
BAAAM..!
Kepalan tangan kiri Xiao Shuxiang berbenturan keras dengan kepalan tangan Meili Mao.
Sang Bintang Penghancur itu lalu mengayunkan pedang di tangan kanannya untuk menyerang lawan.
Meili Mao melompat menghindari serangan Xiao Shuxiang dan memberikannya sebuah tendangan penuh tenaga.
!!
Xiao Shuxiang menahan serangan itu dengan sikut kirinya, dengan cepat dia memutar tubuh dan membalas memberi tendangan pada lawan.
Meili Mao yang masih di udara tidak dapat menghindar, dia terpaksa menahan tendangan tersebut dengan kedua tangan yang disilangkan ke depan.
Tubuhnya terpental, namun dengan cepat dia melentingkan diri di udara dan menapakkan kakinya mulus.
Meili Mao mendengus, "Hmph. Kau tidak punya sopan santun sama sekali. Apa tidak ingin menyapaku dulu, baru kita bertarung, huh?"
"Sejak kapan ada aturan di mana lawan harus saling menyapa sebelum bertarung? Kau juga telah salah karena menganggap aku akan menyapamu."
Xiao Shuxiang sebenarnya tidak suka bicara panjang lebar dengan lawan yang jelas-jelas akan dibunuhnya. Dia tidak perlu mengenal ataupun tahu nama lawan yang akan menjadi mayat di tangannya.
!!
Sepuluh Cermin Pemindah muncul di sekeliling Meili Mao dan secara beruntun--serangan dari Xiao Shuxiang keluar dari cermin itu.
Meili Mao juga mengeluarkan Cermin Pemindah yang berjumlah sama, serangan demi serangan menciptakan suara ledakan serta debaman yang keras.
Di sisi lain, Ling Ya Bing terus terjatuh dengan tangan yang masih terikat di punggungnya. Dia berteriak memanggil pamannya, namun Xiao Shuxiang seperti lebih fokus bertarung.
"Paman Xiang..!!"
Ling Ya Bing berusaha melepaskan ikatan di tangannya, angin di sekitar yang dia rasakan seperti mencabik-cabik tubuhnya.
Entah di ketinggian keberapa dirinya sekarang, namun selagi tubuhnya belum menghantam tanah--dia akan mencoba menyelamatkan diri sendiri.
"Aku tidak bisa melihat dan kepalaku sangat pusing. Tapi bukan saatnya pingsan. Aku Nona termuda dari keluarga Ling, tidak pernah menyerah!"
Ling Ya Bing menutup matanya, di keadaan menegangkan ini--dia harus tetap tenang.
Detakan jantung yang sebelumnya sangat cepat akan melambat dan kembali normal bila dia tenang. Ling Ya Bing dapat mengontrol aliran darah serta napasnya saat dirinya tenang.
Ling Ya Bing mengalirkan Qi yang mampu memutuskan tali pada kakinya. Dia menggunakan cara yang sama untuk melepaskan ikatan pada tangannya, tetapi tidak bisa.
!!
Dirinya terkejut. Tali yang mengikat tangannya sangat berbeda, ini adalah jenis tali yang sulit diputuskan.
Belum sempat dirinya bersuara, tiba-tiba tubuh Ling Ya Bing diselimuti asap putih dan membuatnya melesat naik.
!!
Ling Ya Bing kembali meneriakkan nama Xiao Shuxiang. Asap tipis yang mengangkat dirinya bukan buatannya, ini jelas asap yang berada di samping Meili Mao tadi.
BLAAAAR..!
Langit seakan hampir terbelah. Suara menggelegar itu berasal dari pertarungan dahsyat antara Xiao Shuxiang dengan Meili Mao.
Demonic Beast kucing yang berwujud seperti anak perempuan berusia 10 Tahun itu sangatlah kuat. Dia menguasai penggunaan Cermin Pemindah dengan sangat baik dan serangannya pun cepat.
BAAAAM..!
Pertarungan ini antara dua ahli Cermin Pemindah, di mana keduanya sama-sama mengeluarkan teknik terbaik mereka.
"Kau mengejutkan! Tidak ada manusia dan Demonic Beast manapun selain kaumku yang dapat menggunakan Teknik Cermin Pemindah. Kemampuanmu mirip dengan Tuan Qian Kun,"
Meili Mao mengeluarkan satu cerminnya yang paling besar, itu terlihat seperti lubang hitam dengan percikan debu keemasan. Xiao Shuxiang tersentak karena tahu debu itu adalah Serbuk Malaikat.
"Nah, sekarang bagaimana kau bisa mengatasi ini..!" tanda dari satu ayunan tangan Meili Mao membuat angin yang bagai kegelapan dengan butiran emas itu menyembur keluar dari cermin.
Xiao Shuxiang memasukkan Yīng xióng ke dalam Gelang Semestanya dan mulai menyatukan tangannya untuk membuat cermin yang lebih besar.
"Jangan samakan aku dengannya. Tuanmu itu, tidak lebih dari seorang pencuri!" Xiao Shuxiang berseru, dia bisa merasakan serangan Meili Mao masuk ke dalam Cermin Pemindah miliknya.
!!
Semburan dari serangan kegelapan itu memang amat dahsyat, namun Xiao Shuxiang lebih mengkhawatirkan debu-debu keemasan yang dibawa serangan tersebut.
Serbuk Malaikat. Nama dan tampilannya memang indah, tetapi itu tidak lain adalah racun yang membuat lawan akan merasa seperti setiap tulangnya ditusuk ribuan jarum.
Seseorang yang terkena Serbuk Malaikat akan terus berteriak kesakitan dan baru berhenti saat nyawa terlepas dari tubuhnya. Ini merupakan racun paling menyiksa yang pernah ada.
"Gila! Qian Kun sudah kelewatan. Berapa banyak Serbuk Malaikat yang dia miliki?" Xiao Shuxiang menggertakkan giginya, raut wajahnya seperti mengandung kekesalan.
Selama ini, dia terus memikirkannya dan ucapan Qian Kun padanya terakhir kali telah menjadi bukti. Qian Kun tidak lain adalah salah satu makhluk dari Dunia The Fallen Angel.
Makhluk itulah yang selama ini menjadi pengendali di balik layar dalam alur kehidupannya yang dahulu, maupun sekarang.
Xiao Shuxiang benar-benar kesal, amarahnya sudah memuncak kala dia mengingat betapa hidupnya seperti sebuah mainan di tangan makhluk-makhluk dunia itu.
"Aku tahu dia sangat kuat, tapi tidak akan kubiarkan kau memanfaatkanku lagi!"
Xiao Shuxiang mengeluarkan dua butir pil semerah darah dari dalam Gelang Semestanya. Dia membakar pil tersebut dengan Api Biru kecilnya sampai berasap dan menggunakan Teknik Pernapasan Angin untuk membuat asap tersebut menyebar di udara.
Pil berwarna merah darah itu merupakan pil yang dirinya buat dengan Bunga Kaisar Neraka. Bunga yang adalah penawar dari Serbuk Malaikat.
!!
Meili Mao terkejut, tetapi dirinya masih bisa mengatasi hal ini. Dia mengeluarkan lebih banyak cermin dan melesatkan serangan yang lebih besar dari sebelumnya.
Xiao Shuxiang mendengus, "Serangan yang sama tidak akan berlaku untukku."
Dia mengeluarkan dua pil bau miliknya dan membakar pil tersebut. Aroma yang merusak indra penciuman itu menyeruak hingga membuat Meili Mao terperanjak dengan ekspresi wajah yang buruk.
"Bau Sekali..!! Kau Tampan, Tapi Sangat Jorok! Kentutmu Bau Sekali..!!" Meili Mao kehilangan kendali atas cermin-cerminnya, dia terbatuk dan seperti akan muntah.
Xiao Shuxiang berkedip saat mendengar ucapan Meili Mao barusan. Dia sepertinya sedikit kelewatan sebab menggunakan pil baunya dalam melakukan serangan.
"Ini.. Adalah cara yang curang.." Xiao Shuxiang menapakkan kakinya dan seakan tidak berniat menyerang, dia memperhatikan lawannya yang begitu kesulitan serta mata lawan yang nampak berair.
".. Ini memang cara yang curang, dan juga tindakan yang pengecut. Tapi aku adalah Xiao Shuxiang, semua itu malah adil bagiku. Lagipula di kehidupanku sebelumnya.. Aku orang yang licik."
Seringai terlukis di wajah Xiao Shuxiang, dia mengeluarkan Seruling Giok Putihnya dan bermaksud merusak indra pendengaran Meili Mao. Pemuda ini sepertinya telah lupa dengan keadaan Ling Ya Bing sekarang.
!!
Meili Mao berteriak nyaring, dia merasakan gendang telinganya seperti akan pecah. Hidungnya sudah sangat menderita, dan kini telinganya juga mendapat nasib yang sama.
Ling Ya Bing sendiri dibawa naik ke atap pagoda oleh asap putih tipis itu. Dia ikut mencium bau busuk yang benar-benar menyiksa, bahkan sampai mampu mengaduk isi perutnya.
Aaaaah!
Ling Ya Bing tidak bisa menutup telinga disebabkan tangannya dalam keadaan terikat. Dia berusaha menyerukan nama Xiao Shuxiang dan meminta pamannya itu untuk berhenti bermain seruling.
!!
Xiao Shuxiang terkejut, dia baru sadar bahwa dirinya datang untuk menyelamatkan Ling Ya Bing. Dia menghentikan permainan serulingnya dan segera melesat ke arah anak perempuan berambut putih itu.
"Paman Xiang..!" Ling Ya Bing ingin sekali mengulurkan tangannya, tetapi tidak bisa. Dia juga tidak dapat lepas dari kepulan asap putih yang menyelimutinya ini.
Xiao Shuxiang hampir menggapai Ling Ya Bing, namun dengan cepat tubuh anak itu dilesatkan oleh kepulan asap putih tipis dan seakan menghindarinya.
"Sialan. Siapa pun kau, lepaskan Ling Ya Bing sekarang!" warna mata Xiao Shuxiang berubah merah, dia mengalirkan Qi pada Seruling Giok Putihnya sebelum menghilang dan muncul seketika di depan Ling Ya Bing.
Asap putih tipis itu sepertinya tahu, dia menghempaskan angin yang kuat hingga membuat Xiao Shuxiang terpental cukup jauh.
Meili Mao sendiri masih terlibat dalam masalah yang menyiksa hidungnya. Walau suara seruling lawan telah menghilang, namun telinganya masih berdenyut sakit.
Sebenarnya, Ling Ya Bing juga sampai sekarang mencium bau busuk yang entah asalnya dari mana itu, tetapi dia berusaha menahannya walau hidungnya benar-benar tidak kuat.
Baru setelah asap putih tipis yang menyelimuti tubuhnya mengempaskan angin, penciuman Ling Ya Bing mulai menjadi normal.
Tap
Kaki Xiao Shuxiang mendarat mulus di lantai pagoda. Dengan gerakan tangan yang pelan, dia mengarahkan sepuluh Cermin Pemindahnya agar menghadap ke tempat di mana Ling Ya Bing berada.
!!
Serangan besar keluar dari sepuluh Cermin Pemindah itu dan membuat Ling Ya Bing sangat terkejut. Dia berteriak sambil memejamkan mata.
Dirinya tidak bisa bergerak untuk menghindari serangan itu, dia yakin akan tewas sekarang. Pamannya memang tidak memiliki hati.
BAAAAM..!
Suara ledakan terdengar kala serangan itu menghantam Ling Ya Bing. Untung saja dia dilindungi oleh asap putih tipis yang menyelimutinya.
Xiao Shuxiang sengaja melakukan ini demi mengetahui sosok dari balik asap putih tipis yang dia lihat. Raut wajahnya sama sekali tidak memperlihatkan rasa bersalah.
"Kau sepertinya tidak memikirkan, bahwa bisa saja kami membiarkan seranganmu membuat anak itu tewas.." Meili mulai buka suara, penciuman dan pendengarannya sudah kembali normal.
"Kurasa.. Aku memang tidak memikirkannya. Jika dengan mengorbankan keponakan Kucing Putih bisa membunuh kalian, maka aku tidak akan ragu melakukannya." Xiao Shuxiang mengganti Seruling Giok Putihnya dengan Yīng xióng.
Dia menyaksikan bagaimana Meili Mao melompat dan mendarat tepat di depan Ling Ya Bing. Asap tipis yang menyelimuti gadis berambut putih di belakangnya mulai menampakkan wujud.
!!
Asap tersebut membentuk sepasang sayap berwarna putih keperakan dan seakan menutupi tubuh Ling Ya Bing.
Sayap yang terlihat indah itu perlahan terbuka dan menampakkan sosok pemuda berpakaian putih keemasan. Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya karena merasa penasaran.
Sosok yang dilihatnya terasa asing, pemuda itu memiliki rambut putih dan mata berwarna kuning keemasan, dia nampak suci serta penuh wibawa.
!!
Ling Ya Bing dapat mencium aroma yang sangat wangi, dia terpukau kala menengadah dan menatap sosok menawan ini. Dirinya jadi ragu untuk membebaskan diri.
"…"
Ling Ya Bing berkedip beberapa kali, tidak mampu mengeluarkan suara apa pun selain wajahnya yang tiba-tiba bersemu merah. Sosok yang dirinya sedang tatap saat ini membalas menatapnya, dia merasa gugup dan malu di saat yang bersamaan.
"Kakak ini sangat tampan, tapi.. Dia penjahat. Berbeda dengan Paman Xiang yang.. Kapan dia baik padaku? Jelas-jelas serangan Paman Xiang tadi hampir membunuhku.." Ling Ya Bing mengatupkan bibirnya saat mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan. Sosok suci yang bersayap di depannya benar-benar mengagumkan. Sekarang dia merasa sudah tahu, mengapa wilayah ini disebut 'Ujung Sayap Malaikat'.
"Lama tidak berjumpa.." sosok itu menatap lurus ke arah Xiao Shuxiang, nada suaranya sangat indah dan seolah dapat membuat hati siapa pun jatuh seketika.
!!
Hanya saja Xiao Shuxiang malah terkejut. Dia tidak mengenal pemuda bersayap di depannya, jadi bagaimana pemuda itu mengucapkan kata yang demikian? Apa mereka saling mengenal?
Tidak ada jawaban dari Xiao Shuxiang membuat sosok pemuda tampan ini tersenyum tipis. Dalam tiga tarikan napas, nada suaranya tiba-tiba menjadi feminim.
"Sepertinya.. Kau sudah melupakanku, Shuxiang.."
!!
***
.
.
.
.
.