XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
469 - Firasat II


Bersamaan saat Miao Gang merasakan firasat itu--Qian Kun yang berada di wilayah Aliran Hitam, tepatnya di Benua Timur telah menyelesaikan pekerjaannya di ruang bawah tanah dari kediamannya.


Keempat rekan yang ikut bersamanya kini telah menyebar di empat titik dengan membawa sesuatu yang telah dia buat sebelumnya.


Sudah cukup bagi Qian Kun memberi waktu istirahat untuk Xiao Shuxiang, sekarang tibalah saatnya merampas seluruh kedamaian pemuda itu.


Api biru yang ada di sampingnya nampak melayang naik turun. Dia mengatakan sesuatu tentang malam pernikahan yang membuat Qian Kun mendengus pelan sebagai responnya.


".. Kau jangan mengharapkan malam semacam itu, karena aku tidak akan membiarkannya sampai terjadi.." Qian Kun mengedarkan pandangannya ke sekeliling, posturnya begitu berwibawa dengan tangan kanan yang berada di belakang pinggang.


"Tuan.."


Di bawah langit biru, pemandangan yang dilihat Qian Kun merupakan ngarai besar nan penuh dengan bebatuan-bebatuan runcing. Seluruhnya berwarna hitam kemerahan, mempunyai aura mencekam, dan asap tipis yang tidak lain adalah jiwa-jiwa makhluk yang malang.


Tidak ada tanaman hijau sepanjang mata memandang. Satu-satunya tumbuhan di sini merupakan sejenis rumput namun berwarna hitam keunguan, terkadang terlalu pekat, dan kadang cukup cerah.


"Aku telah membiarkannya menikahi gadis berambut putih itu, bukankah begitu saja cukup? Memang apalagi yang dia inginkan?"


"Tapi Tuan.."


Di balik topeng rubahnya, ekspresi wajah Qian Kun sulit diketahui. Nada suaranya dingin, seakan bermaksud mengatakan bahwa dia hanya setuju Xiao Shuxiang menikah, namun tidak membiarkan Koki Alkemis itu dan Ling Qing Zhu benar-benar menjadi pasangan suami-istri.


"Apa kau tahu alasan kenapa Xiao Shuxiang memutuskan menikah di kehidupannya yang sekarang padahal dia memiliki banyak kesempatan di kehidupannya yang dahulu? Itu karena dia telah membuat keputusan untuk mengkhianati kaumnya. Xiao Shuxiang bermaksud memberikan sebagian besar kekuatan yang sudah kudapatkan untuknya pada gadis itu."


Sejak awal, Qian Kun sebenarnya penasaran dengan tujuan di balik pernikahan Xiao Shuxiang. Kenapa harus di kehidupan ini Sang Bintang Penghancur itu menikah? Jika hanya terjebak dalam sebuah tradisi kuno klan, maka sejauh yang Qian Kun ketahui--Xiao Shuxiang akan memberontak bila memang benar-benar tidak ingin melakukannya.


"Tuan.. Apa mungkin Shuxiang berniat menjadikan gadis itu sebagai wadah kekuatannya?"


"Mn.. Kurasa juga begitu."


"Tapi bukankah Xiao Shuxiang bahkan tidak dapat menyalurkan Qi miliknya pada manusia? Senjata saja dapat hancur bila tidak sanggup menerimanya, gadis itu pasti akan mati."


Qian Kun sejenak menatap Api Biru Kecil yang melayang di sampingnya sebelum kembali berucap. "Tanpa sepengetahuan dariku, dia pernah memberikan sebagian kekuatannya pada seorang bayi laki-laki, dan sekarang dia bermaksud melakukan hal yang sama.."


Qian Kun tahu benar siapa Xiao Shuxiang. Dialah satu-satunya orang yang bisa mengatakan bahwa Koki Alkemis itu adalah pemuda yang licik.


Dia mengetahui bahwa Xiao Shuxiang berniat mengkhianati kaum dari Dunia The Fallen Angel. Koki Alkemis itu tidak lagi berambisi untuk menghancurkan Benua Timur.


Api Biru Kecil yang melayang di samping Qian Kun kini mengetahui bahwa Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu tidak diizinkan mengikat hubungan yang terlalu dalam sebagai suami-istri. Sosok bertopeng rubah ini pasti akan mengacaukannya.


*


*


Dahulu, setelah menggunakan Jurus Kebangkitan Kembali dan menyadari praktiknya dimulai dari awal lagi serta dantiannya yang cacat--Xiao Shuxiang begitu amat frustrasi. Dia berambisi untuk mengembalikan tingkatan praktiknya dengan tujuan agar dapat membuat Benua Timur kacau kembali.


Namun lambat laun dia menyadari bahwa membuat Benua Timur kacau bukanlah keinginannya. Itu adalah misi yang tertanam dalam lubuk hatinya dan harus dia singkirkan.


"…"


".. Shuxiang?"


!?


Xiao Shuxiang tersentak saat merasakan lengannya ditepuk, dia pun menoleh dan baru tersadar dengan posisinya saat ini.


Dia sekarang berjalan bersama Kucing Putihnya di sekitar Sekte Kupu-Kupu. Sebelumnya setelah makan bersama dengan para murid, dia mengajak gadis bercadar tipis tersebut untuk berkeliling meski sejak tadi tidak ada pembicaraan apa pun di antara mereka.


Tatapan mata Ling Qing Zhu dan nada suaranya masih sama, yakni datar, penuh wibawa, serta dingin secara bersamaan. Tidak ada ekspesi lain pada wajah seputih salju yang tertutup cadar tipis itu, bahkan termasuk sebuah semu merah.


"Kau memikirkan sesuatu?" Ling Qing Zhu tidak pernah melihat Wali Pelindungnya begitu pendiam, ini pertama kalinya dia tahu bahwa Xiao Shuxiang rupanya juga bisa bersikap layaknya pemuda yang dewasa.


"Aku tidak ingin membohongimu. Yaah.. Aku memang memikirkan sesuatu,"


"Kau terlihat keberatan menceritakannya padaku."


"Mn, aku memang tidak mau mengatakannya.."


"…"


Ling Qing Zhu terdiam. Dia menoleh sejenak dan menatap wajah Wali Pelindungnya sebelum kembali memandang lurus ke depan. Tidak beberapa lama, dia pun kembali berujar.


"Apa kau memikirkan Lan Xiao?"


"…"


Wajar bila Ling Qing Zhu bertanya demikian. Sebelumnya setelah makan bersama, Yang Shu pamit untuk kembali ke Benua Utara. Ling Ya Bing sendiri nampak bersemangat dan ingin ikut, dia ingin bermain bersama dengan para pangeran serta putri kecil yang merupakan keluarga paman iparnya.


Xiao Qing Yan awalnya tidak ingin ikut, tetapi Ling Ya Bing mendesak sambil menyeretnya dengan penuh antusias. Dia pun mengikuti anak perempuan tersebut dan Lan Xiao serta O Zhan menyusulnya dari belakang. Mereka memasuki Cermin Pemindah yang dikeluarkan oleh Xiao Shuxiang.


".. Kulihat kau tadi keberatan Lan Xiao pergi," Ling Qing Zhu melanjutkan ucapannya saat tidak mendengar jawaban dari Wali Pelindungnya.


"Kucing Putih, kau sekarang jadi banyak bicara? Apa kau mulai menunjukkan kepedulianmu padaku?" suara dan raut wajah Xiao Shuxiang terkesan serius, dia menatap gadis berambut putih yang berjalan di sampingnya.


"Tidak juga. Hanya.. Rasanya aneh bila seseorang yang terkenal cerewet tiba-tiba menjadi pendiam."


Xiao Shuxiang tidak menyangka mendengar ucapan Kucing Putihnya barusan, dia pun mendengus dan kemudian tersenyum. Sekarang niat menggodanya mulai keluar.


"Tapi aku juga demikian. Rasanya aneh saat gadis yang terkenal tidak banyak bicara menjadi cerewet seperti ini. Atau.. Apa mungkin kau mulai menyukaiku..?"


"…"


Ling Qing Zhu berhenti melangkah. Dia menatap wajah pemuda yang tersenyum di sampingnya ini dan mengembuskan napas pelan.


"Shuxiang.. Kau bodoh. Menyebalkan sekali."


!!


Xiao Shuxiang terkejut, ucapan dingin dan ketus barusan seperti menggampar wajahnya. Dia berkedip beberapa kali saat pelaku yang membuatnya terkejut nampak berjalan pergi.


"Apa salahku? Aku tidak menghinanya, aku juga tidak melecehkannya. Kenapa mendadak Xiao Shuxiang yang luar biasa ini dianggap bodoh? Kalau aku yang jenius ini disebut begitu, maka orang bodoh yang sebenarnya akan dianggap apa? Tidak berguna? Sampah masyarakat? Hei..! Kucing Putih..!"


"…"


Ling Qing Zhu menoleh ke belakang sebelum kembali mengabaikan Wali Pelindungnya dengan berjalan sedikit lebih cepat. Wajahnya masih begitu tenang, namun tidak dengan tatapan matanya sekarang.


Dia kesal sebab Xiao Shuxiang begitu tidak peka. Biasanya Koki Alkemis ini mudah membaca perasaan orang lain, tetapi entah kenapa saat bersamanya pemuda itu menjadi menyebalkan.


"Kucing Putih..! Kenapa kau meninggalkanku? Aku tahu kau suka padaku, kau tidak perlu malu mengakuinya. Lagipula-!" Xiao Shuxiang seketika mengatupkan bibirnya saat diberi tatapan menusuk dari gadis di sampingnya. Dia pun mulai tersenyum pahit.


"Baiklah, baiklah. 'Kalau aku tidak suka, apa mungkin aku bersedia menikahimu?' kau ingin mengatakan itu, kan? Aku sekarang mengerti," Xiao Shuxiang mengangguk-ngangguk sambil mengusap pelan tengkuknya.


"…"


Ling Qing Zhu mengulurkan tangan dan menepuk lembut pipi Wali Pelindungnya. Tindakannya membuat Koki Alkemis itu tidak akan percaya bila tidak merasakannya sendiri.


"Kau.. Kini terlihat menggemaskan."


!!


Suara Ling Qing Zhu datar dengan ekspresi dan tatapan mata yang tenang. Dia tidak pernah berhenti mengejutkan Xiao Shuxiang. Pemuda itu mulai memegang tangan yang menyentuh pipinya.


"Kucing Putih, apa aku boleh bertanya sesuatu?"


"Mn, katakan."


"Apa kau pernah tersipu malu saat bersamaku? Atau apa kau pernah merasakan jantungmu berdebar kencang saat bertatapan mata denganku?"


"Mn, aku merasakannya sekarang."


!!


Xiao Shuxiang mendengus, ekspresi wajahnya begitu aneh. "Kau sedang bercanda, ya? Kau tidak terlihat tersipu malu. Sama sekali tidak,"


"Kau tahu, kurasa ada yang salah dengan saraf di wajahmu. Baik ekspresi tersipu malu hingga wajah seriusmu, tidak ada bedanya meski sedikit.."


"Mn, pujian untukku."


"Aku tidak sedang memujimu, Kucing Putih. Kau-" Xiao Shuxiang berusaha menahan diri untuk tidak mengumpat, dia mengembuskan napas dan kembali berjalan, kali ini sambil memegang tangan gadis berambut putih di sampingnya.


Di antara keluarga Ling, kemungkinan hanya dua orang yang Xiao Shuxiang ketahui memiliki beberapa ekspresi wajah. Mereka adalah Ling Qin Qi dan Ling Ya Bing. Sementara anggota klan lainnya terlihat begitu mengesalkan.


Ling Qing Zhu hanya diam saat Wali Pelindungnya mulai cerewet dan merutuki setiap anggota keluarga 'Ling' miliknya. Dia seperti telah melupakan kenapa pemuda di sampingnya ini melamun beberapa waktu lalu.


Barangkali Xiao Shuxiang tidak sadar, atau memang ini taktiknya sejak awal agar bisa terhindar dari pertanyaan Kucing Putihnya. Dia memanfaatkan situasi dengan sangat baik hingga terlihat seperti kondisi yang alami.


Xiao Shuxiang terlihat seperti sosok yang menyenangkan, dia pemuda ekspresif dan begitu spontan mengutarakan apa yang dirinya rasakan. Karena sifatnya ini, maka tidak ada orang yang akan percaya bahwa dia berasal dari dunia hitam.


".. Aku sekarang sudah banyak bicara, apa kau mulai senang?"


"Mn, tidak juga." Ling Qing Zhu menatap sejenak tangannya yang dipegang, dia berusaha menariknya namun pemuda di sampingnya malah memegang tangannya makin erat.


Xiao Shuxiang mendengus, "Kau ini sebenarnya suka aku yang bagaimana?"


"Dirimu sendiri,"


"Kau yakin? Diri asli Xiao Shuxiang itu sangat mempesona dan menakutkan. Aku tidak menjamin kau akan baik-baik saja,"


"…"


Ling Qing Zhu merasa bahwa Wali Pelindungnya mulai lagi, kali ini dengan topik yang baru. Masalahnya, dia mulai tidak nyaman dengan tangannya yang terus dipegang.


Xiao Shuxiang sendiri terlihat begitu membangga-banggakan dirinya. Dia mengatakan banyak hal yang perlahan menjadi makin serius. Dia memberi tahu Ling Qing Zhu tentang hidupnya yang penuh keberuntungan dan nasib buruk yang berjalan mengikutinya.


".. Kau tahu, pernikahan ini mungkin tidak akan berjalan baik,"


"Kenapa mengatakan itu?"


"Apa kau pernah melihat ada pasangan kultivator yang hidupnya begitu damai?"


"Mn.. Aku mengerti."


Ling Qing Zhu tidak bisa mengharapkan hari bahagia akan menghampirinya saat dia sendiri tahu bahwa pemuda yang dia nikahi ini begitu disukai oleh masalah. Satu-satunya yang dia mungkin dapat mengusahakannya adalah cara agar dirinya tidak sampai menjadi beban.


"Jujur saja, ini pertama kalinya Xiao Shuxiang menikah. Aku tidak tahu apa bisa memenuhi kewajibanku, tapi aku akan memperlakukanmu dengan baik. Aku akan memberikan hakmu, tapi kau harus menepati satu permintaanku.."


?!


"Apa yang kau inginkan?" Ling Qing Zhu tidak peduli tentang haknya, dia lebih tertarik dengan permintaan Xiao Shuxiang. Ini pertama kali Wali Pelindungnya ingin meminta sesuatu darinya.


Xiao Shuxiang berhenti berjalan, dia menatap Ling Qing Zhu dengan ekspresi wajah yang sama sekali tidak nampak bercanda. "Kucing Putih, aku hanya meminta satu hal. Apa pun yang terjadi.. Kau jangan sampai mati. Aku tidak bisa menjamin keselamatanmu, karenanya kau harus berusaha untuk menjaga dirimu sendiri,"


"…"


Ling Qing Zhu terdiam sejenak sebelum mengangguk, dia pun mengatakan dirinya tidak bermaksud mati dalam waktu dekat ini. Wali Pelindungnya tidak harus mencemaskannya. Dia menikah bukan untuk menjadikan Xiao Shuxiang sebagai sandarannya dan menjadi lemah.


".. Kau tidak harus selalu menjagaku. Justru, akulah yang harusnya menjagamu."


Ling Qing Zhu ingin mengatakan bahwa Xiao WeiWei pernah memintanya untuk menjaga Xiao Shuxiang, Tuan Muda Lan sendiri pun juga memberikan permintaan yang sama. Dia sendiri menyadarinya.. Menyadari bahwa Wali Pelindungnya membutuhkan seseorang. Xiao Shuxiang tidak bisa sampai ditinggal sendirian.


"Kucing Putih, aku sebenarnya bukan pemuda yang baik.."


"Aku tahu itu,"


"Dengarkan dulu, aku ingin mengatakan sesuatu yang tidak pernah kukatakan pada siapa pun.."


Ling Qing Zhu tidak pandai dalam berekspresi, namun dia bukannya tidak peka. Dia tahu Wali Pelindungnya adalah pemuda yang sangat jujur, jadi saat melihat ada raut keberatan pada sosok di depannya ini.. Dia pun memutuskan untuk menghentikannya.


"Shuxiang, kau tak harus mengatakannya jika memang belum siap. Bila itu bukan sesuatu yang penting, lebih baik kau menyimpannya sendiri."


"Justru ini adalah hal yang penting hingga harus kukatakan. Kau mungkin.. Tidak akan mau melihatku lagi." suara Xiao Shuxiang tegas, sorot matanya seakan menandakan bahwa dia benar-benar yakin dengan kalimat terakhirnya.


".. Sikapmu pasti akan berubah. Tidak hanya kau, tetapi juga Lan Zhi, Saudara Jing, ayah dan ibuku, kalian semua.. Pasti akan melihatku dengan cara yang berbeda. Ini sesuatu.. Yang tidak bisa diterima oleh semua orang. Tapi aku ingin kau yang pertama mengetahuinya,"


"Shuxiang.."


Ling Qing Zhu merasakan tangan yang menggenggamnya terasa dingin. Pandangan matanya sedikit berubah saat melihat wajah Wali Pelindungnya agak pucat. Entah bagaimana, tetapi perasaannya menjadi tidak enak.


"Aku tidak mau mendengarnya.." Ling Qing Zhu berujar, dia membuat Xiao Shuxiang tersentak.


"Kucing Putih,"


"Bila yang ingin kau katakan adalah sesuatu yang buruk, maka sebaiknya jangan ucapkan. Kau hanya perlu selalu mengingat.. Bahwa siapa pun dirimu, kau tetaplah Xiao Shuxiang. Seseorang yang kuanggap berharga."


!!


Xiao Shuxiang tiba-tiba melepaskan pegangan tangannya. Matanya terbelalak dan seperti waktu berhenti seketika. Di balik cadar tipis yang dipakai oleh gadis di hadapnnya, nampak sebuah garis bibir yang membentuk senyuman.


!!


Benar-benar senyuman. Dia tidak salah lihat..! Kucing Putih yang selama ini Xiao Shuxiang anggap gadis berwajah papan datar nampak tersenyum. Hanya saja belum sempat dia mengatakan apa pun--terdengar suara gemuruh di langit.


Suasana berubah. Dari yang sebelumnya adalah angin pembawa kesejukan, kini menjadi angin pembawa aura mencekam. Ling Qing Zhu kembali pada wajah tenangnya dan memperhatikan pergerakan awan di langit.


Xiao Shuxiang juga ikut menengadah ke langit, "Luar biasa.. Ini pertama kalinya aku melihatmu tersenyum dan sepertinya kau membuat langit marah.."


Awan di langit berkumpul dan nampak menebal. Warnanya putih berkilau, namun malah terdengar suara gemuruh. Apalagi sekarang, kilatan-kilatan putih mulai terlihat seiringan dengan suara itu.


"Shuxiang.."


BLAAAR..!!


Ling Qing Zhu dan Xiao Shuxiang kaget mendengar suara yang menggelegar, tanah yang mereka pijak bahkan bergetar karenanya. Keduanya tidak tahu harus mengatakan apa selain kembali berpandangan.


"Kucing Putih, kau ini punya hubungan apa dengan Bocah Pengemis Gila? Kalian berdua sepertinya punya masalah yang sama. Apa kau juga dibenci oleh langit?"


"Hmph, tidak mungkin."


BLAAAAR...!!


!!


Telinga Xiao Shuxiang berdenging. Kucing Putihnya tidak lagi tersenyum, tetapi suara kasar itu kembali terdengar dan kali ini lebih besar dari yang sebelumnya. Getaran pada tanah bahkan nyaris membuatnya dan Ling Qing Zhu terjatuh.


"Baiklah, sekarang ini bukan karena senyumanmu. Aku rasa.. Orang itu sudah mulai,"


"Mn, maksudmu.. Siapa?" Ling Qing Zhu menatap Wali Pelindungnya. Perkataan pemuda ini seakan-akan telah tahu dalang dibalik suara gemuruh yang didengarnya.


"Qian Kun,"


BLAAAAR..!!


***


-


-


-


-


Catatan Penulis:


Arigatou Gozaimasu karena sudah mengikuti perjalanan Xiao Shuxiang sampai sejauh ini. Dasha nggak tahu kenapa tiba-tiba ada tulisan 'END' pada novel ini. ( ̄∀ ̄) Tangan kecil, mungil Dasha pun tidak pernah bandel mengotak-ngatik bagian 'Deskripsi Cerita'. Jadi novel ini masih up ya, (⌒▽⌒)Gomenkudasai karena mulai ngaret, 'Penulisnya' lagi sibuk bimbingan skripsi. (^v^)Terima kasih karena selalu sabar menunggu, dan tidak pernah menuntut banyak dari 'Kami'. Semoga Minna Sama sehat selalu dan tetap semangat menjalani hari..! ( ´ ▽ ` )ノ jumpa lagi di Chap berikutnya. (*´▽`)ノノ