XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
86 - Sian Ru [Revisi]


Sian Ru melempar vas bunga hingga pecah, dia terlihat marah. Dia menggeram dan melampiaskan semua amarahnya pada benda mati yang ada di dalam kamarnya.


Penyebab Sian Ru semarah ini adalah karena Xiao Shuxiang. Dengan cara yang menurutnya kotor, anak bernama Xiao Shuxiang telah berani merebut perhatian semua orang yang ada di Sekte Pedang Langit dari dirinya.


Selama ini, di Balai Utama, Balai Murid, Balai Peristirahatan, sampai Pagoda Tingkat Sembilan----nama Sian Ru yang selalu dielu-elukan setelah nama Lan Guan Zhi. Tetapi kini..


"Monster kecil itu..!! Setiap hari, selalu saja dirinya yang jadi topik perbincangan..! Selalu saja dia...!! Keterlaluan!!"


Prang!!


Sian Ru menatap pantulan wajahnya di cermin. Dia mengingat selama lima hari ini banyak yang membicarakan tentang Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang. Namanya sendiri seolah bagai ditelan bumi, pesona dan bakatnya seakan digantikan dengan tingkah nakal Xiao Shuxiang.


Sebelumnya, banyak anak-anak yang sama nakalnya dengan Xiao Shuxiang. Namun tidak ada yang menjadi topik perbincangan sampai selama ini.


"Aku sudah lama berusaha menarik perhatian tuan muda Lan Guan Zhi, bahkan pernah secara sengaja melanggar aturan demi untuk mendapat perhatian calon Grand Elder itu. Tetapi, tuan muda Lan sama sekali tidak terpengaruh. Dan sekarang, malah anak itu yang mendapat perhatiannya?!"


"Akan kubalas dia! Akan kubalas monster kecil itu!!"


Tuk tuk tuk


Sian Ru tersentak saat mendengar suara ketukan pintu, secara tiba-tiba raut wajahnya berubah. Dia merapikan sedikit rambutnya dan mulai melangkah menuju pintu.


Ketika membuka pintu kamarnya, Sian Ru bisa melihat bahwa yang mengetuk tadi adalah saudara seperguruannya.


Dengan senyuman yang begitu manis, Sian Ru keluar dan segera menutup pintunya, dia tidak ingin temannya ini melihat kamarnya yang berantakan.


"Kau sedang menyembunyikan apa...?"


"Apa maksudmu? Aku tidak menyembunyikan apa pun. Sebaiknya kita pergi, ini sudah waktunya, bukan? Ayo..!" Sian Ru memegang lengan temannya dan mulai mengajaknya untuk meninggalkan tempat ini segera.


Sian Ru adalah gadis yang seperti memiliki dua wajah. Begitu mudah dirinya berubah sikap, dia begitu lihai menyembunyikan sifat aslinya dengan senyuman layaknya malaikat baik hati.


Tinggal di Sekte Pedang Langit selama kurang lebih 12 tahun, melakukan Pembersihan Iblis Hati sebanyak tiga kali, nyatanya belum cukup mengubah sifat Sian Ru yang sebenarnya.


Keserakahan akan pujian, membuat Sian Ru selalu iri pada orang lain tanpa peduli bahwa orang tersebut hanya anak kecil atau bukan.


Baginya, tidak ada yang boleh mendapat perhatian selain dirinya. Dan jika ada, maka orang tersebut harus berada di bawah kakinya. Di sisi lain, dia memiliki kekaguman yang tinggi pada Lan Guan Zhi. Dia ingin perhatian dari Grand Elder Masa Depan sektenya itu.


Hanya saja, Lan Guan Zhi tidak pernah memberi Sian Ru wajah. Bahkan ketika dia mencoba melanggar satu aturan, anak itu tidak memperlakukannya dengan cara yang sama saat memperlakukan Xiao Shuxiang.


Karena itulah Sian Ru membenci Xiao Shuxiang. Anak laki-laki itu sendiri justru tidak pernah mengetahui bahwa ada seseorang di Sekte Pedang Langit yang mulai menaruh dendam padanya.


Jika Xiao Shuxiang tidak segera menyadari ini, maka dendam yang awalnya kecil dan terkesan sepele----bisa saja membuat dirinya bermasalah di masa depan.


"A-Akhirnyaaa..!!" Xiao Shuxiang merenggangkan kedua tangannya, selesai juga tugasnya menyalin seribu aturan Sekte Pedang Langit.


"Sekte ini sangat beruntung karena bisa melihat dan memiliki tulisan tangan dari Sang Bintang Penghancur, Xiao Shuxiang..!"


Dengan begitu bangganya, Xiao Shuxiang memuji tulisan tangannya yang seperti benang kusut tak berujung itu.


Xiao Shuxiang kemudian bangun dari tempat duduknya, dia merenggangkan tubuhnya sambil berjalan ke tempat Lan Guan Zhi yang sedang serius menulis.


"Lan Guan Zhi, apa kau tidak pegal terus menulis setiap hari..?" Xiao Shuxiang duduk di depan Lan Guan Zhi sambil memainkan kuas yang ada di atas meja.


Lan Guan Zhi sendiri tidak mengatakan apa pun pada anak di depannya, dia hanya sekilas melihat Xiao Shuxiang dan memukul pelan tangan yang sedang memainkan kuas miliknya.


Xiao Shuxiang langsung memasang wajah cemberut, namun ekspresinya berubah saat mengingat sesuatu. Sedikit mendekat, Xiao Shuxiang pun bertanya, "Hei... Tentang jurus yang selama ini menyulitkanku itu, apa benar kau yang menciptakannya?"


"Mn," Lan Guan Zhi mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Xiao Shuxiang. Dia merasa bahwa anak di depannya seperti tertarik dengan jurusnya itu.


Xiao Shuxiang, "Bagaimana cara melakukan dan melepaskan segel dari jurus ciptaanmu?"


"......" Lan Guan Zhi tidak mau menjawabnya.


"Tsk, kau ini tidak banyak bicara. Sangat membosankan." Xiao Shuxiang kemudian berjalan ke arah langkan.


Pemandangan Sekte Pedang Langit separuhnya bisa dilihat Xiao Shuxiang, angin sejuk yang cukup kencang membuatnya merasa tenang.


Kening Xiao Shuxiang tiba-tiba mengerut, pandangannya terarah pada banyaknya murid Sekte Pedang Langit yang nampak berjalan menuju Balai Utama.


"Mereka mau ke mana..?"


Saat sedang berpikir, Xiao Shuxiang mendengar suara ketukan pintu. Seorang murid Sekte Pedang Langit masuk dan mengatakan kepada Lan Guan Zhi bahwa sudah waktunya menyambut murid-murid sekte Tiga Aliran.


Xiao Shuxiang yang mendengarnya langsung menyusul Lan Guan Zhi untuk ikut menyambut para murid.


Sambil mencatat nama, mereka juga memberikan semacam segel yang sedikit mirip dengan segel Pendekar Walet Pelindung.


Fungsi segel ini adalah supaya selama Pelatihan Etika, tidak ada kekacauan yang diakibatkan oleh murid sekte Aliran Hitam dengan Aliran Putih. Sebab kedua aliran tersebut tidak pernah bisa akur dan selalu saja bertarung.


Segel ini tidak menyegel Qi, mereka masih bisa menggunakannya namun hanya untuk menolong diri sendiri dan orang lain. Jika ada pikiran untuk mencelakai seseorang, maka segel tersebut akan aktif.


Dampaknya, segel ini akan menyakiti tubuh inangnya hingga tidak sadarkan diri. Tidak hanya kultivator dari luar yang diberi segel ini, tetapi juga murid-murid Sekte Pedang Langit secara keseluruhan.


Jing Mi dan Hou Yong terlihat di antara murid junior Sekte Pedang Langit, mereka begitu tertarik menyambut kedatangan teman-teman baru.


!!


"I-itu... Saudara Zong?!" Jing Mi dan Hou Yong terlihat tidak menyangka bisa bertemu dengan Zong Ming lagi. Segera keduanya menghampiri Zong Ming yang baru saja diberi segel pada keningnya.


"Saudara Zong?!"


Seruan dari Jing Mi dan Hou Yong membuat Zong Ming menoleh, senyum lebar menghiasi wajahnya saat melihat teman akrabnya kembali.


Jing Mi dan Hou Yong langsung memeluknya, ketiganya benar-benar gembira. Tak hanya Zong Ming yang datang, bahkan Ying Liu dan Xiao Lu juga ada.


Kultivator muda dari sekte lain juga terlihat, seperti Dai Chen, Qi Xuan, Wen Tian, Huan Ran dan murid-murid yang pernah dilihat oleh Jing Mi.


"Lama tidak melihatmu, kau semakin bertambah besar Saudara Jing..!" Zong Ming memijat pelan kedua lengan Jing Mi, dia bisa merasakan otot temannya ini begitu keras padahal masih berusia 14 tahun.


"Tidak selama itu. Justru aku yang terkejut, kau terlihat berbeda sejak terakhir kita bertemu.."


Xiao Lu dan Ying Liu baru selesai diberi segel. Keduanya segera menghampiri Jing Mi, Zong Ming dan Hou Yong.


Xiao Lu, "Bagaimana keadaan kalian semua?"


Hou Yong, "Kami sangat baik di sini. Kakak Lu Yang Cantik, kau juga sangat berbeda dari yang pernah kulihat."


Xiao Lu, "Tentu saja. Aku kan tumbuh semakin cantik. Ah iya, di mana Yi Wen dan yang lainnya? Aku juga tidak melihat kakek..."


Perwakilan dari sekte Tiga Aliran sebenarnya adalah anak-anak berusia mulai dari 9 hingga 16 tahun. Satu sekte paling banyak mengirim lima orang muridnya tanpa melihat tingkat praktik mereka.


"Xiao'Er juga tidak ada... Aku tidak melihatnya.." Xiao Lu menanyakan tentang adiknya kepada Jing Mi dan Hou Yong.


"I-itu.."


"Saudara Xiao baik-baik saja, dia pasti akan segera datang.." Jing Mi mengatakan bahwa Xiao Shuxiang sedang belajar dengan sangat giat, namun dia tidak menceritakan kelakuan Xiao Shuxiang yang di cap sebagai Biang Onar di Sekte Pedang Langit.


***


-


-


-


-


Catatan Penulis :


.


.


.


saatnya Sesi Mutiara Kata dimulai..


.


.


Impian Sangatlah Penting,


Kau Tidak Akan Dapat Melakukan Apa-Apa


Sebelum Kau Membayangkannya..


~George Lucas