dalam dua kali ayunan.


Beberapa kali dia berpapasan dengan Bocah Pengemis Gila. Ini memang strategi yang mereka gunakan agar pemuda bertongkat bambu itu memiliki pijakan untuk terus bisa melayang di udara.


Tap


Cara melakukannya adalah Bocah Pengemis Gila menapak pelan di bilah pedang Lan Guan Zhi atau menggunakan ujung pakaian pemuda berpita dahi itu sebagai pijakan dari kaki atau tangannya.


Ketika Xiao Qing Yan telah selesai dengan segelnya.. Di waktu yang bersamaan seluruh asap merah yang keluar dari tanah Benua selatan perlahan semakin menipis dan lalu menghilang.


!!


"Apa Kucing Hitam berhasil melakukannya?" Xiao Shuxiang berhenti meniup seruling dan fokus memandang tanah merah di bawahnya.


?!


"Lan'Er Gege..!" Bocah Pengemis Gila berseru, matanya nampak membulat kala menyaksikan kumpulan awan merah kehitaman di depannya yang perlahan memudar.


Dia baru ingin memuji Xiao Qing Yan karena berhasil melakukan segel, namun yang terjadi berikutnya membuat Bocah Pengemis Gila tidak sadar menahan napas.


Lan Guan Zhi segera merangkul pinggang Bocah Pengemis Gila agar tidak melayang turun, dia juga ikut menatap ke arah bawah--tempat di mana pemuda di sampingnya mengarahkan pandangan.


Tanah merah di bawah mereka nampak bergetar, sebelum perlahan warnanya memudar dan kembali menjadi warna tanah yang biasa.


Xiao Shuxiang, Bocah Pengemis Gila, dan Lan Guan Zhi melihat terdapat pola berbentuk burung merak dengan ekor mengembang di tanah tersebut. Hanya saja pola itu bertahan tidak terlalu lama.


"Apa ini sudah selesai..?" Bocah Pengemis Gila bertanya karena dia tidak lagi melihat wajah dengan seringai menyeramkan di tanah merah tersebut, dirinya mendengar suara Xiao Shuxiang yang berkata kemungkinan ini memang sudah selesai.


"Aku akan memeriksanya. Kalian tetaplah di sana," Xiao Shuxiang perlahan melayang turun, dia sedikit ragu menapakkan kakinya di tanah, tetapi kemudian dirinya tetap melakukan itu.


!


Xiao Shuxiang mengembuskan napas lega, energi kehidupannya tidak terhisap. Akhirnya kini tanah Benua Selatan kembali seperti semula.


Lan Guan Zhi membawa Bocah Pengemis Gila turun dan bergabung bersama Xiao Shuxiang. Ketiganya sekarang berada di depan Gerbang Dunia Kesembilan.


Tidak berselang lama, terlihat Lan Xiao yang membawa Xiao Qing Yan di punggungnya. Harimau Bulan itu melesat dengan kecepatan tinggi dan akhirnya ikut menapak di tanah, tempat di mana ketiga temannya berada.


?!


"Kucing Hitam, kau masih hidup kan? Wajahmu terlihat pucat," Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya saat melihat kondisi Xiao Qing Yan yang masih berada di punggung Lan Xiao.


Nyawn~ nyan~


"Benarkah? Tapi kulihat kau juga sudah bekerja keras, kalian berdua telah melakukan yang terbaik," Xiao Shuxiang mengusap-usap pelan kepala Harimau Bulan di depannya, ini membuat Lan Xiao mengeluarkan suara dengkuran sambil menggoyang-goyangkan ekornya.


Xiao Qing Yan belum bisa mendengar suara Xiao Shuxiang, tetapi kejernihan matanya mulai kembali lagi. Ketika memperhatikan gerakan bibir pemuda berpakaian hitam itu--dirinya merasa sedikit mengerti yang pemuda tersebut katakan.


"Aku sudah melakukan tugasku.. Hah.. Hah.. Sekarang giliranmu," Xiao Qing Yan terengah-engah, dia belum mau turun dari punggung Lan Xiao, ini dikarenakan tubuhnya terasa lemas.


Xiao Shuxiang tentu saja tidak melupakan tugasnya. Dia pun mulai mendekati Gerbang Dunia Kesembilan dan melakukan tugasnya menyegel gerbang tersebut.


Karena ini merupakan gerbang terakhir, Xiao Shuxiang ikut menggunakan gerakan segel pengunci iblis dengan membentuk pola di pintu gerbang dunia itu.


Akhirnya, Gerbang Dunia Kesembilan perlahan menghilang, tugas yang diberikan oleh Kakek Buta Penulis Kitab Pernapasan Langit dan Bumi telah ditunaikan.


!!


Xiao Shuxiang baru ingin bernapas lega, namun mendadak tanah yang dipijaknya kembali bergetar. Ini membuat dirinya dan teman-temannya seketika terkejut.


"Di sana,"


Ucapan singkat dari Lan Guan Zhi membuat teman-temannya menoleh ke arah di mana pandangan matanya tertuju.


Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya, dia melihat titik-titik kecil berwarna hitam dikejauhan yang entah apa itu. Bocah Pengemis Gila sendiri menggunakan Tenaga Dalam Visi untuk melihat lebih jelas titik kecil tersebut.


Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang hanya merasakan ada sesuatu yang seakan mendekat ke arah mereka, berbeda dengan Bocah Pengemis Gila.


!!


"Lan'Er Gege.. Aku tidak akan menyembunyikan ini dari kalian. Ada.. Aku bahkan tidak mampu menghitung jumlah mereka, tapi ada banyak makhluk berwajah mengerikan dan berbadan merah yang berlari Kemari..!"


Bocah Pengemis Gila segera memeluk Lan Guan Zhi dari belakang, dia mengatakan melihat makhluk semacam itu saat berada di punggung Lan Xiao. "..Mereka tinggal di bawah tanah, tapi sekarang mereka naik ke permukaan. Ya ampun! Kita harus segera pergi Lan'Er Gege, ayo pergi..!"


Xiao Shuxiang menendang gemas bokong Bocah Pengemis Gila, "Meski kau takut, tapi setidaknya jangan memeluk Lan Zhi..! Kau ini kan 'Pendekar', jadi bersikaplah selayaknya 'Pendekar'."


"Apa kau pikir pendekar tidak boleh takut? Pendekar sepertiku juga hanyalah manusia. Dan berhentilah memberiku tatapan menyebalkan itu, wajahmu terlihat menyeramkan," Bocah Pengemis Gila memayunkan bibirnya, dia bersembunyi di belakang Lan Guan Zhi.


Xiao Shuxiang baru ingin kembali menendang bokong Bocah Pengemis Gila, namun geraman dari Lan Xiao membuatnya mengurungkan niat. Dia mulai menoleh dan mendapati titik yang sebelumnya kecil kini mulai terlihat lebih besar.


!!


Sama seperti yang dikatakan Bocah Pengemis Gila, makhluk yang seperti berlari cepat ke arah mereka tidak bisa dihitung. Tapi yang jelas, mereka semua memiliki tubuh setinggi anak usia 10-12 Tahun dengan seluruh tubuh termasuk wajah berwarna merah.


Xiao Shuxiang, "Apa itu? Manusia gunung?"


"Kau pikir ada manusia dengan tubuh berwarna merah, berkepala plontos, dengan dua tanduk di dahi seperti itu?! Jelas-jelas mereka iblis! Perhatikanlah dengan baik!"


Meski nada suara Bocah Pengemis Gila terkesan membentak, namun bila diteliti lebih baik.. Nada suaranya nampak gemetar. Saat ini, dirinya jelas ketakutan.


Xiao Qing Yan berusaha menelan ludahnya, namun begitu sulit. Titik keringat karena kehabisan banyak darah membuatnya terlihat seperti hampir tumbang dalam sekali sentuhan. Dirinya berusaha melihat seperti apa makhluk yang diperdebatkan Xiao Shuxiang dengan Bocah Pengemis Gila.


Lan Guan Zhi, "Benua.. Yang tidak benar-benar mati,"


"Mn? Ah, benar. Jadi ini maksud ucapan Yi Wen. Para makhluk kecil itulah yang menghuni benua ini.. Mereka seperti anak-anak iblis," Xiao Shuxiang mendengus lalu menggelengkan kepalanya pelan.


Bocah Pengemis Gila, "Sepertinya begitu. Kau sebaiknya sapa adik-adikmu dan suruh mereka untuk tidak menyerang kita. Jika sesama saudara, mereka pasti akan mendengarkanmu,"


Xiao Shuxiang tersentak, dia melirik tajam Bocah Pengemis Gila dan lalu membentak pemuda tersebut. Dia tidak ingin disama-samakan dengan makhluk mana pun, termasuk 'Iblis'. Dirinya jauh lebih tampan daripada makhluk mengerikan itu.


Nyawn~ nyan!


"Apa kalian mendengarnya?" Xiao Qing Yan menatap kesal ke arah Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila, ".. Lan Xiao sudah mengatakannya. Kalian berdua tidak seharusnya berdebat. Lihatlah, mereka semakin dekat. Jadi fokus dan lakukan sesuatu!"


Xiao Qing Yan kembali terengah-engah, dia merasa tidak yakin bisa bertarung. Kondisi tubuhnya sama sekali tidak memungkinkan untuk melakukan serangan pada lawan.


"Sebaiknya kita pergi saja dari sini. Keluarkan Cermin Pemindahmu dan ayo segera pulang. Kau setuju kan, Lan'Er Gege?"


"Tidak bisa,"


!!


"Kenapa?!" Bocah Pengemis Gila sudah tidak mau berada di sini lagi. Dia lelah bertarung dan makhluk-makhluk itu juga bukanlah makhluk biasa, mereka terlihat kuat dan dapat merepotkan.


"Bocah Pengemis Gila, tidak hanya kau yang kelelahan. Tapi kita tidak bisa pergi dari tempat ini begitu saja, mereka semua harus dibereskan terlebih dahulu,"


Nyawn!


Lan Xiao setuju dengan ucapan Xiao Shuxiang, Lan Guan Zhi pun demikian. Hanya saja Bocah Pengemis Gila mengatakan bila mereka bertarung dengan kondisi sekarang, yang ada justru membuat mereka bertemu kematian.


".. Kau harus tahu kapan waktu menyerang dan kapan waktunya mundur. Sebelum mereka benar-benar sampai kemari, kita harus segera pergi. Jadilah bijak dan dengarkan aku, ayo..!" Bocah Pengemis Gila menarik Lan Guan Zhi dan mengajak teman-temannya yang lain untuk meninggalkan tempat ini.


***