XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
72 - Bukit 4 Tetua [Revisi]


Cukup lama mereka terbang, Jing Mi dan yang lainnya bisa melihat empat buah bukit, salah satunya memiliki tiga warna yaitu hijau, putih dan biru.


Keempat bukit itu seakan mengelilingi dan mengapit sebuah kota yang besar, lebih besar dari Kota Daun Teratai.


Kota ini sendiri bernama 'Langit Bintang', sebuah kota yang begitu terkenal di Kekaisaran Matahari Tengah termasuk dua Kekaisaran lainnya.


Selain keempat bukit tersebut, terlihat juga sebuah gunung besar nan tinggi dan agak tertutup oleh awan. Bagi Jing Mi dan saudara seperguruannya, gunung besar itu seperti induk dari keempat bukit yang mereka lihat.


Bukit 4 Tetua. Itulah sebutan bagi empat bukit yang dilihat oleh Jing Mi dan saudara seperguruannya. Masing-masing bukit merupakan tempat tinggal dari Patriarch Sekte Pedang Langit.


Bukit pertama bernama Bukit Persik Bulan. Merupakan tempat tinggal Patriarch Kedua Sekte Pedang Langit, Lan Xu Jian.


Bukit yang memiliki tiga warna bernama Bukit Salju Tanpa Musim. Merupakan tempat tinggal Patriarch Pertama Sekte Pedang Langit, Yu Changhai.


Bukit selanjutnya bernama Bukit Sungai Ketenangan, di tinggali oleh satu-satunya Patriarch Wanita Sekte Pedang Langit, Patriarch Keempat, Ming Mei.


Sementara bukit terakhir bernama Bukit Pengetahuan, di tempati oleh Patriarch Kelima Sekte Pedang Langit, Bai Wu Dang.


Sekte Pedang Langit memiliki tempat yang paling luas di Kota Langit Bintang, sebuah tembok putih setinggi tujuh meter mengelilingi sekte ini.


Di dalamnya, ada sebuah pagoda bertingkat sembilan dan memiliki warna berbeda-beda di setiap lantainya. Di lantai kesembilan-lah, Grand Elder Sekte Pedang Langit tinggal.


Seperti yang diketahui, Sekte Pedang Langit memiliki lima orang Patriarch. Namun, hanya empat patriarch saja yang sering terlihat dan menyapa murid-murid Sekte Pedang Langit.


Murid-murid Sekte Pedang Langit pun, juga sering menganggap bahwa sebenarnya mereka hanya memiliki empat patriarch saja, sesuai dengan jumlah bukit yang ada.


Semua ini dikarenakan Patriarch Ketiga Sekte Pedang Langit sangat jarang memperlihatkan dirinya. Dan tidak banyak dari mereka yang tahu seperti apa rupa Patriarch Ketiga tersebut.


Bahkan Patriarch Lan saja, hanya sekali bertatap muka dengan Sang Patriarch Ketiga. Itu pun, hanya beberapa tarikan napas sampai Patriarch Ketiga menutupi wajahnya kembali dengan kain layaknya memakai cadar.


Patriarch Lan, Huan Fei dan murid-murid mereka perlahan turun, tepat di depan gerbang Sekte Pedang Langit.


Saat terbang tadi, Jing Mi dan saudara seperguruannya mengira bahwa Sekte Pedang Langit begitu kecil. Tidak disangka, sekte ini jauh lebih besar bahkan sangat besar bila dibandingkan dengan Sekte Bunga Lotus.


"He-hebaaat!!"


Jing Mi, Bao Yu dan Hou Yong terlihat berseru dengan mata berbinar-binar. Beberapa kali Jing Mi berdecak kagum, dia tentu tidak lupa untuk menyapa tembok Sekte Pedang Langit sambil mengusap, memeluk, dan menciumnya.


"Apa yang dilakukan Saudara Jing?" Hai Feng bingung saat melihat tingkah saudaranya yang menurutnya aneh.


"Aku rasa... itu cara orang-orang berkenalan di luar desa kita.." Hou Yong mengusap-usap dagunya, ucapannya membuat saudara seperguruannya kecuali Qi Xuan, Xiao Lu dan Xiao Shuxiang mengangguk sambil ber-oh ria.


Mereka secara serentak ikut memeluk dan menyapa tembok Sekte Pedang Langit mengikuti Jing Mi. Qi Xuan dan Xiao Lu seakan tidak bisa berkata apa pun saat melihat tingkah konyol saudara-saudara seperguruan mereka ini.


"Hm... Shu'Er, apa yang sedang dilakukan murid-muridmu itu?" Huan Fei seakan tidak bisa menahan rasa penasarannya.


"Sayang sekali aku tidak tahu. Bahkan aku merasa bahwa murid-muridku ini memiliki tingkah yang aneh."


Patriarch Lan dan murid-murid Huan Fei terlihat menggeleng, mereka merasa bahwa anak-anak ini seperti tidak pernah melihat tembok sebelumnya.


"Ck ck ck, kasihan..."


Xiao Shuxiang mengusap wajahnya, "Aku memang pernah melihat saudara Jing berkelakuan seperti ini. Namun, tidak disangka Hou Yong dan anak-anak Sekte Kupu-Kupu lain mengikuti apa yang saudara Jing lakukan."


Patriarch Lan lalu mengajak Yang Shu dan Huan Fei, serta murid-murid mereka untuk masuk. Hanya saja, Huan Fei berkata bahwa dirinya harus segera kembali ke Sekte Bunga Lotus.


"Aku sudah terlalu lama pergi. Lagipula, Gu Ta Sian pasti menunggu Lu'Er kembali.."


!!


Jing Mi, Hou Yong dan teman-temannya tersentak saat mendengar bahwa Huan Fei akan segera pergi. Apalagi saat mereka mendengar bahwa Grand Elder Sekte Bunga Lotus ini akan membawa saudara seperguruan mereka, Xiao Lu dan Qi Xuan.


Segera, kedelapan murid Sekte Kupu-Kupu berlari dan memeluk Qi Xuan dan Xiao Lu.


"Saudara Xuan...!"


"Saudaraku...!"


"Kalian harus mendengarkan Jing Mi, sekarang Jing Mi adalah kakak yang paling tertua di antara kalian..." Qi Xuan mengelus kepala saudaranya secara bergantian.


Xiao Lu juga ikut berpesan kepada Yi Wen untuk membantu Jing Mi menjaga saudara-saudara mereka, "Aku mempercayakan semuanya padamu,"


Huan Fei juga terlihat berpamitan kepada Yang Shu dan Patriarch Lan. Dia berpesan agar Patriarch Lan menjaga Yang Shu dengan baik.


Yang Shu menepuk pelan pundaknya dan mengatakan bahwa dia bukanlah anak kecil yang butuh dijaga oleh pria dewasa.


"Kau juga, jaga dirimu baik-baik. Aku menitipkan Xuan'Er padamu..."


Huan Fei mengangguk, "Aku pasti akan mendidik dan menjaga Qi Xuan dengan baik."


Setelah cukup lama berpelukan, Huan Fei mulai melepas Yang Shu dan mengajak Qi Xuan dan Xiao Lu.


Huan Fei dan murid-muridnya kembali terbang dengan membawa Qi Xuan serta Xiao Lu bersama mereka. Jing Mi, Hou Yong dan saudara seperguruan mereka melambaikan tangan ke arah Qi Xuan dan Xiao Lu.


Setelah Huan Fei dan murid-muridnya sudah tidak terlihat lagi, Patriarch Lan mulai mengajak Yang Shu dan murid-muridnya untuk masuk.


Patriarch Lan menyentuh pelan pintu gerbang Sekte Pedang Langit, seketika sebuah garis putih mulai membentuk simbol sepasang sayap. Ini merupakan segel yang membuat murid-murid Sekte Pedang Langit tidak bisa keluar melewati gerbang.


Ketika gerbang terbuka, mereka seperti berada di dalam sebuah ruangan, masih ada pintu yang tertutup sedikit jauh di depan mereka.


"Patriarch Lan..!"


Seorang murid Sekte Pedang Langit terlihat berjalan menghampiri mereka, dia memberi hormat kepada Patriarch Lan dan juga Yang Shu.


"Patriarch Lan? Mereka ini...?"


Sebenarnya dia cukup terkejut, karena Patriarch-nya ini datang membawa banyak sekali anak. Padahal pembukaan 'Pelatihan Etika' masih ada lima hari lagi.


Patriarch Lan tahu apa yang dipikirkan oleh salah satu muridnya ini. Sekte Pedang Langit bukan hanya sebuah tempat untuk berlatih kultivasi dan pedang, melainkan juga sebuah tempat 'Pelatihan Etika'.


Ada hari di mana beberapa sekte kecil, menengah dan besar mengirim murid-murid mereka untuk belajar di Sekte Pedang Langit, tidak terkecuali beberapa sekte Aliran Hitam.


Sejauh ini, hanya Sekte Pedang Langit sajalah yang mampu menjadi penengah antara Aliran Putih dan Aliran Hitam.


Patriarch Lan, "Mereka adalah tamu istimewaku."


Murid Patriarch Lan cukup mengerti, dia sebenarnya agak kaget karena baru pertama kali dirinya melihat Patriarch Lan bisa tersenyum seperti itu.


"Ka-kalau begitu, silahkan..!"


Murid Patriarch Lan mempersilahkan Yang Shu dan murid-muridnya untuk mulai berjalan ke pintu selanjutnya. Di dekat pintu, sudah ada dua murid yang bertugas untuk melepas segel agar Patriarch Lan dan para tamunya bisa lewat.


Pintu terbuka, bersamaan dengan angin sejuk yang berhembus dan menerpa Jing Mi juga saudara-saudaranya.


Setiap jalanan yang Jing Mi pijak terbuat dari batu giok berwarna putih, dia bahkan bisa melihat anakan sungai buatan dan beberapa pohon plum.


Pandangan Jing Mi dan Hou Yong kini mengarah pada sebuah batu besar, mirip seperti batu kisah. Ada sebuah tulisan berwarna putih dan akan mengkilap saat diterpa sinar matahari.


Batu ini menarik perhatian Jing Mi dan saudara-saudaranya, termasuk juga Xiao Shuxiang. Hanya saja, jika dibandingkan dengan murid-murid Sekte Kupu-Kupu yang tidak tahu apa-apa, Xiao Shuxiang jelas lebih mengetahui tentang batu besar tersebut.


Tubuh Xiao Shuxiang sudah berat melangkah saat memasuki gerbang Sekte Pedang Langit, dan sekarang... dia dihadapkan pada sesuatu yang sangat tidak disukainya.


Jing Mi dan saudara seperguruannya termasuk Yang Shu mulai sedikit membaca tulisan pada batu besar di depan mereka.


Baris pertama saja, sudah ketahuan bahwa tulisan pada batu ini adalah Aturan-Aturan wajib dan harus dipatuhi oleh orang-orang yang menginjakkan kakinya di Sekte Pedang Langit.


Tian Ri berkata, "Ada lima ribu aturan di sekte ini yang tidak boleh dilanggar. Kalian harus membaca dan mematuhi semuanya,"


Xiao Shuxiang tersentak saat mengetahui bahwa sekarang aturan Sekte Pedang Langit semakin bertambah.


"Li-lima ribu? Terakhir kali aku datang hanya tiga ribu...! Haah, dari semua sekte. Ini sekte paling menyebalkan yang pernah ada!!"


Patriarch Lan lalu mengajak Yang Shu dan murid-muridnya untuk mengunjungi sebuah tempat Penguatan Mental dan Pembersihan Iblis Hati. Ini adalah hal pertama yang harus dilakukan sebelum benar-benar menjadi bagian dari Sekte Pedang Langit.


***


-


-


-


Catatan Penulis :


Arigatou Karena Masih Setia Mampir Dan Membaca Karya Ini. Perjalanan Xiao Shuxiang Masih Akan Berlanjut, Dan Untuk Beberapa Chapter Ke Depan, MangThor Memberikan Libur Untuk Xiao Lu Dan Qi Xuan..!^^


Dasha Sebenarnya Juga Pengen Libur, Tapi Keseruan Xiao Shuxiang Baru Akan Dimulai Sekarang, Jadi Jumpa Lagi Di Chap Berikutnya! ヽ(´▽`)/