
Satu ayunan dari pedang Xiao Shuxiang menghasilkan lima buah serangan beruntun. Pepohonan yang terkena serangan itu terbelah dengan tampilan yang bagai habis disambar petir.
Dia juga menghindari serangan dari mayat-mayat kultivator yang kekuatannya tidak bisa diremehkan. Tanah di hutan ini bergetar akibat pertarungan dahsyat mereka.
Di antara para kultivator, Wei Lou Ye adalah salah satu pendekar yang diakui akan menjadi Grand Elder Sekte Pedang Langit di masa lalu. Praktiknya sudah mencapai tahap Grand Master di usia yang masih cukup muda.
Dia pun sosok yang disegani oleh para pendekar dari perguruan lain, dia juga dihormati oleh para saudara seperguruannya. Sifat dan sikapnya merupakan cerminan dari aturan Sekte Pedang Langit.
Dahulu orang mengatakan, untuk memahami sekte tersebut harus dengan memperhatikan Wei Lou Ye. Dia adalah sosok yang sempurna, dan bahkan lebih baik daripada Lan Xu Jian serta Grand Elder Sekte Pedang Langit saat ini.
!!
"…"
Hanya benturan pedang yang terdengar di antara Xiao Shuxiang dan Wei Lou Ye. Meski saling berhadapan dan nampak bertemu pandangan, keduanya tidak ada yang mengucapkan sepatah kata pun.
Xiao Shuxiang tidak lagi merutuki Yīng xióng, dia seakan sudah menyerah pada pedangnya. Yang dia lakukan adalah menyamakan gerakan tubuh dengan kecepatan senjata pusakanya itu.
!!
Tidak hanya fokus pada pertarungannya dengan Wei Lou Ye, tetapi Xiao Shuxiang juga fokus pada Jian Shen dan para kultivator yang lain. Beberapa di antara mereka ada yang mendapat luka di lengan, namun dengan cepat luka tersebut menutup kembali.
Xiao Shuxiang yang melihat mereka tidak berdarah menjadi tahu bahwa dia tidak bisa menggunakan jurus terkuatnya. Belum lagi fakta bahwa dia sulit membuat mereka menjadi gumpalan daging.
Yīng xióng sama sekali tidak mengeluarkan racunnya, dia juga tidak segan menjadi pedang yang tumpul dan benar-benar merepotkan Xiao Shuxiang. Masalahnya, Koki Alkemis itu sulit memasukkannya kembali ke dalam gelang semesta, Yīng xióng seakan punya tujuan sendiri dengan semua ini.
"Itu sepertinya bukan Pedang Pusaka Langit.." Jian Shen memperhatikan senjata Xiao Shuxiang yang terlihat sulit dikendalikan, dia pun lantas mendengus sebelum kembali melesat.
!!
Pedangnya berbenturan keras dengan senjata Xiao Shuxiang. Dia tersenyum meremehkan saat melihat ekspresi wajah pemuda itu yang seperti berusaha sekuat tenaga.
"Kau memiliki pedang yang bagus, tapi aku ragu kau bisa memakainya untuk menebas."
"Entahlah. Mungkin aku bisa mencobanya padamu, Senior." Xiao Shuxiang membalas ucapan Jian Shen, dia menapak di tanah dan detik berikutnya bertukar serangan dengan kultivator tersebut.
Melawan lima belas orang dengan praktik setingkat Grand Master sebenarnya bukanlah hal yang mudah. Meski Xiao Shuxiang pernah menghadapi mereka, namun di masa lalu dia juga kesulitan.
!!
Xiao Shuxiang terkejut, sebuah serangan datang dari arah belakang tubuhnya. Dia terlambat menghindar dan terkena serangan itu, beruntung roh Phoenix Api di punggungnya bangkit dan melindunginya tepat waktu.
Wei Lou Ye, Jian Shen, dan para kultivator yang menjadi lawannya terkejut. Ini pertama kalinya mereka melihat Xiao Shuxiang memiliki Roh Phoenix Api.
Di pikiran mereka saat ini adalah Sang Bintang Penghancur itu sudah mempelajari banyak teknik di kehidupannya yang sekarang.
Xiao Shuxiang menapak di salah satu puncak pohon, dia menepis debu di bahu kanannya dan berekspresi tidak suka. Dia menatap kultivator sesepuh yang berani menyerangnya dari belakang.
"Aku sudah berjanji pada Ling Lang Tian agar menahan diri untuk tidak membunuh siapa pun, tetapi ini pasti tidak akan berhenti sebelum mereka benar-benar lenyap.." Xiao Shuxiang merasakan pedang di tangannya bergetar, Yīng xióng seperti ingin mengatakan sesuatu.
Koki Alkemis itu mengembuskan napas sebelum tatapannya menangkap kilatan cahaya yang melesat ke arahnya. Dia pun telah membulatkan tekad untuk tidak mengindahkan peringatan Ling Lang Tian. Jika dia terus menahan diri, dialah yang akan tiada sekarang.
!!
Xiao Shuxiang melesat dengan memegang erat Yīng xióng. Sebuah cermin berukuran sedang muncul di udara, tepat di hadapannya.
Kilatan cahaya tadi masuk ke dalam Cermin Pemindah Xiao Shuxiang dan muncul di belakang salah satu mayat kultivator. Cahaya itu menembus dada kultivator tersebut yang membuat para rekannya terkejut tidak percaya.
BLAAAR..!!
!!
Kilatan cahaya itu benar-benar mematikan, Xiao Shuxiang bahkan ikut kaget. Jika dia yang mengalaminya, mustahil untuk bisa mempertahankan tubuh dengan utuh. Bahkan mayat kultivator yang terkena cahaya itu meledak dan menjadi cincangan daging.
?!
Sesuatu yang aneh terjadi. Mayat kultivator itu dibangkitkan dengan jurus terlarang, tetapi meski tubuhnya hancur.. Dia tidak bisa membentuk ulang tubuh kembali. Masalahnya, rasa sakit yang harusnya dialami oleh kultivator tersebut justru malah dirasakan Xiao Shuxiang.
Koki Alkemis itu memuntahkan darah segar dan spontan menekan dadanya. Dia terkejut sekaligus keheranan dengan keadaan tubuhnya. Dirinya yakin tidak menerima serangan yang fatal, tetapi entah bagaimana dia bisa memuntahkan darah.
"Apa.. Apa yang sebenarnya terjadi?" tatapan mata Xiao Shuxiang seakan berusaha mencerna situasi yang dialaminya.
!!
Belum sempat Xiao Shuxiang berpikir, dia kembali diserang dan berakhir bertukar teknik berpedang hingga menciptakan gemuruh yang luar biasa keras di langit.
Setiap kali Xiao Shuxiang berhasil membunuh seorang mayat kultivator dengan memakai pedang pusakanya, dia akan langsung merasakan tekanan yang kuat di dadanya, lalu kemudian memuntahkan darah.
Semakin kuat lawan yang dia bunuh, maka rasa sakit di dadanya akan semakin bertambah. Pandangannya bahkan mulai agak memburam, seolah dia bagaikan membunuh bayangannya sendiri.
Trang!
Kemungkinan kondisi inilah yang dimaksud oleh Gong Zitao. Pemuda itu mengatakan, bahwa entah Xiao Shuxiang membunuh atau dibunuh oleh para mayat itu--dia tetap tidak akan selamat.
Xiao Shuxiang tidak mengetahui bahwa cairan yang dituangkan oleh Gong Zitao untuk membangkitkan para mayat kultivator tersebut terdapat darah Qian Kun dan juga inti api biru kecilnya.
Api Biru Kecil itu sebenarnya bisa dikatakan sebagai bagian dari nyawa Xiao Shuxiang. Mereka sudah menemani Koki Alkemis itu di setiap kehidupan walau kebenarannya adalah mereka hanya setia pada Qian Kun saja.
BAAAAM..!!
Suara ledakan besar terdengar. Tidak hanya akibat pertarungan Xiao Shuxiang, tetapi juga pertempuran yang dihadapi oleh Jing Mi dan teman-temannya sekarang.
"Saudara Jing..!!" Hai Feng berseru, dia ingin menolong Jing Mi yang tengah di serang oleh tiga mayat kultivator secara sekaligus, namun saat hendak bergegas--musuhnya menjadi halangan baginya.
Zhi Shu menggunakan busur es miliknya untuk memanah setiap musuh dan membuat mereka beku. Dia membantu teman-temannya dari jarak jauh.
Di sisi lain, Ling Qing Zhu harus bertarung dengan lima orang kultivator yang tanpa kesadaran sambil melindungi para murid junior Sekte Kupu-Kupu yang tengah fokus menyelamatkan para warga kota.
TRAANG..!!
Ling Qing Zhu melompat mundur sambil menahan serangan dengan memakai Baiyi, pedang pusakanya. Rambut putihnya tergerai, dimain-mainkan oleh angin, dan nampak berkilau terkena cahaya.
Grrrr
Suara geraman dari mayat kultivator yang dilawannya dapat dengan jelas didengar oleh Ling Qing Zhu. Dia melihat wajah para kultivator ini yang begitu pucat nan mengerikan, tetapi dia sama sekali tidak gentar mengayunkan pedang.
Ling Qing Zhu menggunakan 'Teknik Sembilan Langkah Petir', sebuah serangan yang tidak akan bisa ditahan oleh musuh. Dia masih mempertahankan ketenangan dan wibawanya saat berhadapan dengan mereka.
BLAAAAR..!!
Dua dari lima mayat terkena serangan itu. Tubuh mereka terbelah dua dan nampak hangus seperti baru saja tersambar petir. Suara keras dihasilkan karenanya dan termasuk membuat tanah bergetar.
Hou Yong yang melihat aksi Ling Qing Zhu nampak terpukau. Dia memuji kehebatan gadis itu dan hampir terkena serangan nyasar andai Hai Feng tidak menolongnya.
"Hou Yong! Apa kau mau mati?! Kau harus fokus, perhatikan musuhmu!" Hai Feng kembali melesat setelah mengomeli saudara seperguruannya, dia bertukar serangan dengan mayat kultivator yang berasal dari Aliran Hitam.
Yi Wen sendiri berada di jarak yang jauh dengan teman-temannya. Dia menghadapi enam orang manusia yang sedang berada dalam pengaruh roh jahat. Hanya saja cara yang dirinya lakukan salah, Yi Wen menebas mereka tanpa ampun.
!!
Seseorang melesat dari arah samping kanan tubuhnya. Untunglah Yi Wen menyadarinya sebelum terlambat, pedangnya berbenturan dengan kipas seorang pria berpenutup mata.
"Apa-apaan ini, Yi Wen? Kau sekarang memutuskan kembali pada teman-temanmu, hah?"
Suara itu adalah milik Gou Yun Fei, pria dengan pakaian aneh dan merupakan salah satu pendekar dari Benua Tengah. Dia sebelumnya sudah memperhatikan Yi Wen dan memutuskan untuk turun tangan menghadapi gadis ini.
TRAANG..!
"Aku ini memang tidak bisa melihat, tapi masih dapat mendengar. Detakan jantung dan suara napasmu sudah cukup menjadi bukti bahwa kau adalah Yi Wen. Jadi sekarang jawab? Kau ini sebenarnya ada di pihak siapa, huh?"
"…"
Yi Wen tidak menjawab, pergerakannya semakin liar setiap kali dia menyerang. Barulah beberapa saat Yi Wen menjawab pria itu dengan mengatakan bahwa dia memihak saudara seperguruannya, namun dengan cara yang berbeda.
Gou Yun Fei menggeleng, gadis ini mungkin tidak pernah terlihat dalam rapat para pilar, namun dia selalu menyadari kehadirannya.
Trang!
"Bisakah sekarang kau berhenti? Biarkan aku melakukan tugasku dengan baik. Ini tidak akan menghalangi rencana kalian sama sekali." Yi Wen tidak suka bertarung terus dengan Gou Yun Fei, masih ada hal yang harus dirinya lakukan.
"Qian Kun memang memberi tahu bahwa ada salah satu pilar Scarlet Darah yang memiliki tujuan sendiri dari perang ini. Kurasa orang yang dia bahas adalah kau,"
Trang!
"Aku bukan bagian dari kalian. Hanya saja aku memang mempunyai tujuan yang sedikit mirip dengan Qian Kun, jadi dia membiarkanku. Kau jangan menanyakan apa-apa, aku tidak mau membuang waktu menjawabnya."
Asap tipis kehitaman terbentuk di bawah kaki Yi Wen dan dengan cepat menyelimuti tubuhnya. Hanya perlu beberapa detik sampai gadis itu menghilang dan membuat Gou Yun Fei tersentak.
!!
Pemuda itu menghentikan gerakannya. Dia tidak bisa lagi merasakan keberadaan Yi Wen. Dirinya pun mendengus dan merutuki gadis tersebut yang pergi begitu saja saat mereka tengah bertarung.
Trang..!
BAAAAM..!!
Di tempat lain, Jing Mi berhasil membuat dua mayat kultivator menghantam bangunan dengan keras. Tubuh mereka tertebas di beberapa bagian dan perlahan mulai berubah menjadi butiran debu.
Jing Mi mengusap keringat di dahinya dan lalu memainkan kedua pedangnya. Dia pun melesat untuk melawan mayat-mayat yang lain, dirinya terkadang menyemangati adik seperguruannya.
!!
Tidak jauh di tempat Jing Mi berada, terlihat Bocah Pengemis Gila yang sedang menahan serangan beberapa mayat dengan memakai tongkat bambunya. Wajahnya nampak pucat dan terlihat seperti sedang ketakutan.
"Mereka menyeramkan, sumpah! Jing Mi Gege, tolong aku!" Bocah Pengemis Gila melompat mundur dan memutar tubuhnya. Pedang musuhnya menebas dinding bangunan yang sebelumnya menjadi tempat dirinya bersandar walau hanya sejenak.
Dia mengembuskan napas lega, namun detik itu juga matanya melotot dan dirinya spontan membungkukkan tubuh. Hampir saja lehernya tertebas dengan senjata dari kultivator yang lain.
!!
Dengan gerakan cepat, Bocah Pengemis Gila berguling ke depan dan kembali mengambil napas banyak-banyak. Dia memeluk erat tongkat bambunya dan berguling ke samping saat mendapat serangan lagi.
"Ya ampun..!! Kenapa yang menyerangku banyak sekali. Aku ini hanya manusia biasa, tolong ampuni aku.."
Bocah Pengemis Gila merengek, dia terus memanggil-manggil Jing Mi dan meminta dilindungi oleh pemuda kekar itu. Lan'Er Gege-nya sedang tidak ada, dan dia tidak melihat Xiao Shuxiang sejak tadi. Dia tidak bisa meminta bantuan Hou Yong karena pemuda itu terlalu pendek, Jing Mi adalah sosok yang sesuai untuk menjadi pelindungnya.
"Jing Mi Gege..!"
"Bocah Pengemis Gila..! Kau jangan teriak-teriak..! Kau ini kan kuat, kenapa jadi lembek begitu?!"
"Tapi Aku Ini Takut Hantu Dan Mayat Hidup..! Sungguh, Aku Tidak Bohong!"
!!
Jing Mi menendang keras salah satu mayat dan menoleh ke arah Bocah Pengemis Gila. Pria yang memegang tongkat bambu itu nampak berwajah buruk, dia tidak percaya ada seorang pendekar yang takut melihat mayat hidup.
"Mereka menggigit, Jing Mi Gege..! Mereka mengigit! Aku tidak mau jika mayat hidupnya berwajah menakutkan, tolong selamatkan aku..!" Bocah Pengemis Gila berusaha lari, namun tetap saja dia dipaksa untuk menahan serangan yang datang. Ekspresi wajahnya mencerminkan seorang pendekar yang penakut, tetapi sebenarnya kuat.
Salah satu murid junior dari Sekte Kupu-Kupu menggelengkan kepala saat melihat tingkah Bocah Pengemis Gila. Dia tidak habis pikir ada pendekar aneh semacam pria berpakaian hitam bercampur merah tersebut.
Dia pun melesat dan dengan cepat menebas leher mayat kultivator yang bertarung dengan Bocah Pengemis Gila dari belakang. Jatuhnya kepala mayat itu membuat Bocah Pengemis Gila membulatkan matanya dan merasa terkejut.
Kaki murid itu menapak mulus di tanah. Tanpa ragu dia menusuk punggung mayat tersebut dan menebasnya dengan beberapa gerakan. Dia bahkan tanpa ragu menendang bagian tangan dari mayat yang ditebasnya sambil mendongak menatap Bocah Pengemis Gila.
"Dasar payah. Dengan mayat hidup saja Kakak takut? Kakak ini kan sudah dewasa, apa tidak malu dengan anak kecil sepertiku?"
!!
Tanpa sadar mulut Bocah Pengemis Gila terbuka. Suara menggemaskan dari anak laki-laki yang nampak berusia 9 Tahun di hadapannya serta cara bertarung yang dilihatnya barusan sungguh tidak terduga.
"Kau ini.."
"Apa lihat-lihat? Kalau Kakak bersikap seperti ini, yang ada justru menjadi beban. Kalau takut pada mayat hidup, maka pergi dan cari tempat yang aman. Kakak hanya membuat fokus Senior Jing menjadi terganggu."
!
Murid laki-laki itu bicara sangat dingin dan ketus. Dia mengulurkan tangan kirinya dan menggunakan pakaiannya untuk membersihkan bilah pedangnya. Dia pun melesat dan menargetkan salah satu mayat hidup yang tengah menerang saudara seperguruannya.
Bocah Pengemis Gila baru berkedip. Dia mengedarkan pandangannya dan melihat sepak terjang para kultivator kecil itu. Mereka nampak seperti anak-anak berusia sekitar 8 sampai 14 Tahun, mamakai seragam bercorak sayap kupu-kupu dan tanpa gentar menghadapi lawan.
Cara bertarung mereka mengagumkan untuk bocah-bocah kerdil. Dan yang membuatnya semakin terlihat mustahil adalah mereka semua tidak pernah meninggalkan tubuh lawan secara utuh.
Bocah Pengemis Gila kesulitan menelan ludah. Dia tidak menurunkan kewaspadaan terhadap kondisi sekitarnya. Tatapan matanya lurus ke depan, namun tangan kanannya bergerak mengayunkan tongkat bambu untuk menahan serangan yang datang.
"Ini.. Aku tidak tahu harus berkata apa. Tidak hanya Xiao Shuxiang, tetapi anak-anak dari Sekte Kupu-Kupu juga kumpulan orang yang tidak waras. Mereka masih kecil, masih terlalu muda, bagaimana bisa membunuh lawan dengan cara sebrutal ini? Apa yang Xiao Shuxiang ajarkan pada para juniornya,"
Trang!
Sebenarnya bukan Xiao Shuxiang yang secara langsung mengajari para murid junior Sekte Kupu-Kupu. Hanya saja untuk generasi Jing Mi dan Hun Fung, dia memang ikut terlibat di dalamnya.
Sementara para murid-murid yang masih sangat muda itu diajari oleh teman-teman Xiao Shuxiang. Mereka mendapat didikan yang tidak biasa, baik harus menangkap seekor Demonic Beast dan mengulitinya secara hidup-hidup sampai diajari untuk tidak pernah ragu mengayunkan pedang.
Bocah Pengemis Gila benar-benar sangat syok. Sebelumnya dia menganggap para murid junior Xiao Shuxiang merupakan anak-anak yang manis dan menggemaskan, kumpulan kupu-kupu kecil yang lemah serta rapuh.
Tetapi tidak disangka anak-anak yang wajahnya begitu polos dan bagai malaikat kecil ini adalah monster-monster yang tidak kenal ampun.
Trang..!
Mereka memiliki kerja sama yang mengerikan. Cara bertarung mereka brutal namun saling mendukung satu sama lain. Mereka menebas tubuh lawan tanpa berkedip dan seakan belum puas dengan kepala yang menggelinding, mereka malah menebas tubuh lawan dan menjadikannya cincangan daging.
Anak-anak itu bahkan tanpa ragu menendang organ tubuh lawan sebelum menjadi abu. Mereka berwajah manis, tetapi saat memegang pedang--Entah bagaimana mereka terlihat bagai kupu-kupu kecil pembawa kematian.
Bocah Pengemis Gila yang sejak tadi sudah tertekan karena tidak suka melihat mayat hidup, kini menjadi makin tertekan akibat melihat cara bertarung para saudara junior Xiao Shuxiang.
Dia seakan tidak sanggup berkata apa-apa lagi selain menganggap bahwa para pendekar di Benua Timur adalah orang-orang yang tidak waras. Kalau murid sekte Kupu-Kupu saja bisa semengerikan ini, maka bukan tidak mungkin para murid sekte lain juga demikian.
CRAASH..!!
Tangan Bocah Pengemis Gila yang memegang tongkat bambu tergelincir, dia lupa menahan kekuatan hingga salah satu ujung tongkatnya menembus dahi seorang mayat kultivator dan membuat kepala lawannya pecah.
!!
Bocah Pengemis Gila terkejut, wajahnya pucat ketika melihat tubuh mayat kultivator di sampingnya tumbang tanpa kepala. Dia mengatupkan bibir dan seolah bersiap untuk memanggil-manggil Jing Mi kembali.
Di sisi lain, langit di atas pertarungan Xiao Shuxiang seperti akan terbelah dua. Dia terlalu menghayati pertarungannya hingga hutan yang sebelumnya nampak rindang kini berubah begitu drastis.
!!
***