XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
474 - Kejutan [Revisi]


Gong Zitao tersenyum tipis sambil pedangnya berbenturan dengan pedang mayat beberapa kultivator. Dia mengerahkan tenaganya dan membuat lawan berada dalam posisi bertahan.


Sebagai murid dari Sekte Pagoda Langit, dia diajari untuk tetap memperhatikan kualitas pakaian agar tidak kotor, kusut, maupun terkoyak. Sekte Pagoda Langit menjunjung tinggi kebersihan dan juga kewibawaan.


TRANG..!


Jujur saja, sebenarnya sangat sulit menjaga pakaian bisa tetap bersih. Namun karena kesulitan itulah hingga para murid seperti Ling Qing Zhu dapat lebih berkonsentrasi.


Dalam ajaran sektenya, kekurangan dari gerakan pertarungan dapat dilihat dari bagaimana kondisi pakaian saat itu. Bila kebersihan dan kerapiannya tetap terjaga, maka berarti gerakan yang dilakukan telah sempurna serta tidak bercelah. Begitu pula sebaliknya.


BAAAM..!


Seorang mayat kultivator menghantam tanah, tidak jauh dari tempat Ling Qing Zhu berada. Dia melihat sosok gadis berusia sekitar 16 Tahun yang tengah berjalan tenang sambil memegang sebuah pedang.


Pakaian murid itu berwarna hitam dengan sebuah jubah kuning bercorak sayap kupu-kupu. Dia merupakan salah satu saudara seperguruan Xiao Shuxiang.


Gadis muda itu mempunyai mata cokelat terang, wajah yang sedikit kotor karena debu, dan dua garis bekas luka pada bagian bawah mata kirinya. Tangannya terulur mengusap luka di lehernya yang mengeluarkan darah segar.


Ling Qing Zhu melihat gadis itu tersenyum dan tanpa ragu menjilat darahnya sendiri. Ini keempat kalinya dia melihat tindakan yang sama dengan orang berbeda dari Sekte Kupu-Kupu.


Dia tidak mengerti kenapa para saudara seperguruan Wali Pelindungnya bertingkah begitu. Apalagi binar di mata mereka seakan-akan menandakan bahwa mereka justru menikmati pertarungan dan rasa sakit ini.


!!


Tiga mayat lainnya tiba-tiba melesat dari arah belakang Ling Qing Zhu. Dia menyadarinya dan segera memutar tubuh sambil mengayunkan Baiyi.


TRANG..!


Ling Qing Zhu tidak mau memikirkannya. Jika melihat dari tingkah Wali Pelindungnya, maka wajar murid Sekte Kupu-Kupu bersikap demikian. Itu sudah pasti karena mereka semua meniru pemuda menyebalkan namun mempesona tersebut.


TRAANG..!


"Gadis yang kuat," salah satu mayat akhirnya bicara. Dia adalah sosok pemuda dengan wajah yang pucat, dirinya merupakan pengguna dari Teknik Pernapasan Petir dan seseorang juga dipenuhi aura kebencian.


!!


Pertarungannya dengan Ling Qing Zhu berlangsung lebih lama. Mereka sama-sama kuat dan tidak ada yang mengambil posisi bertahan. Keduanya terus menyerang, bertukar serangan sambil membuat celah pada lawan.


TRAANG..!!


Ling Qing Zhu tidak hanya menghadapi satu mayat, tetapi tiga sekaligus. Satu di antara mayat itu mengajaknya bicara, namun dirinya hanya merespon dengan gumaman yang singkat.


"... Apa kau bahkan tidak mau menyebutkan namamu?"


"Ling Qing Zhu."


"Mm.. Nama yang cantik.."


"Mn," Ling Qing Zhu mengangguk pelan, gumamannya merupakan pertanda terima kasih, namun sepertinya lawan yang dia hadapi tidak mengerti sama sekali, bahkan malah menyebutnya sebagai gadis yang sombong.


!!


Ling Qing Zhu melompat, tanah tempatnya berpijak terkena serangan salah satu kultivator. Di udara, dia pun melesat dan membalas serangan yang diterimanya.


Ketika menemukan celah pada salah satu kultivator, dia memanfaatkan kesempatan itu untuk memberikan serangan balasan.


BAAAM..!


Salah seorang mayat menghantam sebuah pohon hingga terdengar debaman keras. Tanpa menunggu, Ling Qing Zhu kembali menyerang dan kali ini seseorang mendahuluinya.


?!


Hanya punggung seorang pemuda yang dia lihat. Sosok itu bergerak gesit dan bertukar serangan dengan dua kultivator, pedang pusakanya benar-benar hebat karena dengan gerakan yang penuh tenaga.. Dia bisa menjadikan tubuh kultivator itu membeku.


Teknik Pernapasan Petir milik salah satu mayat kultivator seakan tidak berpengaruh banyak. Dia terkena angin kejut dari Pedang Pembeku Jiwa yang sulit dihindari. Dalam sekejap, tubuhnya telah kaku dan kemudian tumbang.


Ling Qing Zhu menyaksikan bagaimana lawannya ambruk di tanah dan pecah berkeping-keping. Dia pun baru mengetahui bahwa sosok yang mendahuluinya tadi adalah Gong Zitao.


"......."


Sebenarnya Ling Qing Zhu keheranan dengan pakaian hitam milik Gong Zitao, pemuda di hadapannya nampak seperti pengawal bayangan saja. Dia jadi berpikir bahwa kemungkinan Grand Elder Sekte Pagoda Langit memberikan misi rahasia pada pemuda ini agar diam-diam mengikutinya.


"........"


Gong Zitao sendiri melihat Ling Qing Zhu berjalan menghampirinya. Gadis berambut putih itu memperhatikannya dari atas sampai bawah dan lalu menatap pedang di tangannya.


Ling Qing Zhu tidak pernah tahu Gong Zitao memiliki pedang pusaka yang sehebat ini, namun dia tidak menanyakan apa pun karena merasa itu bukanlah urusannya.


Ling Qing Zhu berujar, "Kau selamatkan mereka di tempat lain, biar di sini aku yang mengatasinya."


"......."


Bagi Gong Zitao, ini pertama kalinya Ling Qing Zhu berinisiatif mengajaknya bicara lebih dulu. Sayang dia sudah membulatkan tekadnya untuk tidak hanya bicara, tetapi juga memiliki gadis berambut putih ini.


Saat Ling Qing Zhu berbalik dengan tenangnya, dia tidak menyadari telah menjadi target Gong Zitao. Tubuhnya mendadak kaku kala merasakan seseorang menotoknya dari belakang. Walau wajahnya tenang, namun jujur saja dalam hati dia sangat terkejut.


"Maaf Nona Ling. Aku kemari tidak untuk menyelamatkan siapa pun di tempat ini, melainkan hanya menyelamatkan dirimu."


!!


"Gong Zitao..." Ling Qing Zhu masih dapat bersuara, tetapi seluruh tubuhnya benar-benar kaku. Dia merasakan ada sesuatu yang dingin dan menyebar di dalam tubuhnya.


!!


Ini bukanlah totokan biasa. Kemungkinan besar Gong Zitao menggunakan racun yang tidak mematikan, namun berefek melumpuhkan. Dia tidak percaya akan diperlakukan seperti ini oleh saudara seperguruan sendiri.


Baiyi terlepas dari pegangan tangan Ling Qing Zhu dan jatuh ke tanah. Gadis itu tidak bisa berbuat apa-apa saat mulai digendong oleh Gong Zitao dan sebuah cermin besar muncul di hadapan mereka.


Gong Zitao membawa Ling Qing Zhu memasuki cermin dan benda itu pun memudar sebelum akhirnya menghilang. Jing Mi yang tidak jauh dari sana melihat kejadian tersebut dan menyerukan nama istri dari Saudara Xiao-nya.


!!


Salah seorang kultivator dari Sekte Pedang Tengkorak yang tengah bertarung juga melihatnya. Namun dirinya sulit mendekat sebab musuh terus mendesaknya untuk bertarung.


BAAAAM..!!


Di sisi lain, Jing Mi berhasil memberi serangan pada lawannya. Dia hendak memanggil Hou Yong dan mengatakan tentang Ling Qing Zhu, tetapi sesuatu tiba-tiba saja terjadi.


Dia melihat Yi Wen kesulitan menghadapi para mayat kultivator dan saudaranya itu bahkan menghantam sebuah dinding. Dirinya pun bergerak secepat mungkin ke tempat gadis cantik itu untuk menolongnya.


"Yi Wen..!!"


!?


Yi Wen tersentak, dia mendengar seruan seseorang dan mulai melihat ada lesatan cahaya yang mengarah padanya. Di saat dia hampir tertebas oleh dua mayat kultivator, lesatan itu menyelamatkannya.


"Yi Wen, apa kau terluka?" Jing Mi langsung membantu saudaranya berdiri ketika tiba di tempat Yi Wen berada.


Raut wajahnya nampak cemas saat melihat gadis berambut sepanjang leher ini tertunduk dengan pandangan yang menggelap. Dia mengusap pelan punggung Yi Wen dan memintanya untuk beristirahat jika memang saudaranya telah lelah.


"... Biar aku yang melindungimu, kau pergilah ke tempat yang aman."


"......"


Yi Wen tidak mengatakan apa-apa, dia terdiam. Hanya saja tidak berselang lama terdengar suara Hou Yong dan Zhi Shu yang memanggilnya. Sejenak, pandangannya pun dia arahkan pada dua saudaranya tersebut.


Jing Mi sejak tadi mengajak Yi Wen bicara, namun gadis di sampingnya tidak mengucapkan sepatah kata pun. Dia lantas memanggilnya kembali


"Kau kenapa? Apa kau terluka?"


!!


Jing Mi yang sama sekali tidak mengerti sikap saudaranya mendadak tersentak saat tiba-tiba di serang.


Hou Yong dan Zhi Shu juga terkejut. Keduanya menapakkan kaki di tanah dengan pandangan yang tidak percaya.


Tepat di hadapan mereka, tangan kanan Yi Wen menusuk perut Jing Mi dan membuat darah segar mengalir di sisi bibir pemuda itu. Dalam keadaan yang sama, petir mulai menyambar di langit.


!!


Hou Yong dan Zhi Shu tidak tahu harus berkata apa, Jing Mi pun demikian. Dia mencengkeram pundak Yi Wen dan kembali memanggil nama saudaranya.


"Wen.. Wen'Er.. Apa yang terjadi denganmu..?"


Meski tangan Yi Wen masih dalam keadaan menusuk perut Jing Mi, namun pemuda itu tetap saja mengkhawatirkan saudaranya. Dia merasa bahwa gadis yang ada di dekatnya ini telah berubah.


"Sudah kukatakan sebelumnya, Saudara Jing. Kau seharusnya tidak datang kemari.." Yi Wen menarik tangannya dengan kasar, dia membuat Hou Yong dan Zhi Shu menyerukan namanya.


"Yi Wen..! Apa-apaan kau ini..?!" Hou Yong mengacungkan pedangnya pada saudara seperguruannya itu sambil menopang tubuh Jing Mi, dia dibantu oleh Zhi Shu.


Tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada gadis berambut sepanjang leher itu. Zhi Shu menahan darah yang keluar dari luka di perut Jing Mi sambil menatap tidak percaya ke arah Yi Wen.


"Ada yang salah denganmu.. Kau sudah melukai orang yang salah." Hou Yong teramat syok, dia bertanya mengapa Yi Wen sampai bertindak seberani ini. Kemungkinan terburuknya, gadis di hadapannya sekarang sedang berada dalam pengaruh hitam.


!!


Bukannya menjelaskan, Yi Wen justru menyerang Hou Yong dan berakhir dengan bertukar serangan. Zhi Shu sendiri membantu Jing Mi ke tempat yang lebih aman. Dia hampir tidak percaya ini sungguhan.


Trang!


Suara pertarungan kedua saudaranya terdengar jelas. Zhi Shu mencoba menenangkan diri dan sesekali menggunakan anak panahnya untuk menyerang mayat yang mendekat.


"Saudara Jing, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Yi Wen tiba-tiba menyerangmu?"


"Aku juga tidak tahu.." Jing Mi menahan sakit, tangan kanannya menekan perutnya dengan kuat. Detakan jantungnya berdetak lebih cepat saat ini. Dia sama syoknya dengan kedua saudaranya, Zhi Shu dan Hou Yong.


BLAAAAR..!!


Sambaran di langit seperti tidak ada habisnya, begitu pula dengan pertarungan yang tengah berlangsung di tanah Kekaisaran Matahari Tengah.


Trang..!


Di saat Gou Yun Fei membuat warga kota menggila karena roh jahat yang mengendalikan tubuh mereka----Yi Wen juga menggila dengan pertarungannya melawan Hou Yong.


Dia menyerang saudaranya dengan niatan membunuh dan Hou Yong sendiri sekuat tenaga menahan serangan Yi Wen. Apa pun pertanyaan yang diajukan pada gadis itu, jawabannya tetap saja sama. Yi Wen sadar dengan yang dilakukannya.


TRAANG..!


Dalam sepuluh gerakan, Hou Yong tidak mampu lagi mengimbangi kekuatan saudara seperguruannya tersebut. Yi Wen menggunakan asap beracun untuk menyulitkannya dalam melihat, termasuk membuatnya kehilangan indra perasa.


!!


Hou Yong nyaris saja tertebas andai tidak ada seseorang yang menolongnya. Dia tersentak ketika tahu bahwa yang menyelamatkannya dari serangan saudara seperguruannya sendiri tidak lain adalah Bocah Pengemis Gila.


"Kurasa kau mulai memperlihatkan wajah aslimu," Bocah Pengemis Gila memutar tongkat bambunya, dia menatap gadis berjubah ungu dengan corak sayap kupu-kupu di hadapannya sambil membelakangi Hou Yong.


"Kumpulkan teman-temanmu dan pergi dari sini, kalian semua tidak sanggup menghadapi pertarungan ini lagi." Bocah Pengemis Gila meminta Hou Yong pergi, dia nampak berwajah serius.


Hou Yong, "Tapi bagaimana dengan Yi Wen..?"


"Kau pikir dapat pergi begitu saja, huh? Aku tidak akan membiarkannya," Yi Wen menjentikkan jari dan sekitar sepuluh roh jahat keluar dari berbagai tempat lalu melesat ke arah Hou Yong.


!!


Bocah Pengemis Gila mengetuk tanah dengan tongkat bambunya dan seketika mengayunkannya sekuat tenaga. Serangannya membuat tanah bagai terkena sambaran petir dan melesat ke arah Yi Wen.


BLAAAR..!!


Serangan Bocah Pengemis Gila begitu kuat dan mampu membelah dua sebuah bangunan besar. Untuk menghilangkan roh jahat, maka yang harus dilawan adalah pengendalinya. Dengan ini Yi Wen merupakan target dari serangannya.


"Pergilah dan bawa Jing Mi Gege ke tempat yang aman!" Bocah Pengemis Gila berseru, saat berwajah serius-----dia begitu tampan. Seseorang pasti tidak akan menyangka dia adalah sosok yang sebelumnya begitu penakut pada mayat hidup dan hantu.


Hou Yong hanya mengangguk, dia menuruti ucapan Bocah Pengemis Gila walau ekspresi wajahnya seperti orang yang linglung. Dia pergi dan menyusul kedua saudaranya tanpa mengatakan apa pun.


Yi Wen sendiri begitu kesal karena Bocah Pengemis Gila menghalanginya. Dia pun melesat dan berakhir bertukar serangan dengan pemuda itu. Pertarungan mereka benar-benar tanpa jeda.


TRAANG!


"Tidak habis pikir kau bisa melukai saudaramu sendiri... Sebenarnya apa yang kau incar dengan melakukan ini?" Bocah Pengemis Gila menatap Yi Wen saat tongkat bambunya berbenturan keras dengan pedang gadis tersebut.


"Apakah harus butuh alasan untuk setiap tindakan yang jahat? Aku melakukannya karena memang ingin, lalu kenapa?"


"Kau menyebalkan, Yi Wen."


"Tapi aku suka itu. Terdengar seperti pujian untukku," Yi Wen tersenyum. Dia terus bertukar serangan dengan Bocah Pengemis Gila tanpa peduli bahwa efek serangannya mengakibatkan angin kejut yang dapat melukai seseorang sampai berdarah.


BLAAAAR..!!


Kekesalan Bocah Pengemis Gila sama dengan yang dialami para kultivator di tempat Xiao Shuxiang sekarang. Koki Alkemis itu sudah memancing emosi para mayat kultivator hingga di titik di mana dia tidak akan mendapat pengampunan.


Hutan yang menjadi medan pertempurannya tidak lagi seperti hutan indah yang rindang. Tempat tersebut benar-benar kacau, pepohonan tumbang di sana sini, beberapa terbakar, dan tidak sedikit yang terbelah.


!!


Di hadapan Wei Lou Ye dan Zui Yin Chang Ge.. Xiao Shuxiang menarik keluar tulang punggung seorang mayat kultivator yang lengannya telah dia tebas terlebih dahulu.


Meski mayat hidup, namun kultivator yang dia tawan ini masih memiliki beberapa organ dalam. Hanya saja keseluruhannya berwarna hitam pekat dengan bau busuk yang menyengat.


Teriakan nyaring dari kultivator ini tidak mempercepat gerakan tangannya. Dia bahkan begitu menikmati mengobrak-abrik bagian dalam tubuh lawan dan menarik keluar satu persatu organ yang dirinya genggam.


"XIAO SHUXIANG..!!"


Jian Shen melesat dengan emosi yang memuncak. Xiao Shuxiang melempar lawannya ke arah kultivator itu yang mana langsung tertebas menjadi beberapa bagian.


"Wah, Jian Shen. Kau membunuh rekanmu sendiri. Tsk, tsk, tsk, kau juga sama sekali tidak berubah."


"Bedebah licik, kau tidak akan selamat lagi..!"


"Kemari saja, aku tidak sabar membongkar isi perutmu. Di masa lalu aku belum sempat melakukannya, jadi biar kulakukan di masa ini."


!!


Xiao Shuxiang melesat. Di udara, pedangnya berbenturan dengan sebuah kepalan tangan. Dia terpental saat kekuatan yang dihadapinya jauh lebih kuat. Untunglah dia bisa bergerak gesit hingga mampu mempertahankan posisi berdirinya.


Sosok yang menggunakan kepala tangan untuk menahan serangannya tadi ternyata bukan Jian Shen. Xiao Shuxiang bahkan tidak habis pikir melihat siapa yang melawannya. Ini sungguh sebuah kejutan.


!!


Jian Shen sebenarnya juga terkejut saat posisinya sebagai penyerang malah direbut oleh seseorang yang entah datang dari mana. Dia hanya melihat postur tubuh seorang pria berjubah hitam, bertudung dan menutup wajahnya dengan topeng rubah merah.


"Hah, akhirnya pemeran utamanya sudah datang. Kau benar-benar terlalu lama," Xiao Shuxiang mendengus, dia menatap pria bertopeng yang berpostur tegap di hadapannya.


"......."


Di balik topengnya, mata pria itu berkilat merah. Hal yang sama juga terjadi pada mata Xiao Shuxiang. Mereka saling bertatapan dan seakan-akan bagai musuh bebuyutan yang sudah lama tidak bertemu.


***