XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
120 - Berani Kau Memakai Namaku! [Revisi]


"Apa sekarang kau sudah tenang?"


Xiao Shuxiang menatap gelas yang diberikan Duan De padanya, dia lalu menghabiskan air di dalam gelas tersebut.


"Kakek Janggut Panjang, kau jangan buatkan pedang itu padanya. Kau buatkan saja untukku."


Pletak!


Duan De kembali memukul kepala Xiao Shuxiang dengan mistar panjang. Sambil mengusap-usap janggutnya, dia berkata. "Aku akan menempa pedang bagi siapa pun yang memintanya, itu adalah pekerjaanku."


"Tua Bangka, kau akan mati jika berhasil membuat pedang itu. Mereka kultivator Aliran Hitam, apa kau tidak tahu, hah?!"


"Hei bocah. Ini urusanku..! Kalau kau juga mau dibuatkan pedang seperti pesanan orang tadi, maka pergilah memanah bintang dan bawa kemari. Aku akan membuatkannya untukmu..!"


"Bagaimana caranya aku memanah bintang..?"


"Pikirkan sendiri!"


Xiao Shuxiang memayunkan bibirnya, mustahil baginya untuk memanah bintang. "Kakek Janggut Panjang, lalu bagaimana kau bisa menempa pedang itu? Apa ada kultivator yang membawakan bintang untukmu..?"


Xiao Shuxiang ingin tahu asal Pedang Bintangnya, mungkin saja dia menemukan cara untuk membuat pedangnya kembali.


Duan De berkata, "Aku sendirilah yang menemukannya. Ada bebatuan dari langit yang melesat turun dengan cepat dan menghantam sebuah lembah. Setiap seratus tahun, akan selalu ada bintang yang besar jatuh dari langit. Bila beruntung, ukurannya akan cukup membuat satu buah pedang."


"Ayo ikut denganku," Duan De mengajak Xiao Shuxiang untuk ikut dengannya.


Tepat di bagian terdalam tokonya, sebuah ruangan khusus dengan berbagai macam besi dan tungku besar terlihat.


Duan De membakar beberapa kayu di dalam tungku tersebut, dia lalu mengambil sebuah pedang setengah jadi dan memasukkannya ke dalam api.


"Kenapa kau membawaku kemari, Kakek?"


Xiao Shuxiang memegang salah satu pedang jadi buatan Duan De, pedang di tangannya begitu mengkilap dan tajam. Dia bahkan bisa melihat wajahnya dengan jelas dari pantulan pedang tersebut.


"Aku ingin tahu, kenapa kau sangat marah saat kultivator tadi memiliki nama yang sama denganmu..?" Duan De mengeluarkan pedang yang dibakarnya dan mulai memukul pedang tersebut dengan sebuah palu berukuran sedang.


Xiao Shuxiang, "Aku tidak suka jika namaku dipakai oleh orang lain. Tidak ada yang diizinkan untuk mememakai namaku di Benua ini. Siapa pun itu, mereka tidak layak hidup!"


"Caramu mengatakannya sangat mirip dengan mereka. Kau mengidolakan kultivator yang paling payah di Benua ini."


!!


Xiao Shuxiang terkejut saat Duan De menyebut dirinya payah. Bukan hanya itu, Duan De juga berkata bahwa Sang Bintang Penghancur, Xiao Shuxiang----Sangat tidak pantas dengan gelarnya.


"Tua Bangka!! Berani sekali kau mengataiku-!!"


"Dengar Bocah, jika Sang Bintang Penghancur begitu hebat. Pedangnya tidak mungkin hancur berkeping-keping. Karena itulah kubilang, dia kultivator yang sangat payah!"


!!


Krak


Kraak


Pedang di tangan Xiao Shuxiang retak dan perlahan berubah menjadi debu. Dia menatap tajam ke arah Duan De hingga membuat Kakek Berjanggut Panjang itu tersentak.


"Kau bilang aku payah..? Kau mengatakan gelar itu tidak pantas untukku..? Apa kau tahu alasan pedang itu hancur, hah..? Qi milik Xiao Shuxiang tidak sama dengan kultivator lain..! Aku sebenarnya-"


"Bocah..! Sudah kubilang berhenti menjadi orang lain..! Buat Jalanmu Sendiri! Jangan samakan dirimu dengan Bintang Payah itu! Kemarilah..!!"


Xiao Shuxiang berjalan mendekati Duan De. Dia tersentak saat Duan De menyerahkan palu padanya sambil berkata bahwa Xiao Shuxiang harus belajar menempa pedang.


Duan De, "Kalau kau ingin menjadi pendekar kuat, maka kau harus tahu bagaimana proses pembuatan pedang itu hingga bisa digunakan. Sekarang cobalah menempa..!"


Xiao Shuxiang menggeleng, dia menatap wajah Duan De yang begitu serius.


"Tsk, terserahlah..!"


Xiao Shuxiang mulai memukul pedang dengan palu di tangannya. Baru pukulan pertama, Duan De langsung menampar bokongnya.


"Bukan Seperti Itu!! Kau Ahli Memasak, Lakukan Seperti Kau Memasak!! Gunakan Hatimu Saat Menempanya..!"


Xiao Shuxiang tidak tahu kenapa, dia tiba-tiba saja mengangguk dan mulai serius menempa lagi. Selama seharian, setiap kali dia membuat kesalahan, bokongnya terus ditampar oleh Duan De.


Menempa pedang seperti ini membuat Xiao Shuxiang mengetahui betapa susahnya membuat sebuah pedang.


Duan De terus memberikan arahannya, dia bahkan tidak segan memukul betis Xiao Shuxiang dengan besi panjang jika anak tersebut melakukan kesalahan.


"Tua Bangka, apa kau tidak bisa pelan-pelan memukul, hah? Kau membuyarkan konsentrasiku..!"


"Eh?! Kukira kau akan merintih kesakitan?!"


"Hh, dipukul seperti ini sudah biasa untukku. Aku bahkan pernah mengalami yang terburuk di kehidupan pertamaku."


Keringat mengucur di kedua sisi kening Xiao Shuxiang. "Ternyata menempa pedang akan semelelahkan ini..."


Duan De, "Kau tidak kuizinkan menggunakan Qi. Pakai tenagamu sendiri,"


Duan De, "Sudah kubilang kau harus menggunakan perasaanmu saat menempanya, sama seperti kau mengolah bahan-bahan masakan. Curahkan semua perasaanmu setiap kali kau memukulnya..!"


"Mencurahkan perasaanku..? Aku tidak pernah melakukan itu saat memasak. Yang kulakukan adalah membayangkan semua bahan masakanku itu adalah tubuh manusia.."


!!


Xiao Shuxiang tersenyum lebar, dia lalu menatap besi yang baru saja dia keluarkan dari tungku dan mulai memukulnya dengan palu besi lagi.


"Sangat menyenangkan..! Rasanya tidak tertahankan..!"


Dia membayangkan suara pukulan palunya seperti jeritan pilu manusia dan pedang yang dia tempa adalah kepala manusia tersebut. Xiao Shuxiang hampir menangis karena bayangannya terasa begitu nyata.


Ketika malam tiba, pedang pertama Xiao Shuxiang akhirnya selesai. Dia memakan pil untuk memulihkan kondisi pada betisnya yang lebam dan berdarah karena terus dipukul Duan De.


Saat memeriksa pedang yang selesai ditempa Xiao Shuxiang, Duan De menggeleng. Pedang ini sangat buruk dan bahkan tidak bisa digunakan. Dia menyuruh Xiao Shuxiang mengulanginya lagi.


"Pastikan kau datang lagi besok!"


"Baiklah, aku akan kembali lagi sekalian membawakanmu makanan."


Duan De tersenyum lebar, "Kau harus menepati janjimu. Dan satu lagi, belikan aku arak yang bagus..!"


"Membeli..? Aku akan membuatkannya untukmu." Xiao Shuxiang melambaikan tangannya dan berjalan pergi dari toko Duan De.


Setelah keluar dari jalanan sempit, raut wajah Xiao Shuxiang mulai berubah. Dia langsung melesat pergi dengan tatapan mata yang seperti mencari seseorang.


Xiao Shuxiang melompat dan berlari di atap bangunan, pasar jauh lebih ramai di malam hari.


Saat pandangan Xiao Shuxiang menatap keramaian pasar di bawahnya, dia seketika tersentak. Xiao Shuxiang menyadari ada yang sedang mengawasinya.


Tatapan mata Xiao Shuxiang segera mengarah pada atap bangunan di sebelahnya. Terlihat seorang pria berpakaian hitam menatap dingin ke arahnya.


Slaaang!


Xiao Shuxiang menarik pedangnya dan tanpa basa-basi langsung melesat dan menyerang pria tersebut.


TRAAAANG!!


Benturan pedang keduanya begitu keras bahkan menimbulkan angin kejut di sekeliling mereka.


"Sejak awal kuperhatikan, kau memang terlihat dendam padaku."


Pria tersebut berbicara dengan nada dingin, dia tidak lain adalah kultivator Sekte Tengkorak Darah yang ditemui Xiao Shuxiang di toko Duan De.


TRAAANG!


Xiao Shuxiang dan pria itu terus bertukar serangan. Keduanya bertarung sepanjang malam. Kultivator tersebut memancing Xiao Shuxiang ke tempat yang lebih sepi.


Xiao Shuxiang mengikutinya, dia tidak peduli dipancing ke tempat berbahaya sekali pun, asalkan dirinya bisa membunuh orang yang berani memakai namanya.


Mereka kembali bertarung saat tiba di sebuah tempat bebatuan, pohon dan rumput yang berwarna ungu membuat Xiao Shuxiang sadar bahwa dia berada di lingkungan Aliran Hitam.


TRAAANG!


Kultivator tersebut mulai serius, dia sudah lama menunggu Xiao Shuxiang keluar dari toko Duan De.


Tidak banyak anak yang berani memberinya tatapan seperti yang Xiao Shuxiang lakukan. Dia sangat ingin mencincang anak berusia 14 tahun ini.


Xiao Shuxiang, "Berani sekali kau memakai nama Sang Bintang Penghancur..!! Kau Telah Membuat Kesalahan Karena Berani Memakai Namaku!!"


TRAAANG!


"Kau bilang apa? Namamu..? Aku memakai namamu..? Jadi kau Xiao Shuxiang? Bagus sekali, aku kebetulan mencari orang-orang dengan nama yang sama denganku. Kau sangat pantas kubunuh!!"


Kultivator Sekte Tengkorak Darah mengeluarkan Aura Pembunuhnya bersamaan dengan mengalirkan Qi pada pedangnya.


"Membunuhku? Justru aku yang akan melakukannya..!" Xiao Shuxiang mengeluarkan Aura Pendekarnya, dia juga mengalirkan Qi pada pedangnya.


Xiao Shuxiang dan pria tersebut segera melesat. Pedang keduanya berbenturan begitu keras. Udara di tempat ini beracun, namun tidak mempengaruhi tubuh keduanya.


Praktik kultivator Sekte Tengkorak Darah yang dilawan Xiao Shuxiang berada di Forging Qi tingkat 13, sementara dirinya sendiri saat ini berada di Forging Qi tingkat 7.


TRAAANG!


TRAAANG!


Apabila dilihat dari praktik keduanya, Xiao Shuxiang jelas kalah. Namun, tidak begitu dengan pengalaman bertarung keduanya.


Kultivator Sekte Tengkorak Darah belum pernah bertarung dengan seluruh kultivator tingkat Master Foundation dan Grand Master. Bahkan dia tidak pernah bertarung dengan kultivator tingkat Immortal. Sangat berbeda dengan Xiao Shuxiang!


BAAAAM!!


Xiao Shuxiang berhasil memberi tendangan hingga membuat kultivator tersebut terpental jauh dan menghantam batu berukuran besar.


Kultivator tersebut menggeram marah dan tiba-tiba saja menghilang. Dia langsung muncul di belakang Xiao Shuxiang dan menyerangnya dengan pedang.


!!


Xiao Shuxiang menangkis pedang yang hampir menebas lehernya dengan tangan kanan. Seragamnya merupakan pusaka yang bisa menahan serangan kultivator Forging Qi tingkat 15, tentu pedang pria tersebut tidak bisa melukainya.


Dengan segera Xiao Shuxiang melompat dan menyerang pria tersebut kembali. Keduanya bertarung dengan begitu cepat, sampai kaki kanan Xiao Shuxiang di cengkeram kuat saat dirinya melompat.


Seringai muncul di wajah kultivator Sekte Tengkorak Darah, dia menggunakan asap beracun yang tiba-tiba keluar dari tangannya.


"Mati Kau, Bocah!!"


"Kau bukan Xiao Shuxiang!!"


Xiao Shuxiang memutar tubuhnya hingga kakinya yang dicengkeram kuat oleh kultivator Sekte Tengkorak Darah mengeluarkan suara tulang yang patah.


!!


Kultivator Sekte Tengkorak Darah begitu terkejut. Dia tidak percaya anak laki-laki berusia 14 tahun yang dilawannya bisa bertindak senekat ini.


"Dia Gila..!!"


Xiao Shuxiang akhirnya lepas dari cengkeraman kultivator tersebut. Dia berdiri tanpa mengeluarkan rintihan atau pun jerit kesakitan.


Kaki kiri Xiao Shuxiang terlihat baik-baik saja, namun tidak begitu dengan kaki kanannya.


Jika kaki kiri Xiao Shuxiang menghadap ke depan, maka kaki kanannya mulai pertengahan betis ke bawah terlihat menghadap ke belakang tubuhnya.


"Hah Hahahaha..! Ini yang paling kusuka menjadi Alkemis!"


Xiao Shuxiang mengeluarkan tawa jahatnya. Bersamaan dengan hal itu, kaki kanannya berputar dengan cepat dan kembali seperti semula.


***